Ciuman Pocahontas 32

Jumat, 4 Sep '09 17:45

Beberapa hari yang lalu, keponakan saya dibelikan mamanya cd Pocahontas-nya Disney. Kebetulan Lila, 4,5 tahun, memang menyukai nonton film-film kartun daripada kembarannya Hasya yang ndak terlalu betah kalau harus duduk diam nonton (kecuali nonton balapan GP ato Formula).

Waktu itu siang-siang, pas di rumah. Lila minta distelin oleh mamanya, pengen nonton. Bertiga sama eyangnya, mereka nonton bareng. Mereka tampak menikmati jalannya cerita. Walaupun pakai bahasa Inggris, Lila juga sepertinya juga bisa menikmati. Hingga tiba-tiba saya mendengar mamanya Lila dan eyangnya heboh sendiri. Saya melongok, ada apa. Rupanya, di layar televisi terpampang adegan ciuman antara Pocahontas dan Kapten John Smith. Lumayan lama lagi.

Mama dan eyangnya sibuk mencoba mengalihkan perhatian Lila dari layar televisi. Lupa saya, persisnya mereka ngapain aja. Tidak lantas mematikan televisi atau menutupi layar televisi sih. Tapi tetep saja, bagi saya itu terlihat jelas mereka mencoba mengalihkan perhatian Lila. Saya diam-diam ngikik melihat adegan tersebut.

 

Dua hari kemudian, ndak sengaja saya teringat dan mem-plurk-kan. Hasil share thread tersebut rupanya sangat menarik. Diskusi yang terjadi menimbulkan beberapa insight bagi saya.

Untuk itu perkenankan saya membaginya kepada rumpiers semua, siapa tahu bermanfat. :D

**NB. Nama-nama saya samarkan, habis saya belum minta ijin sama yang bersangkutan siiih (worship)

*** Kalau ada yang bingung dengan respon beberapa teman yang 'aneh', harap maklum. Ada teman yang gemar sekali pakai majas satir kalau merespon. :D

 


Saya : ponakan (4,5thn) kmrn dibeliin cd pocahontas & nonton brg eyang+mamanya.tyt ada adegan ciuman,mama &eyangnya panik & salah tingkah (lmao)


Responses:
Saya : pas adegan ciuman, eyang &mamanya sibuk mengalihkan perhatian lila biar ndak nonton tipi (rofl) (rofl)

A : Tapi Pocahontas kan pilm anak-anak yang bagus dan cukup bermoral. Kenapa harus bertindak berlebihan seperti itu.

Saya : krn adegan ciuman itu kali (tongue) sebelumnya baik2 aja kok

A : dengan berbuat berlebihan gitu alih-alih menjelaskan kan ya ciumannya makin berkesan to?

B : astagfirullah, sedari kecil sudah diindoktrinasi oleh budaya barat yang sarat pergaulan bebas :-o

C : padahal si anak paling juga cuman tanya: Itu ciuman kenapa? Itu artinya mereka saling sayang, kayak ibu sama kamu *cium* Selesai kan?

Saya : @A & @C *berpikiran utk menunjukkan tret ini kpd mama dan eyangnya* (tongue)

A : benar sekali @C! Bukannya sok bebas atau apa, tapi nggak usah sok-sokan menabukan ciuman.

A : liat anak SMP ciuman di jalan tepar tepar lu.

Saya : @B ganyaaaang (angry) eh ganyang siapa ya (thinking) (rofl)

D : kenapa ortu lebih membiarkan anak2 nonton pertengkaran daripada adegan ciuman yg sebenernya simbol rasa sayang *bukan bokep kan ya*

B : ^ budaya kita lebih menoleransi ekspresi agresi ketimbang ekspresi cinta? :-P

C : @B (worship)

Saya : @A palagi kl liat kelakuan anaknya yg ini *tunjuk diri sendiri* (lmao) (lmao) @D (thinking)

Saya : @B wah betul juga tuh.liat sinetron dan kartun yg gebug2an dibiarin aja jeh (thinking)

 

Jadi, apa yang kira-kira bisa dilakukan jika menghadapi situasi yang mirip serupa? :D


Tag: malu, bingung, plurk, pocahontas ciuman, canggung, salting

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

dee 0 0
saya cita2 kalo punya anak.., gak perlu nonton tv tapi nonton dvd yang sudah diedit sendiri di komputer.. Adegan kayak ciuman2 gitu diilangin dulu... Agak repot? biarin ajalah... : D

Jadi kecil kemungkinan nantinya nemuin adegan ciuman lidah yang kata saya "berbau" seks. Beda kan dengan sun sayang? Lagian aneh kalo pas ada ciuman kayak gituh trus kita bilang itu ungkapan sayang. Namanya anak2, khawatir jeung, kalo dipraktekin dan ada yang mempraktekan hal begituan ke dia gimana?

