Dunia Fay 17

Kamis, 27 Mei '10 14:18

Hanya sebuah imaji yang tertuang saat jenuh melihat acara tv yang penuh sinetron...


Ia memandang punggung lelaki itu sambil tersenyum.Betapa ia akan merindukan sosok itu. Dalam tahun-tahun yang terbentang di setiap episode kehidupannya, lelaki itu selalu hadir. Mengisi hidupnya dengan tawa dan tangis. Tanpa henti.

Fay menghisap rokoknya dalam-dalam. Lelaki itu sering mengingatkannya untuk menghentikan kebiasaanya merokok. Tapi Fay teguh, merokok bukan hanya kebiasaan buruk baginya, tapi telah jadi jatidirinya.
"Apa semua penulis keras kepala hingga harus menunggu mati untuk berhenti?" Ujar lelaki itu suatu kali. Fay hanya tersenyum simpul menanggapi sindiran itu dan kembali menghisap rokoknya.

Tadi malam, bergelung di balik selimut, Fay memandang lelaki itu tertidur pulas.

Merenungkan segala keputusan yang akan diambilnya nanti. Membayangkan betap sepi ia akan menghabiskan malam-malam tanpa lelaki ini.
"Belum tidur?" tanya lelaki itu saat membuka mata. Fay menggeleng.
"Aku suka melihatmu tidur,"
"Kalau kau tak tidur,aku jadi tak mau tidur."
Fay tersenyum, kemudian mencium bibir lelaki itu.

Fay berjalan di belakang lelaki itu. Langkahnyaterhenti saat si lelaki masuk ke kamar mandi.
"Kamu langsung ke Makassar setelah ini?" tanya pria itu dari kamar mandi.
"Ya," jawab Fay singkat.

Fay melihat jam tangannya. Pukul 6 lewat 10 menit. Tak lama lagi. Fay mulai bergerak. Seperti biasa, ia mulai membereskan tempat tidur. Mengganti sprei dan sarung bantal dengan yang baru. Fay turun ke dapur. Membuat sarapan untuk sang lelaki. Roti bakar keju dan telur orak arik selalu jadi menu favorit kekasihnya. Setelah menyiapkan sarapan, ia membawanya ke kamar. Sang Lelaki sudah selesai membersihkan diri,dan tengah memakai kemeja yang telah disiapkan Fay. Ia tersenyum saat melihat Fay datang membawa sarapannya.
"Untukku?" tanya lelaki itu. Fay mengangguk.

Ia mengambil roti bakar dari piring dan melahapnya. Kemudian menegak jus jeruk sekaligus.
"Rakus sekali..." ujar Fay sambil tersenyum.
"Aku lapar."

Usai sarapan, Fay mencuci kembali semua piring dan gelas yang dipakai pria itu. Sambil mencuci ia kembali mengingat tahun-tahun yang dilaluinya bersama si lelaki. Jani-janji yang ia ucapkan saat mereka memutuskan untuk menikah. Lima tahun perjalanan pernikahan mereka yang sempurna. Setidaknya, terlihat sempurna.

Dua bulan lalu, kesempurnaan yang susah payah ia bangun langsung hancur. Sebuah email membuka topeng si Lelaki. Saat itu Fay tidak bisa tidur, ia membuka laptop dan mengecek email yang masuk. Namun ternyata lelaki itu lupa menutup emailnya. Dan disitulah Fay mengetahui semuanya. Sebuah surat dari seorang wanita memenuhi kotak masuk. Isinya hampir membuat Fay muntah.

Tanpa malu-malu jalang itu menceritakan secara detail fantasinya, dan si lelaki membalas dengan bahasan yang sama menjijikan. Fay ingin berteriak dan memaki sekerasnya. Tapi tidak, teriakan tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi Fay menutup email dan laptopnya. Kembali ke tempat tidur, kemudian bergelung di bawah selimut. Bersikap seakan-akan semuanya baik-baik saja. Hingga saat ini.

