Sebuah Saat untuk Mendua 165

Rabu, 19 Agu '09 13:17

Badan anak itu tiba-tiba saja panas. Kedua orang tuanya panik, tapi tak bisa berbuat banyak. Gubuk mereka, berlantai batang nibung, berdinding kulit kayu, beratap daun rumbia, berada di sebuah tempat yang lebih tepat disebut hutan daripada perkampungan. Tak ada apa-apa di gubuk itu, juga di sekelilingnya, untuk mengobati dan menurunkan panas si anak. Tak ada apa-apa, selain do'a dan air mata.

Dan memang, do'a tak cukup kuat menurunkan demam, air mata tak bisa menunda ajal. Anak itu berpulang, dua hari kemudian.

Tanah pemakaman masih basah, ketika adiknya mulai terserang gejala yang sama. Tak sampai seminggu, dia menyusul. Mungkin iri, melihat abangnya kini bermain-main di surga, bersama bidadari. Kemudian adiknya yang satu lagi, kemudian adiknya yang satu lagi.

Kehilangan keempat anaknya dalam hitungan bulan, membuat wanita itu terpukul berat, meratap siang dan malam. Segala cara yang dilakukan suaminya untuk mencoba menguatkan hatinya, tak lagi berguna.

Puncaknya, di suatu malam tubuhnya tiba-tiba lunglai, tak bisa digerakkan sama sekali. Dia terserang stroke karena tekanan psikologis yang luar biasa. Tentu saja saat itu, di awal tahun 1950-an, penyakit itu belum punya nama.

Mulai saat itu, sampai enam tahun berikutnya, dia sepenuhnya tergantung pada suaminya untuk melanjutkan hidup. Sebelum pergi berladang atau membuka hutan untuk berkebun, sang suami akan terlebih dahulu memandikan wanita itu, menjaga dan membersihkan badannya setelah buang hajat, menyisir rambutnya yang tetap dibiarkan tergerai panjang, mengenakan pakaian, menyiapkan sarapan.

Ketika matahari berada tepat di atas kepala, dia akan pulang dari ladang, kembali menyuapi istrinya, atau mengganti pakaiannya jika terkena air seni yang keluar tanpa bisa dicegah.

Tahun berganti. Tempat mereka berladang mulai "ramai", sudah ada empat lima gubuk lain di dekat mereka. Kini, lelaki itu makin sering mendapat bantuan dari tetangga untuk mengurus istrinya, sehingga bisa lebih konsentrasi mengurusi "bisnisnya" di kantor; berladang dan membuka hutan.

Yang paling sering membantu adalah seorang anak gadis yang sedang beranjak remaja. Wanita yang lumpuh tadi menjadi semakin akrab dengannya, bercerita dan "ngerumpi" ini-itu.

*****

Tanpa adanya listrik, malam tiba lebih cepat di kampung itu. Lelaki itu sudah selesai mandi di sungai, tak jauh di belakang gubuk mereka. Istrinya sudah lebih dulu "dirapikan" anak gadis tetangga tadi. Ia kini tinggal menyuapinya.

"Kau menikah lagilah... Tapi harus dengan anak gadis itu, kalau dengan yang lain aku tak setuju. Masa' kau mau tak punya keturunan, menghabiskan waktu seumur hidup mengurusi aku?"

"Ah, itu-itu ajapun kita bahas. Tak apa-apa itu. Hidup ini sudah tersurat, kita tinggal menjalani saja."

Hampir setahun dialog seperti itu terjadi. Sampai di malam itu, ketika istrinya terisak lebih lama. "Berarti kau tak sayang sama aku. Kalau nanti anak itu menikah dengan orang lain, dan harus pergi dari kampung ini, tak akan ada lagi yang bisa mengurus aku sebaik itu."

Dan lelaki itu akhirnya menyerah. Dia menikah dengan anak gadis itu, demi istrinya sendiri.

*****

Hidup memang penuh misteri. Tak lama setelah dimadu, fisik wanita itu menunjukkan kemajuan luar biasa, yang tak pernah terlihat sebelumnya. Padahal tak ada pengobatan apapun. Tak sampai setahun kemudian, ia sudah pulih seperti sedia kala, melahirkan anak, dan melahirkan lagi, sampai lima orang!

Eh, malah si istri kedua yang seperti mengulang kisah suram "kakaknya" itu, harus kehilangan tiga anaknya dalam hitungan bulan. Lagi-lagi kemiskinan tak memberi jalan untuk menolong mereka bertahan.

Dia meratap, juga "kakaknya" yang seperti diserbu kenangan buruk di masa lalu. Dengan segala kasih sayang, dia berusaha menghibur, cemas kalau "adiknya" itu juga terserang lumpuh seperti dirinya.

Untunglah, setelah kehilangan itu dia tidak tumbang. Dia bahkan kembali mengandung benih kehidupan, melahirkan dan membesarkan anak tunggalnya, yang kemudian menulis artikel ini dengan segala rasa haru.

*****

Ini posting paling emosional kedua, yang berbasis pengalaman sendiri, yang saya tulis untuk ngerumpi, setelah yang ini. Ah, ngerumpi emang makin pakai hati kayaknya. :D

Menjelang Ramadhan memang waktu yang tepat, mengenang mereka yang telah pulang. (Ayah dan ibu pertama saya itu sudah berada di alam sana, meninggalkan kami berenam, bersama ibu kedua, ibu yang melahirkan saya).

Selain itu, tulisan ini juga sebuah protes saya bagi kecenderungan di sini, juga di mana-mana, yang sepertinya semakin tak mengakui bahwa di dunia ini masih ada cinta sejati.

Saya kira hanya cinta sejatilah, yang bisa membuat si lelaki tadi, kebetulan dia ayah saya, bisa bertahan mengurusi istri yang lumpuh total selama enam tahun.

Cinta sejati juga yang membuat si istri tadi memaksa suaminya menikah lagi, karena dia tidak ingin suaminya menghabiskan waktu hanya untuk dirinya. Mungkin dia merasa itu tidak adil juga.

Saya yakin, kata-kata ""Berarti kau tak sayang sama aku. Kalau nanti anak itu menikah dengan orang lain, dan harus pergi dari kampung ini, tak akan ada lagi yang bisa mengurus aku sebaik itu," hanya trik dia saja, biar suaminya mau menikah lagi.

Jangan karena kita, termasuk saya, tidak atau belum sanggup mempersembahkan, juga tidak atau belum cukup beruntung untuk mendapatkan cinta sejati, kita lantas menyimpulkan tak ada cinta sejati di dunia. Ada, tapi memang tidak untuk dan bukan oleh kita.

Saya kok merasa, menyimpulkan misteri kehidupan hanya berdasar pengalaman sendiri, akan membuat kita hidup terkungkung dalam dunia yang sempit.

Jadi, ayo buka mata, mari buka hati, cinta dan cinta akan tiba, salah satunya pasti sejati.

 

 

 

 

 


Tag: poligami, kesetiaan, emosional, kisah nyata

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

kucing_usil 0 0
bang enriqueza teganya dirimu posting artikel ini siang siang begini.

*pura-pura pilek jadinya, lap ingus

rasa cinta yang nggak bisa dijabarkan dalam kata, hanya tersentuh oleh hati bukan logika.
christin 0 0
ya tuhan merinding banget. tuh kan entah satu diantara seribu atau bahkan sejuta pasti ada cinta sejati di dunia ini : ((
yohanes hans 0 0
"menyimpulkan misteri kehidupan hanya berdasar pengalaman sendiri, akan membuat kita hidup terkungkung dalam dunia yang sempit."

benar sekali kalimat diatas. bukan hanya membuat hidup kita terkungkung dalam dunia yg sempit tapi juga membuat kita kelelahan karena harus jatuh bangun dari kesalahan sendiri. kesalahan menilai, kesalahan mengambil keputusan, kesalahan dalam membayar kesalahan yg ada bahkan lebih lelah lagi.
buka mata, buka hati dan juga melihat kehidupan ini dengan banyak mata. mata kita, mata orang lain atau ke level yg lebih tinggi mata alam semesta.
enriqueza 0 0
kucing_usil: gapapa dong... jadi, dirikuh punya kawan mewek siang2 gini... weks!

christin: iya. ada! pasti ada! dan memang ada! perkara kita merasa ngga sanggup untuk itu, lain cerita ya bu...

yohanes hans: *sampai pangling* naluri merusaknya lagi ke mana nih pak?
Tukang Nasgor 0 0
ya oloh bang, saya lg pilek ndak tau ini ingus ato air mata yg keluar. mucrat semua.. : )

kalimat terakhirnya, megang banget..
sangat2 keren postingan ini..
*ndak tau mau rating apa ini*
yohanes hans 0 0
enriqueza: tadi abis meditasi, jadi masih waras. mau tak rusak opo piye lapak ini?; ))
*dipentung balok*
Tukang Nasgor 0 0
warning..warning... mas yohanes hans: lg menyiapkan perusakan lapak
*memanggil para rumpi buat jadi barikade lapak* : D
enriqueza 0 0
Tukang Nasgor: wakakakakaka... tak bisa aku larang perusakan lapak. wong itu juga aktivitas utamaku di ngerumpi. nulis posting gini kan, sambilan aja.

yohanes hans: wakakakakaka... mudah2an efek meditasinya bisa tahan lama. : D
ntieholic 0 0
kisah nyata ????

wow punya kisah yang mengharu biru gituw ...
btw tuh sodara² nya sakit apa gitu...
yohanes hans 0 0
enriqueza: semoga, tapi gak janji : D
Lele 0 0
: (( : (( : (( : ((
Terharu bang, terharu iki...

*asik, lagi gak ada orang, bisa puwas2 nangis : D*
enriqueza 0 0
ntieholic: yg jelas mereka demam tinggi. kemungkinan besar sih terinfeksi sesuatu... demam tinggi kalo gak segera ditangani dengan tepat kan emg fatal. belon lagi infeksinya sendiri. duh, jadi beneran nangis nih...

yohanes hans: gak janji.... : D gapapa. kalo ntar mau merusak, ajak2 ya... biar aja enriqueza ngamuk2... wakakaka... *jadi kek orang gila nih, ketawa nangis bolakbalik*

Lele: tp ini kisah gak untuk ditangisi kok... mestinya malah dirayakan. : D
weirdaft 0 0
*berusaha menahan airmata diantara ramenya orang2 diruanganku*
: (( : (( : (( : ((
ntieholic 0 0
enriqueza:

cozy

bisa ngrasain banget, punya anak yg pernah juga tiba tiba demam tinggi n menggigil gag karuan ...

alhamdulillah tertolong

Chic 0 0
*merinding*

beneran kisah nyata ya bang?
woooow
*speechless*
kucing_usil 0 0
enriqueza: jah yang kasi efek ketawa nangis bolak-balik siapa coba??? udah terharu begini malah balik jadi pemingkal : ))

senangnya bisa ketawa tersedu-sedu (atau nangis terbahak-bahak?) : ((
clingakclinguk 0 0
menahan nafas selama membaca hingga akhirnya memberi rating, baru bisa kembali bernafas dengan lega, cerita yang mengharukan

menjura pada bang enriqueza
mas stein 0 0
tulisan sampeyan yang ini bener-bener mbikin saya mbrebes mili bang : ((
enriqueza 0 0
weirdaft: gapapa kali. kita manusia, apalagi anda wanita... : D wajar nangis sekali2...

ntieholic: iya. sama. sampe sekarang, kalo anak udah demam, saya panik gak karu2an... mgkn ada efek "traumatis' dari kisah keluarga saya ini. istri malah bisa lebih tenang. : D

Chic: iya. begitulah. : D

kucing_usil: saya kira, mereka yang udah ada "di sana", mgkn lebih suka kalo kita menjalani hidup dengan "kecenderungan" untuk ceria...

sara_queen 0 0
bang toga ko sodara na banyak bgt????
ya Tuhan ada to kisah nyata seperti ini
betapa mulianya istri tua ..betapa baiknya istri muda..pada hal biasane gontok2an * iki bhs mana se ...
enriqueza 0 0
clingakclinguk, mas stein, makasih banyak. eh, jangan segan2 loh, kalo ada niat merusak tret. : D you're welcome... Wakakaka...

sara_queen: iya, bokap emg pejantan tangguh kayaknya.

tp salah satu nasihat terakhir dia, "kami 3 anak laki2nya, jgn pernah berpikir untuk poligami... apapun alasannya, bahkan bila alasannya "sekuat" yang dia alami..."

begitulah... : D

Silly 0 0
Bang... kamu baru saja membuat aku menangis... sumpah!!!.

Jadi benar yah, penulis yang handal, pasti sudah mengalami banyak skali pengalaman yang membuatnya kaya dalam merangkai cerita hidup.

Tanggung jawab bang, kaos aku basah ama airmata .... : (( : (( : ((

It's very isnpiring... really... Thanks for this post abang... may I hug you? *peluk-peluk sambil nangis terus... ingat bokap nyokap yang lagi sakit keras* : ((
tukangobatbersahaja 0 0
*ambil tissue passeo*
sungguh mengharukan....
Mbah Ngasmuni 0 0
enriqueza: Terimakasih sudah berbagi inspirasi bang Toga : )

Dapet kesan yang sama dengan mbak Silly, mengerti sekarang mengapa tulisannya bang Toga banyak yang menyentuh.

enriqueza 0 0
Silly: iya nih... kok bisa2-nya aku nulis ini di sini. aku udah tahunan juga ngeblog, tp ga pernah "berani" menulis ini...

afeksi dan apresiasi di ngerumpi emg beda. *membungkuk dalam* bukan apresiasi melulu berbentuk pujian dalam komen, atau rating2 itu ya...

kalo soal puji-memuji, sanjung-menyanjung, di blog lebih mengerikan lagi... wakakakaka.... ada juga posting saya di blog yang komen-nya lebih 1000 buah. walaopun kalo ada juga yang memaki2 sih...

gantian saya deh berterima kasih untuk mereka yg telah berpikir untuk membangun rumah rumpi ini, dan merawatnya sepenuh hati.

*membungkuk lebih dalam lagi, sampe nyeri terasa di pinggang*
enriqueza 0 0
tukangobatbersahaja: makasih.... paseo emg banyak penggemarnya yak. (jadi ngiklan)

Mbah Ngasmuni: makasih banyak pak. eh, bapak terserang rasa jenuh juga ya dengan politik2 itu? wakakakakaka... sama pak. *tosh dulu akh*
Silly 0 0
enriqueza: pijit2 pinggang bang toga yang nyeri karena membungkuk terlalu dalam...

*tendang pantat, adijikkkssss... tulisan situ yang bagus kok malah situ yang membungkuk* : )) : )) : ))
desty 0 0
Silly : i'm sorry to hear 'bout ur parents : (

enriqueza : cinta teruji dan dgn sendirinya cinta sejati menjadi pemenang. berb
ahagialah mereka yg merasakan cinta sejati.
*hugs*
enriqueza 0 0
desty: makasih... dan itu ada cerita jg... kawan2 bingung... sudah dua kali mereka mengucapkan belasungkawa... untuk bokap dan nyokap... eh, skrg aku masih cerita, harus merawat nyokap yang mulai sakit2an...

hehehehe... aku biarin aja mereka bingung... wong pada ngga berani nanya.
Mbah Ngasmuni 0 0
enriqueza: *tos juga * He he he iya, mulai jenuh mikir negara : D

Jiah manggil pak, wong kita seumuran, malah situ lebih tua beberapa bulan *salah sendiri data di blognya lengkap* : ))

donyariya 0 0
spikles ... saya cuman mau quote ini

Saya kok merasa, menyimpulkan misteri kehidupan hanya berdasar pengalaman sendiri, akan membuat kita hidup terkungkung dalam dunia yang sempit.

eniwei thank for sharing ...
desty 0 0
enriqueza : btw...kampung abang di mana sih?
coklat 0 0
cinta sejati adalah gabungan dari penderitaan, kesengsaraan dan kebahagiaan.
enriqueza 0 0
Mbah Ngasmuni: wakakakakakaka.... data lengkap ya... saya kebetulan bekerja ga jauh2 dari dunia media, pak, eh, bos... eh, ketua, eh, apa nih jadinya.

jadi yg namanya politik dgn segala intriknya itu, udah buat kenyang. : D


donyariya: kembali. saya cuma berusaha menjadi "orisinil" seperti pak dony. ; )

desty: yg gini2 japri aja kali ya... ntar tiba2 densus 88 dateng ke kampung sayah. : D
enriqueza 0 0
desty: eh, udah ditulis juga ding di blog. wakakakaka... namanya manduamas... perbatasan antara tapanulis tengah (sumut) sama aceh singkil (NAD)

coklat: jadi, cinta sejenis nano2 ya
littleprincess 0 0
perasaan tadi aku dah komen deh...kok gak ada sih...huuaaaa *nangis guling - guling*
venus 0 0
boleh aku memelukmu, bang? : (( : (( : ((
desty 0 0
enriqueza: segera utus Densus 88 : )) : ))
Mbah Ngasmuni 0 0
enriqueza: He..he..he.. teserah saza Lae mau panggil apa, jelas-jelas namanya Mat Koplo, sebodo teuing mau dipanggil apa : D.

Merusak thread disini enak juga ternyata ya tanpa beban, gak pake mikir dan gak bakal ditanya referensi seperti didunia sana : D.

Sedikit back on track, kadang sirik dengan orang yang pengalaman hidupnya kaya, saya sendiri banyakan belajar cuman baca dari pengalaman orang.

Katanya Gibran :
The deeper that sorrow carves into your being the more joy you can contain. Is not the cup that holds your wine the very cup that was burned in the potter's oven?

Sirik walaupun kalau suruh menjalani sendiri kehidupan orangtuanya bang toga mungkin saya gak bakalan sanggup : D
enriqueza 0 0
littleprincess: yaaah...

venus: : D aku lahir dan dibesarkan dalam "kesulitan2" mbok... tp karena itu pula, hari ini, aku gampang banget merasa bahagia, dikit2 langsung ketawa... : D

desty: buru2 pindah, sebelum tim tiba.
mas stein 0 0
simbok venus & mbak Silly: sana gihi peluk-peluk bang enriqueza. *ndak tertarik*
donyariya 0 0
enriqueza: ah si abang, manalah saya berhak di bilang orisinil hehehe : D, tapi bener tulisannya selalu nendang, untuk yang ini saya bingung kalau harus ngasih jempol perlu berapa jempol.

sama kayak dulu saya bilang bang, bang enriqueza boleh iri dengan orang yang bisa travelling tapi percaya deh saya lebih iri dengan orang yang bisa menulis seperti abang ... apalagi ditambah pengalaman yang begitu kaya

: D
Mbah Ngasmuni 0 0
mas stein: Cemburu terpendam detected ... : ))
enriqueza 0 0
Mbah Ngasmuni: gak tau jg pak. *kok teuteup lebih nyaman nyapa gini yak, sebodo teuing oge ah*

konon, tuhan hanya memberi beban sebatas kemampuan kita... jadi ketika kita seperti gak mampu, berarti kita ga menyadari seberapa kuatnya kita sebenarnya. katanya sih gitu. : D
venus 0 0
mas stein: situ butuh pelukan juga? *sodorin donyariya* : ))

*ndusel2 ke bang toga*
mas stein 0 0
Mbah Ngasmuni: bener pak, saya iri dengki setengah mati sama kemampuan nulisnya bang enriqueza, penulis paling laris di sini *huh!* : -/
mas stein 0 0
venus: oalah mbok, sampeyan iki jan, kayak ndak ada cewek saja di sini : ))
*merusak tret pelan-pelan*
enriqueza 0 0
mas stein: cemburu terpendam detected. wakakakakakaka... alamat bakal ancur nih tret. oh mama, oh papa, maapkanlah kami. wakakakakakaka....

bener jg. lelaki tak selalu menyatakan apa yg sebenarnya ada dalam pikirannya. *menyingkir, memberi jalan kepada mas stein mendekati simbok*

donyariya: bener, anda itu orisinil. gak banyak orang siap kehilangan "pamor" atau popularitas, atau apalah itu, demi menyuarakan apa yang dipikirkannya... *merunduk*

mas stein 0 0
enriqueza: waduh bang, sampeyan ini bener-bener merendahkan saya, jelek-jelek gini saya masih normal, bukan pengidap oedipus complex : )) : ))
donyariya 0 0
venus: nah simbok kok saya yang malah disodorin hahahahaha

enriqueza: ya ilah bang ... orisinilnya karena itu yah ... eniwei buat saya bad publicity is still a publicity *nyeruput kopi* hahahahaha : ))

Mbah Ngasmuni 0 0
mas stein: Nasib memang dipanggil pak lagi, ya sudahlah, sing sabar yo nak ... simbok memang sedang terharu dengan tulisannya abangmu, sini tak peluk-peluk : ))
clingakclinguk 0 0
jadi nemu satu lagi yang alasan yang membuat cewe "klepek2" pada seorang cowo selain jago main gitar, jago ngeramal atau baca garis tangan, jago nggombal, nah yang terakhir ini jago nulis artikel di ngerumpi.com, smua cewe akan dengan suka rela menawarkan pelukan, huh
venus 0 0
ahahahaha.....bapak2nya lebih rumpi ternyata ya? cih!!! : ))
enriqueza 0 0
mas stein: kalo ditahap ini, saya gak ikut2an lagi deh... wakakakaka... *berdebar, menunggu reaksi simbok*

donyariya: wuakakakakaka... jadi pemeran pengganti! simbok gendeng! ups!

Mbah Ngasmuni: wakakakakakaka... tuh kan, mana mungkin kasih komen gini di politikana. iya kan PAK?
mas stein 0 0
Mbah Ngasmuni: sembarangan, saya ndak suka dipeluk-peluk, kalo pun terpaksa dipeluk-peluk biar saya yang milih orangnya : ))

clingakclinguk: sampeyan ini pitnah mas, kata siapa yang jago main gitar gampang bikin cewek klepek-klepek?? saya ini malah biasa dipakai sebagai obat nyamuk, main gitar untuk ngiringi orang pacaran!! *pengamendotcom*
venus 0 0
clingakclinguk: kamu iri ya? pengen dipeluk juga? tuh bang, ada lagi yg mau nih : ))

*log out, pulang sebelom kena macet*
Silly 0 0
mas stein: Woaaaahhhh... kok pundung sihhhh, hahaha...

*tadi dah mo berangkat berenang, ternyata masih siang, balik lagi deh ngerumpi...*

Jadi gak pengen dipeluk-peluk juga nihhh... sinih kalo gitu tndang aja... *adejikssss* : D
Mbah Ngasmuni 0 0
enriqueza: Tanggung, kalau begitu saya menuntut dipanggil simbah sekalian : D

mas stein : : )) : )) Yo uwis, sak karepmu le. Pelukan simbah ndak laku ndak papa, nanti saya cari cucu-cucu lain yang manis-manis untuk dipeluk : D.
enriqueza 0 0
clingakclinguk: hoayah.... kok berasa ada sesuatu pada komen ini yak? wakakakakaka... emg menawarkan pelukan... tp penawaran itu dengan imbuhan "syarat dan ketentuan berlaku". : D

venus: wuahahahaha... selama ini kami kan udah mengamati the way female ngerumpi. nah, kami hadir dgn versi terbaru, berdasar pada evaluasi selama ini...

ngerumpi yang lebih efisien dan efektif. apa coba? : D
Silly 0 0
clingakclinguk: haduhhh, ngakak guling2 baca komen kamuhhh.... : )) : )) : ))
mas stein 0 0
oi oi, sudah, sudah. ini orang-orang ngapain sih?? tulisan mengharu biru kok malah pada ketawa-tawa!!
*cuci tangan*
desty 0 0
enriqueza: bang...mas stein itu bukan pengen dipeluk ama simbok atau simbah Mbah Ngasmuni
tapi dipeluk sama dirimu... : ))
Silly 0 0
mas stein: *sodorin handsoap, biar bersih sekalian* : D
enriqueza 0 0
mas stein: huahahaha... lempar komen sembunyi rating. gpp, biar aja, mumpung enriqueza belum onlen, kt acak2 aja tret dia ini. : D

desty: ha? *pingsan*

(pingsan saking bahagianya... lho?)
mas stein 0 0
enriqueza: mmm.... *kepikiran mau komen lagi* tapi... *sudah cukup kerusakan hari ini* : ))

ngopi dulu sebelum pulang
desty 0 0
mas stein: tulisan mengharu biru?? mana? mana? : )) : ))
desty 0 0
enriqueza: tuh..kan mas stein udah mau pulang aja pake ngopi dulu... ngasih sinyal ke abang tuh... : ))
kucing_usil 0 0
yaoloh, lama-lama gangguan mental disini.
bentar nangis sampek keluar ingus. bentar lagi ketawa ngikik-ngikik.

