Jangan Memeluk Terlalu Erat 72

Selasa, 20 Okt '09 22:52

Pernah ngga ngebayangin, kalau bulan cuma muncul sekali dalam seratus tahun? Dijamin, kita bakal menatapnya dengan segala ketakjuban dan kekaguman. Tapi dia muncul hampir di setiap malam, dan akhirnya kita lupa, dia selalu berjaga di atas sana, saat kita sudah jatuh terlelap, atau ngerusuh malem-malem di ngerumpi, sekadar melawan godaan sunyi pada jam dinding yang berdetak.

Sesuatu yang selalu ada, entah kenapa, akan terasa kurang berharga.

Trus, kalau misalnya bulan ada di sini, menggantikan bumi, akankah tetap kita tulis beribu puisi itu, yang memuja keindahan cahayanya? Akankah kita menggambarkan pesona sang kekasih seindah wajah rembulan? Kayaknya sih nggak. Malah akan kita injak-injak dia tanpa beban, tanpa terima kasih, tanpa kekaguman. Akan kita perkosa hutan-hutannya, kita reguk sari dari perutnya, seperti yang kita lakukan kepada bumi saat ini.

Sesuatu yang terlalu dekat, tak kan lagi indah terlihat.

Cinta konon seperti setumpuk pasir di telapak tangan. Digenggam kuat-kuat, butirannya akan berebut mencari celah untuk keluar, dan jatuh meluruh ke bumi. Pun telapak tangan kita akan merasakan perih akibat perlawanan itu. Tetapi jika digenggam dengan lembut, dengan menyisakan ruang untuk butiran itu, dia akan bertahan di sana, terasa ringan dan nyaman dalam genggaman.

Hal pertama yang perlu diingat ketika mencintai seseorang adalah, menyadari pada saatnya nanti, dia akan berlalu. Bermimpi cinta akan abadi, sama saja menyiapkan luka untuk diri sendiri.

Lagian, ngga ada manusia yang suka dikurung, walau itu atas nama cinta, karena rasa takut akan kehilangan. Bayangin coba, ketika suatu saat Anda tersentak bangun, menemukan diri berada di sebuah ruang gelap, mencoba memanjat tembok dalam butanya gulita. Tapi semua terkunci, tak ada celah beranjak pergi. Menyesakkan, putus asa, dendam, kalap, kalut, lalu mati.

Nah, jika Anda tak mau mati terjepit seperti itu, mengapa berpikir dia akan bersedia?

Walau mencintainya separuh hidup setengah mati, lepas sajalah. Jika dia memang untukmu, dia akan kembali. Dan bila dia memilih berlalu pergi, nah untuk apa mengalamatkan harap, mempersembahkan cinta kepada mereka yang tak merasa membutuhkannya? Bahkan menyerah tak selalu berarti lemah. Bisa jadi malah karena Anda cukup kuat membiarkannya pergi, cukup dewasa untuk tidak bertepuk sebelah tangan, terlalu keren untuk menjadi pengemis cinta, terlalu smart untuk menjadi kelihatan bodoh :D

Sayangi dirinya, juga dirimu, dengan berhenti memeluknya terlalu erat. Seperti semua hal yang lain, cinta juga membutuhkan ruang, agar bisa berkembang. Menguasainya, adalah membunuhnya.


Tag: cinta, hubungan, menasihati diri sendiri

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Severus 0 0
haduh... gak berhenti ngakak liat gambarnya yang lucu... itu sampeyan bang ??

sesuatu yang berlebihan pasti ndak baik. ndak peduli itu sesuatu yang baik awalnya, kalo berlebihan jadinya gak baik juga.
chiil 0 0
ituu.. pohonnya apa ndak rubuh?
; )) ; )) ; ))

ehh.. dulu pacar saya posesif, skrg udah lebih normal kadarnya
: ))
aubrey.ade 0 0
....sesuatu yang selalu ada, entah kenapa akan terasa kurang berharga...
Tapi, bukan kerna itu kan, dirimu jadi jarang nulis lagi, bang ? ; ))
**dicekek**

suka dg perumpamaan menggenggam pasir di tangan : )

mencintai bedanya tipis dengan obsesif, bang...saking cintanya gituh! merasa "berhak" utk "mengurung" orang dalam sangkarnya : (
aubrey.ade 0 0
doh! typo!!! posesif maksudnya : (
enriqueza 0 0
Severus: wakakakaka... iya lucu. saya yg jadi pohonnya (waktu dikutuk jadi pohon sama mantan). : D

chiil: pacar posesif, enjoy aja. *korban iklan*

aubrey.ade: wakakaka... ga ada hubungannyalah. emg lagi fakir ide aja. : D
aubrey.ade 0 0
enriqueza: ditunggu yang lain, dari si pemingkal : ))

btw, ini posting seriyuss bener ya, cuma gambarnya aja yg memingkal : D
enriqueza 0 0
aubrey.ade: seenggaknya, masih ada unsur pemingkalnya... : D *membela diri*
si muda berkualitas 0 0
"Walau mencintainya separuh hidup setengah mati, lepas sajalah. Jika dia memang untukmu, dia akan kembali. "

andai bisa semudah ini..
pada kenyataannya, kepemilikan cinta dan esensi dari keinginan untuk memiliki juga kadang ga hanya dihubungkan dengan kadar cinta itu sendiri...
*edan bingung geneh*

intinya dalam dunia nyata, cinta saja ga cukup, hal ini yang kadang memagari cinta itu sendiri..
*masih ga jelas*

mungkin kadang mencari cinta, menemukan cinta dan berkomitmen untuk bersama selamanya, seperti reaksi berantai yang idealnya akan berujung dengan akhir yang bahagia...namun ternyata ga selalu begitu...koreksi...engga begitu
*mbulet rek!*

pernahkah terlibat dalam pemilihan keputusan..taruhlah antara ingin memiliki orang yang kita cintai, atau melepasnya dengan harapan ia akan kembali dan ternyata engga...
layaknya judi...

atau menggenggamnya erat dengan pertimbangan sesegera mungkin mengikatnya dalam suatu komitmen till death do us part..


-syntax error-

enriqueza 0 0
si muda berkualitas: waduh, terhormat sekali dapat komen yang berkualitas dan berkuantitas ini. : D

barusan komen gini di tret-nya donyariya: tp sebelum sampai pada kesimpulan "cinta tak harus memiliki", kita wajib melakukan segala upaya (yg tdk melanggarkan KUHP) untuk bisa "memilikinya". Kalo belum apa2 udah berkesimpulan gitu, jgn2 kita emg ga sungguh2 mencintainya...

menulis emg satu hal, menjalaninya selalu saja hal berbeda. tp setidaknya, dgn menulis, kt sedang menasihati diri sendiri, dan syukur2 ada temen lain yg jg dapat manfaat. : D
si muda berkualitas 0 0
@ mas enriqueza

hehehehe

tau aja saya lagi nyampah mas...

: ))
enriqueza 0 0
si muda berkualitas: wakakakaka... jika komen sekewl itu disebut nyampah, kekna saia perlu berdoa nih, agar mas pandhu makin sering nyampah di ngerumpi.

: D
si muda berkualitas 0 0
@ mas enriqueza

udah sering kok nyampah si mas...
tinggal menghitung waktu saja..

sampe tante silly ato tante venus nge band akun saya...

wakakakakaka

salam kenal ya mas...saya nubi neh

\: D/
mbakDos 0 0
IYA BANGEEETTT!!

kalo tiap hari ada, nggak berasa. begitu dicariin nggak ada, naaahhh tau rasa deh tuh! : D
enriqueza 0 0
mbakDos: gitu dicariin ngga ada, ya udah, panggil kandidat berikutnya.

*reply sesat*
Mat Koplo 1 suka | 0
And stand together yet not too near together:
For the pillars of the temple stand apart,
And the oak tree and the cypress grow not in each other's shadow. ~gibran

Bisanya cuman copas tulisan-tulisan terkenal biar keliatan pernah baca : D

Keren ini bang toga gibran : p
Mat Koplo 0 0
Sebentar, saya baca-baca lagi komentarku tadi kok berpotensi salah pengertian. Itu tadi mengomentari diri saya sendiri lho ya, yang bisanya cuman copas tulisan orang : )

Komentar terhadap tulisan bang toga di baris terakhir : )
enriqueza 0 0
Mat Koplo: wakakakakaka... : D mbah pinter buan_get membesarkan hati orang. simbah tuh yg keren. : D
cyraflame 0 0
enriqueza: bang tulisan keren bang get....

