Lebih Kaya dari Cinta, Lebih Miskin dari Rindu 31

Selasa, 9 Mar '10 12:05

APA yang lebih miskin dari rindu? Ketika hal yang paling kau butuhkan berada di luar jangkauan, dan semua hal lain yang ada, tak bisa menyepadani nilainya, mengisi kekosongan yang ditinggalkannya.

Ketika di tengah keriuhan dan gegap gempita pesta, yang bisa kau dengar hanya denyut jantungmu, dalam sunyi memanggil-manggil namanya. Ketika melupakannya sama mustahilnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kau kenal. Ketika di setiap napas yang kau hela, sepi ikut menyelinap, membuat ruang dadamu hampa sekaligus pengap.

Rindu yang mampu menghentikan waktu, dan butir-butir hujan diam menggantung pada angin yang beku.

"Berapa lama lagi aku harus menunggu," keluhmu.

Begitu miskinnya, hingga tanpanya, kau merasa tak punya apa-apa...

*****

APA pula yang lebih kaya dari cinta? Ketika kau tau, itulah semua yang kau inginkan, sehingga untuk mendapatkannya, kau mau melepas semua yang kau punya.

Ketika semua kuntum bunga, mekar merekah hanya untukmu. Seluruh puisi yang tercipta, berebut menggambarkan perasaanmu. Ketika hal terakhir yang kau pikirkan sebelum jatuh terlelap, adalah juga hal pertama yang kau ingat ketika tersentak terkesiap.

Cinta yang bisa membuat waktu jadi bergegas, dan hujan menjadi busur-busur tajam, melesat menusuk, meninggalkan jejak yang tegas.

"Berapa lama lagi hingga akhirnya, aku harus kehilanganmu," kesahmu.

Begitu kayanya, hingga dengannya, kau merasa memiliki segalanya...

*****

BERASA seperti penggambaran rindu dan cinta yang terlalu tinggi ya, utopis, berlebihan, bollywood.com, lebay to the max, dst... Terdengar seperti syair mendayu-dayu, yang tercecer dari masa lalu.

Iya, saya yang nulis juga ngerasa gitu kok. :P Tapi bentar, ini defenisi rindunya yang melayang ke awang-awang, atau pemahaman kita yang terjerembab ke tanah berkalang? Penggambaran cinta yang ketinggalan jaman, atau kita yang tersesat di rute peradaban?

Ketika kita menertawai mereka yang merindu sampai ke pucuk malam, pungguk-pungguk "bodoh" yang merindukan bulan itu, jangan-jangan sebenarnya kita sedang menangisi diri sendiri, tak punya seseorang yang patut diimpikan ketika terpejam, tak ada sesiapa untuk dititipi salam melalui awan.

Tak cukup hanya cinta? Jangan-jangan kita yang tak cukup mengenali apa sesungguhnya cinta. Justru yang kita lakukan dan berikan, masih tak cukup untuk menjadi cinta.

Trus, gimana bisa ya, seseorang yang bahkan tak mengerti cinta, tega berpikir bahwa dia mampu membuatnya? Judulnya sih making love, tapi aslinya cuma making sweat, making noise, making kids, atau malah making problem, the huge one! :P

Tapi beneran, mana cukup hanya cinta? Emangnya nggak perlu makan, mobil, perhiasan, kartu kredit, sepatu, rumah, pesawat jet pribadi! Lha, emangnya ada gitu, yang akan membiarkan orang yang dicintainya kelaparan?

Kalau sudah cinta, semampunya, dia juga akan memenuhi semua kebutuhanmu. Tak bisa beliin jet pribadi, ya minimal jet pump pribadilah, alias mesin pompa air. Yang penting, masih jet-jetnya. Di sisi lain, jika juga sungguh mencintainya, akankah kau paksa dia memberimu sesuatu yang kau tau, tak bisa diupayakannya?

