Sebuah Saat untuk Mendua 165
Rabu, 19 Agu '09 13:17
Badan anak itu tiba-tiba saja panas. Kedua orang tuanya panik, tapi tak bisa berbuat banyak. Gubuk mereka, berlantai batang nibung, berdinding kulit kayu, beratap daun rumbia, berada di sebuah tempat yang lebih tepat disebut hutan daripada perkampungan. Tak ada apa-apa di gubuk itu, juga di sekelilingnya, untuk mengobati dan menurunkan panas si anak. Tak ada apa-apa, selain do'a dan air mata.
Dan memang, do'a tak cukup kuat menurunkan demam, air mata tak bisa menunda ajal. Anak itu berpulang, dua hari kemudian.
Tanah pemakaman masih basah, ketika adiknya mulai terserang gejala yang sama. Tak sampai seminggu, dia menyusul. Mungkin iri, melihat abangnya kini bermain-main di surga, bersama bidadari. Kemudian adiknya yang satu lagi, kemudian adiknya yang satu lagi.
Kehilangan keempat anaknya dalam hitungan bulan, membuat wanita itu terpukul berat, meratap siang dan malam. Segala cara yang dilakukan suaminya untuk mencoba menguatkan hatinya, tak lagi berguna.
Puncaknya, di suatu malam tubuhnya tiba-tiba lunglai, tak bisa digerakkan sama sekali. Dia terserang stroke karena tekanan psikologis yang luar biasa. Tentu saja saat itu, di awal tahun 1950-an, penyakit itu belum punya nama.
Mulai saat itu, sampai enam tahun berikutnya, dia sepenuhnya tergantung pada suaminya untuk melanjutkan hidup. Sebelum pergi berladang atau membuka hutan untuk berkebun, sang suami akan terlebih dahulu memandikan wanita itu, menjaga dan membersihkan badannya setelah buang hajat, menyisir rambutnya yang tetap dibiarkan tergerai panjang, mengenakan pakaian, menyiapkan sarapan.
Ketika matahari berada tepat di atas kepala, dia akan pulang dari ladang, kembali menyuapi istrinya, atau mengganti pakaiannya jika terkena air seni yang keluar tanpa bisa dicegah.
Tahun berganti. Tempat mereka berladang mulai "ramai", sudah ada empat lima gubuk lain di dekat mereka. Kini, lelaki itu makin sering mendapat bantuan dari tetangga untuk mengurus istrinya, sehingga bisa lebih konsentrasi mengurusi "bisnisnya" di kantor; berladang dan membuka hutan.
Yang paling sering membantu adalah seorang anak gadis yang sedang beranjak remaja. Wanita yang lumpuh tadi menjadi semakin akrab dengannya, bercerita dan "ngerumpi" ini-itu.
*****
Tanpa adanya listrik, malam tiba lebih cepat di kampung itu. Lelaki itu sudah selesai mandi di sungai, tak jauh di belakang gubuk mereka. Istrinya sudah lebih dulu "dirapikan" anak gadis tetangga tadi. Ia kini tinggal menyuapinya.
"Kau menikah lagilah... Tapi harus dengan anak gadis itu, kalau dengan yang lain aku tak setuju. Masa' kau mau tak punya keturunan, menghabiskan waktu seumur hidup mengurusi aku?"
"Ah, itu-itu ajapun kita bahas. Tak apa-apa itu. Hidup ini sudah tersurat, kita tinggal menjalani saja."
Hampir setahun dialog seperti itu terjadi. Sampai di malam itu, ketika istrinya terisak lebih lama. "Berarti kau tak sayang sama aku. Kalau nanti anak itu menikah dengan orang lain, dan harus pergi dari kampung ini, tak akan ada lagi yang bisa mengurus aku sebaik itu."
Dan lelaki itu akhirnya menyerah. Dia menikah dengan anak gadis itu, demi istrinya sendiri.