Ah, seks dan kekerasan dua misi buruk yang dibawa media. Satu sama lain gak ada yang lebih baik untuk dipilih.

Jadi inget salah satu episode Oprah yang menayangkan kisah pedofilia. Kebanyakan para pelaku "memanipulasi" persepsi anak dengan mempertontonkan adegan mesum dan kemudian menyatakan ke anak itu kalo itu tindakan dari cara menyatakan sayang... Ngeri banget..
Silly 0 0
aduhhh, dah tidur trus dibangunin anak2 yang lagi kopdar, kirain mereka posting sesuatu... gak tahunya gak ada. Ehhh, untung nemu artikel menarik ini... komen dulu sebelum balik tidur lagi...

saya juga baru nyadar loh, bahwa tidak semua film untuk anak2 yang dari luar itu beneran aman untuk anak kecil. Apalagi tanpa pendampingan org tua. Ciuman Pocahontas ini misalnya... sebetulnya sihhhh kalau kita menyikapinya gak berlebihan, pesan yang ditangkap si anak justru ciuman itu ungkapan cinta. Tapi kalo dilarang, anak bakal penasaran dan itu yang justru malah bahaya banget. : D
yohanes hans 0 0
wah ini dia yang selama ini juga menggelitik pikiran saya. secara format, film animasi adalah film yang sangat sesuai utk anak-anak. tapi dalam prakteknya hal tersebut menjadi terusik dengan isi dan materi film itu sendiri, baik berupa jalan cerita yang tidak selayaknya dikonsumsi anak-anak, atau lebih-lebih lagi bentuk visual berupa adegan-adegan yang dikawatirkan bisa menimbulkan salah persepsi bagi anak-anak kecil.

jeng memeth tau film animasi Bart Simpson khan? baik versi serial maupun versi bioskopnya bener-bener ancur. penuh adegan-adegan konyol dan kasar. saya sebagai orang dewasa merasa film itu sangat lucu, tapi kalo yang nonton anak kecil? Grrr.... yang ada habis nonton itu dia bisa mukulin semua temennya.

kalo untuk adegan ciuman bibir, dikawatirkan akan bisa menimbulkan salah persepsi dari si anak bahwa itu adalah salah satu bentuk kasih sayang. nanti dikawatirkan dia akan menerima perlakuan seperti itu dari para pelaku pedofilia dan meganggapnya normal. jadi justru berbahaya utk dia sendiri
memethmeong 0 0
dee:

kalo ciuman di pocahontas itu gimana? soalnya so pasti jenis ciumannya beda dg pilem2 drama yg emang utk konsumsi dewasa. meski begitu, utk situasi masyarakat kita yg gak biasa mengekspresikan rasa sayang spt itu, ya jengah juga. gimana doms? : D

saya waktu itu ketawa aja dan sekaligus prihatin. karena reaksi dr mama dan eyangnya yg spt itu, malah meninggalkan kesan tertentu bagi lila berkaitan dg ciuman. minimal dia akan mendapat kesan bhw ciuman itu saru, ndak pantes, tabu, dll.

errr...ini juga termasuk dari sex education, bukan?
so, para mami di rumpi, gimana cara ngajarin sex education ke anak? : D
memethmeong 0 0
Silly:
jd kuncinya emang pendampingan orang tua, ya jeng?

jangan pernah biarkan anak anda sendiri di depan layar televisi.

eh eh nambahin mbak dee ah : D
ttg pedofilia. wah, begitu ya? nggak liat yg episode itu.
mungkin kl utk menanggulangi pedofil, pernah baca di mana ya, kita bisa mengajarkan bhw hanya dirinya sendiri dan ortunya yg boleh menyentuh tubuhnya. ajari si anak utk menghargai tubuh termasuk alat kelamin dg tidak membiasakan telanjang kemana-mana.

namanya juga pedofil. liat anak kecil telanjang malah ngiler mesum.
memethmeong 0 0
yohanes hans:

ndak cuma bart simpson. yg paling biasa ditonton anak2 kecil dan disukai anak2, Tom and Jerry. wuah itu isinya full kekerasan.
tapi mbakku malah kalo 'momong' anaknya biar anteng, distelin tom and jerry gitu dan malah ketawa bareng. : (

mo mbilangin kok gimana gt...

parahnya, banyak ortu yg berpikir kek gt. mentang2 kartun, dipikirnya kartun = konsumsi anak2 tnp diperiksa dulu isinya. lha, kalo dapet hentai gimana : o

mungkin seperti yg dibilang jeng silly, pendampingan orang tua. dan gak cuma asal nemenin, tp malah ikut2an ndomblong nonton sinetron.
ortu juga musti membekali diri scr kritis. gitu kali ya : p
Tukang Nasgor 0 0
sebenarnya tontonan yang untuk anak2 itu sudah tidak ada. kebanyakan sudah bercampur dengan materi2 untuk remaja,bahkan dewasa..
yup, benar kata mpok Silly: orang tua kuncinya..

saya jadi pengen curhat jg tentang ponakan saya. gemar banget nonton naruto *padahal saya juga.. : D*.
gaya lari si naruto tu kan keren kyknya, dicontohlah sama dia, tangan dibelakang wajah doyong ke depan..
hasilnya adalah nyungsep nyium aspal dengan bibir dower..

waktu ditanya ibunya 'ngapain kamu larinya kyk gitu, pantas jatuhlah, wong gak seimbang'
trus ponakan saya jawab 'gaya naruto ma, siapa tau bisa lebih kencang larinya' dodol.. : )) : ))
dee 0 0
memethmeong: saya belum pernah lihat pocahontas : D. Cuma saya menyimpulkan aja dari tulisan mbak .. "tongue" itu lidah bukan artinya. (pengakuan saya nih, bahasa inggris saya kacau. saya jadiin ngerumpi sebagai tempat les b.inggris saya : ) )

Artinya ciuman mulut ke mulut kan? Ciuman yang hanya dilakukan oleh sepasang insan mencinta? Ciuman yang gak dilakukan oleh ibu ke anak, bapak ke kakak? Ciuman yang paling dekat dengan seks dibanding jenis ciuman yang lain (walaupun saya yakin di film P ini gak ada adegan terengah-engahnya)? Ciuman yang salah apabila dilakukan oleh anak2 kecil, gak cuma disini tapi juga dimana2...?

Beda kan mbak dengan sun sayang? Kalo yang ini saya yakin sering diajari oleh keluarga sebagai ungkapan kasih sayang...

Ya menurut saya, orangtua harus ketat untuk menseleksi informasi yang akan diterima putrinya.. sehingga hal-hal "heboh" itu gak kejadian... seperti yang dialami saudara mbak itu..

Menurut saya biarlah lila untuk sementara ini menganggap ciuman pocahontas itu tabu... toh, bagi dia di umur belia ini memang tabu..

Untuk sex education bagi anak kecil, cukup ajarkan bagian-bagian tubuh yang harus ia jaga dan tertutup, terutama alat kelamin. Sampaikan, tidak boleh ada yang melihat dan memegang bagian itu kecuali ada ibu yang mengawasi. Beri alasan kalau itu adalah bagian dari sikap menghormati dan menghargai diri sendiri dan orang lain.. (tapi ya dipilih-pilih penyampaiannya dengan bahasa yang mereka mengerti)

Bahkan ayah atau dokter pun gak boleh pegang dan lihat kecuali ada ibu yang mengawasi. Soalnya ada juga ayah edan yang mampu perkosa anak. Dan pelaku pedofil yang suka sok main dokter2an untuk melakukan pelecehan seks.

Eh, ini gak ilmiah yah. Pendapat pribadi aja. Cuma sok tahu. Soalnya saya belum punya anak : D
dee 0 0
memethmeong: wah..., maaf baru kelihatan komen mbak buat mbak Silly. Ya.., pendapat kita gak jauh beda kayaknya...
kucing_usil 0 0
saia suka tayangannya playhouse disney. betah nemenin adek sepupu nonton Dibo : ))
clingakclinguk 0 0
iya ya, kok klo dipikir-pikir kayaknya ndak ada film yang benar2 ditujukan untuk anak-anak yang ditayangkan di stasiun televisi kita.

termasuk juga lagu, tak ada lagu anak-anak seperti di masa saya kecil dulu, skarang anak-anak nyanyinya lagu-lagu ST12, d'massive, dsb
yohanes hans 0 0
memethmeong:

bener juga sih ya, musti ortu yang berperan disini.
geli juga sama apa yang dilakukan sama orang rumah jeng memeth waktu itu, malah yang tua glagapan sendiri : D
dee 0 0
yohanes hans: kalo gitu temenin aku mas nonton TV. aku masih perlu bimbingan orang tua waktu nonton .... : ))
perempuan api 0 0
errr....tadinya mau ngaku, salah satu komentar di artikel ini adalah komentarkuuuuu.... : ))

sebenernya di plurk saya menanggapi adegan ciuman secara umum. bukan ciuman pake mlintir2 lidah gitu : ))

berangkat dari kasus di keluarga kami yang super tradisional, semua ciuman dianggap haram, meski itu ciuman di jidat oleh orang yang berlainan jenis kelamin. karena para orangtua kami tau bahwa itu hanya lakon, hanya film. jadi, dua pemain itu sama sekali bukan suami istri. dan hubungan dua orang yg bukan muhrim, adalah haram. itu yang orangtua kami yakini. maka dilaranglah kami, anak-anak ini menonton adegan ciuman apapun!

sementara, kami tak pernah dilarang menonton cerita2 silat, perang, dll yang kerjanya branteeeem mulu.

maka saya berpikir, kenapa sih ortu lebih membolehkan kami nonton adegan berantem daripada adegan ciuman penuh kasih sayang?

lalu saya beli buku yang pengantarnya ditulis sujiwo tedjo kalo ga salah, Galery of Kisses. saya letakkan begitu saja di rumah berharap ada yang baca dan berpikir bahwa pelukan dan ciuman jauh lebih baik daripada senjata.

oh iya, komentar saya adalah si D : p
perempuan api 0 0
eh iya...saya sangat sepakat dengan 'bimbingan ortu' saat nonton. kepanikan di rumah @memeth justru bisa berdampak ga baik bagi anak yang penuh keingintahuan itu : )
dee 0 0
perempuan api: menurut saya, kalo memang nilai-nilai yang dianut keluarga begitu, ya pahami. Jangan diingkari kalo memang dianggap baik.

Justru saya gak setuju kalo nilai itu diingkari demi memilih "nilai" atau kekerasan. Gak ada aturan harus memilih salah satu kan? Kita bisa memilih tolak dua2nya kalau mau..

Soal orangtua panik..., sebenarnya memang gak bagus. Tapi bukan berarti gak boleh mengalihkan perhatian anak sejenak dari tontonan yang sudah telanjur disajikan di depan mata. Hanya caranya mungkin dicari yang lebih "elegan" daripada heboh gak kawuran..
perempuan api 0 0
dee: bukan mau mengingkari sih, mbak : ) pengen ada penyeimbang saja. eh, penyeimbang atau pembanding ya? :d

pemeran di film itu emang bukan muhrim, tapi filmnya membawa pesan perdamaian. jadi yg harus diambil dari film itu, ya pesan baiknya, bukan siapa pemerannya.

kan katanya mutiara akan tetap sebagai mutiara walopun dimuntahkan seekor anjing

begitu sih dulu pemikiran culun saya melihat situasi rumah. kalo sekarang mah, terserahlah. udah pada dewasa ini. bersukur juga sih dapat pendidikan macam itu. jadi lebih punya 'kendali diri'. makanya saya sangat setuju soal pendampingan dan bimbingan ortu saat nonton.

maap neh jadi melebar obrolannya : D
dee 0 0
perempuan api: setuju....!!
makanya itu di komen saya yang pertama, saya nyampein cita2 saya kalo punya anak gak perlu nonton tv tapi nonton dvd yang sudah diedit sendiri di komputer.. Adegan yang gk sesuai ama nilai-nilai yang dinaut diilangin dulu...jadi kita gak kehilangan tontonan yang nilai ceritanya banyak yang bagus2 itu....
Emang sedikit repot, tapi kalo punya anak ya harus mau repot untuk tanggung jawab selaku orangtua. : D