: ))
clingakclinguk 0 0
mas stein : saya juga kepikiran mau nanggepin komen sampeyan, tapi karena sampeyan msh ngopi, saya mau make sepatu dulu *siap-siap pulang*
mas stein 0 0
desty: mau kopi mbak..? *tersenyum manis nawarin kopi campur garam*
Jazzy 0 0
Ah.. terharu lagi..
enriqueza 0 0
desty: wuahahahaha... ngasih sinyal dan desty jadi menara BTS-nya, menyampaikan sinyal.

kucing_usil: karena kehidupan emg beralamat di garis batas tangis dan tawa... ; )

clingakclinguk: membayangkan terjadi pertarungan, lemparan gelas dibalas lemparan sepatu... *bayangan ala psikopat*
kucing_usil 0 0
clingakclinguk: dasar magabuters : ))

masi jam setengah lima udah siap-siap pulang : ))
desty 0 0
mas stein: waduh...matur nuwun, mas...
tapi dokter belum bolehin minum kopi pake garam... inpus aja belum dilepas : D
enriqueza 0 0
desty: inpus? lagi sakit ya? *merasa berdosa gak ngecek kabar ke profil*
mas stein 0 0
desty: lho, lagi sakit tho mbak? diinpus dan masih sempet buka ngerumpi?? omaidog! : ))
enriqueza 0 0
mas stein: itu belum seberapa mas... kan udah ada cerita soal multitasking wives... lagi "dinuin" jg masih sempet ngerating posting di ngerumpi.

eh, si yohanes hans mana yak? itu kan posting dia, kalo gak salah...
Silly 0 0
desty: lohhh desty sakit yahhh???? Sakit apaahh?
enriqueza 0 0
maksudnya, dianuin... doh, mau melucu kok typo.
pelangi 0 0
Bang enriqueza, bener kata Tante Silly. Pantas tulisannya selalu menggugah, lha pengalamannya aja seperti ini. Salut buat ketiga orang tua.

Baca tulisan ini awalnya bikin sesak napas, tapi akhirnya lega karena terbukti cinta sejati itu ada.

(dan terbukti tidak semua poligami itu buruk kan.. ; ) )
mas stein 0 0
enriqueza: hahaha, lucu itu harus sekali jalan bang : )) : ))
enriqueza 0 0
pelangi: *sujud syukur ada yang mengembalikan tret ke shiratal mustaqim, jalan yang lurus*

iya, tp again, bokap pesen banget, jgn sampe tiga anak cowoknya berpoligami... whatever the reason might be. : D

mas stein 0 0
halah, padahal tadi udah pamitan! *menyingkir*
enriqueza 0 0
mas stein: bener... sekali jalan dan temponya terjaga... kalo sampe offbeat, udah gak lucu.

wakakakaka...
clingakclinguk 0 0
enriqueza : jd mbak desty ini dianuin sambil diinpus dan tetep ikutan ngerumpi, gitu? ckckckckc...

*kabuuuuurrrrrrrrr*
desty 0 0
iya nih,lg dirawat di rumah sakit krn DBD. udah bosan bgt trombosit naiknya kyk siput. mendingan ngerumpi aja
enriqueza 0 0
desty: DBD, waduh... biar kayak siput, yg penting udah naik kan... sempet di kisaran berapa waktu kena?
aubrey.ade 0 0
desty: desty...cepet sehat lagi ya, say...minggu lalu aku terkapar seminggu di RS, bosen bgt,tp pusing kalo baca2...cepet sembuh ya, minum sarikurma : )
enriqueza 0 0
clingakclinguk: pura2 gak baca... gak berani nanggepin... takut ditimpuk desty pake kantong infus bekas.
clingakclinguk 0 0
desty : wah, semoga cepat sembuh ya, katanya sih disuruh banyak minum jus jambu klutuk sama air beras angkak biar trombositnya cepet naik lagi, 3 taon yg lalu saya juga pernah mendekam seminggu di RS gara2 DBD, berdarah-darah dr hidung dan gusi, trombosit sampe sisa 40.000 *klo ndak salah* tapi alhamdulillah akhirnya sembuh.
desty 0 0
wooii kok jd gw yg dibahas?
aubrey.ade 0 0
enriqueza: waduh...speechless euy, bacanya...

si abang ini kek-nya kalo nulis novel, gt..bisa best-seller dweh...**menjura**
abis nulisnya selalu dari hati yg paling dalem : )
aubrey.ade 0 0
desty: deeeesss, infusmu di kanan or kiri ?? ati2 bengkak lohhh, aku kmren di kanan, eh gara2 buka ngerumpi setengah jam, pdhl cm baca doangan, eh, bengkak..jadi ditusuk lagi yg kiri : ))
pelangi 0 0
enriqueza: hahahaa, mau ikutan ngawur saya dah ketinggalan banyak. Dan berhubung masih disambi dengan kerjaan, jadi otak yang bagian ngaconya masih dalam proses loading : p

desty, bener tuh sari kurma baik buat DBD, mau pesan sama ya?? *hlohh...siap2 ditimpuk rame2 : p
desty 0 0
aih..terharu.. waktu masuk kmrn 125rb,drop sampe 60rb. sekarang udah 70rb sih..

eh tp diriku merasakan cinta sejati selama sakit dr suami. kyk bapaknya bang enriqueza yg merawat istrinya selama sakit : D
enriqueza 0 0
desty: gpp... untuk diacak2 aja gw ikhlas kok, apalagi untuk memberi perhatian kepada kawan sendiri. :-D

aubrey.ade: wadoh, best seller... :-D jadi mengkhayal jauh ke awan. wakakakaka... ha? jadi nambah infus gara2 ngerumpi? wakakakakaka... kedua srikandi momodh pasti sedih mengetahui itu.
desty 0 0
@aubrey : di kiri kok..syukurlah belum bengkak smp sekarang
enriqueza 0 0
pelangi: ditunggu proses loading-nya. (lha, kok malah berharap pada potensi perusakan)

desty: lho, beliau udah di sisimu sekarang? kalo iya, wah, ada hikmahnya dong... : D
littleprincess 0 0
@enriqueza: bang...sering2 nulis dong, kalo dirimu kelamaan menghilang...aku sebage penggemarmu ini bisa klenger neehh
aubrey.ade 0 0
enriqueza: srikandi momodh?? simbok venus & jengSilly, maksudnya ? : )) : ))

iya,hari kedua,nekat buka ngerumpi,pdhl pusing&sinyal merem-melek,tapi kangennya ama disini...mana tahaaaaaannnnn : D
alhasil,tangan kanan gak kerasa 'tegang' terus, eh tau2 bengkak,sakit...jadi deh, dilepas & pindah ke tangan kiri : D
tapi tetep,gak bisa komen,ga kuat baca lama2 : (
enriqueza 0 0
littleprincess: weleh.. komen kek gini yg bisa menurunkan jumlah trombosit... *blushing*

aubrey.ade: wakakakakakaka... walah, itu addicted-nya udah stadium lanjut bangedh.... wakakakakaka... dokter marah?... eh, pas dia buka ngerumpi, addicted jg, dan nyaris lupa nanganin pasiyen... hehehehe, gak segitunya kale ya.
aubrey.ade 0 0
littleprincess: tuuullll ! kalo dah lama gak buka ngerumpi, artikelmu yg duluan dakyu cari,bang **dohhhh,jangan dicemplungkan ke jalur yang salah, ya bang** : D

enriqueza 0 0
aubrey.ade: gitu ya? sama dunk. tiap nulis artikel, komen mba yang selalu saya tunggu... td udah sempet khawatir jg, lama sih baru nongol...

*ini namanya saling mengafeksi ala ngerumpi*
desty 0 0
enriqueza : iya bang. selalu ada hikmahnya
littleprincess 0 0
minum jus jambu bang...katanya bisa menaikkan trombosit.....kalo perlu banget yah, kudu nelen kapsul cacing itu...*lah emangnya DB*
aubrey.ade 0 0
enriqueza: gemana gak lamaaa, hawong saiah terinfeksi H1N1...(buken ter-afeksi,ya) : D

makanya dua minggu pas nih,baru buka kompter lagi, gak nyanggup dh mau bandelin, badan rasanya rontok

Thanks bang,afeksinya : )
enriqueza 0 0
desty: waduh, perasaan jadi bercabang nih. turut prihatin sama keadaan sakitnya, tp ikut berbahagia sama the ending of "no importa la distancia"-nya. :-D

littleprincess: ya itu emg DB... (Dibuat Bangga). wakakakaka...

aubrey.ade: WHAAAATTTT? Serem sekale? *Bersyukur, lewat tret ini jadi bisa tau kawan2 sedang menghadapi seseuatu yang serius*

Trus sekarang gimana? Sudah bebas kan?
aubrey.ade 0 0
enriqueza: alhamdulillah gak sampe masuk ICU..hihihiyy...pengennya sih,ntar sekedar curhat ama temen2 disini, spy semua beware sama virus2 ini, karna gak pandang bulu deh, semua bisa mendadak kena

2 minggu sudah lewat masa inkubasinya, bang : )
enriqueza 0 0
aubrey.ade: iya, gak pandang bulu. presiden aja ada yang kena... costa rica apa panama ya? ngeri yak... boleh tuh di-share sama kita... ntar pasti saya kasih rating +1 menular. kidding... kan penting jg tau ttg virus itu, dari tangan pertama, yang mengalami...

oke, mba?
aubrey.ade 0 0
enriqueza: hahaha...: ))
wokehh, bang-tapi ntar, secara udah dua minggu baru bisa kesini lagi, kek-nya mesti tiga hari tiga malem nich, menodai artikel2 di ngerumpi **lebayatundotcom** : D
alisyah 0 0
kisah nyata rupanya, jadinya makin terharu
salam buat oppung boru itu (maroppung nama au ate) : )
enriqueza 0 0
alisyah: boasa marompung, ai satorbang do hita... manang sassundut.

*ditendang momodh, krna pake bahasa roaming*
dee 0 0
enriqueza: saya terharu banget dengan kisah ini. : ((
Seperti apapun pendapat saya, saya percaya kok cinta sejati itu ada. ada setitik di dalam hati manusia, dimana dia menyimpan cinta sejati. Kadang di lain orang cinta sejati itu timbul, tapi kadang di tempat lain tenggelam.
Dan hanya orang-orang tulus yang bisa mengungkapkan cinta sejati dalam hidup mereka.

*masih mewek: : ((
enriqueza 0 0
dee: waduh, dari tadi pagi saya pengen merumuskannya seperti itu.... tapi gak bisa2, gak nemu kata seakurat itu.

cinta sejati itu ada. ada setitik di dalam hati manusia, dimana dia menyimpan cinta sejati. Kadang di lain orang cinta sejati itu timbul, tapi kadang di tempat lain tenggelam.

persis begitu kamsut sayah. dia ada, tp tak selamanya memperoleh ruang... makasih yak.... *membungkuk dalam2*
christin 0 0
enriqueza: unang marbahasa batak ma hamu, dang hu boto da abang : ))

*diusir momod*

eh mba desty ternyata sakit. moga cepet sembuh yaaa....
dee 0 0
enriqueza: bang toga terlalu memuji ah.. *merona*
saya ini bukan penulis...kalaupun ada sedikit nulis tapi tak lebih bermental anak SD yang disuruh ngarang sama guru Bahasa Indonesia...

christin: oh, lagi ada perkumpulan orang2 batak yah... *pantesan roaming nih*
Silly 0 0
enriqueza: MOMODH???? adohhh... ini masih lanjut ajah toh yahhh... hehehe ampunnn

desty: aduh darling, kamu sakit yahhh, kok gak ngasih kabar atau sinyal2 sihhh...

siapapun yang sakit, wajib laporan ke diriku, kali2 bisa nyumbang doa atau apa gitu... lain kali kabar2in yahhh... *peluk2 desty, semoga cepat sembuh* : )
enriqueza 0 0
Silly: eh bu momodh, lewat tret ini ketauan loh dua temen kita sakit yang rada "serius". desty sama mba aubrey.ade. *bangga, berharap dapat hadiah dari momodh*

Silly 0 0
aubrey.ade: Dirimu juga sakitttttttttt??? Ini ada apa sihhh kok sindrom sakit semua... cepat sembuh dong ahhh... jangan sakit yahhh *peluk2 juga* : ) H1N1???? hadooohhhh... *komat kamit baca doa* cepat sembuhhhhhhhh : (( : (( : ((

dee: Roamingggggggg???? haduh baru abis nangis denger berita mbak aubrey, langsung ngakak baca komen kamu... roaming??? ROAMING??? ahakahakhakahakhakahak : )) : ))
Silly 0 0
enriqueza: Iya bang Toga... pokoknya nanti kalo peluncuran ngerumpi.com... bang enriqueza harus hadir... kalo gak nanti sapa pengantin prianya... *lah, emang ada acara kawinan?... pengantin wanitanya sapa?, ahakahakahakhakahka*

