Air Mengalir Sampai Jauh 23

Sabtu, 12 Jun '10 22:43

Masih soal air, saya lagi bikin –pura-puranya– survey kecil-kecilan.

Dari beberapa artikel yang saya tulis sebulan dua bulan belakangan, saya penasaran, apa iya kita semua benar-benar aware dan peduli soal DARI MANA air yang kita konsumsi sehari-hari ini berasal? Saya katakan kita konsumsi, artinya adalah air yang kita gunakan setiap hari untuk minum (dan memasak), bukan air yang kita pakai mandi dan nyiram tanaman.

Faktanya adalah, berdasarkan artikel-artikel yang saya baca dari berbagai sumber dan hasil penelitian yang bisa dipercaya, kebutuhan manusia akan air minum semakin hari semakin bertambah. Sementara di sisi lain, kuantitas DAN kualitas sumber air yang tersedia saat ini berada pada level yang cukup mengkhawatirkan. Berbagai aktivitas manusia, harus kita akui telah mengakibatkan tercemarnya aliran air sungai. Sebagai catatan, air sungai inilah –yang melalui proses pemurnian yang lumayan ribet– akan berakhir di kran rumah kita dan kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak sehari-hari. Limbah pertanian, peternakan, industri, dan yang terbesar konon adalah limbah rumah tangga, you name it. Semua faktor yang saya sebut barusan turut bertanggung jawab atas penurunan mutu dan kuantitas air.

Jika kita urai satu persatu ‘dosa’ kita, barangkali akan seperti ini gambarannya.

Di kawasan hulu sungai, penggunaan pestisida, pupuk anorganik, pembuangan kotoran hewan ternak, berperan besar dalam pencemaran aliran sungai. Di kawasan pemukiman, limbah rumah tangga baik itu berupa sampah organik dan anorganik, sisa-sisa deterjen yang kita pakai sehari-hari, pembuangan tinja langsung ke badan sungai, bahkan penempatan septic tank yang sembarangan (di sini maksudnya adalah tanpa memerhatikan jarak standar antara septic tank dan sumur/sumber air), telah berkontribusi terhadap menurunnya kualitas air sungai dan tanah. Sekali lagi, air sungai dan air tanah hingga saat ini masih dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air setiap hari.

Sedikit gambaran, sekitar sepuluh hingga dua puluh tahun yang lalu, masyarakat di berbagai daerah masih leluasa memanfaatkan sumur sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Persediaan air cukup berlimpah. Namun belakangan, ketika mulai marak dibangun pabrik-pabrik –terutama di kawasan pinggiran perkotaan– perlahan tapi pasti, sumur dan sumber air di daerah-daerah industri mengalami kekeringan. Bukan hanya karena limbah industri yang menyebabkan pencemaran sehingga air tanah tidak lagi layak dikonsumsi, tapi juga karena sebagian besar pabrik ini juga memanfaatkan air tanah sebagai sumber air untuk melakukan aktivitas produksinya.

Secara pribadi, fakta ini sangat mengerikan buat saya. Air bersih, yang seharusnya merupakan barang bebas yang bisa kita dapatkan gratis dari alam, sekarang telah menjadi barang ekonomi dengan nilai yang cukup tinggi. Barangkali memang akan lebih murah kalau saya berlangganan air PDAM, atau membeli air galon isi ulang yang beberapa katanya sudah melalui proses ionisasi. Tapi masalahnya, untuk hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan keluarga, saya gak gampang percaya dan banyakan kuatirnya. Buat saya, yang terpenting bukan hanya bening dan merknya, tapi terutama adalah dari mana air minum yang dikonsumsi anak-anak saya ini berasal. Air sungai, eh maksud saya PDAM, air tanah, atau air dari sumber air pegunungan vulkanik?

Yah, gini nih kalo kebanyakan kuatir dan gak percayaan. Jadi ribet sendiri. Tapi balik ke survey kecil-kecilan yang tadi saya sebutin, saya pengen tau suara dari temen-temen sekalian soal asal muasal air minum kita. Dari mana si air ini datang, dan seberapa penting ini buat kalian?

Do we know? Do we care?


Tag: kesehatan, keluarga, air minum, air sehat

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

l kakak syn l 0 0
jadi mbok...

kalo minum air kemasan yang di beli di supermarket..harus juga kuatir ga?
sekarang soalnya hampir dimana mana, ga dikantor ga di kosan, saya termasuk pecandu air minum kemasan yang saya yakini bisa dipercaya based on merknya, lagian kalo air mineral kemasan yang udah ada iklannya dimana mana aja blom bisa di percaya...kudu gemana lagi dong....??

lalu sebenernya isu mengenai air ini kan bukan barang baru dan saya yakin pemerintah ato PAM sendiri udah ngeh soal ini, masalahnya mereka nganggep ini something to think about juga gak ya? kayanya kalo cuma dari segelintir orang atao beberapa aktivis lingkungan idup doang mah...gak ngaruh

ujung2nya tetep aja tindakan minimal yang bisa kita lakuin ya cuma buat kepentingan kita dan keluarga kita semata..

menjangkau kepentingan ribuan jutaan orang lainnya (yang sebenernya tanggung jawab pemerintah)...kok belum yah nampaknya..

ato saya yang engga tau karena kurang baca?

: ))

nice posting mbok..


*pilih air...atau bir? : D*
venus 0 0
l kakak syn l: nice comment, syn... tumben : ))

setuju. kalo buat minum, aku milih yang merknya jelas dan jelas juga asal muasalnya.

*tepuk tangan buat synister* ; ))
l kakak syn l 0 0

mbok..

-_-'
venus 0 0
l kakak syn l: ya? APAAAA???

AIR, SYN...AIR. KITA LAGI NGOMONGIN AIR MINUM. BIRNYA NTAR AJA, BELUM DINGIN : ))
pengejar mimpi 0 0
di kota-kota kecil atau daerah pegunungan, konsumsi air sebagian bisa dari air tanah, soalnya masih bagus kualitasnya. tapi cerita sedihnya, banyak warga yg tinggal di sekitar sumber mata air, malah kekeringan, karna mata airnya udah dikuasai & disedot sebanyak2nya sama perusahaan2 air mineral.

kalo di kota besar, misal jakarta, lebih aman pake air PAM, karena air tanahnya udah pasti tercemar (karna padatnya pemukiman & limbah domestik).
kecuali gedung2 tinggi itu, yg mampu mengeluarkan biasa besar buat nyedot air tanah sampe sedalem2nya (ini yg menyebabkan turunnya permukaan air tanah).

percaya gak percaya, keluar dari pipa PDAM, air itu udah layak minum (walopun bau kaporitnya luar biasa), sayangnya pipa yg mengalirkan air itu sampe rumah kita, banyak yg bocor dan bikin airnya terkontaminasi. jadi ya terpaksa, warga di kota2 besar, harus rela merogoh kocek lebih banyak buat beli air mineral.

jd rahasia umum klo kondisi kya gini sudah diskenariokan sedmikian rupa, supaya pihak2 yang merasa "berhak" mengelola air itu bisa dapet keuntungan segede-gedenya. perusahaan air minum di jakarta punya siapa sih? perusahaan2 air mineral yg nyedot air di daerah pegunungan itu punya siapa sih? semuanya punya asing, cuma segelintir yg punya pribumi.

menurut saya mah, kunci utamanya ada di pemerintah, musti berenti memperdagangkan air. padahal hampir 80 % indonesia itu perairan lho, kok ya bisa airnya kita beli, lama2 udara juga harus dibeli kali yahh..

kunci kedua, ada di kita, hemat2lah kalo make air ; )
oia, klo bisa juga nih, bikin lubang resapan di halaman rumah masing2 (bagi yg rumahnya punya halaman), supaya mengurangi banjir 'n airnya bisa kembali ke dalem tanah..

*duh..maaph mbok, kepanjangan komennya...
venus 0 0
pengejar mimpi: wow. ini menarik. jadi menurut kamu, soal ini ada hubungannya dengan...apa ya? kapitalisme? halah ; ))

eh tapi masuk akal juga sih. hmmm...
l kakak syn l 0 0
"kondisi kya gini sudah diskenariokan"

wow apakah ini konspirasi PAM lyonaise jaya : o


"hemat2lah kalo make air "

agree....

save water...drink beer!!
: D/


*kabur*
: ))
venus 0 0
l kakak syn l: drink beer, yes. *keplak syn* : ))

eh tapi serius, isu konspirasi ini menarik loh : p
venus 0 0
pengejar mimpi: beneran air PAM bisa langsung diminum? kamu punya datanya? *serius nanya* : D
pengejar mimpi 0 0
kesimpulan yg tepat mbok..
kapitalisme = budaya yg mengabdi pd kepentingan kapital, segala sesuatu dilihat dr keuntungan ekonomis
contoh : menjadikan air yang tadinya barang publik menjadi barang privat (barang ekonomi)
l kakak syn l 0 0
venus:

"beneran air PAM bisa langsung diminum? "

beneran bisa mbok... gelek aja langsung...