*****

AGAK aneh sebenarnya, ketika diam-diam kita tersentuh tiap kali membaca, menyaksikan, atau mengetahui kisah tentang cinta yang menyejati, meruang dan mewaktu, bertahan melalui perih, tak menyerah kepada segala luka. Bahkan walau kita tau, itu cuma rekaan.

Juga, terucap atau atau disimpan dalam pikiran, kita juga mengagumi mereka yang bisa bertahan menunggu dalam rindu, melintasi hari, melalui bulan, menyeberangi tahun, melewati abad, emangnya kisah cinta para dewa di khayangan? tanpa pernah sekalipun berpaling dari janji. Biar dikepung sepi, hatinya tetap bernyanyi. Walau dipenjara sunyi, jiwanya selalu menari.

Kita sebenarnya tau, sekaligus mengagumi yang terindah. Tetapi untuk berjuang mewujudkannya, itu sudah lain masalah. Kita juga paham mana yang terbaik, tapi untuk menjadi salah satunya, kita tak pernah tertarik.

Akhirnya, jadilah kita lebih miskin dari rindu, tapi ngotot pengen lebih kaya dari cinta. Ingin dapat kesetiaan setua gurun, dengan modal kesucian seumur embun.

Entahlah. Jangan-jangan langit pun tak lagi mengingat kita...

---------------------------------------------------

Judul terinspirasi dari sebuah puisi keren, karya Leo Kleden. Tulisan sepenuhnya efek samping dari insomnia yang makin sempurna. :(

 


Tag: menasihati diri sendiri, insomnia kelas berat, cinta lagi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

desty 0 0
i've been there.. lebih kaya dari cinta, lebih miskin dari rindu : )

pemahaman seperti itu bukan terbelakang kok, bang... kalau masih bisa bertahan hidup dengan pemahaman begitu, why not?

*komen agak serius, efek tidur nyenyak semalam* : p
queeny o corner 0 0
Ahhh kalo sudah cinta dia akan memenuhi semua kebutuhan bukn malah takut,menyerah dan melipir kebelakang.

Lagian Kalo sudah cinta,jg gak tega maksa minta berlebihan.

Sayang gak semua paham : D
dewira 0 0
yah ga dapet pertamanya nih : (
Wanita bergaun Merah 0 0
"Begitu miskinnya, hingga tanpanya, kau merasa tak punya apa-apa..."

"Begitu kayanya, hingga dengannya, kau merasa memiliki segalanya..."

ah.. kekuatan cinta : )
warm 0 0
ga bisa komen nih

gak sanggup

: D
cahaya 0 0
speechless..: D
Kejora 0 0
ngk bisa komen....
cinta dan rinduuu aaaahhh
bukan syahrini 0 0
ah keren sekali bang... seperti biasanya.. : )
Capella 0 0
setuju sama queeny o corner:

saya termasuk yang percaya, kalau udah cinta tuh semua pasti diusahakan untuk orang yang dicintainya : )
l synyster l 0 0
aaa....aaa...aaa..a...a

*mulut menganga... laler hinggap sesaat*


aaa...hhh...
penggambaran yang detail dan mengena...




dan tentunya lama tak melihat kata kata ini, pengen ngetik ah...

artikel ini.. mantabh...

...TO THE MAX!!!!

: ))/
arcenciel 0 0
bikin tulisan seindah ini gimana siiiihh?? : ((

semua tulisan2 bang toga sip markosip semuuuaaanyaa.... : D
hopedvd4eva 0 0
speechless : |

keren banget ni tulisan
Siu Elha 0 0
.....Akhirnya, jadilah kita lebih miskin dari rindu, tapi ngotot pengen lebih kaya dari cinta. Ingin dapat kesetiaan setua gurun, dengan modal kesucian seumur embun.....

penutup yang begitu menohok setelah membaca dengan tahan napas, akhirnya digetok dg penutup itu bang, serasa terjun bebas...... : (

hmmmhhhh.... knp ya iri sy jd tambah2 pd dirimu bang.... :X D
cyraflame 0 0
beeeuuuhhhh...

sekali lagi dirimu merajam saya dengan kata-katamu bang... : ((
enriqueza 0 0
desty: kalau masih bisa bertahan hidup dengan pemahaman begitu, why not?

setujuh!, ukuran pada tiap pribadi, tak bisa kita paksakan harus sama ya ibu. : D

queeny o corner: padahal klu udah saling paham, sepertinya akan mudah ya.

dewira: gapapa bukan yg pertama, yg penting kan jadi yg terakhir. *lho?

Wanita bergaun Merah: iya, kekuatan cinta emg "mengerikan".
enriqueza 0 0
warm: hayah, master. ngga tega mbantenya apa gmna pak? : D wakakak.

cahaya: gpp spikles, asal masi ada cahaya.

Kejora: ahhh jg. : D

bukan syahrini: ah, terima kasih ibu. : D tulisan2 ibu jg lbh keren lagi.
enriqueza 0 0
Capella: klu gt saya jg percaya deh. "kalau udah cinta tuh semua pasti diusahakan untuk orang yang dicintainya". : D

l synyster l: komennya jg selalu mantab keren to the max. Emg, the one and only dah!

arcenciel: aduh, makasih ibu. : D

hopedvd4eva: makasi. : D
enriqueza 0 0
Siu Elha: ampun ibu. *takut melambung ke awang2 lagi kyk itu hari. : D

cyraflame: yaah, merajam? : D
bukan syahrini 0 0
enriqueza: bang saya ijin menggunakan kata2nya ya.. : D

Kalau sudah cinta, semampunya, dia juga akan memenuhi semua kebutuhanmu. Tak bisa beliin jet pribadi, ya minimal jet pump pribadilah, alias mesin pompa air. Yang penting, masih jet-jetnya. Di sisi lain, jika juga sungguh mencintainya, akankah kau paksa dia memberimu sesuatu yang kau tau, tak bisa diupayakannya?
enriqueza 0 0
bukan syahrini: yuk mare, ibu. doh, senengnya klu itu layak pinjem. *ngembang lagi.
mas bejo 0 0
pemahaman yang pass mengenai cinta dan mencintai.....

hebat selalu tulisan bang enriqueza inih....

sepakat dengan mbak bukan syahrini untuk mengutip
'jika juga sungguh mencintainya, akankah kau paksa dia memberimu sesuatu yang kau tau, tak bisa diupayakannya? '
-membunuhrindu- 0 0
huaaaaaa.....tiap barisan kataknya serasa menohok jantung.....
bukan syahrini 0 0
mas bejo: *toss sama mas bejo* : D
enriqueza 0 0
ikutan bukan syahrini: toss sama mas bejo: *boleh kan ya? : D

-membunuhrindu-: : D
Zhafira 0 0
postingan mantaaaappp boss : D
guitarman 0 0
: (( juga : ))
dewira 0 0
enriqueza: kapan sih bukumu terbit Bang?
sara_queen 0 0
dah tak baca 3 kali ..nyari2 sesuatu yg bisa di cela kok g nemu yah .... ini yg salah mataku apa emang tulisannya yg keren bgt yah *pertanyaan yg g perlu di jawab kyknya hehehhe
queeny o corner 0 0
hayoooooo lhooooooo bang enriqueza ditagih bukuuu

: )) : ))
saffa sal's 0 0
*nariik nafaas panjaaaaang banget,trus di keluariin..

Fyuuuh..

11 huruf buat kang toga 'SUBHANALLAH'

weirdaft 0 0
selalu begini, kalimat2 bersayap yg bikin saya makin menjuraaaa....

btw, klo efek insomnia sedalam ini, tularkan sedikit buat saya bang : D

efeknya aja ya, bukan insomnianya hehehe

Silahkan login untuk memberikan pendapat