Karena Cinta dan Benci Datang dari Tempat yang Sama 69
Senin, 18 Jan '10 14:55
Batas cinta dan benci konon setipis kulit bawang. Kepada orang yang (pernah) kita cinta setengah mati, suatu saat kita bisa benci ¾ mati. (Bunga 25%, jauh di atas BI rate). Iya, sumbernya memang sama: hati.
Ketika kini aku membencimu, itu karena aku mencintaimu sampai pada titik di mana hatiku hancur menyerpih karenanya.
Ada ungkapan kami orang Batak-walaupun nggak menggambarkan karakter pemilik ungkapan itu ya-indang di ho, indang di ahu, tumagonan ma tu begu. Harfiahnya kira-kira, "gue ngga dapet, elo juga ngga boleh dapet, mending buat hantu sekalian!"
Inilah barangkali yang menjadi ruh dari SMS yang bernada geram itu: "Lo udah buat idup gw hancur. Skrg giliran idup elo gw buat berantakan!" Ketika Anda hubungi kembali, nomor pengirim SMS itu tak pernah lagi aktif, selama-lamanya.
Sampai di sini, defenisi itu, bahwa mencintai berarti menginginkan kebahagiaan untuknya, walau tak harus bersamanya atau memilikinya, menjadi basa-basi yang beneran basi. Atau kita memang tak pernah mencintai siapapun, kecuali diri kita sendiri?
Maka ketika diri kita-satu-satunya yang kita cintai itu-tersakiti, pelakunya harus merasakan sakit yang sama, plus bonusnya tentu saja, sekalipun ia adalah seseorang yang, once upon a time, kita sebut sebagai yang tercinta.
Yang lebih kacaunya, seringkali tak ada siapapun yang menyakiti kita sebenarnya, kecuali diri kita sendiri. Tapi kita harus menemukan seorang terdakwa untuk penderitaan ini, dan orang itu adalah dia!
Jadi inget ungkapan orang Batak lainnya. (Doh, kok jadi sangat Batak nih tulisan). Hassit mulak mangido, humassitan mulak mangalean. Emg sakit ketika permintaan kita ditolak, tp ngga sesakit kalau yang ditolak itu pemberian. Apalagi kalau yang diberikan itu adalah hati...
Ketakutan akan penolakan, telah menjadi teror yang menyeramkan dalam kehidupan, yang mewarnai kisah nyata umat manusia, juga skenario rekaan di layar sinema. Kita kadang sulit menakar, mana yang lebih perih: cinta yang tak pernah diucapkan, atau cinta yang terucap, tetapi berujung penolakan.
Apakah kita punya hak membenci seseorang, hanya karena dia tidak menerima hati yang kita berikan? Apakah kita boleh mengatakan, "Karena cintaku tak kau butuhkan, berarti yang kau perlukan dariku adalah kebencian?"
Entahlah... Tetapi saya, dan banyak orang yang saya kenal, pernah seperti itu. Sampai kemudian saya tahu, cinta yang ditolak bukanlah akhir segalanya. Benar, semua memang akan berakhir jika cinta yang "ditolak" itu kemudian kita biarkan melintasi batasnya yang setipis kulit bawang, menjadi kebencian. Orang yang tadinya masih agak Simpati dan menganggap kita Fren, pasti berubah menjadi Mentari, membakar kita dengan bara amarahnya.
Padahal ada option yang lebih baik. (1) Pamit baik-baik, mengemas kembali tumpahan hati yang tak menemukan muaranya itu, mencari samudera lain yang membutuhkannya, yang benar-benar bisa menghargainya.
Atau...
(2) Jika sungguh tak bisa pindah ke lain hati, tetaplah mencintainya, karena sebenarnya, tak siapapun yang bisa menolak persembahan cinta. Bukankah mencintai adalah hak setiap orang? Tetapi tentu saja, mencintalah dari jauh, melayarkan rindu yang tak pernah kunjung berlabuh. Sayangi dirinya tanpa membuatnya merasa terganggu. Panjatkan do'a untuknya, walau dia tak pernah tau, memohonkan bahagia untuknya, walau kebahagiaan itu dibaginya bukan denganmu.
Menyedihkan? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Yang jelas, itu tidak sekonyol cinta yang bermutasi jadi benci tadi. Lagian, Tuhan konon menyimpan sebuah janji rahasia di langit sana: bahwa tak ada balasan bagi cinta sejati, kecuali cinta sejati pula.
Siapa tau, ini cuma persoalan waktu...
Terkait:
-
Tak akurnya kita itu...
Senin, 16 Jan '12 11:24 -
Dalam Perut Bumi
Rabu, 14 Des '11 10:05 -
>.<
Sabtu, 1 Okt '11 15:33
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Zhafira: Inspiratif
-
yohanes hans: Megang banget
-
capella: Megang banget
-
donyariya: Megang banget
-
Severus: Inspiratif
-
queeny o corner: Megang banget
-
reawing: Megang banget
-
nivita: Inspiratif
-
NuigeL Mama Macan: Megang banget
-
alisyah: Inspiratif
-
chiil: Megang banget
-
si muda berkualitas: Inspiratif
-
sabishigaru: Megang banget
-
Mat Koplo: Megang banget
-
Sudonim: Megang banget
-
Mayor Nuning: Megang banget
-
miayam: Megang banget
-
princessa ayu: Megang banget
-
Lycoris: Megang banget
-
choro: Megang banget
-
weirdaft: Inspiratif
-
tomomi: Inspiratif
-
rinibee: Megang banget
-
paper plane: Megang banget
-
alteregoku: Megang banget
-
ozel: Megang banget
-
fochi: Megang banget
-
venus: Megang banget
-
embun pagi: Inspiratif
-
Omiyan: Megang banget
-
dije: Megang banget
-
nisak: Inspiratif
-
arcenciel: Inspiratif
-
Itik dan Induknya: Inspiratif
-
kebo kurus: Inspiratif
-
lala_lili: Menggoda
-
cyraflame: Megang banget
-
Zia Ulhaq: Megang banget
-
Silly: Megang banget
-
langitsatubintang: Megang banget
-
fla: Megang banget
-
Queen Bee: Megang banget
-
dwarf: Inspiratif
-
kelapa_manis: Inspiratif
-
purple baloon: Megang banget
-
not used: Megang banget
-
rielearning: Megang banget

Komentar:
saya sudah susah2 bantu yang punya lapak buat gelaran
bang enriqueza inget ya perjanjian kita 60:40 dari omset
Jadi itu yang menyebabkan cinta dan benci berbeda tipis ya mas
suka banget postingan ini
buat disclaimer lagi dueh disini
hasil pamor bakalan dibagi 90 buat saya 10 buat sang penulis. sesuai pejanjian belakang layar
Jangan salahkan orang lain yang tidak punya rasa yang sama ...
nice post bang enriqueza
dan memang selalu keren tulisannya
*moga moga bisa begitu*
saya tidak sependapat kalo cinta dan benci datang dari tempat yang sama, kalo yg dimaksud adalah hati
hati hanyalah "tempat" utk merasakan apa yang kita tanggapi dari apa yang terjadi dan kita rasakan dalam hidup kita
perasaan cinta atau benci datang dari suatu "ada" yang kita manusia tidak tahu secara pasti dari mana datangnya, krn itu adalah sesuatu yg abstrak. yang menjadi nyata adalah ketika kita merasakannya didalam apa yg kita sebut hati.
katanya cinta dan benci datang dari suatu "ada" yang berbeda dan saling bertolak belakang dan sepertinya saling berebut posisi / tempat dihati kita
maap.... koment sok tau
kalo kurang berkenan harap dihapus oleh moderator
kamu kali yg nyari saya
Mas, mbok ya bikin tulisan sendiri gitu. Jadi bisa lebih enak, bisa nulis lebih panjang...
*ngomporin mas Yohannes*
tulisanku elek
eniwei, bijak sekali
sungguh
like this,
semestinya memang begitu
ah keren pokoknya
pengen nulis bagus macam ini..
kadang begitu lembut dan menyamankan,
gak jarang juga jadi bumerang...garang dan bersimbah darah
walau berdasarkan posting diatas bermuara dari tempat yang sama, rumah yang sama...
ah saya jadi teringat lagu tentang rumah, tembangnya bang tongam sirait, judulnya tapature...
Sugarima nian hita marsada
Tapasada ma rohanta tuhadengganon i
Oh ale bangso Batak di luat portibion
Tapasada ma rohanta tapature ma hutanta
Tapature ma hutanta
yang artinya....
saya juga ga tau
tapi enak kok lagunya... hehehe
enriqueza : hai bang Manis Javanica
*dadah-dadah dari atap Monas*
jiahhh.... senior dateng
queeny o corner: yah, rahasia bisnis ituh.. skrg udah bisa log in, tp lewat versi mobile.
Zhafira: iya. asal yg penolakan itu gak disertai penghinaan segala sih.
sara_queen: sama, selalu buat semangat, komen_a.
Severus: membutakan. hm, mirip diabetes ya.
reawing: mksh.
ngelamun gak jelas aja hasilnya gitu ya. hayu, ngelamun yg jelas dong...
yohanes hans: iya, pak. itu sudut pandang yg terlalu berharga kalo 'cuma" dijadiin komen. :d *ikut NuigeL Mama Macan ngomporin jg*
alisyah: benci = benar2 cinta. wakakakakaka... inget lagu2 jadul.
warm: gak bisa log ini ke situs tercinta inih om. jadi minta tolong.
devieriana: wakakaka, manis javanica. wujudnya tak seindah namanya. *guling2 kayak trenggiling*
saya suka bagian ini....
bahwa mencintai berarti menginginkan kebahagiaan untuknya, walau tak harus bersamanya atau memilikinya, menjadi basa-basi yang beneran basi. Atau kita memang tak pernah mencintai siapapun, kecuali diri kita sendiri?
DAN INI....
(2) Jika sungguh tak bisa pindah ke lain hati, tetaplah mencintainya, karena sebenarnya, tak siapapun yang bisa menolak persembahan cinta. Bukankah mencintai adalah hak setiap orang? Tetapi tentu saja, mencintalah dari jauh, melayarkan rindu yang tak pernah kunjung berlabuh. Sayangi dirinya tanpa membuatnya merasa terganggu. Panjatkan do'a untuknya, walau dia tak pernah tau, memohonkan bahagia untuknya, walau kebahagiaan itu dibaginya bukan denganmu.
Ini sprti menendangku ke laut yang terdalam dan menenggelamkanku....
nice posting, mas.. saya suka bangeettt...
miayam: mudah2an mudah jg melupakan dan memaafkan. biasanya sih gitu.
mungkin karena saya tidak pernah memberikan hati saya sepenuhnya pd org lain.
ataukah karena doktrin kebesaran cinta yg ditanamkan sejak kecil, seperti "kasihilah musuhmu,dan berdoalah bg orang yg membencimu"
itu antisipasi yg cerdas.
mengasihi musuh itu mgkn level kemanusiaan tertinggi yg bisa kita upayakan.
enriqueza : dari mananya kamu bang? lama kali dirimu cuti,jd susahlah masuknya..
*menjuraaaaaa*
suka sama opsi ke-2nya, meski saya cenderung masih mengikuti petuah para don. revenge is a dish best cold.
atau, saya harus belajar sama don enriqueza, biar bisa lancar mengaplikasikan opsi ke-2 diatas???
PS:jadi ingat saya kalimat yg ini "gue ngga dapet, elo juga ngga boleh dapet, mending buat hantu sekalian!"
wkwkwkwkwk....
Sayangi dirinya tanpa membuatnya merasa terganggu. Panjatkan do'a untuknya, walau dia tak pernah tau, memohonkan bahagia untuknya, walau kebahagiaan itu dibaginya bukan denganmu.
saya tidak pernah bisa membenci orang yang pernah saya cintai..
karena..
Tuhan konon menyimpan sebuah janji rahasia di langit sana: bahwa tak ada balasan bagi cinta sejati, kecuali cinta sejati pula..
Nice...^^
dalem banget buat gw..
"Jangan total, biar kalo mental gak berakibat fatal"
Memang bener, kalo ngga total, ngga pernah mental dan ngga bakal berakibat fatal.
Tapi apa ndak menyesal, kalo ndak pernah total, ndak tau seperti apa indahnya andai ternyata akhirnya tidak mental ?
kok mau belajar samaku pulak? emg tampangku kayak secret admirer kawakan ya? naseb... naseb.
rinibee: sweet. gak pernah bisa benci seseorg yang pernah disayangi. all of us, should do it that way, sebenernya.
MedGirL & galaurangers: mksh.
Mat Koplo: kyknya tergantung mahzabnya, mbah. ada yg memilih totalitas, ada yg safety player. tp kdg semua terjadi di luar kontrol kita sih, mbah.
L'Revolution: yup. you're your heart, and what inside it.
mas stein: iya mas, saiki lagi akeh "reportase partisipatif" nang luar kota, mas. (masi inget aja soal itu, wakakaka)
jadi inget petuah guru saya dulu, cintailah apa yang kamu cintai sekedarnya saja karena apa yang kamu cintai hari ini bisa jadi besok kamu benci, dan bencilah apa yang kamu benci sekedarnya saja karena bisa jadi apa yang kamu benci hari ini besok kamu cinta.
kalo yang saya pahami posesif itu bukan cinta, lebih cenderung pada nafsu menjajah
Omiyan: iya, mas yg satu enih emg layak diekorin, eh, dibuntutin gitu.
enriqueza: kan supaya ilang sedikit demi sedikit karakter mafiosonya itu bang. jd gak usah ngeracun aspanu lagi hehehehe...
terlalu tipis memang untuk memisahkannya
yang mampu memisahkannya hanyalah hati yang ikhlas
saya suka potongan "Tak ada balasan untuk cinta sejati, kecuali untuk cinta sejati juga".
Dan memang, masalahnya hanya pada waktu dan kesabaran.
Bakhhhh!!!
saya juga ini dah sabar, mana cinta sejatinyaaaaaa????
*curcol gak jelas*
hayo, mari semua... ada true love yg available ini...
teriakin aja dah om
Cewek cewek nih pada kemana sih
*makin malam makin berdebarrrr*
Saya senang tokoh pemingkal-mingkal balik lagi, and setuju sama @wongiseng... gak tulisan gak komentar... semuanya keren!!! Tulisan berima, komentar juga berima... keren kaliii kau bang...
*nyiapin baju, minta tanda tangan
yang ini berat ya bang enriqueza. saya belum bisa nih
I love you, L
Silahkan login untuk memberikan pendapat