Club Camilan 7

Kamis, 27 Agu '09 01:27

Tentang cinta yang terlepas, ditemukan, dan segala yang legit di antaranya.

Beberapa minggu yang lalu, seorang kawan berbaik hati mengirim sebuah buku karya tiga orang blogger ; Donna Talitha, Bella Widjaja, Brigitta NS. Saya tidak atau belum kenal secara pribadi dengan mereka bertiga, tapi sudah sejak lama saya tau blog mereka sekaligus menjadi pembaca yang, gak terlalu setia sih, on and off bacanya, tapi dari hati yang paling dalam, saya angkat jempol tinggi-tinggi buat tiga perempuan lesbian pemilik blog camilansepocikopi ini. 

Bukan urusan saya kalau sampai sekarang mereka memilih untuk menjadi sosok anonim di dunia maya. Saya bahkan tak merasa perlu mengenal mereka lebih jauh karena saya sungguh mengerti, hidup dan jalan hidup yang mereka pilih (pilih atau takdir sih?) memang bukan sesuatu yang akan dimengerti apatah lagi diterima oleh masyarakat kita di Republik Muna Jaya ini. Jadi begitulah, saya cukup menjadi penikmat tulisan-tulisan mereka tanpa pernah tau siapa mereka sebenarnya, atau kisah nyatakah cerita cinta manis pahit yang saya baca. 

Club Camilan, adalah tiga cerita cinta dari tiga perempuan berbeda dalam sebuah buku yang renyah dan enak dibaca. Donat yang nakal, penyuka keindahan, gampang jatuh cinta dan sulit menjaga kesetiaan pada perempuan-perempuannya. Bolu yang mencoba menutupi preferensi seksualnya dengan berpura-pura menerima cinta Rico, lelaki nyaris sempurna yang disodorkan oleh keluarganya tapi pada akhirnya harus menyerah pasrah pada kelesbiannya ketika pada suatu malam Rico mencium bibirnya. Ciuman biasa tapi membuat perutnya mual tiap kali mengingat momen yang untuknya terasa aneh dan menjijikkan karena bahkan dalam mimpi pun, dia hanya sanggup merasakan indahnya ciuman dengan, hanya dengan, sesama perempuan. Kemudian ada tokoh Brownies yang patah hati setelah kekasihnya, Hanny, meninggalkan dia untuk menikah dengan seorang lelaki karena, lagi-lagi, menjadi lesbian adalah dosa besar, setidaknya di mata keluarga besarnya.

Tiga novela. Tiga perempuan. Tiga kisah cinta.

*terima kasih, nona. saya tau kamu selalu mencintai saya, di mana pun kamu berada :)

 


Tag: cinta, hidup, Lesbian, buku, review

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Shien Maw 0 0
Jadi inget apa yg mba' Rien pernah bilang, penulis lesbian jauh lebih menyentuh daripada penulis Gay.... dan saya setuju : )

mungkin karena kelembutan alamiah yang mereka miliki kali yah, tapi saya nda tau juga : )

Saya juga suka buku ini mbook : D

ps : aku lupa'e mbok, mba' Rien penulis Maroon dan silluete (proses terbit), nicknamenya apa yah disini, hehehe : )
Alia 0 0
wah udah lama gak ke toko buku nih (sering beli buku online) jd gak tau ada buku ini ... tks for your info, perlu saya baca nih mbak, blum pernah baca buku penulis lesbian lokal sekalian ngebandingin sama penulis gay lokal yg jg blogger, Fa, yg bukunya "Macho Man Ngomong Cong" cukup konyol, vulgar n bikin saya jd tau dunia gay walo sedikit .....
kucingsapi 0 0
juga berniat beli buku itu... hihihih...ah nanti kureview ah....
kucing_usil 0 0
lagi mau baca, siap-siap buka mata batin biar ga terkaget-kaget : ))
kucing_usil 0 0
mboke, makasih sudah review buku ini. sebelumnya saia pikir ini buku cuma cari sensasi aja : (

sudah selesai baca. bagus banget. bacanya lamaaaa soalnya sambil baca sibuk menata hati sambil elap-elap mata yang basah : ))

pokoknya Club Camilan udah ngebuka sudut pandang yang baru ke dunia "L" ini. tengkiu mbok

*kecup kecup : )
venus 0 0
kucing_usil: bagus kan? : D
kucing_usil 0 0
venus: bangettt : ))

Silahkan login untuk memberikan pendapat