*siyul siyul*

: ))





pengejar mimpi:

"air yang tadinya barang publik menjadi barang privat"
eh itu kapitalisme kah?


*teringat akua*

: D

ah karena sudah muley berat topiknya...
saya ngacir ... : ))


kenapa sih di ngerumpi ga ada yang posting tentang alien dan sebangsanya : ((

venus 0 0
l kakak syn l: kamu dong syn nulis tentang piring terbang. aku yg nglempar2 piring maksudnya : ))


pengejar mimpi: wow. masih terkonclang dengan penjelasanmu : D
tyan 0 0
nimbrung mbokvenus: sekarang untuk pemakaian air tanah pun harus melalui ijin (dengan biaya tertentu) dari instansi berwenang, setahu saya baik untuk rumah tangga biasa maupun untuk bangunan yang lebih besar / komersial soalnya air tanah sudah mulai menurun,
soal air kemasan iya sih saya senasib samal kakak syn l: merek masih ngaruh banget untuk dijadikan pedoman memilih, dan untuk air isi ulang yang tanpa merek masih ga bisa percaya

: D
venus 0 0
tyan: *nyatet* : D

thanks masukannya, dear : )
globe 0 0
Entah kenapa saya kurang percaya dgn air isi ulang
Mending beli yang botol, terserah deh nyampah-nyampah tp kabar baiknya botolnya bisa didaur ulang
pengejar mimpi 0 0
venus: kok kaya celengan mbok, terkonclang-konclang.. : D
beneran kok, air PAM bisa langsung diminum, wong namanya aja perusahaan air minum, bukan PABMNN (perusahaan air buat mandi, nyuci, ngepel), hehe.. serius mbok, datanya gak punya, sy mah bukan pegawai PAM : D tp waktu kuliah diajarinnya gituh, klo ngolah air minum ya hrs sesuai sm baku mutu air minum, monggo bisa di cek ke PAM langsung : D : D

tapi yg layak minum yang baru keluar dari pipa outlet instalasi pengolahannya itu, klo udah nyampe dirumah2 sih, yahh...wassalam deh..udah terkontaminasi, coz pipa bnyk yg bocor

l kakak syn l: jangan2 nyebut2 merk n nama perusahaan ah..

apa sih yg gak jd konspirasi di negeri kita inihh..

gampangnya sih bisa ditilik dr kepemilikan perusahaan2 itu, kinerjanya & harga2 yg mrk tetapkan

om l kakak syn l masa gini aja berat sihh..berat mana sama minum bir?? *lho..?
galeshka 0 0
cuma mau berbagi cerita aja mbok.

jaman saya kecil tinggal di cibinong, tapos tepatnya. saya tinggal di pabrik furniture yang dulu terkenal itu lho. waktu itu kebutuhan air kita diperoleh dari sumur pompa.

semuanya berlangsung normal sampai sebuah pabrik air kemasan membangun pabrik tidak jauh dari tempat saya tinggal. segera setelah pabrik berjalan, sumur pompa yang biasa kami pergunakan mengering, harus diperdalam sampai hampir 40 meter.