kalau saja semua orang yang hidup sebagai "pecinta" di dunia ini berpikiran seperti bang enriqueza, pasti gak ada orang mati bunuh diri gara2 putus cinta deh... : D

**kenapa gak dari dulu2 seh bang?** : ))
enriqueza 0 0
cyraflame: : D tulisan gak selalu mewakili karakter penulis sesungguhnya. *jadi malu* makanya beberapa tulisan saia terakhir, dikasih tag: "menasihati diri sendiri*

begitupun, makasih apresiasinya.
venus 0 0
emang paling males banget di-possesive-in yah? halah bahasanya : p
venus 0 0
hih! kaget ngerefresh halaman depan ngerumpi, tau2 ada gambar nyet2 eh orang manjat pohon : )) : ))
devieriana 0 0
play for loose..
*komen tersingkat yang pernah kubuat*
queeny o corner 0 0
apakah iniiiiiiiiiiii sesi II dari om @doniarya kemaren

soal ilmu cinta mumpuni level tinggi alamaaaaak untk prakteknya aq agak berat ni jendral enriqueza ; ))

harus ambil jam tambahan biar mnguasai : )) : ))
Sudonim 0 0
terlalu cinta itu ga baik, terutama untuk diri sendiri.
clingakclinguk 0 0
cinta membutuhkan ruang (bukan sangkar), seperti halnya untaian kalimat indah perlu adanya spasi di antara kata-katanya, karena kalau ndak ada spasinya susah ngebacanya dan ndak indah lagi : D

mmm....tapi pada kenyataannya saya masih sering merasa takut kehilangan orang-orang yang saya cintai karena mereka terlalu berharga, tak ternilai, bahkan mungkin kadang merasa tak bisa hidup tanpa mereka (mulai lebay)
Silly 0 0
: (( : (( : ((

(MAAF, KEYBOARD ERROR)
kucingsapi 0 0
bang enriqueza *peyuk2* hahahaha

apa yang ditulas abang benar.. yup saya juga menganut perumpamaan menggenggam pasir... itu selalu saya tanamkan di hati saya... : ) tapi kenapa saya malah dapat orang yang posesif ya? : ((
arcenciel 0 0
I LOVE THIS!!!!!

I DO LUV IT!!!

MAGNIFICENT WAKE UP CALL 4 ME!!!!

Walau mencintainya separuh hidup setengah mati, lepas sajalah. Jika dia memang untukmu, dia akan kembali. Dan bila dia memilih berlalu pergi, nah untuk apa mengalamatkan harap, mempersembahkan cinta kepada mereka yang tak merasa membutuhkannya? Bahkan menyerah tak selalu berarti lemah. Bisa jadi malah karena Anda cukup kuat membiarkannya pergi, cukup dewasa untuk tidak bertepuk sebelah tangan, terlalu keren untuk menjadi pengemis cinta, terlalu smart untuk menjadi kelihatan bodoh : D

: D
queeny o corner 0 0
mamih Silly : )) : )) : )) ditengah2 aura romansa, ngetik komen pake hurup gajah lucu juga kuq mih,, ; )) ; ))
desty 0 0
"teori pasir" itu berlaku untuk segala macam bentuk hubungan *i think*
satu hal yg saya yakini,nilai sesuatu itu akan terasa jika kta sudah kehilangan akan sesuatu itu..
sabaiX 0 0
Aaaa... Saya suka ini! *baca lagi*
ann 0 0
wuiihh daleeeemmmmm...

perumpamaan yg pasir itu pernah ditujukan kepada saya : D hihihi.. dasar posesif..
terus saya balas.. kalau kurang erat, begitu ada angin kencang bertiup, masuk ke celah2 jarinya, pasirnya akan terbang juga : )) : ))

cinta ... mempertahankannya memang kudu pinter2 ... ndak tergantung dari pasangannya saja, tapi diri sendiri juga musti menjaga..
svadhina 0 0
"Walau mencintainya separuh hidup setengah mati, lepas sajalah. Jika dia memang untukmu, dia akan kembali."

pernah di situasi seperti itu dan akhirnya dia memang kembali. tapi krn pernah merasa sakitnya ditinggalkan, saya jd takut kehilangan lagi dan malah menggenggamnya lebih erat dari sebelumnya..

ada yg salah dg proses pembelajarannya : (
cake lover 0 0
wuiiih...keren sangat postingan ini !!

menjuraaaa *aduh...kejebles tembok*
gigides 0 0
bang toga,

aku rating +1 megang banget ya

ya tulisan-nya...
ya panjat pohonnya..
ya abangnya..

semuanya "megang banget" deh....

(sorry, comment error)
PapaRock 0 0
Silly: komen aja gpp kok, kita maklum..
dengan kelakuan tante silly yg lain aja kita maklum, apa lg cuma perkara keyboard rusak : D


*terkapar benjol dilempar keyboard*
Silly 0 0
PapaRock: *TIMPUKIN KULKAS 3 PINTU* : ((
uul 0 0
keyeennn ^^
*copy... save di kompie...bwt pencerahan sewaktu2*
donyariya 0 0
keren bang *nyembah*
pelangi 0 0
spikles *menjura sm Bang Toga
rielearning 0 0
aku copas buat blog-ku ya Bang, aku tercerahkan nih hari ini, sumpah !! : D
penyiar geblek 0 0
setubuh setubuh setubuh!!! kalo meluk erat2 emang suka bikin sesak nafas hwehehehe

tante Silly ayo komen .....
sara_queen 0 0
semua kata yg tertulis seperti puisi buatku
prakteknya susah kali ya ..?????
Introvertina 0 0
Setuuujjuuhh...biarkan dia punya hidupnya sendiri juga... *dan saya sangat terlatih untuk hal itu* : D
kucingsapi 0 0
Introvertina: eits.. kok ada promosi diri terselubung ya? ; ))

*kabur ke padang tundra*
pelangi 0 0
Bang Toga, terimaksih sudah mengingatkan untuk in
"Walau mencintainya separuh hidup setengah mati, lepas sajalah. Jika dia memang untukmu, dia akan kembali. Dan bila dia memilih berlalu pergi, nah untuk apa mengalamatkan harap, mempersembahkan cinta kepada mereka yang tak merasa membutuhkannya? Bahkan menyerah tak selalu berarti lemah. Bisa jadi malah karena Anda cukup kuat membiarkannya pergi, cukup dewasa untuk tidak bertepuk sebelah tangan, terlalu keren untuk menjadi pengemis cinta, terlalu smart untuk menjadi kelihatan bodoh : D"

tidak mudah dilakukan, tapi harus selalu diingat dan dicoba : )
mas stein 0 0
buset ratingnya! :shock:

ada lagi kata-kata dari mbah saya om, ahbib habibak haunan ma'asa, cintailah yang kamu cintai sekedarnya saja : D

yang dicinta sekarang bisa jadi dibenci besok, dan yang dibenci besok mungkin kita cinta lusanya. cintai dan bencilah sekedarnya saja : )
Severus 0 0
mas stein: jadi inget lagunya bang oma.... eh.. tapi yang mana ya ? selupaku ada kok...
Bee 0 0
Cinta kok memiliki? Bukannya membebaskan? ; ) Bebas untuk memiliki? : D

Semua2 yg melewati batas memang gak ada baiknya. Bahkan hal yg baik pun kalo kelewat batas jadinya juga gak baik.

Nais inpo, gan! : D
indomielezat 0 0
bagus bangets.........

terkadang saat kita terlalu mencintai hingga tak siap untuk kehilangan dia untuk yang lain...

lalu?
Penonton kerusuhan 0 0
ah, bang.. posting ronda kok gak bilang2.. : (
saya ndak pernah segitu2nya kalo mencintai *apaan sih, ndak jelas saya* : D
Chic 0 0
haduuuuh couldn't be more agree with this!
malaikatpendosa 0 0
Cinta konon seperti setumpuk pasir di telapak tangan. Digenggam kuat-kuat, butirannya akan berebut mencari celah untuk keluar, dan jatuh meluruh ke bumi. Pun telapak tangan kita akan merasakan perih akibat perlawanan itu. Tetapi jika digenggam dengan lembut, dengan menyisakan ruang untuk butiran itu, dia akan bertahan di sana, terasa ringan dan nyaman dalam genggaman.

mendapati ini pada sebuah buku 'chicken soup for the teenage soul* dan saya mengamininya..

ya, terlalu dipegang erat, malah menimbulkan sakit pada lengannya, gamit saja halus, dengan penuh ketulusan..di jamin dia tak lari..malah inginnya merapatkan tubuh..demi bisa merasakan sensasi hangat dari desir2 yang tercipta saat tangan kekarnya menyentuh lembut lenganmu..*halah malah berimaji lagi* : D
dancing_queen 0 0
kaya pepatah...*ceile pe-patah patah jadi dua(he...3x gak nyambung)*

kalo kita terlalu erat memeluk sekor kucing, maka ia akan berusaha lari dari kita...
orang posesif itu memang menakutkan...

*ngumpet dibelakang lemari*
mel@ 0 0
pernah tuh kayak gituh...
di saat udah merelakan buat ngelepasin dia... setelah beberapa tahun berjuang... dan mulai berpikir... "lebih baik dicintai daripada mencintai"... ternyata dia kembali dengan memohon-mohon ^_^...

maaf... cinta sudah pindah... komitmen sudah terjalin... dan ada hati yang terlalu baik untuk disakiti... dan yang paling penting... ada yang lebih mencintaiku... dan akhirnya juga... bisa banget kok mencintai yang baru lebiiihhh dari yang lamaaaa...

akhirnya... dalam hati cuma bisa bilang... "hmmm... dari kemarin sok jual mahal... sekaranggg... baru kerasa de kalo butuh aku"... hehehe...
pandaya 0 0
mel@: heheheheh
saya ketawa2 bayangin skenario yg ditulis
asik kali ya : D

enriqueza: nampollllll
saya tercerahkan dgn sangat
makasih ya bang : p

suka bgt kata2
terlalu keren untuk mengemis cinta dan terlalu smart untuk menjadi keliatan bodoh

jd bayangin iklan2 shampo, jalan d depan dia sambil kibasin rambut dan berlalu dgn dia mlongo : D : D
perempuan api 0 0
"Cinta konon seperti setumpuk pasir di telapak tangan. Digenggam kuat-kuat, butirannya akan berebut mencari celah untuk keluar, dan jatuh meluruh ke bumi."

tapi ketika genggaman dilonggarkan, ia akan terbang bersama angin : (

kasih aja semen dan air skalian... *posesif*
adhex 0 0
bagaimana ini....artikel ini sungguh sangat mengena...
tomomi 0 0
Baguuus sekali artikelnya....

'Bermimpi cinta akan abadi, sama saja menyiapkan luka untuk diri sendiri'

Jadi emang tidak ada cinta yang abadi. Lebih baik menyiapkan diri untuk dipanggil Yang Maha Kuasa....*gak ada hubungannya*
Black Rose 0 0
enriqueza: nice article.. ^^

*pernah ngerasain jd "pasir yg digenggam"* dan hasilnya sudah bener2 lepas sudah dari tangan yang menggenggam itu..

seandainya dia dulu memberiku ruang untuk bernafas, ketika dia melonggarkan genggamannya pasti aku tidak akan berlari keluar hanya untuk mencari udara.. *sigh*

perempuan api: tapi ketika genggaman dilonggarkan, ia akan terbang bersama angin
weirdaft 0 0
jadi, betul jg ternyata ya bang, kalau cinta itu memang bisa membunuh : D
TalkToJono 0 0
TalkToJono likes this..
Putlie 0 0
itu kanan (baca: that's right) heheheheee
warm 0 0
asli, baru nyadar ada tulisan bagus ini..
ah keren..
lala_lili 0 0
warm: baru mampir juga y...
lala_lili 0 0
*ingin menjadi orang yg dewasa*
Bck 0 0
tersdar..selama nie gw salah..thanks tulisannya...
rinibee 0 0
tulisannya keren bang....

"Cinta itu memberikan sayap.. bukan rantai.. : D"
Riena Madjid 0 0
Memang perlu kebesaran hati untuk mencintai... atau membebaskan cinta

karena cinta itu nanti akan memilih, kembali atau pergi
sally 0 0
Cinta seperti burung..Ga bisa dikurung terus dalam sangkar..Kalau memang buat kita toh burungnya pasti balik lagi..: D Bener2 kena banget postingan nya...*jleb jleb jleb
lala_lili 0 0
hari ini saya harus membaca lagi artikel ini : (
thanks bang
tiieee 0 0
ah rese!!
ini keren banget siiii : |

Silahkan login untuk memberikan pendapat