surat cinta pertama 5
Rabu, 3 Feb '10 01:48
Kepada Yang Terkasih,
Belahan Jiwaku
Di_
Villa Penantian
Sebelumnya maafkan aku yang telah lancang mengirimkan surat ini untukmu. Aku tahu kau sama sekali tak mengenal diriku, begitu sebaliknya. Karena itu, melalui surat ini, aku ingin pula memperkenalkan diri sebagai orang yang memujamu.
Aku adalah seseorang yang masih belajar memaknai kehidupan. Mencaritahu sesuatu yang mungkin orang lain tak sempat pikirkan. Orang-orang memanggilku Si Buta dari Gua Cinta. Karena aku selalu buta ketika bertemu cinta. Sama halnya dengan rasa saat bertemu kamu.
Tidak banyak yang menyebutku tampan, namun sangat banyak orang yang menyebut tak rupawan, jumlahnya lebih banyak dari orang yang tidak menyebut tampan tadi. Aku suka hitam, tapi bukan itu berarti aku juga akan menghitamkan hidupmu yang putih. Aku hanya suka hitam karena dia bukan warna. Sudah pernah mencetak foto? Pertanyaan mereka pasti, berwarna atau hitam putih? Benarkan? Hmmm aku suka hitam karena mirip dengan kulitku. Oh iya, kadang orang menilai hitam itu kotor, jadi kalau menggunakan hitam, tidak akan terlalu jelas kotornya. Begitu pula dengan warna pakaianku.
Aku suka berita. Tentang duka atau gembira. Aku senang mengetahuinya lebih cepat dan menemukan hal-hal yang mungkin tidak disampaikan padamu di dalamnya. Aku mudah kecanduan. Kecanduan pada berita misalnya, rokok, kopi, atau kecanduan senyummu. Saat di Metro TV ada berita tentang bahaya merokok, aku langsung berhenti merokok. Tapi, saat Kompas menayangkan peringatan tentang bahaya senyummu, aku langsung berhenti membacanya. Karena aku memilih terjebak dalam tawamu meski itu membunuh perlahan.
Melalui surat ini, aku ingin mengutarakan isi hati. Aku mencintaimu. Meski aku mudah lupa rasanya jatuh cinta, seperti juga lupa untuk bertemu nasi hari ini. Jika tak melihatmu sehari saja, aku seperti hilang keseimbangan. Bertanya-tanya dalam hati. "Ke mana kau menghilang hari ini? Aku mencarimu sekeliling jalan. Bertanya pada panas hingga mengais dalam dingin. Tidak kau tahu aku sudah dicemoohi manusia tak bernyawa berjam tadi? Di mana kamu? Keluarlah sekarang dan jangan menyiksa hati lagi. Karena aku sedang sangat tidak ingin mengeluhi peluh,"
Itu saja mungkin. Aku tidak punya daya lagi untuk menyewa kata. Cepatlah di sini, aku tahu kau pun menginginkannya. Aku tahu, di denyutmu hanya ada darah rindu untukku. Cepatlah pada lokasi di mana seharusnya kamu berada. Di sampingku, meski harus berbagi nafas. Cepatlah, selamatkan aku dari puisi bertangis pedih ini.
Ku harap kau tidak diam meski enggan membaca surat ini. Terimakasih.
Dari Pengagummu,
Aku
Terkait:
-
Surat Terbuka untuk Calon Anakku...
Rabu, 16 Mei '12 11:11 -
Surat Cinta Terbuka Untuk Istriku (Refleksi 13 Tahun Usia Pernikahan)
Minggu, 22 Apr '12 05:06 -
surat cinta 2
Jumat, 24 Feb '12 15:42
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
fayyyyy: Nggemesin
-
N4raku: Menggoda
-
sugiman partodikromo: Nggemesin
-
NuigeL Mama Macan: Nggemesin
Komentar:
masih menebak2 nebak nih saya
synster & cryflame : butuh clue gak bro??..
N4raku : trims
Silahkan login untuk memberikan pendapat