*****
Hidup memang penuh misteri. Tak lama setelah dimadu, fisik wanita itu menunjukkan kemajuan luar biasa, yang tak pernah terlihat sebelumnya. Padahal tak ada pengobatan apapun. Tak sampai setahun kemudian, ia sudah pulih seperti sedia kala, melahirkan anak, dan melahirkan lagi, sampai lima orang!
Eh, malah si istri kedua yang seperti mengulang kisah suram "kakaknya" itu, harus kehilangan tiga anaknya dalam hitungan bulan. Lagi-lagi kemiskinan tak memberi jalan untuk menolong mereka bertahan.
Dia meratap, juga "kakaknya" yang seperti diserbu kenangan buruk di masa lalu. Dengan segala kasih sayang, dia berusaha menghibur, cemas kalau "adiknya" itu juga terserang lumpuh seperti dirinya.
Untunglah, setelah kehilangan itu dia tidak tumbang. Dia bahkan kembali mengandung benih kehidupan, melahirkan dan membesarkan anak tunggalnya, yang kemudian menulis artikel ini dengan segala rasa haru.
*****
Ini posting paling emosional kedua, yang berbasis pengalaman sendiri, yang saya tulis untuk ngerumpi, setelah yang ini. Ah, ngerumpi emang makin pakai hati kayaknya. :D
Menjelang Ramadhan memang waktu yang tepat, mengenang mereka yang telah pulang. (Ayah dan ibu pertama saya itu sudah berada di alam sana, meninggalkan kami berenam, bersama ibu kedua, ibu yang melahirkan saya).
Selain itu, tulisan ini juga sebuah protes saya bagi kecenderungan di sini, juga di mana-mana, yang sepertinya semakin tak mengakui bahwa di dunia ini masih ada cinta sejati.
Saya kira hanya cinta sejatilah, yang bisa membuat si lelaki tadi, kebetulan dia ayah saya, bisa bertahan mengurusi istri yang lumpuh total selama enam tahun.
Cinta sejati juga yang membuat si istri tadi memaksa suaminya menikah lagi, karena dia tidak ingin suaminya menghabiskan waktu hanya untuk dirinya. Mungkin dia merasa itu tidak adil juga.
Saya yakin, kata-kata ""Berarti kau tak sayang sama aku. Kalau nanti anak itu menikah dengan orang lain, dan harus pergi dari kampung ini, tak akan ada lagi yang bisa mengurus aku sebaik itu," hanya trik dia saja, biar suaminya mau menikah lagi.
Jangan karena kita, termasuk saya, tidak atau belum sanggup mempersembahkan, juga tidak atau belum cukup beruntung untuk mendapatkan cinta sejati, kita lantas menyimpulkan tak ada cinta sejati di dunia. Ada, tapi memang tidak untuk dan bukan oleh kita.
Saya kok merasa, menyimpulkan misteri kehidupan hanya berdasar pengalaman sendiri, akan membuat kita hidup terkungkung dalam dunia yang sempit.
Jadi, ayo buka mata, mari buka hati, cinta dan cinta akan tiba, salah satunya pasti sejati.
Tag: poligami, kesetiaan, emosional, kisah nyata
Terkait:
-
Suamiku dan wanitaku
Senin, 12 Jul '10 15:35 -
Pahit madu ROKOK dan POLIGAMI
Selasa, 22 Jun '10 21:07 -
Pria Luar Biasa
Minggu, 20 Jun '10 19:57
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
ranistya: Megang banget
-
kucing_usil: Megang banget
-
malaikatpendosa: Megang banget
-
Tukang Nasgor: Megang banget
-
ntieholic: Megang banget
-
Lele: Inspiratif
-
Chic: Megang banget
-
weirdaft: Megang banget
-
clingakclinguk: Megang banget
-
mas stein: Megang banget
-
sara_queen: Megang banget
-
littleprincess: Megang banget
-
Silly: Megang banget
-
Mbah Ngasmuni: Inspiratif
-
tukangobatbersahaja: Megang banget
-
donyariya: Megang banget
-
desty: Inspiratif
-
venus: Megang banget
-
Jazzy: Megang banget
-
aubrey.ade: Megang banget
-
alisyah: Megang banget
-
myaw: Megang banget
-
devieriana: Megang banget
-
queeny o corner: Megang banget
-
Ika Ningtyas: Inspiratif
-
mimosamimosa: Megang banget
-
Introvertina: Megang banget
-
satsuki: Megang banget
-
gigides: Biasa
-
choro: Inspiratif
-
rielearning: Megang banget
-
kucingsapi: Megang banget
-
bella_purple: Megang banget
-
arcenciel: Inspiratif
-
hotchocolate: Megang banget
-
Lycoris: Megang banget

Komentar:
*pura-pura pilek jadinya, lap ingus
rasa cinta yang nggak bisa dijabarkan dalam kata, hanya tersentuh oleh hati bukan logika.
benar sekali kalimat diatas. bukan hanya membuat hidup kita terkungkung dalam dunia yg sempit tapi juga membuat kita kelelahan karena harus jatuh bangun dari kesalahan sendiri. kesalahan menilai, kesalahan mengambil keputusan, kesalahan dalam membayar kesalahan yg ada bahkan lebih lelah lagi.
buka mata, buka hati dan juga melihat kehidupan ini dengan banyak mata. mata kita, mata orang lain atau ke level yg lebih tinggi mata alam semesta.
christin: iya. ada! pasti ada! dan memang ada! perkara kita merasa ngga sanggup untuk itu, lain cerita ya bu...
yohanes hans: *sampai pangling* naluri merusaknya lagi ke mana nih pak?
kalimat terakhirnya, megang banget..
sangat2 keren postingan ini..
*ndak tau mau rating apa ini*
*dipentung balok*
*memanggil para rumpi buat jadi barikade lapak*
yohanes hans: wakakakakaka... mudah2an efek meditasinya bisa tahan lama.
wow punya kisah yang mengharu biru gituw ...
btw tuh sodara² nya sakit apa gitu...
Terharu bang, terharu iki...
*asik, lagi gak ada orang, bisa puwas2 nangis
yohanes hans: gak janji....
Lele: tp ini kisah gak untuk ditangisi kok... mestinya malah dirayakan.
cozy
bisa ngrasain banget, punya anak yg pernah juga tiba tiba demam tinggi n menggigil gag karuan ...
alhamdulillah tertolong
beneran kisah nyata ya bang?
woooow
*speechless*
senangnya bisa ketawa tersedu-sedu (atau nangis terbahak-bahak?)
menjura pada bang enriqueza
ntieholic: iya. sama. sampe sekarang, kalo anak udah demam, saya panik gak karu2an... mgkn ada efek "traumatis' dari kisah keluarga saya ini. istri malah bisa lebih tenang.
Chic: iya. begitulah.
kucing_usil: saya kira, mereka yang udah ada "di sana", mgkn lebih suka kalo kita menjalani hidup dengan "kecenderungan" untuk ceria...
ya Tuhan ada to kisah nyata seperti ini
betapa mulianya istri tua ..betapa baiknya istri muda..pada hal biasane gontok2an * iki bhs mana se ...
sara_queen: iya, bokap emg pejantan tangguh kayaknya.
tp salah satu nasihat terakhir dia, "kami 3 anak laki2nya, jgn pernah berpikir untuk poligami... apapun alasannya, bahkan bila alasannya "sekuat" yang dia alami..."
begitulah...
Jadi benar yah, penulis yang handal, pasti sudah mengalami banyak skali pengalaman yang membuatnya kaya dalam merangkai cerita hidup.
Tanggung jawab bang, kaos aku basah ama airmata ....
It's very isnpiring... really... Thanks for this post abang... may I hug you? *peluk-peluk sambil nangis terus... ingat bokap nyokap yang lagi sakit keras*
sungguh mengharukan....
Dapet kesan yang sama dengan mbak Silly, mengerti sekarang mengapa tulisannya bang Toga banyak yang menyentuh.
afeksi dan apresiasi di ngerumpi emg beda. *membungkuk dalam* bukan apresiasi melulu berbentuk pujian dalam komen, atau rating2 itu ya...
kalo soal puji-memuji, sanjung-menyanjung, di blog lebih mengerikan lagi... wakakakaka.... ada juga posting saya di blog yang komen-nya lebih 1000 buah. walaopun kalo ada juga yang memaki2 sih...
gantian saya deh berterima kasih untuk mereka yg telah berpikir untuk membangun rumah rumpi ini, dan merawatnya sepenuh hati.
*membungkuk lebih dalam lagi, sampe nyeri terasa di pinggang*
Mbah Ngasmuni: makasih banyak pak. eh, bapak terserang rasa jenuh juga ya dengan politik2 itu? wakakakakaka... sama pak. *tosh dulu akh*
*tendang pantat, adijikkkssss... tulisan situ yang bagus kok malah situ yang membungkuk*
enriqueza : cinta teruji dan dgn sendirinya cinta sejati menjadi pemenang. berb
ahagialah mereka yg merasakan cinta sejati.
*hugs*
hehehehe... aku biarin aja mereka bingung... wong pada ngga berani nanya.
Jiah manggil pak, wong kita seumuran, malah situ lebih tua beberapa bulan *salah sendiri data di blognya lengkap*
Saya kok merasa, menyimpulkan misteri kehidupan hanya berdasar pengalaman sendiri, akan membuat kita hidup terkungkung dalam dunia yang sempit.
eniwei thank for sharing ...
jadi yg namanya politik dgn segala intriknya itu, udah buat kenyang.
donyariya: kembali. saya cuma berusaha menjadi "orisinil" seperti pak dony.
desty: yg gini2 japri aja kali ya... ntar tiba2 densus 88 dateng ke kampung sayah.
coklat: jadi, cinta sejenis nano2 ya
Merusak thread disini enak juga ternyata ya tanpa beban, gak pake mikir dan gak bakal ditanya referensi seperti didunia sana
Sedikit back on track, kadang sirik dengan orang yang pengalaman hidupnya kaya, saya sendiri banyakan belajar cuman baca dari pengalaman orang.
Katanya Gibran :
The deeper that sorrow carves into your being the more joy you can contain. Is not the cup that holds your wine the very cup that was burned in the potter's oven?
Sirik walaupun kalau suruh menjalani sendiri kehidupan orangtuanya bang toga mungkin saya gak bakalan sanggup
venus:
desty: buru2 pindah, sebelum tim tiba.
sama kayak dulu saya bilang bang, bang enriqueza boleh iri dengan orang yang bisa travelling tapi percaya deh saya lebih iri dengan orang yang bisa menulis seperti abang ... apalagi ditambah pengalaman yang begitu kaya
konon, tuhan hanya memberi beban sebatas kemampuan kita... jadi ketika kita seperti gak mampu, berarti kita ga menyadari seberapa kuatnya kita sebenarnya. katanya sih gitu.
*ndusel2 ke bang toga*
*merusak tret pelan-pelan*
bener jg. lelaki tak selalu menyatakan apa yg sebenarnya ada dalam pikirannya. *menyingkir, memberi jalan kepada mas stein mendekati simbok*
donyariya: bener, anda itu orisinil. gak banyak orang siap kehilangan "pamor" atau popularitas, atau apalah itu, demi menyuarakan apa yang dipikirkannya... *merunduk*
enriqueza: ya ilah bang ... orisinilnya karena itu yah ... eniwei buat saya bad publicity is still a publicity *nyeruput kopi* hahahahaha
donyariya: wuakakakakaka... jadi pemeran pengganti! simbok gendeng! ups!
