Semangkuk Mie.. 13
Sabtu, 29 Mei '10 18:31
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya.Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata: "Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?"
"Ya, tetapi, aku tidak membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu.
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silakan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
"Ada apa nona?" tanya si pemilik kedai.
"Tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! Tetapi... ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi. Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang lalu berkata:
"Nona, mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya."
Ana terhenyak mendengar hal tsb.
"Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal , aku begitu berterima kasih. Tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg harus diucapkan kepada ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah
"Ana, kau sudah pulang. Cepat masuklah, Ibu telah menyiapkan makan malam. Makanlah dahulu sebelum kau tidur. Makanan akan dingin jika kau tidak memakannya sekarang"
Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya. Ia pun menangis di pelukan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain di sekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita, khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.
*Maaf ya kalau sudah ada yang pernah baca atau share tulisan ini.
Saya Cuma copas aja tulisan mas Biyalentidinov Vladislav pendiri cerita kita di FB
Cerita ini menurut saya keren banget..
Jadi ga ada salahanya saya bagi juga ke temen-temen ngerumpi :D
Semoga bermanfaat. Maturnuwun...
Gambar dari ambil sini
Tag: orang tua, terima kasih, semangkuk mie, gulajawa
Terkait:
-
KALAU BUKAN KITA YANG MEMULAI… SIAPA LAGI??
Senin, 6 Sep '10 10:49 -
meleleh!
Kamis, 19 Agu '10 00:31 -
Dan..
Rabu, 18 Agu '10 16:27
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
deepblue: Inspiratif
-
sabishigaru: Inspiratif
-
l kakak syn l: Inspiratif
-
cintha bukan sapi: Inspiratif
-
tiieee: Inspiratif
-
chiil: Inspiratif
-
hunny funny: Inspiratif
-
arcenciel: Inspiratif
-
paper plane: Inspiratif
-
light bulb: Inspiratif


Komentar:
ngiler liat baksonya
*mari makan bakso deepblue...
membaca postingan ini...
betapa melegakannya melihat mama dan papaku yang sedang asyik memperdebatkan masalah entah apa di depan kotak bercahaya di ruang keluarga kami...
kadang berterimakasih kepada orang tua memang jarang saya lakukan, tapi bukan dengan kesengajaan, hanya saja sebesar apapun, sekencang apapun saya teriakkan rasa terimakasih itu...
gak mungkin terbayar...
cuma bisa nabung dikit2 berusaha membalas jasa mereka, lewat beberapa kata atau tindakan yang bisa bikin mereka senyum..
walo tetep...
belom setimpal...
aww anyway...
thanx for share yah
Saya juga jarang syn, bilang terimakasih secara langsung sama Ibu dan Bapak saya.
Parahnya saya cm rutin bilang terimakasih pas ngecek atm saya sudah terisi setiap awal bln *ketauan masih minta
Mungkin selebihnya, hanya bisa saya lakukan dengan tidak membuat mereka kecewa, marah dan tetep bisa tersenyum.
itu saja..
karena secara materi dan lebih dari itu juga, saya belum bisa ngasih apa2 untuk mereka.
ahh..jadi kangen Bapak Ibu saya di rumah..
gak apa apaaa....
rasa terimakasih kan bisa berbagai macam cara
mereka tau kok sebenernya betapa kita sayang mereka...
anggep ajaa...
some words're better left unsaid...
yuk ah buat orang tua kita tetep bisa tersenyum
eh malem ini sepi banget ya? *OOT
yuk . .
sepi ya?
ahh engga...tuh lagi pada baca, cuman pada males komen ajaaa
>> aaaaaaaaaaaaahhhhhhh bener bangettt
rasanya, kita kehabisan cara buat berterimakasih & membalas jasa2 mereka
*mewek di pojokan*
*komen ga penting
chiil: mungkin ga akan pernah bisa kita membalas semua jasa mereka, tapi kita bisa berusaha buat selalu nyenengin mereka skrg mah.
*hugs chiil *
terima kasiiiihh.....
nice posting...
*terharuuu*
*hugs hunny funny*
Silahkan login untuk memberikan pendapat