Eh, tontonan yang sepenuhnya bagus, gak perlu editan juga banyak lo. Asal kita mau nyari dari sumber yang gak itu2 ajah...
yohanes hans 0 0
dee:
heh...? uapaaa??? jadi maksudmu aku dah tua gitu? huh... awas ya... : D
*tangkep dee pake kurungan ayam* : )) : )) : ))
sabai 0 0
Lah kalo ntn dementor's kiss gemana?? Ciuman iya, serem iya juga... : )) *ngancurin tret*
yohanes hans 0 0
sabai:
mau bergabung di sindikat rahasia penghancur tret? selamat bergabung ; ))

tugas pertama, porak-porandakan semua posting simbok venus dan mbak silly, baru nanti diterima : D : D : D

*dibejek-bejek dua wanita(?) : )) : )) : ))
yohanes hans 0 0
tanggal 7 september besok, yg punya lapak ini ulang tahun..... ; ))
dee 0 0
yohanes hans: oh yahh..., selamat ultah yah jeung memethmeong. Om, mau kasih kado apa...??

*serasa abegeh* : ))
memethmeong 0 0
Tukang Nasgor:
materi yg murni anak2 itu gimana tho? : D
waduh, itu untung baru segitu. coba kalo udah kerasukan ide yg lebih aneh2 lagi. pendampingan pas nonton aja musti dibarengi ngobrol dan dialog kali ya, utk memberi pemahaman thd anak.

dee
ya gapapa kali ya mbak. cuma bedanya, saya pribadi tidak menganggap masalah mengekspresikan kasih sayang spt itu, dan gak pengen anak saya kelak menganggap ciuman sbg hal yg sgt tabu. : D

jd kl saya sbg ortu, paling saya akan memberi pengertian bhw itu adl cara orang dewasa utk mengekspresikan kasih sayang. tidak usah mentabukan dan menutup rapat-rapat.

lagi2 value yg dipegang orang tua emang berperan dalam proses pendampingan. tp jgn sampe salah alamat kali ya, maksudnya jd berlebihan dan gak proporsional.

contoh yg tdk proporsional?
misal dlm kasus sex education yg salah, akan membawa si anak hingga dewasa. dewasa kelak ia akan menganggap sex sbg suatu hal yg tabu, kotor, menjijikkan, berdosa dsb. padahal ia mempunyai hasrat utk itu. walhasil ia berkonflik. di salah satu berusaha me-repres rapat2 tp di sisi lain keinginan itu ada.

ini satu kasus yg lumayan extrim aja kok : D
karena yg terjadi sebaliknya juga bisa tho?
agar mendampingi anak sesuai proporsinya kali ya...
memethmeong 0 0
kucing_usil

waaa ndak punya tipi kabel >.<
jadi paling ditontonin si bolang, jalan sesama, laptop unyil, dkk.
tapi kl di tayangan tersebut ada adegan ciuman, gimana? : D

clingakclinguk
saya kelas 4-6 SD demen bgt ma NKOTB, Jason Donovan, sama Kylie Minogue. kls 6 SD mpe SMP demen ma RHCP, Nirvana, Soundgarden.
sedari SD kelas 3 udah dicekoki Van Halen, GNR, Queen, AC/DC, anthrax, etc.

jadilah pada usia segitu 'memandang rendah' temen2 yg masih suka puput melati, bondan prakoso, dkk. : )) : )) : ))

memethmeong 0 0
perempuan api:
iya e, komen mbak perempuan api membuat aku sama beberapa temen mikir2 lebih dalem.
sampe2 ada temen plurker bikin thread khusus ttg itu lho... : D : D

dee
mungkin ada saran, gimana pengalihan yg elegan itu?
soale bisa memahami sih, kalo ortu rikuh tp telanjur panik.