Mbah Ngasmuni: wakakakakakaka... tuh kan, mana mungkin kasih komen gini di politikana. iya kan PAK?
clingakclinguk: sampeyan ini pitnah mas, kata siapa yang jago main gitar gampang bikin cewek klepek-klepek?? saya ini malah biasa dipakai sebagai obat nyamuk, main gitar untuk ngiringi orang pacaran!! *pengamendotcom*
*log out, pulang sebelom kena macet*
*tadi dah mo berangkat berenang, ternyata masih siang, balik lagi deh ngerumpi...*
Jadi gak pengen dipeluk-peluk juga nihhh... sinih kalo gitu tndang aja... *adejikssss*
mas stein :
venus: wuahahahaha... selama ini kami kan udah mengamati the way female ngerumpi. nah, kami hadir dgn versi terbaru, berdasar pada evaluasi selama ini...
ngerumpi yang lebih efisien dan efektif. apa coba?
*cuci tangan*
tapi dipeluk sama dirimu...
desty: ha? *pingsan*
(pingsan saking bahagianya... lho?)
ngopi dulu sebelum pulang
bentar nangis sampek keluar ingus. bentar lagi ketawa ngikik-ngikik.
kucing_usil: karena kehidupan emg beralamat di garis batas tangis dan tawa...
clingakclinguk: membayangkan terjadi pertarungan, lemparan gelas dibalas lemparan sepatu... *bayangan ala psikopat*
masi jam setengah lima udah siap-siap pulang
tapi dokter belum bolehin minum kopi pake garam... inpus aja belum dilepas
eh, si yohanes hans mana yak? itu kan posting dia, kalo gak salah...
Baca tulisan ini awalnya bikin sesak napas, tapi akhirnya lega karena terbukti cinta sejati itu ada.
(dan terbukti tidak semua poligami itu buruk kan..
iya, tp again, bokap pesen banget, jgn sampe tiga anak cowoknya berpoligami... whatever the reason might be.
wakakakaka...
*kabuuuuurrrrrrrrr*
si abang ini kek-nya kalo nulis novel, gt..bisa best-seller dweh...**menjura**
abis nulisnya selalu dari hati yg paling dalem
desty, bener tuh sari kurma baik buat DBD, mau pesan sama ya?? *hlohh...siap2 ditimpuk rame2
eh tp diriku merasakan cinta sejati selama sakit dr suami. kyk bapaknya bang enriqueza yg merawat istrinya selama sakit
aubrey.ade: wadoh, best seller... :-D jadi mengkhayal jauh ke awan. wakakakaka... ha? jadi nambah infus gara2 ngerumpi? wakakakakaka... kedua srikandi momodh pasti sedih mengetahui itu.
desty: lho, beliau udah di sisimu sekarang? kalo iya, wah, ada hikmahnya dong...
iya,hari kedua,nekat buka ngerumpi,pdhl pusing&sinyal merem-melek,tapi kangennya ama disini...mana tahaaaaaannnnn
alhasil,tangan kanan gak kerasa 'tegang' terus, eh tau2 bengkak,sakit...jadi deh, dilepas & pindah ke tangan kiri
tapi tetep,gak bisa komen,ga kuat baca lama2
aubrey.ade: wakakakakakaka... walah, itu addicted-nya udah stadium lanjut bangedh.... wakakakakaka... dokter marah?... eh, pas dia buka ngerumpi, addicted jg, dan nyaris lupa nanganin pasiyen... hehehehe, gak segitunya kale ya.
*ini namanya saling mengafeksi ala ngerumpi*
makanya dua minggu pas nih,baru buka kompter lagi, gak nyanggup dh mau bandelin, badan rasanya rontok
Thanks bang,afeksinya
littleprincess: ya itu emg DB... (Dibuat Bangga). wakakakaka...
aubrey.ade: WHAAAATTTT? Serem sekale? *Bersyukur, lewat tret ini jadi bisa tau kawan2 sedang menghadapi seseuatu yang serius*
Trus sekarang gimana? Sudah bebas kan?
2 minggu sudah lewat masa inkubasinya, bang
oke, mba?
wokehh, bang-tapi ntar, secara udah dua minggu baru bisa kesini lagi, kek-nya mesti tiga hari tiga malem nich, menodai artikel2 di ngerumpi **lebayatundotcom**
salam buat oppung boru itu (maroppung nama au ate)
*ditendang momodh, krna pake bahasa roaming*
Seperti apapun pendapat saya, saya percaya kok cinta sejati itu ada. ada setitik di dalam hati manusia, dimana dia menyimpan cinta sejati. Kadang di lain orang cinta sejati itu timbul, tapi kadang di tempat lain tenggelam.
Dan hanya orang-orang tulus yang bisa mengungkapkan cinta sejati dalam hidup mereka.
*masih mewek:
cinta sejati itu ada. ada setitik di dalam hati manusia, dimana dia menyimpan cinta sejati. Kadang di lain orang cinta sejati itu timbul, tapi kadang di tempat lain tenggelam.
persis begitu kamsut sayah. dia ada, tp tak selamanya memperoleh ruang... makasih yak.... *membungkuk dalam2*
*diusir momod*
eh mba desty ternyata sakit. moga cepet sembuh yaaa....
saya ini bukan penulis...kalaupun ada sedikit nulis tapi tak lebih bermental anak SD yang disuruh ngarang sama guru Bahasa Indonesia...
christin: oh, lagi ada perkumpulan orang2 batak yah... *pantesan roaming nih*
desty: aduh darling, kamu sakit yahhh, kok gak ngasih kabar atau sinyal2 sihhh...
siapapun yang sakit, wajib laporan ke diriku, kali2 bisa nyumbang doa atau apa gitu... lain kali kabar2in yahhh... *peluk2 desty, semoga cepat sembuh*
dee: Roamingggggggg???? haduh baru abis nangis denger berita mbak aubrey, langsung ngakak baca komen kamu... roaming??? ROAMING??? ahakahakhakahakhakahak
Enggak, maksud saya dirimu sudah mengilhami banyak org, pasti banyak yang pengen ketemu dirimu... jadi gue bisa tidur2an dibelakang layar, gak ada yang nyari... (wong semua lagi terpesona sama penulis artikel2 HL di ngerumpi.com sihhh, hihihi)
christin: horas ito
*mudah2an komen ini juga dicuekin ama momodh*
Silly: weleh, itu sih namanya lempar enriqueza sembunyi Silly. wakakaka...
alisyah: agiape... bohama martulang, ai menek dope borukku... wakakakaka...
jadi masuk ngerumpi cuma cari hiburan yak? huahahahaha.. emang di sini kan tempatnya wanita dan lelaki penghibur...
hahaha, mudah-mudahan ga ada yang tersungging aka tersinggung karena merasa disebut sebagai wanita atau lelaki penghibur
bukannya posting artikel ini semalam, malah sibuk jualan sate sama yohanes han's. coba bacanya semalam, pasti saya ga bisa tidur
salut buat mereka
gak kaya sekarang bang.. hiks .. Teganya kau..masa aku sambil nggigit ayam sambil nangis?
hayo posting ulang tapi waktunya yang beda
banyak orang mati-matian bekerja menambah kekayaan, dan akhirnya sakit karena kelelahan... padahal yg dibutuhkannya untuk berbahagia, sebenarnya sederhana saja, cuma sedikit hiburan...
myaw: iya, masalahnya, jualan sate kan idealnya malem... sambil keliling komplek gitu...
warm: iya om. ga ada yg bisa mengalahkan kesabaran... kecuali ketidaksabaran.
devieriana: OUGH! baru tau, posting harus disesuaikan timing-nya yak... *yakin banget, ntar juga lupa soal ini, dan akhirnya posting salah timing lagi* wakakakakakaka
aku kayanya yang salah timing, harusnya makannya yang harus disesuaikan sama postinganmu..
diriku paling telat mewek nyaaaaaaa
thanks for sharing this beautiful story..your own story...
*menjjjuuurrraaa*
*untung gue baca ini dah menjelang subuh, kalo siang2 pas di kantor...bisa kacau*
*nyurput kopi lagi, sambil tendang2 meja*
mohon maaf saya salah pencet rating..
maunya "Megang Banget" (ato Pengen Megang) malah kepencet "Biasa" - gara2 komputer saya layarnya manteg ke kiri.
Anyway,
dari awal saya penggemar tulisan abang, hanya saja tidak tahu harus comment bagaimana.
Dan tulisan ini, bener2 bikin saya speechless.
well, you're really inspire me bang...
Silly: nyruput kopi, tendang2 meja, trus masih ngerating pulak....... hm, bener2 multitasking momodh.
gigides: gapapa lage. wakakakaka... justru itu bagus... pan udah banyak temen2 yang bermurah hati dan kasian tuh, ngasih rating bagus2...
"Bagus, seperti biasa". Wakakakakakaka... GE ER deh gw.
*ngos-ngosan baca komen*
terharu.....beruntung sekali istri-istri ayahnya bang enriq...
huhuhuhu.. semoga saya bisa menemukan cinta sejati yg kek gini ... huhuhuhuhu *terharu sambil berkaca-kaca..
benci ama bang enriqueza, benci benci benciiiii!! *harusnya ndak usah klik postingannya bang enriqueza*
*cari cari tisu*
jadi sedih juga nih,
beruntung mas ini punya bokap nyokap kayak gitu .
^patahati red^
piss ah!
---
Pada suatu pagi menjelang siang...
"Kamu siapa?"
"Lha abang juga siapa?"
"Ini di rumah kamu? Bagus kamarmu..."
"Lho aku pikir rumah Abang..."
---
Satpam TGMN dikontak nyonya umah. Ada intruders, Man! "Baik, nyonya! Saya kenal lakinya!"
jadi jawaban saya... "ya, saya ingat ada seseorang yang melakukan itu.."
rating komen Mas Tugiman: +5 (tajam).
doaku untuk bapak dan ibu ya mas...
*eh.. ini postingan dah kayak absen warga ngerumpi ya* hampir semuanya masuk sini dan menyumbangkan komennya
Alangkah indahnya dunia ini kalau cinta bukan sekedar menuntut tapi memberi dan memberi..
thanks sharingnya mas
tp mgkn dunia juga perlu penjahat2 seperti saya... jika semua orang mengedepankan kasih sayang dan kerelaan berkorban, kehidupan mungkin tak akan sedinamis dan sehidup seperti ini... mungkin ya...
tp saya mendramatisasi kisah orang tua sendiri, yang udah "tiada" pula, kayaknya terlalu berlebihanlah... gak berani saya.
pada masanya di waktu bocah dulu, saya ingin benar tahu, mengapa harus jadi anak dari istri kedua... somehow, itu "predikat" yang ngga begitu nyaman untuk disandang.
jadi, kalo di blog mba bilang yg keberatan cuma anak istri pertama, ngga juga... masing2 punya bebannya sendiri, mbak. wakakaka...
saya yakin, konflik di antara anak2 dalam keluarga poligami, mesti berawal dari "persaingan" atau ketidakrelaan orang tuanya masing-masing
beban yg saya maksud, adalah dari kawan2 waktu sekolah dulu. kalo itu disinggung, pastilah ada pertarungan di belakang sekolah, dan pulang ke rumah dgn muka bonyok2... wakakakakaka
aduh, makin curhat nih.
saya yakin, konflik di antara anak2 dalam keluarga poligami, mesti berawal dari "persaingan" atau ketidakrelaan orang tuanya masing-masing
beban yg saya maksud, adalah dari kawan2 waktu sekolah dulu. kalo itu disinggung, pastilah ada pertarungan di belakang sekolah, dan pulang ke rumah dgn muka bonyok2... wakakakakaka
aduh, makin cu
moga aku dapet suami yg kayak bapaknya abang
makasih ngerumpi, telah memungkinkan saya dan banyak orang utk bercerita tentang kata hati yg paling sunyi.
Silahkan login untuk memberikan pendapat