Menyusui di Tempat Umum 25
Rabu, 4 Agu '10 19:06
Seperti kata @sabai di sini, minggu ini adalah World Breastfeeding Week dimana organisasi ibu menyusui di seluruh dunia termasuk AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) menggunakan momen ini untuk berkampanye semaksimal mungkin mengenai manfaat-manfaat menyusui bagi ibu dan anak. Tahun ini tema kampanye WBW yang diusung oleh AIMI adalah "Menyusui: Sepuluh Langkah Menuju Sayang Bayi," dengan slogan "Sayang Bayi, Beri ASI".
Kenapa menyusui saja perlu dikampanyekan dan disosialisasi? Bukankah menyusui itu proses alamiah seorang ibu memberi makan untuk anaknya? Well, banyak alasan kenapa banyak ibu yang tidak mau menyusui, mulai dari ASI-nya tidak keluar, takut bentuk payudaranya berubah menjadi tidak bagus, promosi susu formula yang berlebihan sampai malas karena tidak praktis. Tidak praktis? Iya, antara lain karena ibu harus membawa anaknya kemana-mana supaya dapat disusui setiap si anak menginginkan, malu jika harus menyusui di tempat umum sehingga ia harus "terkurung" di rumah sampai anak disapih, padahal yang namanya menyusui nggak cuma sampai ASI Eksklusif 6 bulan tapi berlanjut sampai 2 tahun atau lebih tergantung kesepakatan anak dan ibu.
Soal menyusui di tempat umum ini yang paling sering dipersoalkan oleh banyak pihak, bahkan kaum perempuan sendiri seringkali memandang risih kegiatan ini. Bahkan ada juga yang menganggap menyusui di tempat umum dan tanpa sengaja memperlihatkan payudara adalah pornoaksi. Padahal, banyak ibu yang mau tidak mau harus menyusui di tempat umum karena terbatasnya ruangan ibu dan anak atau nursery room. Anak yang minum ASI tidak seperti anak yang diberi susu formula yang bisa diperkirakan waktu minum susunya. Kadang anak minta menyusu bukan saja karena ia haus atau lapar tapi juga karena merasa tidak nyaman.
Sebagai mantan ibu menyusui yang tidak menggunakan jasa babysitter sampai Cinta berusia 6 bulan, sejak ia berusia 1 bulan sudah saya ajak kemana-mana; bank, mall, arisan, dsb. Kalau dibilang egois ya bolehlah. Tapi sekedar membela diri, saya pun tidak bisa hanya diam di rumah sampai anak saya selesai masa menyusui. Bahkan seorang ibu pun punya hak untuk melihat dunia luar kan? Sementara anak tidak bisa ditinggal di rumah karena tidak ada yang menjaga.
Awalnya tentu saya merasa risih harus menyusui di tempat umum, sayangnya tidak semua lokasi yang saya datangi menyediakan tempat khusus menyusui. Di Surabaya, hanya 2 mall yang ada nursery roomnya di tiap lantai, yaitu di Galaxy Mal dan CITO (City of Tomorrow) itu pun yang di Galaxy Mal jadi satu dengan toilet untuk anak. Untuk mengantisipasi hal itu biasanya Cinta saya susui dulu di mobil selama perjalanan dan menyelesaikan segala urusan sebelum tiba saat menyusu berikutnya. Tapi kadang tidak selalu berjalan lancar, saat sedang makan atau belanja tiba-tiba dia menangis minta minum, mau tidak mau harus diberi. Saking malunya, saya beberapa kali menyusui Cinta di toilet umum tapi kemudian saya sadar bahwa anak saya tidak layak menyusu di tempat seperti itu. Hei, kita pun nggak mau kan makan di kamar mandi? Memerah ASI dan menyimpannya di botol untuk diberikan saat di tempat umum juga pernah saya lakukan, sayang Cinta lebih suka minum ASI langsung dari kemasan aslinya daripada botol.
Sampai akhirnya saya berusaha masa bodoh, saat anak minta disusui dimanapun saya berada pasti berusaha mencari tempat senyaman mungkin untuk menyusui. Pakai baju yang cukup sopan sehingga ketika dibuka tidak (terlalu) menampakkan tubuh, ditutupin pakai selimut, mojok, dan masih banyak trik-trik lain. Lalu berkenalanlah saya dengan nursing apron, nursing dress, nursing shirt yang membuat saya bisa menyusui kapanpun, dimanapun tanpa khawatir ada bagian tubuh saya yang akan terekspos. Yayaya, tidak dipungkiri beberapa kali saya mendapatkan tatapan yang kurang bersahabat, tapi saya tak peduli. Yang penting anak nyaman, kenyang & bahagia karena mendapatkan kebutuhannya.