"Kamu gak akan main gila dibelakangku kan?" tanya Fay suatu kali. Lelaki itu tertawa, tapi langsung terdiam saat melihat wajah Fay yang serius.
"Aku ga punya alasan untuk melakukan itu," katanya meyakinkan.
"Kalau sampai terjadi, kau pasti mati."

Setelah selesai sarapan, lelaki itu langsung beranjak untuk melakukan kegiatan rutinnya. Mungkin juga ia akan bertemu dengan jalang bernama Annida itu. Mungkin mereka akan menghabiskan waktu untuk bercengkrama sementara Fay tengah dalam perjalanan ke Makassar. Tapi yang ia tahu dengan pasti, pertemuan itu akan menjadi pertemuan terakhir bagi keduanya.

Fay memandang dirinya di cermin. Apa yang salah dengannya? Ia cukup cantik. Dengan wajah bulat telur dan mata coklat,kulit putih mulus. Bahkan meski ia telah menikah, tidak sedikit pria yang mengejarnya. Ia juga cerdas, bekal itu yang membuatnya sukses sebagai seorang penulis dan jurnalis. Mengapa Anggoro harus berpaling dan malah bermain gila dengan sekretarisnya yang jelas-jelas hanya punya tubuh molek dan selangkangan yang siap setiap saat? Apakah itu karena nafsu? Fay merasakan air mata turun di pipinya. Ini adalah kali pertama ia menangis setelah ia mengetahui pengkhianatan lelakinya.

Selama ini Fay terus meneguhkan diri. Ia menolak semua emosi yang mengalir di dalam dirinya. Ia menjadi kebal terhadap kepedihan dan rasa mengasihani diri. Ia hanya punya amarah dan dendam. Bagi Fay, amarah dan dendam memberinya kekuatan untuk bertahan dan berbuat.

Sesampainya di Makassar, Fay langsung menuju anjungan pantai Losari yang indah. Siang yang panas tidak membuat Fay merasa gerah. Ia malah merasakan dingin di sekujur tubuhnya. Pukul 11 waktu Makassar, berarti pukul 10 waktu Jakarta. Tak lama lagi.

Teleponnya beredering. Fay melihat nomer di layar telpon genggamnya. Nomer Jakarta. Ini saatnya. Dengan gemetar, Fay mengangkat telepon.
"Halo?"
"Halo ibu Anggoro?" ujar suara di seberang.
"Ya, saya sendiri."
"Maaf bu, ada berita tentang suami anda, anda harus segera kembali ke Jakarta."
Fay terdiam, ia sudah melatih cara menjawab telpon ini berkali-kali.
"Ada apa, kenapa mas Anggoro?"
"Saya tidak bisa mengatakannya sekarang, sebaiknya anda kembali ke Jakarta dan nanti adik anda yang akan menjemput di bandara," kata suara itu.
"Baik saya segera ke Jakarta,,tapi dia baik-baik saja kan?" tanya Fay panik. Tidak ada jawaban, telpon ditutup begitu saja.

Fay terduduk lemas di pinggir anjungan. Ia menutup wajahnya dan menangis. Aneh, pdahal inilah yang sudah ia nantikan sejak sebulan lalu. Tapi rasa pedih itu tetap terasa. Tidak, ia tidak menyesal telah membeli Potassium Sianida di toko kimia kemarin. Ia juga tidak menyesal saat Anggoro meminum habis 5 ml racun yang tercampur bersama jus yang ia sediakan saat sarapan tadi pagi. Rasa pedih ini bukan penyesalan, tetapi amarah. Amarah yang membelenggunya selama dua bulan terakhir. Dan kini amarahnya terbalaskan. Anggoro telah terbujur kaku di Jakarta.

Orang pasti mengira itu akibat serangan jantung. Potasium Sianida memang racun yang mematikan,dengan waktu reaksi antara 3-4 jam lalu mati. Racun ini menyerang pembuluh darah jantung,menutup aliran darah sehingga korban kolaps dan mati. Itulah kematian yang pantas bagi seorang pengkhianat.

Setelah puas menangis, Fay bangkit dan memanggil taksi menuju bandara. Ia harus memainkan perannya sebagai seorang istri yang berduka.Menolak dilakukannya otopsi dan menguburkan suaminya. Orang-orang tidak akan tahu, dalam waktu 24 jam, barulah racun itu akan terlihat secara jelas. Jari-jari tangan dan kaki juga bibir si korban akan terlihat menghitam. Tapi pada saat itu, Anggoro telah tertanam di dalam tanah. Membusuk dan terurai bersama cacing-cacing. Fay memandang pantai Losari. Di tempat inilah ia bertemu Anggoro pertama kali, dan kini disinilah mereka berpisah. Pantai biru Losari telah membawa kepedihan dan amarahnya pergi. Untuk pertama kali selama dua bulan, Fay merasa puas. Anggoro sudah mati!

Fay menundukkan wajahnya, senyum tersungging di bibirnya. Kini ia akan membangun dunianya kembali. Dunia tanpa Anggoro. Sebuah dunia baru miliknya sendiri. Dunia Fay...

 


Tag: fiksi, betrayal

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

hunny funny 0 0
whhoooaaaa.... :O
Vivafunny 0 0
@hunny funny: lebih heboh dari sinetron yaks?
*dikeplak*
hunny funny 0 0
Vivafunny:
fay-nyaa...sellleeeemm...
diam2 menghanyutkaaaaan...

nice story, eniwei.. : )
bieb 0 0
Kenapa namanya musti Anggoro??? : D
eLectric bLue 0 0
bieb: lahhh...kalo ANGGODO, ya repot to???
fayyyyy 0 0
kenapa ada nama SAYA? [ -(


bayar royalti..[ -(



: p


: D


tapi si Fay cantik ya? ; ))
cerdas ya..? ; ))



tapi kok pembunuh.... : (( : (( : ((

saya kan orang baik2... : (( *sambil bawa 10 ml potassium sianida*


: p
light bulb 0 0
hooo... jadi begitu ya cara bunuh orang biar ga ketauan.. pake potasium sianida..

*catet*...

: D
bekel ijo 0 0
light bulb: mau bunuh sapa tuh???!!!!!!!



Vivafunny: serem mba cerita nya....... : ((..ada bunuh2an segala...
light bulb 0 0
bekel ijo: mau bunuh wanita yang merebut kekasih kuu...

*ketawakuntilanak*
eLectric bLue 0 0
keplak light bulb , enakaja! saya tau kuntilanak yang asli!

*malah!
bekel ijo 0 0
light bulb: hah?!!!!!

manciiiinnngggg..............mau gw sebut namanya lagi yah??????
light bulb 0 0
eLectric bLue: igh.. maksudnya sapa mba? yang itu yaaah???

*nunjuk-nunjuk bekel ijo*

bekel ijo: nama siapa?

*siul-siul*
bekel ijo 0 0
light bulb: owh.......

oke...kita rusuh kali ini.. [ -(


owh...jadi kamu merasa aku telah merebut langit bara lazuardi.. kan situ yang mengikhlaskan dia untuk ku bukan??


Dan kau ingin membunuhku... *owh..mengerikan...tatttuuuuutttt..


: p
light bulb 0 0
bekel ijo: [ -(

saya tak mau bicara lagi!

HUH!

: p
bekel ijo 0 0
light bulb: yeee....


dia yang mancing mancing..


: )) : )) : ))

arcenciel 0 0
kalo grup band Kapten lagu yg judulnya Lagu Sexy, Vivafunny bikin tulisan ini n hasilnya SANGAT SEXY!!

LUV IT! : D
Vivafunny 0 0
@All: bener2 jadi rusuh yaks...sudahlah...sebenarnya cerita ini bukan fiksi...saya laaaaaah.....wanita ketiga ituh.. yang merbut semua kekasih kalian...hahahahahaha...*ketawa mbah surip*

*dikeplak tiang listrik

@Fayyyyyy: ahahahaha....maap...abis nama fay itu gampang diinget n sounds sexy...*nangkep idung fayyyy biar ga terbang*

@arcenciel:hahaha....sesekseh itu kah? thank youuuuuu....

Silahkan login untuk memberikan pendapat