Together Forever 44
Rabu, 1 Feb '12 08:04
"Jangan menangis, Kekasihku. Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan."
(Kahlil Gibran, wafat 1931)
Siapa tak kenal pujangga cinta termasyhur sepanjang zaman itu? Belum lama ini aku pergi ke sebuah toko buku terbesar di Indonesia. Di sana aku menemukan rangkaian tiga kalimat Kahlil Gibran itu. Sungguh sulit dipercaya jika di kehidupan nyata itu terjadi di hadapanku.
"Besok kan kamu datang. Kalau kamu suka, kami masakin sayur asam, ya? Plus kelapa muda tinggal petik di belakang rumah," kata temanku di ujung telepon.
"Ya, ampun, Yan! Jangan repot-repot deh. Kamu duduk-duduk manis saja."
Keesokan harinya aku dan beberapa sahabat bertandang ke kediaman Yan untuk bersilahturahmi. Maklum sudah bertahun-tahun kami tak pernah bersua. Saat kami sudah duduk lesehan di atas semen beralas karpet seadanya, Yan langsung menawarkan makan siang. Dan keluarlah hidangan satu per satu. Termasuk air kelapa muda!
Ya, Tuhan! Dia membuktikan ucapannya seraya berkata, "Maaf yah semua. Ini yang masak nasi, sayur asam dan lauknya bukan saya, tetapi suami saya. Kalau rasanya tidak sedap, mohon maklum adanya."
Kami berduabelas orang terperangah. Suami yang masak? Se... see ...semua??? Hari gini?
Sebelum kami datang, salah seorang dari kami sudah mengetahui keadaannya. Jadi sebenarnya kami tidak perlu terperangah dengan pernyataan Yan barusan. Masalahnya, kami tetap saja terkejut!
Yan, ibu dari seorang putra, mengalami kebutaan pada kedua matanya sejak kami meninggalkan bangku sekolah menengah. Tuhan Maha Adil. DIA tak luput memperhatikan Yan yang rajin beribadah. Meskipun Yan tak berpendidikan tinggi serta buta, DIA mengirimkan seorang pria gagah, bertanggung jawab, dan sangat mencintainya. Tanpa dapat dicegah, si pria bersedia menikahinya. Kira-kira, adakah pria waras yang masih mau mencintai bahkan bersedia menikahi wanita buta?
Sepulang kerja, sang suami ikhlas mengerjakan nyaris semua tugas seorang istri tanpa mengeluh sedikitpun. Bagaimana tidak? Sebagai ibu, Yan tak pernah melihat wajah sang putra sejak dilahirkan. Itu lebih menyiksa batin seorang ibu, bukan? Ia hanya mampu meraba-raba tekstur wajah sang putra. Atau, memeluknya untuk menyalurkan kasih sayang dan cinta seorang ibu. Bertahun-tahun. Sebagai ayah saja sudah rindu bila tak melihat sang putra dalam sehari, apatah lagi ini seorang ibu!
Janganlah mengukur kasih sayang dan cinta mereka dari rumah yang sangat sederhana itu. Semua di dunia ini seakan tiada berarti selama sang buah hati tercinta masih dapat bersekolah. Kami merasakan aura cinta mereka demikian kuat terpancar. Sungguh sajian kelas wahid tiada tara.
Konon, bagian tersulit dari mencintai adalah menerima si dia apa adanya.Si Just the way he is...
Yang lagi galau (setelah membaca kisah nyata ini) apa masih hendak mencari si Mr. Perfect?
Monggo Jeung.. :-)
*Selamat pagi Ngerumpiers*
Tag: cinta, kasih sayang
Terkait:
-
Belum Ada Judul
Rabu, 15 Feb '12 17:32 -
Aku Mencintaimu, Seperti Aku Cinta Menulis (2)
Sabtu, 28 Jan '12 22:46 -
Aku Mencintaimu, Seperti Aku Cinta Menulis
Rabu, 25 Jan '12 12:35
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
woo: Inspiratif
-
miayam: Inspiratif
-
Yuken Kolmi Intan: Inspiratif
-
aira pi: Inspiratif
-
nduendue: Megang banget
-
nien4yu: Megang banget
-
naussea: Megang banget
-
Ngai: Megang banget
-
its me thatha: Inspiratif
-
warm: Megang banget
-
suaminya ina: Inspiratif
-
sawitri: Inspiratif
-
Siu thok: Megang banget
-
Slamet Pokijan: Inspiratif
-
nice mommy ^^: Megang banget
-
ridul: Inspiratif
-
fräulein kyu: Inspiratif
-
pu3ku: Megang banget
-
Ayawjeweltz: Inspiratif
-
zam: Inspiratif
-
kira kira gitu: Inspiratif
-
mas stein: Megang banget
-
si muda berkualitas: Megang banget
-
nawakuci: Megang banget
-
riririndyy: Inspiratif
-
rhein fathia: Megang banget
-
Sky High: Inspiratif
-
yessy muchtar: Megang banget
-
Bukan Nicholas :D: Inspiratif
-
Si Badung: Inspiratif
-
topengkaca: Megang banget

Komentar:
saya ga mau mencari sang Mr. Perfect, percuma meskipun dia masyaALLAH sempurnanya, tp dia ndak sayang ma kita. kan jadi makan ati
saya mau cari yg kayak suaminya mba yan ajah
masih ada stoknya ga mba
aih... beneran ada yak cerita kayak gni. keren
Setuju!
Salute untuk bu Yan dan suaminya. Semoga selalu berimpah berkah, kedamaian, dan cinta kasih.
Aduhh, aku gemeteran nih mau jawabnya.. tapi InsyaAllah ada mbak--yang terbaik akan datang menurutNya. Sabar yah..
walau gimana kekurangannya pasti ada sifat kelebihan didiri seseorang itu mbak.
dan pacarku selalu bilang.. "tutupilah satu kekurangan dengan kamu menunjukkan kelebihan yang lainnya.."
dan. Mr. Perfect itu aku ndak perlu mencarinya mbak. karena aku percaya Allah sudah menghadirkan yang terbaik
makasih yah.. aku juga ikutan merinding dikomen gini..
semoga kepercayaanmu itu menularkan virus berbahaya bagi yang lain hehehhe
cherii??
*shok mendadak*
Tuhan memberi yang terbaik yang kita butuhkan, bukan apa yang kita mau
inspiratif
naussea: asyikk.. makasih yah
aira pi: amiinnn 99x
makasihhh..
Siu thok: sukar yah rasanya mo bilang apa.. yang tak terkatakan biasanya itulah yang dirasa..
(entah di ujung sebelah mana dia berada...)
dan mami saya like a princess, beneran hihihi tapi sukak dengan cara oranag tua saya menjalani kehidupan rumah tangganya...
tulisan yang indah di awal februari , terima kasih mba lady
khan bener khan.. aku bilang pasti adalah pria dan wanita seperti itu.. great banget mbak.. tks lagi deh udah sharing comment..
emang harusnya mencintai orang lain itu sepaket, kekurangan dan kelebihannya.
kalo mau mencintai kelebihannya doang mendingan kawin sama pohon *eh*
kopiholic: sepakat sepaket
makasih mamak udah nambah ilmu lagi dengan komennya..
iya tuh ada yang tanya.. kenapa pu'un ??
bener banged..............
ini baru namanya kisah romantis................
zam: yoa... romantis abis
Bung Tobing: kalau lihat beneran, bisa bergetar deh.. wong temenku jalan ke teras saja dituntun mesra banget sama suaminya..
malu yaa bagi yang berpredikat "pemilih"
Jadi kalo di rumah kan pengen masak. Dia yang mengolah, saya cuma bantuin motong. Nanti sesudahnya, kita nyuci piring bareng-bareng.
Nah...Yang seru, pas mau makan. Namanya juga sama-sama gak jago, sering kali makanan yang dimasak...Gak enak!!!
Ujungnya cuma nyengir, dan nelpon 14045
Tulisan ini keren mbak.
Berdua belas????
Besok-besok kalo mau dateng bawa rantang sendiri ya mbak....*ngikik*
Jangan kuatir, kita semua waktu ke sana udah pada bawa masakan masing-masing kok.. semacam potluck lunch gitulah.. kan kita udah survei sebelomnya
makasih yah komennya...
Silahkan login untuk memberikan pendapat