Mencari Mimpi Baru 27

Rabu, 1 Feb '12 22:12

Hai Ngerumpi, apa kabarmu?

Sudah setahun kali saya nggak main-main kesini, bahkan melewatkan kopdar Ngerumpi 14 Januari lalu karena bentrok dengan jadwal ke India, dan ini sekelumit cerita dari sana.

Suatu sore di Pushkar, sebuah daerah yang gersang di Rajashtan, India Utara, saya bertemu dengan seorang perempuan yang mengesankan. Sore itu saya baru keluar dari kuil Brahma, lalu berjalan menyusuri pasar, ketika mata saya tiba-tiba saja bertemu dengan matanya. Padahal kami berada di tengah kerumuman pasar yang ramai. Sesuatu entah apa, membuat saya menoleh padanya dan menatapnya agak lama. Mungkin karena dia cantik, mungkin karena baju tradisional berwarna cerah yang dia pakai. Tapi kami hanya saling melempar senyum dan berlalu tanpa kata-kata, karena dia segera bergegas dengan rombongannya.

Di sudut pasar yang lain, lama kemudian, saya melihat sosoknya lagi. Saya tak mau lagi berdiam diri, saya sapa dan ajak berkenalan. Namanya Laksmi, usianya baru 21 tahun dan pekerjaannya mengajar keterampilan bagi sekelompok remaja puteri di desanya.

Dalam obrolan singkat itu, Laksmi bercerita kalau dulu selepas SMP sebenarnya dia sangat ingin pergi ke Delhi, meneruskan sekolah dan kuliah agar bisa jadi akuntan, bankir atau pekerjaan kantoran lainnya sehingga dia mapan secara finansial. Tapi ibunya yang sudah tua butuh perawatan sehingga dia memadamkan mimpinya sendiri untuk sekolah lagi.

Laksmi sempat berbulan-bulan seperti kehilangan semangat hidup, galau dan ingin marah kepada ibunya tapi dia tahu itu tidak pantas. Akhirnya, sambil menunggui ibunya, dia mengisi waktu membuat tapestri dan aneka kerajinan khas Rajashtan yang warna-warni. Satu persatu karyanya laku dijual dengan harga lumayan di toko-toko souvenir. Lama-lama pesanan terus berdatangan sampai tak sanggup dia tangani sendiri. Maka Laksmi melatih beberapa remaja puteri di desanya untuk membuat kerajinan. Kini mereka telah mandiri secara finansial, bahkan menafkahi keluarga. Ini adalah hal baru bagi lingkungan mereka yang patriarkis dan tradisional.

Di ujung ceritanya Laksmi berkata, "God helped me out in His own way. He made me stay in my village so I can pursue a new dream." Laksmi tidak akan pernah melupakan mimpinya jadi akuntan, hanya saja kini dia memilih mengejar mimpi yang baru, menjadi pengusaha kerajinan.

So girls, what about your dreams?


Tag: mandiri, india, finansial, laksmi, rajashtan, souvenir

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Ladypiano 0 0
salam kenal mbak..
welcome home : )
"oleh-oleh" dari Indianya keren..
naussea 0 0
nah, jadi orang yah musti bisa seperti laksmi. selalu kreatif dan bisa memanfaatkan situasi : D
sabaiX 0 0
Ladypiano: thank you darl... yes, you're right. it's always a home for me : )

naussea: dari pertama ketemu keliatan dari sinar matanya, dia punya sesuatu
cecil 0 0
Saya juga berpikir untuk mencari mimpi baru, saat mimpi yang laen sepertinya tidak bisa tercapai....

inspiratif sekali kisahnya : )
mas stein 0 0
welkambek mbakyu : D
Hadi Kurniwan 0 0
Im not a girl. But Im have a drream too like them. ahhaha
sabaiX 0 0
cecil: good luck for your dream!
mas stein: makasih mas... it's good to be back.
Hadi Kurniwan: kewl!
sawitri 0 0
Salam kenal mbak, saya suka tulisannya : )
venus 0 0
ini yang selalu aku percayai sebagai skenario Tuhan. kita gak pernah tau..

makasih oleh2 ceritanya, sabai. mana oleh2 aksesoris gemerincing yg kau janjikan dahulu? : ))
woo 0 0
Sebelumnya salam kenal mba: )

ceritanya begitu menginspirasi. semoga kita semua bisa menjadi seperti laksmi yah : ) membawa perubahan baru bagi lingkungan : )
Siu thok 0 0
sabaiX: untuk orang-orang seperti Laksmi ini, saya hanya bisa bilang 'WOW' mbak...: D

matur tengkyu sudah membaginya disini....: )

nice gift dr India...: D
Siu thok 0 0
eh mbak itu beneran potonya dia?

pancen ayu tenan...: D
its me thatha 0 0
skenario Tuhan emang nggak ada yg tahu ya?

kita kudu siap2 move on niar nggak galau lama2 nih : D
pu3ku 0 0
cantik dan berkarya,,inspiratip sekali ceritanya,,

welcome back mba sabaiX : )
nduendue 0 0
laksmi, cantik dan menggoda hati.

makasih oleh-oleh dari Indianya yah mbak sabaiX: : D

inspiratif banget...
miayam 0 0
welcome home, mba sabaiX ... : )

terima kasih sudah membagi kisah yang istimewa
sabaiX 0 0
venus: ada mbok, kusimpan rapi sampai nanti kita bersua... *tsaah*
sawitri: woo: salam kenal juga! : )
Siu thok: yep, that's her... aku setuju denganmu!

its me thatha: lha yes! move on would be the first step to chase a new dream...
sabaiX 0 0
pu3ku: nduendue: miayam: makasiiiih... i'm happy to share it with you guys! malah pas abis ketemuan sama Laksmi yg pertama aku ingat ya Ngerumpi!
d'angel 0 0
wah asyik ceritanya... : )
plukz 0 0
mengingatkan saya pada seorang teman. : D

suatu saat, sebelum merintis jadi peternak sapi dan kelinci dia pernah kukuh sekali lepas STM mau buka bengkel. Sekarang dia jauh lebih menikmati jadi peternak, sambil membantu usaha katering ibunya. meski tetap hobi mengutak-atik motor juga sih.

betul sekali mbak, mimpi baru bakal hadir saat keadaan tidak memungkinkan.
sabaiX 0 0
d'angel: yep, thanks... and thanks to Laksmi
plukz: dari STM jadi peternak sapi? Wow! Keren temenmu!
nunik99 0 0
mbayangin mba sabaiX: pas nulis ini sambil berkaca2 *pitnah : ))

terberkatilah laksmi dan keluarganya : )
sabaiX 0 0
nunik99: bukan pitnah... itu sungguh terjadi... oh, kamu benar2 mengerti dirik... *zoom-in *alasinetron : D
Bukan Nicholas :D 0 0
mmmm...
tanya... *unjuk jari*

sabaiX family sama oom warm.. ya?? marga na sama-sama X ...


xixixixi..

Kidding : p
sabaiX 0 0
Bukan Nicholas : D: yang jelas kami dekat di hati lah... : D
kopiholic 0 0
somehow baca artikelmu daku terharu kak...

kalau dia mengorbankan cita2nya yang besar demi ibunya, pastilah tuhan mengganti dengan sesuatu yang jauh lebih besar... *amin*

setelah ini aku menuntut artikel tentang sopir taksi ganteng kak!!! : )) : ))

sabaiX 0 0
kopiholic: hahahaa... tadinya nggak terpikir nulis itu di ngerumpi, tapi demi dek Kopi, baiklah akan kutulis : ) : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat