Penikmat Teh yang Menikmati Hidup 40
Kamis, 8 Okt '09 13:39
"Mau teh atau kopi?,"..Bukan pertanyaan sulit semacam pertanyaan "ingin hidup atau mati saja?,"..hahaha. Ya, tentunya saya akan pilih teh karena masih ingin terus bisa menikmatinya sepanjang sisa usia saya yang entah sampai kapan.
Sorry to say nih, saya bukan penikmat apalagi penggila kopi. Kecuali kopi made in Excelso yang tak bikin saya mual, hihihi. Aaah..perut saya memang suka jual mahal, gengsi dan menolak mentah minum kopi tubruk. :D
Bagi saya, Pisgorcok (pisang goreng coklat) atau suguhan Rondo Royal selalu saja asik dinikmati sepaket dengan segelas besar teh nasgitel *panas, legi, kentel*. Suguhan di sore hari sambil menikmati senja 'angslup' di balik bukit. Surga dunia benar-benar milik saya.
Penikmat teh macam saya ini selalu mengandalkan teh untuk membuat lebih rileks tubuh dan pikiran ketika dihadapkan pada setumpuk deadline. Teh menenangkan jiwa, juga menghangatkan raga. Saat aroma teh yang harum itu terhirup, ada kelegaan yang menjalar ke dalam tubuh.
Dari pinggiran gelas itu, seruput teh legi *manis* yang masih memanas, sedikit kental tak apa, justru disitulah letak nikmatnya. Makin pekat dan kentel *baca: kental* berarti teh yang di 'cong' berhasil menarik selera lidah saya mengecap nikmatnya.
Teh tak hanya mampu menyuguhkan rasa tawar atau manis saja kok, bahkan teh bersedia dimix dengan apapun untuk memanjakan lidah penikmatnya. Milk tea, ginger tea, vanilla tea, rose tea, lemon tea, bahkan teh dengan kreamer pun hmmm..nikmato! *khususnya tea kreamer made ini suami* :D
Saya mengibaratkan hidup ini seperti sedang menikmati segelas teh, kadang menikmati tawarnya dan terkadang juga mengecap manisnya. Menjadi lebih berwarna hidup ini manakala saya bersedia mencampurkan ke dalam teh saya berbagai macam rasa untuk dimix.
Ada masam yang dikecap semasam menikmati lemon tea. Ada segar, sesegar mereguk nikmatnya fruit tea. Ada hangat seperti sebuah pelukan kala menikmati ginger tea. Ada gairah, kala mengecap nikmatnya milk tea. Sebuah suguhan menggemaskan, perpaduan pas antara tawar dan kental yang manis.
Ya, bahkan filosofi teh memberi banyak pemahaman pada saya dalam menjalani hidup. Ritual menuangkan teh pada sebuah acara perjamuan di Jepang mengajarkan saya memberikan yang terbaik bagi orang lain.
Saat menuang teh, harus dilakukan itu untuk diri sendiri dulu. Terlihat janggal, aneh dan egois sih, tapi memang seperti itulah pelayanan yang sebenarnya.
Karena dalam sebuah teko teh, kualitas cairan teh di lapisan atas tak sebaik teh yang berada di bagian bawah. Dengan menuang teh terlebih dulu, itu artinya kita memberikan teh yang terbaik untuk tamu.
Pun, ritual menuang teh ini memberi saya pelajaran betapa pentingnya untuk bersikap sabar.
Bahwa saat teh yang telah dituangkan itu tidak lantas kita boleh meminumnya seketika. Ada kesabaran yang harus kita tunjukkan, yaitu menunggu meminum teh kita setelah tamu yang lain memperoleh tehnya masing-masing.
Sebuah pelajaran yang simpel tapi sangat mengena.
Sambil mengetik postingan ini, di pojokan kubikel, ditemani segelas panas teh Vanilla, saya menghangatkan tubuh yang terserang dingin 16 derajat.