sekitar seminggu selama sumur itu diperdalam ya jadi repot semua. untungnya tinggal dalam pabrik yang punya infrastruktur yang lumayan, jadi gak terlalu parah. tapi beberapa teman yang tinggal disekitar pabrik tersebut terpaksa lari ke sungai untuk kebutuhan MCK-nya.
PLUM 0 0
saya minum aer galonan dengan merk yang katanya dari gunung, kalo mandi aer PAM *bisa abis gaji kalo mandi galonan : D

trus kalo ke warung makan, lebih seneng beli minuman kemasan. Jarang pake es batu, takut dibuatnya dari aer mentah, kecuali kalo esnya yang tabung lobang2 di tengah itu. ; )

mmm... oiya satu lagi mbok, saya jarang mandi bukan karna males tapi karna saya cinta lingkungan. Save the water gituh... biar gak makin nambahin aer yang tercemar dengan sabun & kotoran badan saya : ))
warm 1 suka | 0
semestinya sih, air kemasan, merk apapun, berhubung sudah mencantumkan SNI ataupun SII, kalau sudah sesuai standar yang sudah dilabelkan itu, ya aman untuk dikonsumsi.
toh semua melalui rantai produksi yang tidak sederhana bukan, mudah-mudahan standar itu memang layak untuk disematkan pada produk mereka.

dan rata-rata mereka mengambil dari sumber air pegunungan yang melalui beberpa proses penyaringan sampai masuk kemasan.

kalau misalnya tidak yakin, boleh juga iseng melakukan uji lab dari kandungan air kemasan.

kalau di kampung saya sih, air PAM masih layak untuk dikonsumsi, karena sumbernya dari danau yang dialirkan melalui saluran irigasi dan juga dari sumber air tanah, walaupun memang lebih baik didiamkan dulu sebelum direbus. Tapi ya itu, saya sendiri belum melihat uji lab dari kandungan air pam tersebut.

Tapi ya sekali lagi, kesehatan kita juga tidak hanya ditentukan oleh kualitas air semata, tapi juga jumlah air yang kita minum tiap hari serta pola hidup yang dijalani, tubuh kita kan juga sebuah sistem, yang semua bagiannya harus berjalan dengan baik.

Oh ya, soal pencemaran aiar sungai, tidak hanya karena pencemaran oleh yang disebutkan di atas, tapi juga perilaku kita dalam menjaga sungai itu sendiri sebagai kawasan penyangga kehidupan, sering aliran sungai yang terus menyempit akibat desakan pembangunan disekitar sungai juga menyebabkan aliran yang semestinya lancar sampai ke muara menjadi tersendat atau bahkan mampet di tengah jalan, akhirnya pengendapan menjadia sangat mudah terjadi yg berakibat pada pendangkalan sungai. kalau sudah gini RTRW suatu daerah juga sangat berperan penting dalam urusan aliran sungai tersebut, dan hal itu sialnya sudah mulai terjadi di kampung saya. Belum lagi perilaku manusia yg menganggap sungai adalah tmepat 'mengalirkan sampah' *sigh*

Ujung-ujungnya manusia juga yg merusak segala sumber kehidupan ya, udah ah makin ngelantur ntar

dan.. ebuset panjang : D
mary 0 0
setahu saya sih di kampuang saya ini sumber PDAMnya dari mata air pegunungan. itupun air jalan 1 kali (selama 12 jam) dalam 3 hari. ini di sebut LANCAR.

kalau lagi musim kemarau, bisa mandi 1x sehari saja sudah SANGAT bersyukur.

bisa sih ngebor, tapi dapat air asin (huek... ingat dulu setahun mandi air asin).
jadi teman2, bersyukurlah jika air bersih di kran kalian masih mengalir. hemat-hemat ya!

eh ini ngomongin air kan? : )
titutismail 0 0
Saya stuju ma ma SYN!!!!!
Nge bir aja....
Hahaha : ))

Tp bener om warm tubuh kita adalah sistem,jadi tergantung kualitas seberapa banyak kita minum air...
Selebihnya,ngikut aja lah ma smuanya...: D
dongo 0 0
Hmmmm

Masalahnya sekarang, mbok... kita konsumsi air mineral kemasan... atau isi ulang yang mana mereka dapat ijin gitu...

Kuatir sih ada... tapi kalo nggak minum karena kuatir juga bisa mati hihihihihi ; ))

Kalo di Flores rata2 airnya dapet dari PDAM dan itu ngalirnya lancar2 aja. Kalo kemarau baru deh pusing 7 keliling and terpaksa beli air bersih di swasta atau di ... PDAM juge *kok beli lagi yah di PDAM?*

Saya pengkonsumsi terbanyak air mineral : D di tempat kerja air dispenser bisa kali 1/2-nya cuma buat sayah... : p~

Eh... komennya mulai ngawur : D
dongo 0 0
Oia PDAM dapetnya dari mata air pegunungan : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat