Door Duisternis Tot Licht 19

Kamis, 22 Apr '10 04:28

 

Entah postingan saya ini akan menjadi artikel keberapa yang membahas tentang Raden Ajeng Kartini, seorang wanita yang saya beri rating inspiratif +tak hingga. Barusan saya secara random memilih satu dari sekian banyak surat yang pernah beliau tulis dan sambil belajar memahami kondisi beliau berikut saya tuliskan kembali salah satu potongan suratnya :

 

Augustus 23, 1900.

............

............

 

God heeft de vrouw geschapen als gezellin van den man, en de bestemming der vrouw is 't huwelijk. Goed, 't is niet te weerspreken, en gaarne erken ik, dat 't hoogste vrouwengeluk, ook eeuwen na deze, zal zijn: een harmonisch samenleven met den man! Maar hoe kan van een harmonisch samenleven sprake zijn, als onze huwelijkswetten zoo zijn, als ik je er een voorbeeld van beschreef? Moet ik als vanzelf niet het huwelijk haten, verachten, als het de vrouw zoo gruwelijk verongelijkt? Neen, gelukkig niet ieder Mohammedaan houdt er vier vrouwen op na, maar iedere getrouwde vrouw in onze wereld weet, dat zij zijne eenige niet is, en dat vandaag of morgen manlief haar een gezellin kan thuis brengen, die op hem evenveel rechten heeft als zij; volgens Mohammedaansche wet is zij ook zijn wettige vrouw. In de Gouvernementslanden hebben de vrouwen 't lang zoo hard niet te verantwoorden als hare zusters in de Vorstenlanden, Soerakarta en Djokjakarta. Hier zijn de vrouwen al doodongelukkig met een, twee, drie, vier bij-vrouwen van hare mannen; daar in de Vorstenlanden noemen de vrouwen dat kinderspel. Je vindt daar bijna geen enkele man, die maar één vrouw heeft; in de adellijke kringen, vooral in de omgeving van den Keizer, hebben de mannen tot over de 26 vrouwen.

Mogen deze toestanden voortbestaan, Stella?

Ze zijn er al zoo aan gewend, dat zij er niets meer in vinden, maar dat neemt niet weg, dat die vrouwen er ontzettend onder lijden. Bijna iedere vrouw, die ik ken hier, vervloekt dit recht der mannen. Maar verwenschingen helpen niets ; gehandeld moet er worden.

Komt, vrouwen, meisjes, staat op, reiken wij elkaar de handen en laten wij samen arbeiden, om verandering te brengen in die onhoudbare toestanden.

 

Dan ini hasil translate-annya, mohon dikoreksi kalo ada yang salah dalam proses penafsiran kalimat, hehehe...

 

23 Augustus 1900.

............

............

 

Tuhan telah menciptakan wanita sebagai pendaping pria dan takdir untuk wanita adalah menikah. Sebenarnya, itu bukan hal yang patut disangkal, dan dengan senang hati saya menerimanya sebagai kebahagiaan tertinggi seorang wanita, bahkan berabad-abad setelah ini, pria dan wanita akan hidup berdampingan secara rukun! Tapi bagaimana mungkin ada kerukunan didalamnya, jika hukum pernikahan kami seperti itu, seperti yang telah saya gambarkan? Apakah saya kemudian tidak membenci pernikahan, merasa jijik, ketika melihat kondisi wanita terluka dengan cara yang sangat mengerikan? Tidak, untungnya tidak semua muslim memiliki empat istri, tapi disini setiap istri pasti mengerti bahwa mereka belum tentu selamanya menjadi satu-satunya milik suaminya, dan hari ini atau keesokan harinya bisa jadi teman suaminya tersebut boleh membawakan seseorang wanita lain kepadanya untuk kemudian mengambil hak-hak istrinya sebanyak mungkin, dalam Islam wanita itu juga istri yang sah. Di pemerintahan negara, para wanita hampir sangat sulit untuk tidak memberikan adik-adik perempuannya pada kerajaan-kerajaan, Soerakarta dan Djokjakarta. Disini para wanita sudah tidak lagi bahagia hidup bersama satu, dua, tiga, empat wanita lainnya yang menjadi istri suaminya, bahkan ada kerajaan yang menganggap bahwa perempuan itu seperti angin. Kamu akan bisa melihat, hampir semua bangsawan kecuali yang wanita, terutama yang dekat dengan Maha Raja, satu pria memiliki 26 wanita.

Akankah kondisi ini terus berlanjut, Stella?

Mereka sudah terbiasa menjadi 'bukan siapa-siapa' dalam kondisi itu, tapi tidak berarti kondisi tersebut membuat wanita-wanita itu menjadi sangat menderita. Hampir setiap wanita yang saya kenal mengatakan bahwa ini adalah hak mereka para pria-pria terkutuk. Tapi kutukan itu bisa sangat membantu menyadarkan para wanita untuk harus bertindak.

