Kopdar Ngerumpi - Duit (1) 48

Sabtu, 20 Feb '10 02:20

Dua hal yang nggak akan ada habisnya jika dibicarakan, tentang wanita, dan satu lagi tentang duit. :D Bagaimana kalau keduanya bertemu? Sepertinya akan terlihat lagi satu hal yang sama dari keduanya, sama - sama seksi dan juga menakutkan.

Sedikit yang dapat dari kopdar ngerumpi ini, soal ilmu tentang uang yang diberikan oleh bang Aidil. Well, sebetulnya saya lebih tertarik dapat ilmu tentang mengerti wanita, tapi tentang duit boleh juga lah :D

  1. Uang, sebagai unit pembayaran dan sekaligus komoditas yang dipermainkan pasar, bakal terkena inflasi dan turun nilainya
  2. Uang, harus tetap diputar sebisa mungkin dalam bentuk investasi agar nilainya setidaknya tetap.
  3. Investasi adalah satu pilihan yang sangat bijak, tapi ketahui dulu resikonya.
  4. Asuransi bukan jaminan 100% hidup kita bakal aman dan nyaman, hal ini termasuk uang pensiun kita.
  5. Jika dihitung lagi, asuransi tidak menjamin anak - anak kita bakal mendapat pendidikan layak tanpa campur tangan kita lagi.
  6. Investasi yang aman adalah emas murni (logam mulia) dan properti, khususnya yang ber-tanah, serta obligasi pemerintah.
  7. Kalau mau investasi di saham, perhatikan resiko perusahaannya.
  8. Kalau belum berani "main" langsung, pakai bentuk reksadana.
  9. Ber investasi tidak bijak kalau kita belum punya dana cadangan.
  10. Pakai ilmu ikhlas, agar kita tenang saat memutuskan berinvestasi dalam saham, atau juga reksadana.
  11. Pisahkan antara dana jangka pendek, panjang dan menengah serta dana "main" demi keamanan.
  12. Jauhi hutang, sekecil apapun bunganya, untuk kebutuhan konsumsi.
  13. Dekati hutang dengan bunga yang reasonable, saat akan membeli aset yang tidak akan turun nilainya (tanah dan rumah).
  14. Untuk jangka pendek, cash is the king, jadi pastikan ada bentuk simpanan yang mudah dicairkan sewaktu - waktu tanpa ada penurunan nilai yang berarti.
  15. Mati itu mahal, terutama di Jakarta. :(

Kalau ada yang mau menambahkan poinnya tolong dikomen yak :D Ini mau saya bahas sedikit - sedikit, sesuai dengan pengetahuan saya yang terbatas. :)

Mulai dari hal yang paling dasar dulu, soal kenapa uang mesti kita putar, kalau ada idle money segera belikan aset yang lebih kebal terhadap arus inflasi.

Sebentar, inflasi itu apa toh? Inflasi adalah penurunan nilai mata uang, secara terus menerus, dan menjadikan semua cost atau harga yang mesti kita bayar terus menanjak naik tanpa ampun, mulai dari harga sayur bayam sampai harga mobil baru. Inflasi inilah yang merupakan sumber utama pemangsa kedigdayaan uang yang kita pegang. Inflasi ini banyak sekali pemicunya, mulai dari penarikan dana asing dari suatu negara, pencetakan uang baru, imbas dari tetangga, pemenuhan barang dan jasa yang terganggu, masih banyak yang lainnya.

Contoh nyata dari inflasi, harga permen hari ini dan bertahun lampau sekitar dua empat kali lipatnya. Itu baru harga permen, dapat meningkat tajam hingga 2 - 4 kali lipat tiap tahunnya. Kalau yang kita bicarakan adalah soal masa depan sekolah dan kuliah anak kita nanti? Walah, permen yang berharga 4 kali lipat itu, bakal terlihat menyeramkan. Apalagi biaya sekolah akan naik sekitar 2 kali lipat nilai inflasi tiap tahunnya (dari bang Aidil tadi, nggak salah kan?).

