Kotak Biruku 16
Sabtu, 3 Okt '09 13:39
Kotak biru..
Kotak kesayanganku, tak terlalu besar, semua sisinya berbalut berwarna biru. Aku suka biru.
Hari ini saat aku akan menyimpan sesuatu di dalamnya, betapa terkejutnya aku.
Hampir penuh..
Tersisa sedikit ruang di dalamnya.
Yah..hampir penuh....
Selama ini tak pernah ada yang tau isi di dalamnya.
Lebih tepatnya, tak ada yang ingin tau isi di dalamnya.
Yah, tak seorangpun, bukan dia, bukan juga dia, bukan siapa-siapa.
Kasihan kau kotak biru, aku tau kapasitas mu dalam menampung barang-barang itu. Tapi aku tak peduli. Tetap kutambahkan sesuatu ke dalamnya.
Apa yang harus kulakukan dengan kotak biru ini?
Sebuah suara berbisik dan memberiku, satu opsi. Entah dari mana datangnya suara itu
"Wahai pemilik kotak, jika kau mengeluarkan sebagian isinya, akan lebih baik untuk kotak dan isinya."
Aku terdiam. Melihat reaksiku terdiam, suara itu berkata lagi
"Apa kau tak mendengar isi kotak itu berteriak? Dengar! dengarlah! "
Kulakukan seperti apa yang diinginkannya. Sayup-sayup kudengar isi kotak itu berteriak
"Tolong, aku sesak di sini, sempit, harus berdesak-desakan dengan si anu, dengan si itu dengan si ini. Tolong keluarkan aku dari kotak ini. Tolong berikan saja aku pada yang berhak menerimanya."
Lalu kukatakan pada suara itu.
"Tidak, aku tak mau, bukan karena aku tak mau berbagi. Tapi aku takut, takut jika isi kotak itu kuberikan padanya. Orang itu tak suka dengan isi kotak yang kuberikan, lalu orang itu akan pergi dan membuangnya. Kasihan dengan isi kotak itu. Jadi lebih baik ia berada di dalam kotak biru ini."
Suara itu berkata lagi seolah tak lelah membujukku:
"Jika kau lakukan itu, tinggal menunggu bom waktu saja, untuk meledakkan isi kotak di dalamnya. Saat itu terjadi, isinya akan berhamburan keluar, berantakan dan kau akan sulit untuk mengumpulkannya.
"Arrggh..Tidak..aku tak mau mendengar usulanmu, suara. Aku akan mengeluarkan isi kotak itu, jika orang yang berhak menerimanya, datang padaku, lalu menanyakan isi kotak itu. Pada saat itu terjadi, aku akan membagikan isi kotak itu untuknya. Sebelum itu terjadi, biarkan aku tetap menyimpan isi kotak itu. Mungkin yang harus aku lakukan adalah membeli kotak biru yang lain."
Apakah yang aku lakukan ini tepat dan baik untuk aku dan si kotak biru?
Hufft...kotak biruku yang hampir penuh...
Aku bingung..
So, give me some suggestion...
Tag: cerita
Terkait:
-
di antara....
Senin, 23 Apr '12 14:41 -
kartini-kartini..ku
Sabtu, 21 Apr '12 15:56 -
Duduklah di Sebelah Saya
Rabu, 18 Apr '12 11:34
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kucingsapi: Nggemesin
-
venus: Menggoda
-
Mat Koplo: Nggemesin
-
mbakDos: Nggemesin

Komentar:
Ndak usah langsung diberikan, kalau ternyata dia tidak suka ya cari calon potensial penerima isi kotak biru yang lain.
My.a :nah semua itu kenangan yang menyenangkan, gimana dunk?
@mbah ngasmuni : hehe...klo diberikan buat dites, ntar ga bisa disimpan lagi toh. yang udah keluar, ga bisa masuk lagi.
dee : hoho..ada juga yang usulnya sama denganku.
@all : thank u yah
ora mudheng aku mbak.e
komen OOT:aku suka kotak birunya
kalo spacenya dah tinggal dikit gimana kalo mengisi kotaknya sedikit2 aja, kadarnya dikurangi... biar gak penuh dengan cepat. mungkin gak berpengaruh banyak tapi bisa menunda sampai ada yang menanyakan isi kotak itu kok
saatnya pasti akan tiba, bersabarlah.. pasti indah pas waktunya kok
Apa ya yang bisa keluar ndak bisa masuk lagi. Kalau sudah dibagi, gak bisa disimpan lagi. Curhatan ? kisah haru biru masa lalu ? Berarti ini kotak biru kesedihan ? Mencari sahabat terpercaya yang misa mendengar isi kotak biru ?
Aaarrrgh simbah sok tau yang menyebalkan dan kebanyakan tanya, sebaiknya diam saja. Maap-maap. Lagi korslet menjelang tidur ini
isinya recehan... *sayang di kotaknya sih*
kita semua jadi main tebak-tebakan yah. hihihi
kalo bingung mau ditaro mana, sini bersedia menampung lho.. apalagi kalo makanan *dilempar talenan*
mbah ngasmuni : dapat payung cantik mbah, silahkan diambil di kantor pos terdekat. wekekekek...
Silahkan login untuk memberikan pendapat