Lelakiku Posesifku 25
Jumat, 6 Nov '09 12:15
Lelakiku.. Cintaku...
Ingatkah kamu, ini adalah tepat malam ke seribu aku bersamamu, tidak sedetik pun aku meninggalkan tempat ini. Semua karenamu, semua buaian itu, pesonamu itu,membuat terlena dan jatuh kedalam sumur cinta yang terdalam.
Teringat seribu malam yang lalu, kau jemput aku, dimintamu memakai gaun terindah pemberianmu, aku bahagia... Oh cintaku, kita menghabiskan malam-malam penuh nafsu.. Indah, memang.. Aku menyukainya, saat kau berkata, "Kau adalah milikku"
Oh sayang, ya, miliki aku, cintai aku, gunakan aku. Malam itu, aku setuju untuk tinggal denganmu. Bayangkan, kita berdua, satu atap, dan menghabiskan waktu untuk bercinta.
Sudah seribu malam kita bercinta, seribu malam menghabiskan waktu itu. Seribu torehan di tubuhku akibat gaya bercintamu. Sadonism, eh? Apa itu istilahnya, aku lupa. Karena selama seribu malam ini, aku hanya menerimamu untuk bercinta, susah mengetahui tentangmu di dunia bebas. Toh, aku tetap disini menunggumu, di ruang penuh hasrat ini.. Setiap saat, sayang.. Walau dingin dan berdinding baja. Aku menunggumu..
Sekarang, tepat malam ke seribu .. Seribu percintaan antara kita, aku tidak sanggup lagi, sayang..
Rasanya sakit, darah dan perih di sekujur tubuhku oleh cambukanmu. Dan sekarang, mengapa kau tidak bilang terlebih dahulu, kau memiliki cara terbaru.. Menggantungku, heh? Kunikmati, sayang.. Namun, ini hanya sekali ini saja, ya.. Hanya sekali ini..
Kini aku tergantung disini, dingin mulai dari ujung jari kakiku. Kurasakan detak jantungku berdegup melemah. Dug.. dug.. dug...
Kau tersenyum, katamu
"Jangan menangis, tak lama lagi.. Kita akan menyatu, kau akan menjadi bagian diriku, sayang".
Terharu aku mendengarmu, kukatakan saja, "Aku mencintaimu, Jo".
"Aku juga, Ney sayang..." Ah, indah sekali kata-kata itu. Hingga kebahagiaan memuncak dihatiku. Bahkan kuabaikan rasa sakit ini, ketika kau mulai mengiris jariku, hingga habis. Darah memancar, bagaikan air yang berwarna rubi yang berkilauan. Ah.. bahagianya. Aku merasa melayang... Hitam dan damai.
Sekarang, aku telah menyatu dalam darahmu, dagingmu, tubuhmu, jiwamu. Aku terduduk di hadapanmu menatapmu dengan senyuman terindahku. Dengan tenang dan penuh cinta... Kau menyantapku.. Bagaimana rasanya sayang, tidakkah kau menikmatinya? Aku adalah hidangan terlezatmu, bukan?
Nikmati aku sayang, seperti aku menikmati semua cinta ini...
Terima kasih atas seribu malam terindah dalam hidupku
*maaf klo rada aneh artikelnya, yg muncul di utek-ku ini.. >_<"
*gambarnya dipinjem dari sini..
Terkait:
-
Menggenggam terlalu kuat...
Selasa, 20 Jul '10 19:50 -
Cinta Seorang Posesif.....
Selasa, 26 Jan '10 10:27 -
@ The Blue Cafe (Part 1)
9 jam yang lalu
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kucingsapi: Menggoda
-
Kamaleshwara Anindyaguna: Nggemesin


Komentar:
dan ceritanya menginspirasi
*ngasah celurit buat ntar malam*
aku merinding disko
tulisan yg menggairahkan
ehmm..ehmm..*mikir*,
suka-enggak-suka-enggak-suka-enggak-SUKA deh..keren
mas stein: emang serem sendiri aku pun nulisnya..
purple: hehehe.. mau clurit buat apa mba? mo cari rumput segar ya?
bukan syahrini: iya ya?
miayam: aku disko sambil merinding
happylife: hiiiiih... sereeeem....
linaling: :'(
warm: kau inspirasiku mas warm..
nivita: amit² kenapa?
Dewi Pinatih: hm.. soalnya klo putih, nda keliatan mba.. kan backgroundnya putih..
sabishigaru:j umat kelabu, yo?
m e i s a: makasih
miayam: nda usaaaaah.. beneran deh.. *piss* ^^v
merinding bacanya... Brrr
mendebarkan hati ktika membacanya..
amazing!
ann: tapi uda di baca kan mba? heheh
azure_spirit: makasiiih.. (worship) ^o^
mbakDos: abisnya, nga pinter bikin cerita cinta mba... = =' *jdnya serem*
kucingsapi: *peluk2 ala kucing* satu2nya pemberi rating.. hahaha..
arcala: yea? i did it..
alone.: mantro guna? *hm.. still thinking what that "mantro" word mean* hehhehehhe...
I'm going to continue writing the story, ada yang berminat kasi saran kah? hehehhehe
mari bersadis ria.. hehheeheh...
**tutupan bantal**
*sekalian masuk selimut*
Silahkan login untuk memberikan pendapat