Pesta Topeng 3

Rabu, 3 Feb '10 14:52

"Mari kita buat pesta ini gila dan menjadi hebat, Lana,"

Pelukan hangat Lana erat rapat memeluk punggung kekar Bara. Begitu gesit Bara mengendalikan laju kuda phoenix, teman kembaranya, dan mereka pun bergerak melesat cepat menuju acara pesta.

Tertangkap jelas di mata Lana, Bara bersemangat. Dia sangat ingin menjadi begitu hebat di mata Lana.

"Akan kubuat kau memujiku hebat, dear,"

"buktikan saja..," Lana melekatkan topeng di wajahnya, bergerak menaiki tangga dan lalu memasuki kamar dimana ada ranjang yang telah dipilihkan Bara untuknya, tempat mereka akan berpesta.


***

Percik Kenzo daun di tubuh Lana menelusupkan aroma wangi yang memenuhi rongga hidung Bara, sangat memabukkan.

"aku suka wangimu, Lana," sebuah senyum tipis terlukis di bibir Lana. Matanya masih setengah terpejam, sepertinya Lana kelelahan setelah berpesta dan sempat tertidur.

Masih dirasakan tangan Bara melingkar di pinggangnya. Hembusan hangat nafas Bara yang sedikit memberat terasa di punggungnya yang telanjang.

"kau suka pestanya, dear?," Lana memecah kesunyian pesta yang sempat hingar bingar dipenuhi suara desah lenguh. Sebuah pertanyaan tak penting untuk dijawab Bara terlontar juga, meski Lana sudah sangat tahu jawabannya.

Lana membalikkan tubuh , menarik selimut dan membungkus tubuh telanjangnya lalu berbaring di dada bidang milik Bara.

"aku suka pestanya. Kunikmati seorang Lana sepenuhnya, ketelanjanganmu, bahkan keliaranmu yang tersembunyi dibalik wajah lembutmu itu telah terlihat olehku, Lana,"

Lana mengecup bibir Bara, melesakkan gairahnya pada ciuman Bara yang Lana suka. Sesaat ciuman panas itu lalu dilepaskan.."aku sudah tahu kau akan menyukainya, dear,"

Pesta telah berjalan sangat hebat dan meriah. Bara terlepas bebas. Kelegaan melingkupi dirinya, hasratnya pada Lana telah tertuntaskan. Namun Lana tak merasakan itu. Sekuatnya Lana mencoba menikmati pesta yang dipersembahkan Bara untuknya, tapi ego terus menguasai dan menyerang hatinya, ia masih tak mau mengganggap Bara hebat.

"sepertinya kau harus sedikit memaksaku mengatakan dirimu hebat, Bara," Lana membatin, memandang terharu pada Bara yang terlihat sangat percaya diri bahwa dirinya telah berhasil 'menjatuhkan' Lana.

Namun batin Lana yang terus disesaki perasaan tak puas, tiba-tiba saja teraliri rasa hangat dan nyaman.

"kau memandangku seperti itu, Bar, kenapa?" Tak dipungkiri Lana suka cara Bara menatapnya.

"aku senang menikmati keindahan dan keunikan yang kamu miliki, Lana" Bara tersenyum.

"mata yang sangat coklat, dan aku suka itu. Bagiku kau seperti sebuah lautan, begitu tenang tapi di dalamnya menyimpan energi yang luar biasa dahsyat,"

Lana hanya tersenyum.

"Perempuan-perempuan itu pasti sangat suka dengan puja-pujimu, Bara, tapi maaf, mulut manismu itu tak menyuguhkan madu memabukkan untukku" Lana berbicara dalam batinnya.

Sedang Bara jumawa dalam batinnya.."aku sangat tahu, mereka juga kamu suka dipandang hebat, kubuat kalian senang dan bangga, juga menjadi sangat percaya diri sepertiku,"

"kau tahu, dear..piala itu masih ada padamu, kau masih menjadi jawaranya, yang masuk dalam kategori terhebat dan terliar," Bara melempar rayuannya ke udara, mencoba membuat Lana mabuk, sayang Lana memilih menangkis rayuan itu.

"aku tak pernah butuh piala, apalagi menjadi jawara. aku yakin kau katakan ini juga pada perempuan-perempuanmu tentang 'kaulah yang terhebat dan piala itu masih ada padamu, dear"! betul begitu, Bara?,"

Bara hanya diam, diakuinya Lana tak hanya berhasil menelanjangi raganya, melepas erat topeng di wajahnya, bahkan yang terdalam dari batin dan pikirannya, Lana telah tahu.

"aku sangat tahu kau kesepian, Bar. Kau ciptakan banyak pesta. Satu perempuan terpilih sebagai special guest dan mendapatkan tiket masuk ke dalam pestamu. Pada perempuan itu kau memintanya agar bisa mengubah hidupmu menjadi lebih meriah dan seru," dipandangnya lekat dekat mata Bara, sepasang mata yang sama coklat seperti mata miliknya.

"Lalu jika kau pikir dengan pesta ini kau bisa menjatuhkan aku, kamu sangat salah, Bara. Aku terlalu kuat untuk kau robohkan"

Bagi Lana pesta yang dipersembahkan Bara untuknya tak hanya membuatnya bersenang-senang sesaat, dalam pesta itu Lana tengah mempelajari juga pribadi seorang flamboyan seperti Bara.

"jujur, aku tak menikmati pesta ini bersamamu," Bara terkesiap namun tetap mencoba untuk tampil tenang.

"Jika perempuan-perempuan milikmu itu menginginkan bisa mencapai puncak kenikmatan bersamamu, aku tidak, Bara,"

Lana sangat unik, bahkan Bara mengakui itu. Berkelana bersama Bara bagi Lana terasa nikmat hanya saat keduanya saling menelanjangi diri dalam 'brainstorming' mereka. Bicara liar tentang segala hal di atas ranjang hangat dan empuk mereka di tengah siang itu. Mulai dari soal konspirasi politik licik di negeri antah berantah ini, tulisan-tulisan Lana yang Bara nilai sangat seksi, buku-buku favorit Bara, hingga pengakuan Bara tentang kumpulan lagu 'Petualangan Sherina' yang disukainya.

"Hei, ini ternyata sisi polos yang tersembunyi dari seorang Bara..hmm, i like it!"

"aku tak pernah butuh orgasme puas itu denganmu, toh kau memang tidak sanggup memberikan itu padaku, dear. Itulah benar jika lalu kunilai dirimu tak pernah hebat, dalam hal seks juga perempuan,"

Lana ingin Bara tahu, dirinya tak pernah sama dengan perempuan-perempuan itu. Bahwa seorang pengelana seperti dirinya tak pernah sudi mengakui kehebatan kawan kelananya, pada Bara sekalipun. Sedang Bara ingin perempuan-perempuannya, tak terkecuali Lana berteriak lantang ke udara dan mengakui kehebatan seorang Bara.

"suatu saat nanti kau pasti akan mengakui kehebatanku. The party is over, but show must go on, dear. Aku sangat yakin kau masih ingin berkelana denganku dan bersedia datang lagi ke pestaku," Begitu jumawanya Bara meyakinkan Lana.

"seyakin itu dirimu, Bara..kau bahkan tak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan sana, kecuali dirimu seorang Lucinda Embry" Lana tak menyukai kearoganan Bara yang muncul begitu jelas.

Pada pesta itu terlihat seorang Lana dan Bara masih dalam ketelanjangan mereka, masih dengan topeng yang melekat erat di wajah. Keduanya terus berusaha saling menjatuhkan dan melumpuhkan kawan, sekaligus lawan.


Tag: affair, pesta, relationship, Topeng, Lana, Bara

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

hopedvd4eva 0 0
mmm... bingung mo komen apah : D
Capella 0 0
selalu suka bac petualangan Lana dan Bara : )

NIce mba : )
NuigeL 0 0
Woogghh... Keren banget ini. Mulai ada konflik....

Silahkan login untuk memberikan pendapat