Selamat merayakan Pekan ASI Sedunia, semoga semakin banyak anak Indonesia yang memperoleh haknya yaitu ASI dan semakin banyak ibu yang tahu trik-trik menyusui di tempat umum dengan elegan.
Terkait:
-
lagi-lagi tentang ASI
Kamis, 19 Agu '10 13:50 -
Di Kala Darurat!
Selasa, 8 Des '09 13:09 -
Nggak Bisa atau Nggak Mau?
Selasa, 27 Okt '09 07:36
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
rinibee: Inspiratif
-
warm: Inspiratif
-
plukz: Inspiratif
-
chiil: Inspiratif
-
deepblue: Inspiratif
-
cake lover: Inspiratif
-
putrimeneng: Inspiratif
-
Cikgu: Inspiratif
-
PLUM: Inspiratif
-
queeny o corner: Inspiratif
-
sabaiX: Megang banget
-
paper plane: Inspiratif
-
Penonton kerusuhan: Inspiratif
-
si muda berkualitas: Megang banget
-
titutismail: Megang banget
-
desty: Inspiratif
-
not used: Inspiratif
-
NuigeL Mama Macan: Megang banget
-
TalkToJono: Inspiratif
-
pu3ku: Inspiratif
-
piyul: Inspiratif
-
melon: Inspiratif
-
svadhina: Inspiratif
-
yohanes hans: Inspiratif
-
sweetdonath: Inspiratif
-
Siu thok: Inspiratif
-
hilang: Megang banget
-
Lycoris: Inspiratif
-
bidadari edeg: Inspiratif
-
gulajawa: Inspiratif
-
Oshin: Inspiratif
-
chiebee: Megang banget

Komentar:
INSPIRATIF..
ah inspiratif
Alhamdulillah saya menggunakan jilbab panjang.. Jadi kapan pun anak saya minta minum.. saya tinggal memasukkan anak saya ke dalam jilbab saya..
Alhamdulillah Syifa juga tidak rewel karena sejak kecil sudah dilatih..
Dan satu lagi.. pakai kemeja dengan kancing depan..
warm: betul om and practice makes perfect
plukz: ah, yang bener...
ternyata menyusui di tempat umum pun beralasan ya
dan memang kasian sih anaknya disusui di toilet
apalagi yang jorok
ahh suka banget saya sama postingan ini
karena tinggal di kota kecil, jd gak ada mall yg menyediakan ruangan khusus utk menyusui...
jadi yg pinter2 nya aja nyari tempat yg nyaman dan gak begitu ramai buat nyusuin
kalo pergi2 bawa anak, sy selalu bw selendang yg buat gendong itu, nah kain ini membantu jg biar "spare part" sy gak gitu keliatan
ya pokoknya sih pinter2 nya kita aja biar gak terlihat vulgar banget
dulu aku juga sering menyusui di tempat umum, di angkot...
aku pakai kudung yang besar, dan kebetulan bayiku (yang sekarnag sudah kelas V esde!) bisa kubiasakan menyusu sambil dikrukupi begitu
ini solusinya, skrg ada nursing apron, nursing dress, nursing shirt.
baru tau
horeeeee !!!!!
dengan nursing apron lbh enak, semua adegan bisa tersembunyi. cuma kalo di ruang non-AC bayi sering kegerahan.
plukz: selamat mencari calon pemakai nursing dress darimu! hehehe..
contoh nursing apron, nursing dress, dll kaya gini:
http://www.slide.…FXyxfE6zoYo9
saya biasanya pake kombinasi antara nursing apron dan nursing shirt/dress. pas mau mulai si celemek dipake nanti kalau posisi sudah aman baru dibuka
ah inspiratif artikelnya
selama ini aku pikir nursing apron itu membatasi kontak mata antara ibu & anak selama menyusui. tapi triknya mbak fla ok juga, dipakai waktu mulai buka2an aja yaa...
punya istri...
*hayahhh.... ngomong gitu aja pake malu malu*
svadhina: sekarang juga ada nursing apron yang pake wire atau kawat lentur kok jadi tetap bisa eye contact. semoga proses kehamilannya sehat & lancar.
@suhu Yo:
Silahkan login untuk memberikan pendapat