Pernikahan : Ranah Individu atau Masyarakat ? 19

Senin, 30 Nov '09 08:52

Ya, jelaslah itu ranah individu (individual domain) atau paling banter ranah keluarga (family domain). Dengan siapa kita menikah, ya itu urusan kita kan ? atau paling urusan keluarga, sama ortu dan sanak keluarga lainnya ...

Tetapi pernahkah Anda membayangkan bahwa pernikahan bisa menjadi ranah masyarakat (public domain) ? Artinya, masyarakat (dalam lingkup tertentu) juga "menentukan" pernikahan Anda ?

Jika Anda berasal dari keluarga tentara (terutama para perwira) atau kebetulan Anda sendiri adalah tentara, maka urusan pernikahan bukanlah sekedar urusan individu ataupun keluarga, melainkan juga menjadi urusan institusi militer tersebut.

Seorang calon isteri dari seorang perwira militer harus melewati serangkaian evaluasi, baik fisik maupun psikologis dari institusi militer tempat suaminya dinas. Jadi, walaupun Anda berdua sudah cinta banget, tetapi jika institusi militer tidak menyetujui, ya pilihannya cuma dua, yaitu batal menikah, atau si laki-laki keluar dari dinas militer ... simpel saja kan?

Mengapa sampai ada aturan sesaklek itu ? Ya, pasti ada logikanya, dan itu bukan untuk mempersulit, sama sekali bukan, bahkan tidak rumit harusnya ... tetapi memang institusi itu punya norma2 yang mengikat setiap personelnya berkaitan dengan tugas dana tanggung jawab ..

Tugas kemiliteran memang susah untuk diduga, alias harus siap setiap saat jika memang ada penugasan. Bayangkan, jika si suami yang jadi komandan harus memimpin satu pasukan anak buah untuk ditempatkan di wilayah konflik. Taruhannya? Bisa nyawa lah ! Tentu saja para isteri satu pasukan itu dihinggapi rasa cemas bahkan bisa stress, entah apa yang terjadi pada suaminya di medan penugasan. Pada saat itu isteri komandan harus mampu menjadi pemimpin untuk para isteri anak buah. Bagaimana menenangkan para isteri anak buah, membuat suasana tetap ceria sehari-hari, adalah peran isteri komandan.

Nah, bagaimana kalo si isteri komandan itu yang tidak siap ? alih-alih memimpin para isteri anak buah, jangan-jangan dia duluan yang stress dan depresi ... kacau kan jadinya?

itulah sebabnya, kenapa dalam dunia kemiliteran, urusan pernikahan menjadi domain masyarakat (terbatas di keluarga kemiliteran), karena memang seorang isteri komandan harus siap lahir batin menjadi pemimpin bagi para isteri bawahan ... dan praktek seperti ini banyak dilakukan di berbagai negara ...

Lebih para lagi kalau mau menjadi isteri seorang intel atau agen rahasia (misalnya kerja di BIN). Pimpinan institusi harus yakin bahwa sang calon isteri harus siap lahir batin untuk menyimpan rahasia (tidak ember) ... dan yang terpenting, calon isteri bukanlah intel negara lain (ngeri kaleee ... ) atau tidak ada motif terselubung di balik pernikahan itu ...

Jadi memang betul, pernikahan itu adalah ranah individu dan keluarga ... tetapi pada kondisi tertentu, dia menjadi ranah suatu masyarakat tertentu ...

(Sebuah catatan untuk seorang sahabat yang lagi stress mau nikah dengan seorang anggota TNI, kok pake diperiksa segala ? ... jalani aja ya ...seperti kata kamu, cinta bisa mengalahkan segalanya ... )


Tag: pernikahan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

zulhaq Sinting 0 0
oh ya??? iya juga sih...yah begitulah

*komen ngaco* : ))
mas stein 0 0
pernah baca masalah ini di blognya serdadu95, perwira angkatan udara. katanya ndak ribet kok, katanya lho.. : D
ririsatria 0 0
zulhaq Sinting: hahahaha ... monday syndrome ! : D

mas stein: harusnya gak ribet sih ... cuma yang mau menjalani kan seru juga tuh rasanya ... : D
warm 0 0
itu namanya konsekuensi, bos : D
ririsatria 0 0
warm: setuju ... konsekuensi ...
zulhaq Sinting 0 0
ririsatria: loh...saya gak kena monday syndrome loh.

*mulut komat kamit berkeluh kesah*
Guardian Angel 0 0
[...calon isteri bukanlah intel negara lain..]

bukannya tugas intel biar gak kebuka kedoknya ? jadi inget mr. and mrs. smith.

saling memburu dan membunuh, tp love conquers everything at the end. *halah*
ririsatria 0 0
Guardian Angel: hahahaha ... iya tuh .. kayak Mr and Mrs Smith ... : D
dramaqueen 0 0
cinta penuh kedisiplinan....: p ...
sabai 0 0
nggak cuma tentara dan BIN bang...
rakyat sipil kalo dinikahkan setelah digrebek hansip juga jadi ranah publik tuuuh.... : D
queeny o corner 0 0
udah paket ndak bisa dtawar : D
linaling 0 0
sabai: malah enak dung, nikah gratisan : )), tapi malunya ituuuu
sabai 0 0
linaling: malu kalo mau ya ndak apa-apa toh... : D
linaling 0 0
linaling: wah, nanti masuk inpotaimen mbak, saya kan pablikpigur, nggak ah...

: ))
penyiar geblek 0 0
hoho yah begitulah di Indonesia mah apa2 ribet.... *angkat koper meninggalkan Indonesa*
rini bee 0 0
calon istri TNI siap lahir bathin.. siap juga klo ndak lulus tes-nya.. eh tapi ada ya yg ga lulus tes?
ririsatria 0 0
dramaqueen: istilah bagus : cinta penuh kedisiplinan : ))

sabai: oooooo ... jadi begitu ya pengalaman sabai ... hihihi ... gimana ceritanya dulu ? : ))

queeny o corner: paket komplit, sudah begitu dari sononya : )

penyiar geblek: akhirnya ... berkurang satu perusuh ... hahahaha : )) : ))

rini bee: siap lahir bathin ... gak lulus? well, setidaknya aku belum pernah dengar cerita tuh : D
maspaman 0 0
Yang aneh, seorang pria militer tidak boleh menikah dengan wanita militer yang pangkatnya lebih tinggi. Begitu yang pernah saya dengar. Artinya kalau pangkat si pria lebih tinggi, boeh-boleh saja. Hal yang sama konon berlaku di kepolisian. Misalkan benar, duh celaka bener. Urusan pangkat kok dibawa ke ranah domestik.

Lantas kalau pas kawin pangkatnya sama, lantas pangkat nyonya lebih tinggi apa harus cerai? Atau pangkat suaminya harus dikatrol padahal tak berprestasi? Celaka tiga belas kali seribu ini namanya.

Lebih celaka kalau pria sipil yang beristrikan wanita milter harus dikandangkan dalam wadah semacam Persit tapi untuk para suami. Byuh!
ririsatria 0 0
maspaman: semua yang Paman sebutkan di atas benar2 terjadi lho (kecuali yang terakhir itu) ... saya kenal beberapa pasangan di TNI dan Polri, di mana pangkat si isteri lebih tinggi dari si suami, padahal dulu pas menikah, pangkat si isteri di bawah si suami .. ya apa boleh buat ... tetapi mereka ditempatkan pada kesatuan yang berbeda ... dalam suasana dinas, ya si suami kasih hormat karena pangkat lebih rendah : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat