Saat Ia tunjukkan jalanNya 6
Rabu, 12 Mei '10 11:37
SPRING
Namanya Dani, putih, mancung, hampir sempurna
Katakanlah aku bahagia
Pernikahan di depan mata
Semua telah diatur...serba putih
Pernikahan sempurna dengan makhluk sempurna
Hanya tinggal mengucap janji setia sampai mati
Gaun putih siap terpakai
Cincin pun telah dipesan dengan berlian kecil ditengahnya
Mawar putih kesukaanku pun akan terpajang di sana
Semua hanya tinggal menunggu waktu
Cuaca cerah .. menghangat..seperti hatiku..
SUMMER
Tiba-tiba perempuan itu datang lagi
Kali ini dengan tubuh ringkih
Memberitahumu tentang kanker otaknya
Minta dikasihanikah? Egoku berteriak
Berkali-kali ia mencoba menghubungi lelakiku
Tapi makhluk tampanku tak bergeming
Ia setia padaku
Kartu undangan sudah ditangan
Namaku...namanya tertulis disana
Warna putih dengan pita hijau
Tidak ada yg mampu hentikan pernikahan ini
Termasuk kamu perempuan ....
FALL
Akhirnya aku melihatmu mengenakan jas putih itu
Kamu tampan sayang...
Sunguh diluar dugaanku selama ini
Kamu terlihat sangattttttttttt tampan
Senyum itu..ahh..senyum yg sama saat pertama kali aku bertemu kamu
Senyum yang membuat aku jatuh cinta
Tapi tunggu, aku tidak melihat sorot mata hangatmu
Kamu terlihat begitu sedih
Tidak bahagiakah kamu dengan pernikahan ini?
Pernikahan yang kita rencanakan berbulan-bulan
Janji itu pun kamu ucap
Dan ... kamu menangis
Petama kalinya aku melihatmu menangis
Semoga itu tangis bahagia
Karena aku tak sanggup melihatmu terluka
WINTER
Aku terbaring lemah tak berdaya
Tidak ada satu org pun disisi
Ahhh..aku merindukan ayah ibuku disurga
Aku merindukanmu juga
Bahagiakah kamu sayang?
Apa kamu tahu...aku sekarat
Rapuh...dan membutuhkanmu..
Asin...tiba-tiba aku akrab dengan air mata yang mengalir ke bibirku
Dingin sekali diluar sana...
Sedingin hatiku
3 bulan terkhir aku berdoa
Semoga aku masih bisa melihat pagi
Menjemput sinar matahari yang menyelinap ke kamarku
Kutulis sepucuk surat untukmu, sayang
Semoga tiba di hadapanmu kelak
Dan kamu akan menangis untukku
Berdoa untuk kebaikanku
Mengikhlaskanku
Aku tahu..disaat-saat terakhirku
Ia yang kuasa telah tunjukan jalanNya
Jalan Kupu-kupu ku
Dear Makhluk tampanku...
Kamu sdg apa skrg ? Pasti sekarang kamu sibuk menanam jutaan pohon di seantero negeri. Ya pastilah, kamu kan pejuang hijau kesayanganku. Kamu ga pernah letih ingatkan orang untuk hidup hijau. Hijau masih warna kesukaanmu kan? Semoga masih.
Lelakiku, ahhh, harusnya aku sudah tidak memanggilmu dengan sebutan itu. Tapi izinkan aku untuk terakhir kalinya..sekali ini saja. Kamu pasti sedang berbahagia. Dan aku yakin, jantungmu berdetak tak karuan menunggu lahirnya bayi mungil. Perempuanmu pasti membuncit, dan kamu tak segan-segan meletakkan telingamu di perut buncitnya. Ingatkah kamu saat dulu, kita berdua melakukannya. Kamu bilang latihan kalau aku hamil nanti. Tapi itu hanya kenangan. Ya..kenangan yang harusnya tak usah aku balas lagi.
Kartu undangan itu..kartu undangan itu berhasil kamu ubah dengan namanya kan? Aku melihatnya. Aku juga menyaksikan pernikahanmu, walau dengan menyelinap masuk dan memakai topeng. Aku hanya mau melihat mawar-mawar putih pesananku terpasang tepat di tempatnya. Dan kamu sangat tampan. Perempuanmu pun sangat cantik. Meski kanker otak menggerogoti tubuhnya. Gaun putihku berhasil disesuaikan dgn tubuhnya. Ya ... semua pas ... sempurna ...
Lelakiku.
Aku pamit pergi
Kamu berhasil menemani perempuanmu melewati sakitnya hingga sembuh
Kelak, kamu pasti berhasil menjadikan keluargamu keluarga yang bahagia
Aku mengikhlaskan kamu pergi
Walaupun dengan cara paksa dan tiba-tiba
Kini aku yang harus pergi
Hfff... Titip cium untuk bayi kecilmu nanti.Love,
Laila
Ketika surat telah terbaca
Lelaki itu menangis
Perempuan disebelahnya hanya mampu memeluknya
Terlihat ... ia pun menitikkan air mata
Terkait:
-
Lelaki yang kutunggu
Rabu, 8 Sep '10 20:25 -
Putri Manohara
Rabu, 8 Sep '10 09:22 -
The Old Lady @ 15th Street
Selasa, 7 Sep '10 20:00
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
chocolatos: Biasa
-
VeeWee: Biasa
-
saffa sal's: Megang banget
-
light bulb: Megang banget
-
PLUM: Megang banget


Komentar:
bidadari edeg: light bulb: cup..cup..jgn nangisss yahh *buru buru ambil tisu
so saaaaaad
diaaa sakit apaaa?? koq ikutan pegi juga.... huks
bagian ini bikin aku nangis-ngis : dan kamu tak segan-segan meletakkan telingamu di perut buncitnya. Ingatkah kamu saat dulu, kita berdua melakukannya. Kamu bilang latihan kalau aku hamil nanti.
Silahkan login untuk memberikan pendapat