trip ke museum singapore - part 3 3

Selasa, 9 Feb '10 08:58

Setelah berpuas-puas di National Museum of Singapore, eh.. masih belum puas sih, tapi waktu saya untuk keliling museum hanya tinggal satu jam lagi, sedangkan masih ada dua target museum yang ingin saya kunjungi. Saya tanya sama abang satpam letak museum peranakan. Katanya gak jauh, tinggal belok kanan aja.

Okelah kalau begitu.

Masalahnya saya sering hilang orientasi arah dan jarak. Semestinya begitu keluar saya langsung ke arah kanan, tapi saya lurus dulu, nyebrang, lalu belok kanan, lalu bingung ada di mana.

Arrrgghhh...

gedung apa tauk

Supaya ga keliatan bego keluyuran di daerah sini, saya foto gedung ini, dan langsung balik kanan. Setelah lihat papan penunjuk arah, ternyata belokannya kelewat! *sigh... mengapa ini terjadi saat lagi buru-buru*

Saya langsung kecewa karena gedungnya tutup. Loket penjual tiket aja tutup. Ga ada orang, deh. Lah, gimana sih ini, kalaupun penjaga tiketnya mau istirahat makan siang, kenapa pintunya ditutup semua? Masa pengunjung museum mesti nunggu yang jaga selesai makan dulu?

Karena capek, saya istirahat aja dulu sebentar. Mengatur napas. Minum air dulu sambil lihat-lihat poster dan flyers yang ditempel di dinding.

Lho.. lho.. lho???

Kok posternya tentang kursus menari dan sebagainya? Ini gedung apa, sih?

Ya ampuuuuuun... saya salah masuk gedung!!!

Buru-buru saya ngacir, sebelum ketahuan nyasar masuk ke situ. Ternyata Museum Peranakan hanya sekitar lima meter dari situ. Haiyyyaaaahhh... Bego bangeeeeeeet...

yang kiri museumnya, saya malah masuk ke gedung yang kanan

yang kiri museumnya, saya malah masuk ke gedung yang kanan

Dan oh... museumnya lucu banget kayak kue tart... trus di balkon ada beberapa patung yang lagi dadah-dadah, sayang gak sempat saya foto karena buru-buru.

museum peranakan

jam buka museum

Pas di depan museum ada pangkalan taksi, dan kebetulan ada seorang supir taksi yang lagi ngelap-ngelap mobilnya. Langsung aja saya bajak untuk fotoin saya, hehehehe...

ada patung kakek dan cucu di depan museum, bagus ya!

Btw, patung si anak kecil tuh nunjuk ke patung ibu-ibu yang ada di balkon lantai dua, sayang gak kefoto..

Museum Peranakan ternyata museum yang children-friendly. Sangat menyenangkan untuk pengunjung kanak-kanak. Di berbagai sudutnya ada mesin embossed bentuk kupu-kupu, dan lainnya. Kertasnya harus kertas khusus, dan bisa diminta di bagian penjualan tiket. See.. kapan coba museum di Endonesah kepikiran kayak beginian?

Saya yakin sih, koleksi budaya Indonesia yang lebih beragam bisa eksis kalau dikemas dengan serius seperti koleksi museum ini. Gak jauh beda, kok. Misalnya aja pakaian yang dipakai bayi jaman baheula kayak gini:

baju bayi

popok dan bedong

ranjang pengantin

Setting kamar dan ranjang pengantinnya persis dengan yang sering saya lihat di film-film silat klasik. Lutunaaaa...

ruang telepon dari masa ke masa

Di ruangan ini ada perkembangan alat dari masa ke masa. Telepon dari jaman dulu sampai sekarang. Lucunya, kalau saya angkat telponnya ada suara di sana yang seolah-olah lagi ngobrol dengan saya, dalam bahasa Mandarin.

ruang persembahan??

Ini ruang apa ya, namanya? Buat persembahan ke dewa gitu kali, ya.. Sorry lho kalau salah..

ruang makan

Ini juga contoh settingan ruang yang keren banget! Ini ruang makan yang umum ada di keluarga-keluarga Singapore dahulu kala. Perabot, jendela, dan detil lainnya cantik-cantik banget! Sayang deh, dikacain.. kalau nggak saya pasti masuk dan ikutan duduk di dalam. Nah, kursi yang ada di kanan bawah foto boleh diduduki, jadi seolah-olah kita ikutan duduk di acara makan, karena dipasang rekaman suara dan kegiatan seolah-olah memang sedang ada acara makan.. Eh, kalo malam-malam sih kayaknya horror ya, ada suara doang tapi orangnya gak ada, hehehe..

kucing museum

Kucing ini ada namanya, tapi saya lupa. Dia kucing yang selalu nongkrong di museum ini. Setelah kucingnya wafat, dibuatkan patungnya untuk mengenang kecintaan si kucing atas museum. So sweeeeeeett...

with grandpa.. ;p

Ini kakek yang gandeng cucunya tadi.. karena gak ada orang yang bisa diminta tolong fotoin, akhirnya saya foto sendiri dengan hasil seadanya.

Sebetulnya saya masih kepingin mampir ke Singapore Philatelic Museum yang gak jauh dari situ. Sayang saya hanya punya 15 menit untuk pulang ke hotel, dan bareng rombongan langsung ke Changi.

Maka dengan berat hati saya nyetop taksi. Selesai sudah 'petualangan' menyenangkan di museum-museum Singapore ini.

Lain kali saya pasti ke sini lagi! dan PASTI mampir ke museum lagi!

crossposting dari sini


Tag: jalan-jalan, singapore

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

TalkToJono 0 0
baju pink nya nggemesin.. pengen tak pake sendiri : p

semakin memuncak hasrat kesana.. : D
warm 0 0
dohh koneksi ini ga bisa loading gambar2nya : ((
pipitta 0 0
TalkToJono: emang gemesin.. ukurannya keciiiil banget kayak buat bayi *lho, emang baju bayi*

warm: : ( hwaaa... begimana atuh??

Silahkan login untuk memberikan pendapat