Halo.. (part 4) 4
Sabtu, 31 Jul '10 23:35
"Halo.." Sapaan itu, nadanya sedikit beda, sedikit riang, sedikit .. apa kata yang pas untuk menggambarkan satu derajat di atas renyah. Seperti itulah. Sapaan yang tidak biasanya, setelah dua minggu telingaku tak dimanja oleh rutinitas pagi yang menyenangkan itu. Dua minggu menghabiskan waktu di luar kota, tugas yang tetap saja mengharuskan terperangkap dalam gedung berpendingin terlalu sempurna, dan semakin terasa dingin rasanya tanpa ada sapaan itu.
Tapi hari ini, satu kata itu hadir lagi. Cepat aku menoleh. Kali ini, ada yang aneh lagi, mataku yang merasakan ada yang aneh. Rambutnya itu sedikit mengganggu, bukan mengganggu, tapi sedikit aneh saja..
Tidak ada rambut sebahu, tapi kali ini rambut yang lembut melewati bahu. Dua minggu cukup rupanya untuk bereksprimen dengan penumbuh rambut super ! Sungguh pikiran gila. Sebuah logika modernisasi menamparku, kalau benda yang bernama wig bisa merubah segalanya dalam sekejap.
Sekilas mataku terparkir pada arah titik dimana matamu yang menunduk, dan ya ampun. Kali ini wedge yang biasanyamembalut betis indah itu, sungguh berani berganti dengan high heel, lima senti kukira-kira. Pantas saja begitu melangkah masuk pintu lift, tinggi kita bisa sejajar.
Kali ini pun, cuma sepenggal kata itu. Membuatku merasa, kejadian mengantar seorang gadis dengan pelukan lembut sampai ke muka pintu rumahnya, beberapa waktu yang lalu, hanyalah mimpi. Penasaran dibuatnya.
Tag: halo
Terkait:
-
halo.. (part 7-end)
Minggu, 1 Agu '10 16:11 -
halo.. (part 6)
Minggu, 1 Agu '10 12:33 -
Halo.. (part 5)
Minggu, 1 Agu '10 06:11
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
tyan: Nggemesin
-
deepblue: Nggemesin
-
Tukang Nasgor: Menggoda
-
Laila MAJNUN: Megang banget
-
Hanik: Nggemesin
-
NuigeL: Menggoda

Komentar:
Laila MAJNUN: sama
satu derajat di atas renyah? kriuk???
Silahkan login untuk memberikan pendapat