Biarkan Hati Kita Berjabat Tangan Kembali... 22
Kamis, 7 Jan '10 13:24
Kita kembali duduk berhadapan. Satu meja. Hanya aku, kamu, segelas coklat hangat dan cappuccino dingin pesananmu. Sebuah pertemuan tak disengaja yang membuat waktu kembali menjadi milik kita.
Hening. Kita berdua hanya terdiam. Aku sendiri tak akan memulai percakapan. Gengsi? Yah, anggap saja begitu... Atau lebih tepatnya lelah. Lelah karena dulu selalu aku yang memulai pembicaraan diantara kita. Semua pembicaraan penting yang menyangkut ‘kita', selalu aku yang memulai...
"Kok jadi diem-dieman gini yah?" Kalimat pertama meluncur dari mulutmu setelah aku dan kamu sama-sama sibuk dengan pikiran kita masing-masing.
"Ya masa' mau bikin kerusuhan disini?! Yang ada kita digebukin orang-orang di sini." Satu senyuman kusunggingkan tanpa melihat kearahmu.
"Hahaha, gak ada yang berubah ternyata dari kamu."
Pernyataan yang ingin kusanggah. Aku berubah. Dan jangan bersikap seolah kamu adalah orang yang paling mengenal aku sekarang. Kamu tahu, seharusnya kita saling berjabat tangan kembali sekarang, memperkenalkan diri masing-masing, membuat pembicaraan basa-basi untuk memulai perkenalan kita. Karena aku tidak sama seperti dulu dan aku yakin, kamu pun tak sama lagi sekarang. Tapi aku menahan diri, tak kusanggah pernyataanmu, aku hanya tersenyum...
Pembicaraan berlanjut, kali ini tentang kehidupanmu dan juga kehidupanku. Kehidupan kita masing-masing. Hingga coklat hangatku mendingin dan habis kuseruput serta gelas cappuccino-mu kosong, pembicaraan ini selesai.
"Kita harus ketemu lagi kapan-kapan. Aku kangen banget ternyata ketawa dan ngobrol b
areng kamu." Ujarmu sebelum kita berpisah.
"Boleh... Atur aja kapan enaknya."
"Siph!!! See you soon.." Kamu melambaikan tangan sambil memutar badan. Kubalas lambaian tanganmu dan kuputar badanku.
Kembali aku berbicara dalam hati sambil tersenyum.
Ada yang tak berubah ternyata. Dari sekian banyak hal yang kupikir telah mampu aku ubah...
Aku tetap menyukai pembicaraan kita, dengan atau tanpa segelas coklat hangat kesukaanku.
Aku tetap menyukai tawa yang tercipta diantara kita...
Dan ternyata aku tetap menyukaimu. Itulah yang paling tidak berubah, kamu tetap disitu. Ternyata masih ada kamu bersembunyi dengan sangat baik disana, di hatiku...
Dan kali ini, bolehkah hati kita berjabat tangan kembali?
Membiarkannya saling memperkenalkan diri... lagi...
Tag: cinta lama
Terkait:
-
Tuhan Tolong kami, Ampuni Kami ...
Jumat, 24 Jun '11 10:14
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
rinibee: Nggemesin
-
chiil: Megang banget
-
si muda berkualitas: Nggemesin
-
Aurora Borealis: Megang banget
-
Lycoris: Megang banget
-
warm: Menggoda
-
NuigeL Mama Macan: Megang banget
-
embun pagi: Megang banget
-
untitled: Megang banget

Komentar:
GO FOR IT!!
L'Revolution: MERDEKA!!! *loh*
achmad: suit suit
chiil: seperti gulaaa, manis sekaliiii
jaman kita beda ...
ugghhh,,, berjabat tangan kembali sie bisa aja mbak hotchocolate tapi masalahnya berjabat hati dan me-re-instal kembali hati kan susah,,
rasa yang udah melekat susah diuninstal apalagi sampe tampak sperti baru,,
kalo gitu beli software hati yang baru aja yuk *loh*
kalo ada jualannya mau lah saya nyetok softwarenya
buat jaga2 kalo2 hati ini kenapa2,,
kq pas bener ma yg lg aq rasain skrg
ingin rasanya berjabat tangan dan hati kembali dengannya...
Lycoris: ayo mari berjuang kembaliii
warm:
embun pagi: hehehe, makasih makasih
Silahkan login untuk memberikan pendapat