Enggak, maksud saya dirimu sudah mengilhami banyak org, pasti banyak yang pengen ketemu dirimu... jadi gue bisa tidur2an dibelakang layar, gak ada yang nyari... (wong semua lagi terpesona sama penulis artikel2 HL di ngerumpi.com sihhh, hihihi) : )
alisyah 0 0
enriqueza: nga dao umurta tulang (martulang ma muse au : )), ai dakdanak dope au :-D

christin: horas ito : )

*mudah2an komen ini juga dicuekin ama momodh*
enriqueza 0 0

Silly: weleh, itu sih namanya lempar enriqueza sembunyi Silly. wakakaka...

alisyah: agiape... bohama martulang, ai menek dope borukku... wakakakaka...

jadi masuk ngerumpi cuma cari hiburan yak? huahahahaha.. emang di sini kan tempatnya wanita dan lelaki penghibur... : D
alisyah 0 0
enriqueza: pangukkurna dang sian umur ni ito niba i attong, selisih ni umur ta do tulang : )

hahaha, mudah-mudahan ga ada yang tersungging aka tersinggung karena merasa disebut sebagai wanita atau lelaki penghibur
myaw 0 0
jadi speechless...*puk puk bang toga*

bukannya posting artikel ini semalam, malah sibuk jualan sate sama yohanes han's. coba bacanya semalam, pasti saya ga bisa tidur : ((
warm 0 0
tuh kan.... sabar ada hikmahnya,
salut buat mereka : ((
devieriana 0 0
biasanya kalo postingan gini bagusan malem2, biar mbrebes mili semua.. : ((

gak kaya sekarang bang.. hiks .. Teganya kau..masa aku sambil nggigit ayam sambil nangis? : ((

hayo posting ulang tapi waktunya yang beda : ((
enriqueza 0 0
alisyah: napa harus tersinggung? penghibur itu kerja mulia kok, jauh lebih baik daripada peneror... wakakakaka...

banyak orang mati-matian bekerja menambah kekayaan, dan akhirnya sakit karena kelelahan... padahal yg dibutuhkannya untuk berbahagia, sebenarnya sederhana saja, cuma sedikit hiburan... : D

myaw: iya, masalahnya, jualan sate kan idealnya malem... sambil keliling komplek gitu... : D

warm: iya om. ga ada yg bisa mengalahkan kesabaran... kecuali ketidaksabaran.

devieriana: OUGH! baru tau, posting harus disesuaikan timing-nya yak... *yakin banget, ntar juga lupa soal ini, dan akhirnya posting salah timing lagi* wakakakakakaka
devieriana 0 0
enriqueza: kagaaak aku ngarang baaang : )) : ))

aku kayanya yang salah timing, harusnya makannya yang harus disesuaikan sama postinganmu.. ; ))
queeny o corner 0 0
tuhhhhhhhh kan

diriku paling telat mewek nyaaaaaaa

: (( : (( : (( : ((
enriqueza 0 0
queeny o corner: kan mendingan telat, daripada gak mewek sama sekali... wakakakaka. sekali mewek tetap mewek.
queeny o corner 0 0
enriqueza: orang indonesia salaluH ada mending nya.. : D
enriqueza 0 0
queeny o corner: gapapa... masih mending, selama masih adah rasah!
Introvertina 0 0
suuummmppaaaahhhhhhh gue merinding berat baca ini...My Goooodddd...aku speechless bang...*sambil nahan mewek*

thanks for sharing this beautiful story..your own story...

*menjjjuuurrraaa*
Introvertina 0 0
Hmmm..satu lagii satu lagiii..aku dah "curiga" sama dirimu bang...saat kamu komentar di blogku kemaren...si Malaikat Tak Sempurna itu...something "wrong" with u..dalam arti..kamu bukan orang sembarangan..yang bener2 berbobot ga cuma di tulisan..tapi juga di hidup riil-nya...

*untung gue baca ini dah menjelang subuh, kalo siang2 pas di kantor...bisa kacau*
Silly 0 0
Ini lapak belum bubar2 juga yahhh, hahahahaa... : ))

*nyurput kopi lagi, sambil tendang2 meja* : p
gigides 0 0
Bang @enriqueza
mohon maaf saya salah pencet rating..
maunya "Megang Banget" (ato Pengen Megang) malah kepencet "Biasa" - gara2 komputer saya layarnya manteg ke kiri.

Anyway,
dari awal saya penggemar tulisan abang, hanya saja tidak tahu harus comment bagaimana.
Dan tulisan ini, bener2 bikin saya speechless.

well, you're really inspire me bang... : D
enriqueza 0 0
Introvertina: aduh, saia malah orgnya sembarangan banget... : D liat aja tuh, di tret yang bicarain bokap dan nyokap sendiri, aku malah terlibat langsung dalam tindakan perusakan tret. :-D wakakakaka.... begitupun, makasih banget. *blushing abis sebenernya*

Silly: nyruput kopi, tendang2 meja, trus masih ngerating pulak....... hm, bener2 multitasking momodh.

gigides: gapapa lage. wakakakaka... justru itu bagus... pan udah banyak temen2 yang bermurah hati dan kasian tuh, ngasih rating bagus2... : D jadi, pas ada rating "biasa" itu, bisa diartikan begini:

"Bagus, seperti biasa". Wakakakakakaka... GE ER deh gw.
kepikcantik 0 0
beruntung ya bang, lahir dari cinta sejati.. : )

*ngos-ngosan baca komen*
nivita 0 0
salam kenal bang..

terharu.....beruntung sekali istri-istri ayahnya bang enriq...
Sapiterdepan 0 0
What a great love story ..

huhuhuhu.. semoga saya bisa menemukan cinta sejati yg kek gini ... huhuhuhuhu *terharu sambil berkaca-kaca..
choro 0 0
nangis nggak bikin batal kan? *sesenggukan*

benci ama bang enriqueza, benci benci benciiiii!! *harusnya ndak usah klik postingannya bang enriqueza*

*cari cari tisu*
pakRW 0 0
knapa aye ikutan kesini,
jadi sedih juga nih,
beruntung mas ini punya bokap nyokap kayak gitu .
indomielezat 0 0
cinta itu misteri...kesejatian cinta aku sendiri masih enggak ngerti.....

^patahati red^
enriqueza 0 0
kepikcantik, nivita, Sapiterdepan, choro, pakRW, indomielezat: Tenkyu all yah.. : D
Siti 0 0
heh! sy berasa sdg duduk di bar dengerin cowo curhat yg sedih2 trus ujung2nya tetep aja ngarepin ONS ... hihihihi maaf
enriqueza 0 0
makanya jgn sering2 duduk di bar, mbak... wakakakaka... konon konstruksi imaji (dan ilusi) kita, dipengaruhi oleh "habitat" kita. ; )

piss ah!
Mas Tugiman 0 0
enriqueza: Peace juga ah. Bang enriqueza inget gak, pulang dari bar tidur di mana ama siapa?
---
Pada suatu pagi menjelang siang...
"Kamu siapa?"
"Lha abang juga siapa?"
"Ini di rumah kamu? Bagus kamarmu..."
"Lho aku pikir rumah Abang..."
---
Satpam TGMN dikontak nyonya umah. Ada intruders, Man! "Baik, nyonya! Saya kenal lakinya!"
enriqueza 0 0
Mas Tugiman: Wakakakaka... Dilematis bener... Saya bilang lupa, bohong! Saya akui inget, duh alamat (makin) hancur reputasi yg emg gak pernah bagus...

jadi jawaban saya... "ya, saya ingat ada seseorang yang melakukan itu.."

rating komen Mas Tugiman: +5 (tajam).
Meiy 0 0
ah kau membuat mataku sabak bang. cinta sejati manusia ada karena dipelihara.
enriqueza 0 0
Meiy: setuju bana uni... mencintai mgkn gak sulit. tapi memelihara dan mempertahankannya tetap ada, di tengah berbagai perubahan, godaan, kelelahan, penderitaan, dst... Onde mande!
kucingsapi 0 0
mberebes mili..... hiks.... : (( : ((

doaku untuk bapak dan ibu ya mas...

*eh.. ini postingan dah kayak absen warga ngerumpi ya* hampir semuanya masuk sini dan menyumbangkan komennya : )
enriqueza 0 0
kucingsapi: makasih... *terharu* dari sekian banyak yg komen, termasuk aku sendiri, kok cuma dirimu yg inget untuk kirim do'a.. *hiks, makin terharu dan termalu*
t3ph 0 0
critanya mengharukan *hisk*. unbelievable ada cerita cinta seperti itu. gak melulu meminta tapi berkorban..
Alangkah indahnya dunia ini kalau cinta bukan sekedar menuntut tapi memberi dan memberi..

thanks sharingnya mas : )
enriqueza 0 0
t3ph: makasih jg. : D

tp mgkn dunia juga perlu penjahat2 seperti saya... jika semua orang mengedepankan kasih sayang dan kerelaan berkorban, kehidupan mungkin tak akan sedinamis dan sehidup seperti ini... mungkin ya...
Umi Kartikawati 0 0
hehehe...ada ya yg kayak gitu. baru tau saya. btw, itu ceritanya jd mengharu biru bukan krn efek dramatisasi yg berlebih kan...(maaf saya memang agak skeptis sm banyak hal) tapi,bagaimanapun salut sama mereka yg punya cinta sebegitu dalam dan tanpa syarat...: )
enriqueza 0 0
Umi Kartikawati: wakakaka... kdg ciri orang cerdas emg terlihat dari skeptimisme-nya terhadap banyak hal...

tp saya mendramatisasi kisah orang tua sendiri, yang udah "tiada" pula, kayaknya terlalu berlebihanlah... gak berani saya. : D
Umi Kartikawati 0 0
maaf.maaf.maaf.maaf. kurang banyak ga maaf nya..? saya baca semua tulisan abang (dipanggil begini aja ya,biar spt yg lain) disini tadi, hehehe...menarik semua...
enriqueza 0 0
Umi Kartikawati: hayaaahhh... gak segitunya jg mbak umi. saia aja waktu pertama diceritain itu sama bapak jg ngerasa itu agak terlalu "dramatis" kok... makanya saya cek and ricek ke kedua ibu saya. bahkan orang2 tua yang mengenal mereka sejak lama.

pada masanya di waktu bocah dulu, saya ingin benar tahu, mengapa harus jadi anak dari istri kedua... somehow, itu "predikat" yang ngga begitu nyaman untuk disandang.

jadi, kalo di blog mba bilang yg keberatan cuma anak istri pertama, ngga juga... masing2 punya bebannya sendiri, mbak. wakakaka...
Umi Kartikawati 0 0
enriqueza: iya, semua punya bebannya sendiri. btw, pernah ada konflik ga itu dg saudara yg beda ibu? kan mungkin tidak semua anak bisa menerima kenyataan begitu?
enriqueza 0 0
Umi Kartikawati: wah, jadi ngobrol kita. wakakakakaka... "konflik" sesama sodara sbgmana biasa aja, seperti jg kakak beradik "normal" lainnya... mungkin karena ketiga orang tua saya, semua (relatif) ridho dengan pologami itu...

saya yakin, konflik di antara anak2 dalam keluarga poligami, mesti berawal dari "persaingan" atau ketidakrelaan orang tuanya masing-masing

beban yg saya maksud, adalah dari kawan2 waktu sekolah dulu. kalo itu disinggung, pastilah ada pertarungan di belakang sekolah, dan pulang ke rumah dgn muka bonyok2... wakakakakaka

aduh, makin curhat nih. : D
enriqueza 0 0
Umi Kartikawati: wah, jadi ngobrol kita. wakakakakaka... "konflik" sesama sodara sbgmana biasa aja, seperti jg kakak beradik "normal" lainnya... mungkin karena ketiga orang tua saya, semua (relatif) ridho dengan pologami itu...

saya yakin, konflik di antara anak2 dalam keluarga poligami, mesti berawal dari "persaingan" atau ketidakrelaan orang tuanya masing-masing

beban yg saya maksud, adalah dari kawan2 waktu sekolah dulu. kalo itu disinggung, pastilah ada pertarungan di belakang sekolah, dan pulang ke rumah dgn muka bonyok2... wakakakakaka

aduh, makin cu
Noklia 0 0
baru sekali ini baca artikel abang....langsung mewek2......
moga aku dapet suami yg kayak bapaknya abang
enriqueza 0 0
gara2 banyak hashtag #tentangayah di twitter, jadi baca tulisan ini lagi.

makasih ngerumpi, telah memungkinkan saya dan banyak orang utk bercerita tentang kata hati yg paling sunyi. : )
hotchocolate 0 0
aduh bang, saya baru baca. dan ini bener-bener
: (( : (( : ((
enriqueza 0 0
hotchocolate: makasih. berbagi yg seperti ini cuma ada di ngerumpi. : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat