Waktu Keluarga 10

Senin, 3 Agu '09 07:43

 

Kemaren malem sekitar jam sembilan ada seorang temen saya nelpon, “Stein, nganggur? Karaokean yuk.”

Saya baru saja balik dari muter-muter kota sama anak dan istri saya, malem sebelumnya saya lembur di kantor sampe jam 23.30, capek, saya bilang, “males boss, ngantuk, pengen tidur saja.”

“kamu itu, diajak seneng susah tenan!” percakapan ditutup.

Saya memang capek, tapi sebenarnya alasan utama saya nolak diajak keluar bukan itu. Saya ini memang termasuk orang yang susah diajak keluar, bahkan untuk ukuran buruh pabrik pun saya dibilang ndak gawul. Sampe beberapa temen ada yang bilang saya ini terlalu dikuasai sama istri sampe ndak berani keluar. Pernah ada temen di pabrik bilang, “apa perlu aku yang mintakan ijin ke istrimu??” *asem!*

Jangankan temen-temen, istri saya pun kadang sampe mikir saya ini anti sosial. Pernah beberapa kali temen-temen dia ngajak keluar, entah itu sekedar makan bareng atau karaokean. Kalo anak saya belum tidur ya saya nganter dia trus balik lagi ke rumah. