Bara si Pengembara 13
Senin, 18 Jan '10 16:15
Pria cupu, cungkring dengan kacamata besarnya itu telah bermetamorfosa layaknya kupu-kupu jantan, mengepakkan sayap kuatnya, lalu hinggap, mengisap sari bunga-bunga cantik di taman Firdaus.
Dialah Kembara, teman nakal sang Kelana.
"Aku tak pernah tertarik di awal jumpa kita dulu, Bar..bagiku kau terlalu biasa," Lana membuka percakapan intimnya dengan Bara di sebuah cafe, di ujung senja.
"tapi Bara yang sekarang jauh berbeda, Lan," Bara mendekatkan wajahnya pada Lana..Harum Kenzo daun tercium lembut menggelitik gairah Bara ingin mencium bibir merah basah Kelana.
"bisa kau buktikan itu, Bar?," kerling mata coklat Lana tertangkap sudut mata Bara, nakal!
"i will prove it!,..berikan aku kesempatan itu dan kau akan tahu betapa hebatnya seorang Kembara," Bara sedang menunjukkan sisi dirinya yang arogan.
Bara suka dunianya, dipenuhi energi dan vitalitas. Tak hanya karir cemerlang yang telah dicapainya, Bara ingin hidupnya selaras dan selalu bahagia. Dan seks juga perempuan adalah tempatnya mendapatkan bahagia itu,"
"seks dan perempuan, dua hal yang menyenangkan, Lana. Peduli setan itu semu sesaat, aku menikmatinya,"
"sama seperti Hugh Hefner, yang tak pernah merasa tua, karena hidupnya dilingkupi perempuan.., and i wanna be like him!" sosok seksi Bara diam-diam telah membuat debar di hati Lana.
"Hmm..let's do it, dear, taklukkan seorang Kelana," Lana menanti aksi Bara, berkelana bersamanya.
Bukan tanpa sebab Bara menjadi seperti itu, pengembaraannya dimulai setelah get laid pertamanya dengan sang senior di kampusnya.
"jujur aku sangat takut saat itu," seorang polos seperti dirinya tiba-tiba diserang wanita buas yang haus dibelai.
"itulah awal pengembaraanku dimulai, Lana..'serangan' itu telah memberiku sebuah kekuatan, bahwa aku bisa dan pasti menjadi yang terhebat yang mampu melakukan lebih baik dari awalan pertama,"
Tubuh Lana rapat mendekat di tubuh Bara yang hangat, dua bukit indah milik Lana bersentuhan dengan dada kekar Bara.
"buktikan saja dan setelah itu baru aku bisa menilaimu hebat..,"
"So, kapan kita bisa mulai pesta topeng itu,?" Bara berbisik lembut di telinga Lana, menatap mata coklat Lana dan lalu memberinya sebuah ciuman terbaik seorang Kembara.
Bibir keduanya saling memagut, desah lenguh Lana menikmati ciuman Bara meriahi suasana di pojokan meja kafe di senja itu. Lalu lalang pengunjung kafe tak lagi mereka hiraukan.
Lana melepas sesaat ciuman panas Bara di bibirnya,
"atur saja, Bara..kutunggu kau beraksi menaklukkan seorang pengelana sepertiku, topeng akan siap dilekatkan di wajah kapanpun kita mau dan siap" Ditatapnya mata coklat Bara begitu dalam.
Seorang pengunjung cafe terlihat tengah menikmati aksi mereka.
"Hei,..ini pesta kami, kamu mau gabung?," Tersentak Lana melihat Bara menawarkan si pengunjung cafe itu untuk bergabung.
"Kau ingin dia bergabung dengan kita, Bar?," Lana menunjuk pria itu.
Kembara ingin menghidupkan terus api baranya yang diperciki gairah dan kegilaan-kegilaan di setiap pengembaraannya membuat hidupnya menjadi lebih hidup.
"Hmm..kamu salah jika aku setuju dengan ide gilamu itu, Bara..seks bukan seperti sebuah acara makan bersama, aku sebagai hidangannya dan kalian begitu rakus dan main keroyok menikmati aku.." protes Lana.
"hahaha..iya, kalau kau tidak berkenan itu tak jadi soal kok Lana," Bara mendamaikan Lana.
"Aku ingin tahu, Bar, seberapa kuatnya keyakinanmu bisa menaklukkan aku?. Jangan terlalu percaya diri, dear. Rasamu yang terlalu berlebihan itu aku yakin akan menenggelamkanmu perlahan,"
Bara terkekeh..aura bengalnya tersirat jelas di mata Lana.
"seorang Kembara sangat percaya diri, dear. Selama aku lihai menjalankan kapalku, aku yakin tak akan pernah jadi tenggelam. Terbukti pulau-pulau indah di luar sana telah menjadi bagian dari pengembaraanku,"
"Kau tahu, kuundang bidadari-bidadari kesepian itu datang ke pestaku, kubuat mereka merasa hebat, memuji dan bangga padaku, itulah kenapa aku selalu sangat percaya diri kamu juga akan bisa kutaklukkan, dear" Bara berbisik menggoda Lana.
"kamu salah, aku bukan bidadari kesepian, Bara. Kelana mengasyikkan terlalu membuat hidupku cerah meriah dan tak pernah sepi," Lana membatin.
Surya di ujung senja semakin tenggelam, acara kencan panasnya bersama Bara pun harus disudahi. Sebelum topeng itu dilepaskan, dibisikkannya halus di telinga Bara..
"we'll see, apakah Lana akan mengakui kehebatan seorang Bara,"
dan Lana berlalu meninggalkan Bara..meninggalkan rasa penasaran di hatinya tentang sosok Kelana. Sebuah pengembaraan maha sulit Bara sedang dimulai.
Tag: affair, relationship, Topeng, Lana, Bara, kelana, kembara
Terkait:
-
Farewell Kiss: Cinta yang [mungkin] Salah..
Senin, 22 Mar '10 20:31 -
Pesta Topeng
Rabu, 3 Feb '10 14:52 -
Pria Gelap, Sang Hero dan si Perempuan Nakal
Senin, 28 Des '09 11:03


Komentar:
sedikit panas rupanya
semakin penasaran
ayo ayo lanjutannya mbak
chiil: kegerahan ya
*kipas kipas dulu*
Bara ini kok ada miripnya dg saya ya?
Pertarungan mental sesama pecinta. Womanizer vs Manizer. (bener ndakan?)
hihihi
masa sih kamu mirip Bara?..*tak percaya*
lanjut
lanjut
lanjut
Silahkan login untuk memberikan pendapat