Mari, para wanita, para gadis, bangkitlah, kita raih tangan masing-masing untuk bersatu dan bekerja sama, mengubah kondisi yang tidak boleh dibiarkan seperti ini.

 

Saya tidak memiliki kapasitas untuk mengkritisi pro dan kontra pemikiran RA. Kartini, tapi yang menarik bagi saya adalah dikalimat terakhir beliau sangat terlihat memiliki semangat untuk merangkul para wanita dimasanya untuk bekerjasama bergerak menuju perubahan. Kita memang harus berubah, kearah yang lebih baik tentunya....

 

Salam hormat untuk beliau...

 

Note : kok gw pake kata 'kita' yah tadi?? Hahaha....
Maksudnya para wanita, termasuk saya... *halah
Maksudnya.... Para wanita, dan saya juga sebagai 'pria', harus siap untuk berubah kearah yang lebih baik.... Gitulah pokonya, hahaha....

 

Gambarnya minjem dari sini


Tag: perubahan, pahlawan, kartini

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

cyraflame 0 0
Yak...

dan saya rating +1 inspiratif... : D


dan memang seharusnya kita berubah ke arah yang lebih baik kan...
tapi akan lebih mudah jika dilakukan bersama2..

yuk, gandengan tangan yuk berubah ke arah lebih baik..


: )
EdOrdi 0 0
cyraflame: Ciyeee... ciyeeee... hihihi...

kamu ngajakin gandengan gitu, jadi mirip kaya caranya RA Kartini deh say.... hihihi

*kiss...

eh, gw diajakin gandengan juga ga sih??? ga jelas nih : p
warm 0 0
woh translatenya mantap

ya kalimat terakhir itu mencerahkan sekali
: )
EdOrdi 0 0
warm: Ooom.... ini ngga murni transletan saya, hiihihihi....

*nyodorin kamus online versi mbah gugel, wakakakak....
venus 0 0
aku belum pernah baca bukunya loh. yak ampuuun kemana aja mbooook? : ((
EdOrdi 0 0
gimana kalo trade mbok?? simbok venus kasi aku kartu nama seperti yang pernah dijanjikan dan aku kirimin tulisannya....

wakakakak..... *jejingkrakan
yaaay... kali ini EdOrdi bisa lebih licik sama simbook... hahaha *kiss
chiil 0 0
whooaaa
saya suka sama kalimat terakhir surat itu!!!
inspiratif +1
EdOrdi 0 0
chiil: bantuin mungutin rating inspiratif +1 nya doong... hahaha
lumayan buat naekin pamor di profil, hwahahaha.... *keplak pala sendiri : p
sabishigaru 0 0
saya belum pernah baca kumpulan suratnya itu : (
EdOrdi 0 0
ada nih versi kompeni-nya, tapi belom ditranslate sama sekali, hahaha....

saya bacanya ampe nungging-nungging berharap ada satu aja kalimat yang bisa dipahami, wkwkwkwk : p
si muda berkualitas 0 0

whueidyan, niat bener...
: ))

tapi lumayan neh, buat saya mah pencerahan nih, dari yang cuma tau abis gelap terbit terang..(berasa PLN), sekarang rada sedikit ngeh, klo itu jauh lebih dalem...

so wanitah, perempuanh, gadishh...sudah seberapa jauh kalian melakukan perubahanh?

: D
EdOrdi 0 0
si muda berkualitas: saya sudah sangat berubah loh saaaayyyy.....

*dikeplak pake bibir si muda berkualitas
si muda berkualitas 0 0
EdOrdi:

wanittahhhh shien...waniithaahh!![ -(

*heran masi melek aja yang katanya mo tedor : ))*
ragil kuning 0 0
EdOrdi: makasih EdOrdi buat pencerahannya.. kita memang harus pandai memanfaatkan hidup untuk melakukan sesuatu yang lebih berguna.. : )
capella 0 0
EdOrdi: mari kita berubah ke arah yang lebih baik ; )
cyraflame 0 0
EdOrdi:

iya yuk yuk gandengan sama aku...
kita maen ombak yaaaaa...


: p
cloudy 0 0
ahh terima kasih EdOrdi, jadi tau dikit-dikit bahasa belanda : )

mari-mari kita berubah..; ))
NuigeL Mama Macan 0 0
EdOrdi:
Ah, Kartini memang keren ya ; )

Kamu juga keren bow. Bisa menerjemahkan surat ini ke bahasa Indonesia. Kalo gw, biarpun nungging2 juga gak bakalan nongol terjemahannya : D
queeny o corner 0 0
saya sudah baca bukunya, sekali.
tapi gak punya

edan !!!

koq bisa gak punyaaaa

* pentung pentung diri sendiri

Silahkan login untuk memberikan pendapat