Emansipasi (BUKAN) Berarti Persamaan 22

Minggu, 6 Jun '10 00:42

Tanggal 21 April memang udah lewat sih, tapi saya rasa sih nggak ada istilah terlambat atau terlanjur atau terhimpit *eh lho?!* kok buat bahas yang satu ini.

Karena kalau udah nyebut istilah emansipasi, udah pasti berhubungan sama kita-kita yang perempuan ini.

Sejak jaman masih pakai seragam putih-merah duluuu, kalau dengar istilah emansipasi, biasanya yang keinget pertama kali adalah Ibu Kartini. Mulai dari lagunya yang selalu dinyanyiin pas tanggal 21 April, foto Ibu Kartini bersanggul yang dipajang di dinding kelas barengan sama foto pahlawan-pahlawan nasional lainnya, kebaya, sampai juga kisah hidupnya. Beberapa dari kita mungkin juga ada yang udah pernah baca buku berjudul Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer.

Kalau sekarang kita ditanya tentang apa itu emansipasi, pastilah jawabannya nggak jauh-jauh dari yang namanya persamaan antara perempuan dan laki-laki.

Duluuu.. Ibu Kartini menggagas yang namanya emansipasi itu – kalau nggak salah – adalah supaya kaum perempuan punya kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk mengenyam pendidikan formal di sekolah. Perempuan mestinya boleh jadi pintar, bukan cuma laki-laki aja.

Naahhh, kalau kita lihat yang namanya emansipasi dalam konteks yang sekarang, maknanya jadi makin beragam. Salah satu yang mungkin sering kita dengar adalah keinginan akan adanya kesamaan dalam hal pekerjaan. Pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh kaum laki-laki diharapkan ngasih kesempatan juga untuk dikerjakan oleh perempuan. Supir taksi dan angkutan umum, mandor bangunan, yaa dan pekerjaan-pekerjaan lain yang lebih identik sama laki-laki lah.

Semua (katanya) diatasnamakan kesamaan hak.

Trus kalau misalnya ada pekerjaan yang memang lebih memilih kaum laki-laki, nggak jarang akan ada omongan miring tentang si perusahaan yang nyediain pekerjaan itu. Kalau si perusahaan dianggap beda-bedain dan nggak ngasih hak sama perempuan untuk ngelakuin pekerjaan yang sama. Perusahaan ‘dituduh’ nggak peduli sama emansipasi.

Padahaaalll.. coba dilihat baik-baik deh.

Perempuan dan laki-laki pada dasarnya udah beda. Dari aspek fisik aja deh yang paling gampang.. laki-laki ‘kan memang lebih kuat daripada perempuan, jadi ya wajar-wajar aja lah kalau kerjaan angkat-angkat barang lebih dipercayakan ke mereka yang laki-laki. Sementara mereka bisa angkat barang 20kg sekali jalan, perempuan cuma 5kg. Ya jelas lah si perusahaan akan milih laki-laki, karena lebih efisien buat angkat barang.

Atau engineer di pabrik yang harus siap-sedia dipanggil 24 jam dan 7 hari seminggu. Jelas lah akan lebih dipilih engineer yang laki-laki, karena kalau perempuan mungkin harus ngurus anak-anaknya (apalagi kalau masih menyusui), beres-beres rumah, yang bikin jadi nyaris nggak mungkin buat perempuan ini untuk dipanggil ke pabrik dini hari cuma untuk benerin mesin yang ngadat.

Kesetaraan yang dimaksudkan oleh Ibu Kartini bukan berarti menyamakan perempuan dan laki-laki dalam segala hal.

Udah kodratnya perempuan untuk haid tiap bulan (dan ngerasain semua sakit-sakitnya), untuk hamil selama sembilan bulan, untuk punya fisik yang nggak sekuat laki-laki, dan si perempuannya sendiri atau siapapun nggak mungkin ngubah itu. Jadi perempuan dan laki-laki nggak mungkin disamain, karena mereka memang beda.

Jadi bukan itu. Bukan menyamakan perempuan dan laki-laki.

Tapi mungkin lebih pada memberikan kesempatan yang setara untuk perempuan dan laki-laki dalam berbagai hal, tapi tetap dengan memperhitungkan perbedaan-perbedaan yang ada di antara keduanya.