Sudahkah kau nikmati teh *hidup* mu hari ini, temans?
Tag: penikmat teh
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
hendijo: Menggoda
-
Mbah Ngasmuni: Inspiratif
-
aubrey.ade: Menggoda
-
perempuan api: Menggoda
-
desty: Megang banget
-
Silly: Menggoda
-
mas stein: Inspiratif


Komentar:
*pengen eskrim tapi males keluar rumah*
oo, ritual minum teh org jepun gt ya *manggut2*
saya juga termasuk Teaholic mbak, pagi subuh teh manis panas, jam sembilan'an teh hijau panas, siang menjelang sore hot ginger tea..hihihi..udah sih, saya batesin 3 gelas sehari, gulanya gak banyak
sama, saya juga ga bisa minum kopi. seteguk pun bisa bikin lemes. apalagi secangkir, langsung sakit deh.
saya penikmat teh, tapi ga suka kentel, asal berwarna dan mengeluarkan aroma teh aja. manisnya juga asal manis dikit. tapi harus panasss.
tapi ga tiap hari dan ga tiap ditawarin sih saya minum tehnya. tergantung mood aja
sik, tak nyari-nyari pilosopinya dulu *maksa*
mas stein: daripada repot2, saya ke gramed aja mas, cari bukunya dewi lestari yang judulnya filosofi kopi
dulu, saya penikmat kopi, terutama kopi buatan nenek saya, lalu perut saya makin lama makin tak bersahabat sama kopi, tinggal minum teh saja yang masih bisa, tapi akhir-akhir ini pun penyakit maag saya mulai memaksa saya untuk tak minum teh terlalu banyak, kata dokter, teh pun punya efek yang kurang lebih sama seperti kopi untuk penderita maag akut, ya mau ndak mau saya skarang lbh memilih jadi penikmat air putih saja *ada filosofi air putih ndak?*
ya udah, yuk, traktir es krim sore ini. mumpung ga ujan
saya suka teh wasgitel (wangi-panas-sepet-legi-kentel) saja, ga suka variasi macem2 kaya ditambahin susu, krimer, atau jahe, karena kok rasanya mengganggu rasa asli tehnya. paling banter ya ditambah gula atau lemon.
dan menurut saya, dibandingkan dengan teh dari jepang, srilanka dll, rasa teh paling enak adalah teh dari indonesia
saya pecinta kopi! *tossmas stein*
tapi saya malah jarang minum kopi, karena bikin nyandu
lain sama kopi
jangan2 kamu suka saya ya? huahahahaha.....
btw, kopi banci itu yg kayak gimana sih? baru denger nih, eh baru baca dink.
kucingsapi: tenang pied, gw belain
**nagih eskrim ragusa**
mau dong ginger tea-nya..saya kedinginan sekarang nih hihihi
kalo saya malah mual dan langsung eneg..perut langsung bergolak
yang pengen es krim mba aubrey.ade atau kakak @perempuan api sih?..tapi kalo ditraktir gratis kalian berdua saya ga nolak kok
aahh..kita satu selera ya..yap..yang panas, legi ada sepet dan kental juga di dalamnya..bangga teh kita masih jauh lebih baik kualitasnya di banding teh2 luar
dapet juga nih kiriman teh dari vietnam..belum nyoba, nanti kalo sudah nyoba dan ternyata enak saya kasih tau deh
dan penulis yang identik dengan kopi dan sebatang rokok tak berlaku pada saya, si penulis yang penikmat teh dan bukan perokok
bakso clingakclinguk..mantab..berurat dan gurih
saya juga mau ditraktir es krim Ragusa kok *mupeng*
malaikatpendosa: jangan tinggi-tinggi angkat gelasnya, tuh bulu keteknya kliatan gondrong, hahahahaha...
blom?..walah..memang ndak ada puasnya bikin teman menderita lahir batin
Silahkan login untuk memberikan pendapat