"Kamu Bajingan Ya, Pa!" 16
Jumat, 30 Okt '09 17:10
Koboi kecil yang akan masuk TK itu berkacak pinggang di pintu, menyambut ayahnya yang pulang setiap akhir pekan. Sore itu si koboi kecil tak seceria biasanya. Si ayah berlutut, merengkuhnya, menanyakan kabar, mengucapkan kata-kata rindu. Mendadak si koboi mundur dan berkata, "Kamu bajingan ya, Pa! Katanya mau pulang pagi kok baru sore nyampe?"
Aryono, si ayah, kaget. Tetapi dia tak panas hati. Dia tahu diri, hanya pada akhir pekan di rumah, di Malang. Hari-hari lain dia di Surabaya, mengurusi sebuah desk pada suatu koran pagi. Pasti ada yang tak beres, pikirnya.
Setelah bersua dengan istri, makan bersama, lalu mengantar anak berjalan-jalan, dan akhirnya tinggal berdua ketika sisa malam kian sepi, berbicaralah Aryono dengan istrinya soal "bajingan" itu. Istrinya kaget. Tak percaya. Akhirnya percaya tapi penasaran dari mana si koboi kecil mendapatkan lagak baru. Sehari-hari mamalah yang menjagai si koboi.
Esok siangnya barulah ketahuan dari mana si koboi menirukan lagak. Mudah ditebak. Dari televisi dan anak-anak tetangga yang lebih besar. Si koboi tak tahu apa arti bajingan. Dikiranya kata itu untuk menunjukkan rasa tak senang kepada siapa pun.
Yah, seperti halnya orang dewasa, anak kan tidak hidup steril. Tahun lalu, seorang ayah kaget karena anak gadisnya yang kelas satu SMA berkali-kali bilang "Anjrit!" saat ngobrol asyik bersamanya.
Si ayah tetap tenang. Tak langsung menghardik. Sambil ketawa dia menanya anaknya, "Sayang kamu tahu artinya anjrit?" Dengan spontan putrinya menjawab, "Nggak!" Dikiranya itu cuma sejenis ekspresi seru saja. Semacam ketakjuban. Sebangsa "wow!"
Setelah menjelaskan secara etimologis, si ayah cuma berpesan, "Sama temen-temenmu boleh aja pake kata itu, terutama pas nggak ada orang lain. Tapi kalo sama orang lain yang belum akrab, atau sama orangtua, sama guru jangan pakai itulah..."
Bukan soal mutlak tidak boleh. Tapi kapan boleh dan kapan tidak. Si anak toh juga tahu, kadang dia mendengar ayahnya mengumpat "Kere!" saat menerima telepon dari temannya dan adik-adiknya.
© Ilustrasi: sierrawesternart.com
Tag: bahasa, kesabaran, asih asah asuh, makian
Terkait:
-
Kamus Bahasa Lelaki
Senin, 19 Jul '10 10:12 -
belajar bahasa binatang
Senin, 21 Jun '10 22:10 -
Katanya, Bahasa Indonesia Terasa Gombal
Sabtu, 22 Mei '10 03:27
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Mbah Ngasmuni: Megang banget
-
candrakirana: Megang banget
-
Dreamer: Megang banget
-
fla: Megang banget
-
Silly: Megang banget
-
mimosamimosa: Megang banget
-
dewira: Megang banget
-
Tukang Nasgor: Megang banget
-
ndableg: Megang banget
-
PapaRock: Megang banget


Komentar:
mungkin ya harus gitu.. tetap tenang dan bisa menjelaskan dengan baik ..
Kalau saya amati, sebagain bahasa punya pola yang sama dalam makian, karena kata-kata itu kadang memang diucapkan untuk memancing amarah. Polanya adalah nama genital dan aktivitas seksual (terutama yang menyangkut perempuan dan ibu). Bahasa Jawa maupun Inggris punya itu. Bahasa daerah lain juga.
Disinilah pentingnya peran dari orang tua atau yang lebih dewasa dari mereka untuk memberi pengertian dalam bahasa "Bocah" makna/ kata yang dikeluarkan dari mulut Bocah tersebut apabila dianggap kurang pantes...
ann: idem...
maspaman: yg lbh miris lagi.. abegeh2 itu sering mbikin status "anjrit, bang**t de el el" di fb mereka..
pdhl ada om, tante, atau kadang ayah dan ibunya di frenlistnya..
adoohh.. sungguh kesian
ibu saya ga pernah berkata yang 'aneh-aneh' dan biarpun lingkungan saya dulu di jatim biasa memakai kata yang 'aneh-aneh' saya tetap tidak bisa menggunakan kata2 itu. saya memang jadi terbiasa mendengar orang lain mengucapkannya, tapi tetap tidak bisa mengeluarkannya dari mulut saya sendiri.
Aduh, saya tahu anak itu brguru pada apa yang dia dengar dan apa yang dia liat... and from that, I can only say... "shit, she is mirroring me"... Aaaarrgghh... berasa ketampar ama posting ini... Makasih paman, sekarang2 sih saya dah ngurangin mengucapkan kata2 itu kalo kesel... *ampun nak, ampun, jangan ikut2an lagi yaaa*
*ditimpuk kuda lumping, karena sok tahu*
Silahkan login untuk memberikan pendapat