Ketamakan. Adakah Batasnya? 14

Senin, 2 Nov '09 05:28

Diskon itu soal biasa. Yang menarik, dalam program diskon minuman kotak Buavita kemasan satu liter di Watsons Mal Pondok Indah itu, ada batas pembelian. Maksimal enam kotak. Diskon barang lain, di toko lain, kadang juga menerapkan pembatasan.

Bagaimana kalau yang datang keluarga catur warga lantas setiap orang menenteng enam karton minuman ke kasir dan membayar sendiri-sendiri? Dalam aturan tak disebutkan. Ini bukan soal logika tapi soal rasa. Tepatnya rasa keadilan.

Rasa keadilan berarti kontrol diri. Bagi toko, dan pemasoknya, program diskon adalah bagian dari promosi. Menjadi meleset dari tujuan jika perilaku konsumen seperti tengkulak. Dua puluh orang dapat, ratusan lain gigit jari.

Masalahnya adalah kita. Yaitu bagaimana kita menetapkan pola konsumsi. Beli apapun yang kita mampu, tanpa mengukur tingkat keperkuan bahkan kebutuhan (alasan klasik, "Buat dibagi-bagi ke saudara sama tetangga")? Atau sebatas keperluan?

Sayang, batas setiap orang berbeda. Karena alasan setiap orang juga berbeda, lantaran masing-masing punya jurus pembenar. Mana smart consumers, mana greedy consumers, dan mana wise consumers, barangkali memang tidak penting. "Lha wong mampu kok? Situ mau saya traktir apa? Atau ngiri?" begitu kira-kira. :)

Salam.


Tag: belanja, watsons, konsumen, pondok indah

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

warm 0 0
diskon apa tidak, ujung2nya ya tergantung selipan yang ada di dompet,
status gak mempengaruhi antrian di kasir, rupanya : )
maspaman 0 0
warm: Kalo selipan dikit, atau kosong, gak masalah. Kalo banyak, lagian kartunya unlimited? ; )
plukz 0 0
bahasa jawanya aji mumpung kan ya mas? : D
maspaman 0 0
plukz: kata orang sih hidup cuma sekali, sayang kalo gak dinikmati : D
plukz 0 0
maspaman: apakah diskonan termasuk kenikmatan? : ) kalo kebanyakan beli bukannya malah ruwet ya. : D
l kakak syn l 0 0
intinya semua orang suka diskon...

even dia tau tu harga udah dinaekin dolo 50%...baru didiskon pun...
pas liat papan segede gaban tulisan "SALE 50% off!!!"...mata langsung jerenggg.....

semua suka diskon...!!!

hedop diskon...

: ))
zulhaq Sinting 0 0
diskon bisa dikatakan godaan he he he
Guardian Angel 0 0
maspaman: bagian gw mana bang ?? kmr jadi beli berapa ??
sabai 0 0
ho'oh maspaman... diskon nggak diskon, sebenarnya 'ora ilok' menyimpan stock bahan makanan untuk persediaan lebih dari 3 hari, itu kata eyang saya dulu, mencatut dari kitab suci katanya.
malaikatpendosa 0 0
tergoda pada diskon itu jelas menjerat mata dan dompet peminatnya..apalagi diskon besar 50% masih dtambah pula 20%..come on..itu cuma strategi menarik minat konsumen kok, karena sebenarnya barang sudah dinaikkan dulu setengah harga (50%) dan diskon sebenarnya ternyata hanya 20% saja..: D
desty 0 0
saya suka diskon.. bahkan dibilangin gadis modis (modal diskon).
tapi ga suka belanja kebanyakan. belum tentu dihabiskan kok..hanya lapar mata aja...
m e i s a 0 0

kalau menurut saya itu bisa2nya cara si produsen untuk mendongkrak penjualan mereka
mas stein 0 0
karena standard kenormalan orang lain-lain, maka keinginan pun cuma dibatasi tebal tipis kantong.

kalo lagi ada diskonan biasanya saya mikir-mikir, itu termasuk dalam daftar belanja bulanan gak (walaupun saat diskonan itu bukan pas saya belanja). kalo memang termasuk ya saya angkut, kalo ndak ya mikir-mikir lagi, kemudahan yang saya peroleh sebanding sama kerusakan (halah!) ekonomi yang ditimbulkan gak. kalo ndak yo ndak usah, wong cuma buruh pabrik saja kok macem-macem : ))
Lele 0 0
Diskonan... tergantung butuh atau tidak, dan tergantung juga kondisi keuangan... butuh dan masih termasuk dalam jatah belanja, boleh beli... butuh, tapi tidak ada jatah belanja, tahan... nggak ada jatah, nggak butuh, ngapain diliat lagi...

*modal diskon*

Silahkan login untuk memberikan pendapat