Well, kabar baiknya adalah sekarang kita masih bisa menyiapkan dana tersebut, karena nilai empat kali lipat itu adalah future value, alias nilai uang di masa depan pada tingkat suku bunga tertentu. Nilai uangnya sekarang berapa? Wah, kalau mesti menghitung dari jangka waktu pengumpulan dana dan besar inflasi, sepertinya nggak mungkin kita bakalan selamat dari keruwetan finansial tanpa usaha khusus.

Cara yang paling sederhana adalah dengan menyelamatkan duit kita dari inflasi. Jadikan uang tersebut dalam bentuk properti dan logam mulia, karena nilainya jelas bakal naik diatas inflasi. Dalam setahun, nilai logam mulia semacam emas (batangan) dapat naik harga dengan cukup drastis (dicontohkan tadi di kopdar, 30%) dan harga tanah juga tentu bakal terus naik, tidak ada nilai properti yang turun, kecuali karena bencana alam luar biasa.

Dengan sedikit kesabaran dan ketertiban, maka dana masa depan ini bakal bisa dipenuhi dengan baik. Financial planning lah, petakan kebutuhan - kebutuhan primer, sisihkan untuk dana cadangan, sisihkan juga untuk investment. Kebutuhan primer rata - rata adalah 30% penghasilan (single, tingkat penghasilan 4-5 juta sebulan), jadi kalau mau menyelamatkan pensiun dan masa depan anak, mari mulai mengelola duit tadi dengan lebih bijak.

-bersambung-

Disclaimer : ditulis oleh seorang yang belum terjun secara langsung dan nyata di dunia keuangan, belum punya modal, nggak bisa nyambi, dan belum lulus. Cuma berbagi sedikit pengetahuan yang sudah saya dapat :)


Tag: ngerumpi, uang, kopdar, duit, investasi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

chiil 0 0
haduh..
langsung berkunang2 baca ini
: |
bobo dulu ahh
besok baca lagi
: ))
si muda berkualitas 0 0
beuh dasar anak stan...


: ))

desty 0 0
no. 10 ilmu ikhlas maksudnya apa? apa kalo sahamnya anjlok dikhlasin aja gitu? : D

kalau emas, walaupun harganya terus naik, tetap dihitung nilai susutnya.. ga tahu ya emas batangan itu, belum pernah punya.
tapi kalo tanah kayaknya ga pake nilai susut..hehe, tapi jualnya ga segampang emas.
venus 0 0
yang jelas aku mau nutup asuransiku yg campur investasi itu. cih!

bbrp bulan kemaren karena keadaan finansialku lagi kacau (emang sekarang udah engga, mbok?), aku pengen nutup asuransi X di bank X. premi 840 ribu per bulan bikin aku ngos2an. tapi pas aku telfon, mbak2 asuransinya ngasitau, kalo ditutup sekarang, duit yg dibalikin ke aku ga nyampe 2 juta, padahal kalo ditotal, setelah setaun lebih ikut asuransi, aku udah byr premi sekitar 12 jutaan. gak jadi nutup waktu itu, tp sekarang hrs ditutup deh kayaknya : ((
venus 0 0
gak ada rating mengerikan ya? : D
Sudonim 0 0
venus: tull Mba, unit link itu nda bagus. aku dah baca buku yg judulnya "Jangan Beli Unitlink Bila Anda tak Paham Benar"

dari buku itu, ternyata unit link cuma laku di indonesia aja, kalo di luar negri ga laku.

dari thn 2000 saya dah di prospek ma agen2 unit link.. syukurnya ga terpengaruh : )
miayam 0 0
beuhhh.... lagi bikin paper, mas? : D

thanks sharingnya, ya.. jadi pengen nge-print.

eee... btw, tergoda bertanya, nih. kalo wanita yang sukanya ngabisin uang, masih ga ada habisnya juga untuk dibicarain, ga? : D: D
anaknyamamak 0 0
bedanya sama estimasi kanal ofdm pada 4G apa yah???

*disambit clurit*
plukz 0 0
chiil: mwahaha : )) berkunang - kunang karena emosi ndak kopdar kah? : )) *colek2 chiil*

jangan ngambek toh : D

si muda berkualitas: hush hush *bekep pake saham* : D

jangan bawa2 sekolahan to kang : D
plukz 0 0
desty: jadi mbak, kalo emas batangan kan nggak terpengaruh model, dan juga kadar karatnya itu nggak semacam emas perhiasan. yang sekarang paling kadarnya di pasaran sekitar 16 karat ya kalo perhiasan?itu kata emak saya. : D

yang mempengaruhi harganya adalah kemurnian itu dan tidak terpengaruh model. kalo emas perhiasan lebih murah karena karatnya beda dan tentu saja terpengaruh model.

trus ilmu ikhlas.. : D

kalo nggak pake ilmu ikhlas, pas harga saham lagi drop pasti sakit semua badan tu : D makanya biar nggak sakit, anggaplah dana yang ada disana itu sudah lenyap, kalaupun ada untung, itu bukan keuntungan riil, karena sampeyan belum pegang kas / emas, masih berupa dana bergerak di pasar.
plukz 0 0
venus: itu ratingnya mengerikan buat fotoku ae mbok : )) : ))

eh iya, saya juga baru paham kalo orang tua saya masih keliru milih asuransi dulu : (( perlu baca per klausul di perjanjiannya dengan bener - bener teliti ternyata ya.. : ((

lebih enak lagi kalo bisa beli emas batangan per bulan : D dana cash cadangan di bank sekitar beberapa juta ae cukup buat biaya masuk ke RS kalo beneran perlu. : )

bagian paling seremnya pas di asuransi itu ya mbok. : -/
plukz 0 0
Sudonim: walah mbak, sayang banget sampeyan balik duluan.. : D kan bisa sekalian nulis soal duit ini.. : D

eh, mas nya udah dipijitin tuh pagi2? : D
plukz 0 0
Sudonim: walah mbak, sayang banget sampeyan balik duluan.. : D kan bisa sekalian nulis soal duit ini.. : D

eh, mas nya udah dipijitin tuh pagi2? : D
plukz 0 0
miayam: bukan mbak : D : ))

ini cuma coret -coretan sisa ujian kemaren masih nyangkut di otak saya dikit

anaknyamamak: posisi IHSG pagi ini gimana om? : ))
plukz 0 0
miayam: wanita yang suka ngabisin duit itu juga ndak ada habisnya dibicarain, dengan nada nyinyir : )) : )) *oops

lah, ya yang jelas kan terbukti disini toh, nggak ada habisnya dibicarain : )
warm 0 0
apaan sih ini?
Bee 0 0
Boro2 mikirin investasi dan tabungan untuk masa depan. Ini juga masih bingung bulan depan masih bisa dapet duit apa kagak! : ))
L'Revolution 0 0
Intinya beli emas yak?

*nyari2 batangan emas di kolong kasur*

: ))
si muda berkualitas 0 0
plukz:

biarin bawa sekolahan, soalnya dulu mo masuk sana ga kesampean : ))

Bee 0 0
L'Revolution: Ooo... jadi disimpen di kolong kasur toh. Pantesan saya nyari ke lemari2 gak nemu. *ngimpi jadi perampok rumahnya L'Revolution * : ))
TalkToJono 0 0
plukz:

mumpung yg punya lapak masih ada kuliah.. : p
ngerusuh ah... : D

weees.. dia ini yg kmrn sangat antusias sekali..
wes dek.. ayo tuku emas bareng yuk.. aku pesen emas putih 60kg, iso ngga??

: )) : ))
unguholic 0 0
plukz: buset2..ekonomi banget nih : |

tambahin ahh...: D

*uang adalah segala-galanya : )): ))
bahkan cinta juga perlu uang, betul ga? : p: p
PennyLane 0 0
venus: samaaaaa...!!! Aku mau tutup juga.

Emang bener sih, proteksinya gak maksimal, investasinya juga gak maksimal. Huaaa... ditutup sekarang cuma bisa dapet 30 persen yang sudah dibayarkan.. ya sutra, nguli lagi... **ada yang butuh tenaga penerjemah? tukang kebon? penggali kuburan?**

Bee: hihihi, sama donk, Bee.. gue juga : D Tapi kalo beli emas atau reksadana di commonwealth kan gak usah gede2 duitnya udah bisa invest. Dikit-dikit diinvest duit honornya.. **puihh, gaya gue cuy**
sugiman partodikromo 0 0
Good job..: D
Zia Ulhaq 0 0
ini sesi mata kuliah ekonomi????
kuliah online nih ceritanya???

*Guling guling diatas tebaran dollar* : D
paper plane 0 0
aduh bacanya deg2an, apalagi pas baca komen simbok, haduh haduh : |
paper plane 0 0
ga ada rating horor yah?
plukz 0 0
L'Revolution: mas mas.. batangannya ilang yak? : ))
plukz 0 0
TalkToJono: emas putih opo platina mbak? : p

kalo mas mas putih banyak : )) apa mau yang itu ae? : D
plukz 0 0
sugiman partodikromo: sampeyan investasi pake jurus opo mas? : D sapa tau bisa ditiru : D
plukz 0 0
unguholic: cinta ga butuh uang, tapi bercinta butuh uang : ) : D
plukz 0 0
Bee: walah, lha ya jangan pesimis dulu toh : D
plukz 0 0
warm: ini oleh oleh dari kopdar kemarin om : D
sugiman partodikromo 0 0
plukz:
Jurus kelelawar menghalau matahari...: D
plukz 0 0
Zia Ulhaq: bagi tuh dolarnya sama paper plane : D
plukz 0 0
sugiman partodikromo: jadi gimana itu kang? : D
capella 0 0
paper plane: gambarnya yang bikin deg deg an : D
Zia Ulhaq 0 0
gimana dollarnya mau dibagi? lah, wing dollarnya sobek semua : )) : ))
NuigeL Mama Macan 0 0
plukz:

Bener-bener menyimak rupanya... : D
TalkToJono 0 0
NuigeL Mama Macan:

menyimak dengan sangat mbak.. dia tanya juga loh mbak.. : D, nawarin buku juga disana : ))
TalkToJono 0 0
plukz:

yang itu ae... : )) : ))
plukz 0 0
TalkToJono: nawarin buku? : p

eh, ada ebook banyak itu berkeliaran soal investasi begini : ))
plukz 0 0
NuigeL Mama Macan: nganu mbak, nyontek dari live tweet peserta lainnya : D
NuigeL Mama Macan 0 0
TalkToJono:
Nawarin buku? Dagang gitu maksudnya? : D

plukz:
Yo wis, tolong diketik yg rapi ya. Trus dikirim lewat faksimili ke saya. Lumayan buat bahan bacaan sebelum tidur... : p
plukz 0 0
NuigeL Mama Macan: ndak yo. menginformasikan saja : ))

oh ya, kalo diketik itu ada biayanya lho, US$ 10 per karakter, diluar tanda baca dan koma : D
rinibee 0 0
plukz: mumet.. : |
aubrey.ade 0 0
nomer 15...sumprit, sebel dengernya kemaren, tapi oke juga masukannya mas aidil itu, terutama buat saya yg sdh jadi ortu, biar ntar kalo mangkat ya nggak ngerepotin anak cucu : ))
plukz 0 0
aubrey.ade: : )) : )) betul juga sih, kalo perkara mati itu.. : D sebisa mungkin jangan sampe membebani anak cucu : (

Silahkan login untuk memberikan pendapat