So, kalau memang ada pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang lebih diperuntukkan buat laki-laki, yaa nggak perlu buru-buru sewot lah dan bilang kalau kita sebagai perempuan nggak dikasih kesempatan. Mungkin aja memang job desc di kerjaan itu yang akan menyulitkan kita sendiri sebagai perempuan untuk ngelakuinnya.


Tag: wanita, Laki-laki, Perempuan, pekerjaan, emansipasi, pria, karir, kartini

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

light bulb 0 0
saya sepakat!

each and every single word of it!

*komen ga kreatif*
deepblue 0 0
sepakat 1000% dengan judul postingan dan isinya mba' : D megang banget +1
deepblue 0 0
yeah : (( keduluan
light bulb 0 0
deepblue: YES!!
tiieee 0 0
ini keren banget mbakDos : )
beneran keren banget ; ))
*ga kreatif*
bekel ijo 0 0
setuju mba....!!!!!!!!!!!!!

deepblue: light bulb: apa ciy kalian..gak dewasa...


: )) : ))
deepblue 0 0
light bulb: yas...yes...yas...yes....X D


bekel ijo: iya deh nek, cucu ngerti koq : ))
bekel ijo 0 0
deepblue: *lempar sendal* X D

*: p*
deepblue 0 0
bekel ijo: *nangkep sendal, pasang dikaki, bergaya deh kliling rumah* : p
warm 0 0
bijak sekali
+100
: )
guitarman 0 0
Ah, mbakDos.... : (( *menjura* Setuju!!

Andai semua perempuan seperti mbakDos. *eh* ; ))
TalkToJono 0 0
setujuuuuu.... : D
hunny funny 0 0
sedelapaaaan..... : D

kesetaraan bukan persamaan.. : )
mbakDos 0 0
light bulb:
hahaha udah lah, salaman aja yuk kita : D : D

deepblue:
huuu nggak kreatip nih *disetrum* : )) : ))

tiieee:
ini apa akibat posting tengah malem trus yang komen udah kehabisan energi kali nih jadi pada nggak kreatip *disetrum lagi* : )) : ))

bekel ijo:
lho kata siapa light bulb & deepblue udah dewasa?? *disamber gledek* : )) : )) : ))

warm:
aduh jadi malu oom ; )) ; )) ; ))

guitarman:
jangaaannn.. kalo semua perempuan seperti diriku, nanti diriku nggak ada bedanya sama yang lain *sasakan* : )) : ))

TalkToJono:
ayo doonnggg komennya tambahin lagiii.. dikit deehhh : D : D : D

hunny funny:
*salaman juga* : D : D
tiieee 0 0
mbakDos: hehehe.. mungkin : p
btw, kalo baca artikel ini inget pas saya baca why men dont listen and women cant read maps sama buku satu laginya itu, mengenai perbedaan pria dan wanita : D
tyan 0 0
aihh..saya selalu tertawan sama tulisannya mbakDos: ; ))
deepblue 0 0
mbakDos: tau aja klo saya blum dewasa mba' : D

masih bisa koq diajak maen ayunan : ))
l kakak syn l 0 0
"So, kalau memang ada pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang lebih diperuntukkan buat laki-laki, yaa nggak perlu buru-buru sewot lah dan bilang kalau kita sebagai perempuan nggak dikasih kesempatan"


saya sering ketemu wanitah yang model ginian...
tapi instead of komplain ga di kasi kesempatan...

ujung ujungnya malah nyuruh saya buat ngerjain pekerjaan (yang katanya) laki2 ituh..
: ((

dasar...

*nerusin nyuci baju*

: ((
Capella 0 0
bagaimanapun laki laki dan perempuan itu berbeda. Jadi jangan salah kaprah dengan menganggap bahwa emansipasi itu berarti adanya persamaan dalam segala hal : )
kucing_usil 0 0
artikel yang bikin mesem-mesem pait. keingat dulu susahnya nyari kerja, liat syarat paling atas 1. laki-laki : (
queeny o corner 0 0
Bagi Kartini,inginnya bukanlah agar wanita harus lebih kuat da...ri lelaki dan lantas berani melewati batas gender,karena merasa dirinya 'superwoman'.inginnya adalah sederhana saja, hanya agar perempuan bisa lebih mandiri dan mampu mengembangkan potensi dirinya, dan tidak selalu bergantung penuh pada 'keperkasaan' laki-laki

nyontek tulisan mbak malaikatpendosa

: D
Nisshoo 0 0
ngikut dengan semua komen diatas: SETUJUUUUU.

: p

Silahkan login untuk memberikan pendapat