sabai
dementor kiss... huahahaaha : )) : )) : ))
memethmeong 0 0
yohanes hans:
*giling si tukang rusuh pake gilingan roti*

husssssssss!! mana sini, kadonya : D

dee
hussss.... katanya pamali atuh, nyelametin sebelum tglnya : )) : ))
Tukang Nasgor 0 0
memethmeong: maksud saya murni untuk anak2 itu, seperti dulu tayangan si unyil atau si komo. : D

skrg dominasi tontonan di televisi adalah sinetron dan reality show
memang tidak salah jika si orang tua mampu memberi penjelasan kpd si anak ttg materi tontonan, sygnya anak2 lebih mudah mengingat, dengan imajinasinya sendiri sementara orangtua lebih senang mengalihkan dengan perkataan 'ini bukan tontonan anak kecil'
dan sinetron tetap jalan trs, orangtua ttp menonton, si anak tetap mengingat.. : )

oya.. selamat ultah ya jeng memethmeong:
kadonya nasi goreng ra sah mbayar tp mbayangin tok : ))
dee 0 0
memethmeong: yang elegan gimana? "elegan" mbak yang saya tulis (bertanda kutip)....doh..., mulai berdalih neh... !! : D
maksud saya mengalihkan dengan cara halus sehingga anak gak nyadar kalau perhatiannya sedang dialihkan. Gak usah memperlihatkan kalo kita tuh panik. Sama halnya kalo kita nemuin anak kecil lagi rese ngoprek2 hp kita, trus kita alihkan aja perhatian mereka ke hal yang lain buat ngambil tuh hp.... (ini gak jauh beda kali yah seperti saya yang paling lihai mengalihkan pembicaraan kalo saya udah gak suka suatu topik pembicaraan. Biasanya lawan bicara saya kepancing dan gak nyadar kalo perhatiannya dah dibelokin sama saya.. hehehe..)
wadaw..., makin belibet neh nulisnya... ah, saya harap mbak ngerti maksud saya : D

Yah..., saya ngebayangin yang terjadi sama sodara mbak tuh lebay banget. Mengalihkan lila dengan manggil nama lila dengan keras-keras trus ada yang tepok-tepok tangan, yang gak jelas dan heboh gitu. Jelas banget kelihatan paniknya di hadapan anak gituh... : ))
dee 0 0
nambahin...., ya makanya supaya gak ketemu situasi "heboh" kayak yang ditemuin lila..., makanya saya mah ngandalin sortir dulu infomasi yang mau dikasih ke anak...gak maen nonton aja padahal kita gak tau isinya apa. Jadi hal-hal kayak gitu itu bisa diminimalisir...
dee 0 0
memethmeong:
"kl saya sbg ortu, paling saya akan memberi pengertian bhw itu adl cara orang dewasa utk mengekspresikan kasih sayang"

nah kalo anak nanya, kenapa yang melakukan seperti itu cuma anak dewasa? kenapa saya gak boleh melakukan itu? jawaban bijak kayak gimana mbak..?

saya khawatir kalo jawabnya gak bijak malah menimbulkan rasa penasaran ingin nyoba, (masih untung kalo si anak cuma gondok aja mah karena dianggap anak kecil....)

eh.....,saya jadi teringat "sheila karya torey hayden". mbak pastinya dah pernah baca yah.. Pamannya Sheila yang phedofil merayu Sheila dengan menunjukan hal-hal mesum. Mengajak yang mesum-mesum gituh dengan bilang inilah cara orang dewasa mengekspresikan kasih sayang...
Kalo Sheila mau disayang sama pacarnya Torey yang baik itu (sapa yah namanya, lupa!) ya harus bisa kayak "gituan". Dia bilang, Torey dan pacarnya juga melakukan hal yang seperti ia tunjukan..
Sheila yang gak pernah merasakan kasih sayang dari orangtua pasti merasa bimbang... Dia sangat ingin membuat "pacarnya Torey itu" menyukai dia. Tapi untung, dalam buku ini akhirnya Sheila gak mau....(walaupun harus dibayar dengan tusukan pisau di vagina dari pamannya : (( )
Saya pikir di luar sana pasti ada Paman Seila lainnya yang menjadikan "ini cara dewasa ekspresikan kasih sayang" untuk memenuhi hasrat bejatnya...
Dan banyak pula Sheila yang tidak beruntung, yang akhirnya terbujuk rayuan para pedofil semata-mata karena ingin belajar bagaimana membuat orang dewasa yang dia sayangi bahagia...
dee 0 0
anak dewasa....??, hehehe..salah ngetik maksudnya orang dewasa... : D

Silahkan login untuk memberikan pendapat