Kelana Melelahkan itu Telah Usai 36
Senin, 5 Okt '09 15:17
Kesibukan menjalani profesi yang berbeda menciptakan jarak bagi keduanya, Lana dan Bara. Lana sebagai penulis dan Bara dengan kesetiaannya sebagai liberated lecturer.
Ketidaksanggupan Bara meluluskan ingin Lana untuk melewatkan kebersamaan mereka sepanjang hari di sebuah kamar mewah di hari yang mereka sepakati dulu itu bukanlah alasan terpenting Lana memutuskan menyudahi petualangannya bersama Bara.
"aku sudah lelah..dan ingin pulang, Bar"
Begitulah Lana telah lelah berkelana, setelah hampir setengah tahun lamanya menjalani hidup yang sama sekali berbeda dari hidup indahnya dulu.
Berkelana bersama Bara, menjadi nakal meski sebentar, tetap saja membuat rindu Lana, si anak hilang itu untuk pulang. Merindui yang selama ini terabaikan olehnya.
"aku menikmati kebebasan itu, Bar..tapi sungguh, menatap mata anak malaikat dan pria terhebatku membuat aku tersadar, aku sudah salah jalan," Lana terpekur di atas hamparan sajadah. Matanya basah oleh air mata. Ya, dalam hening malam itu Lana bertemu Tuhannya, mengadukan segala rasa yang ia kecap, yang membuatnya makin penat. Lana bersyukur, Tuhan masih bersamanya.
Waktu yang terpisah antara keduanya justru telah mengajarkan pada Lana, bahwa Bara meski nyata tapi tetap saja terlihat semu. Hanya bagus dan indah untuk dinikmati sesaat. Bara tak akan pernah abadi. Api baranya tak akan lagi menghangatkan raga dan jiwa, karena percik dan sinarnya meredup, lalu mati.
"sudah cukup!," Lana menguatkan hati. Kisah kelananya bersama Bara tertutup sudah. Tak akan pernah lagi terbuka layarnya.
"Layaknya rokok yang kau nikmati, Bar. Hisap racun nikotinnya dan biarkan racun yang menghangatkan tubuhmu itu bercampur bersama darah, menembus ke dalam bilik paru-parumu. Setelah kau resapi nikmatnya lalu hembuskan asapnya ke udara, maka kepulan asap itu akan menghilang, terbang bersama angin. Seperti itulah kisah petualangan kita berakhir."
"terimakasih Bara, kau ajarkan banyak hal padaku tentang menjadi liberal. Tapi maaf, otakku sudah tak mampu lagi menerima pembelajaran dari lecturer macam dirimu. Liberal bukan milikku, karena itu milikmu sejati. Terimakasih pula atas rasa cemburu yang kau tunjukkan padaku waktu itu, aku menikmati cemburumu."
Di perbatasan senja dengan wajah sumringah, Lana kembali pulang, ke semesta penuh damai, kembali memeluk anak malaikat, memeluk cinta ternoda dosa..
Tag: affair, relationship, Lana, Bara
Terkait:
-
Farewell Kiss: Cinta yang [mungkin] Salah..
Senin, 22 Mar '10 20:31 -
Pesta Topeng
Rabu, 3 Feb '10 14:52 -
Bara si Pengembara
Senin, 18 Jan '10 16:15


Komentar:
untunglah, setiap kelana pada akhirnya akan usai, termasuk yg paling melelahkan.
*berupaya membangun kembali ke-mellow-an*
phallus: saya penonton aja..
mau nyaingin saya... sumonggo..*masang muka sombong*
kamu lempar bakiak..saya lempar bedug mesjid duluan
Nikotin bikin kecanduan, ndak tau Bara ini bikin kecanduan juga ndak
*disambi sibuk nyari folder lagu-lagu Glen Fredly*
phallus: beda dimensi ya.... skala perbandingannya gimana ???
Silahkan login untuk memberikan pendapat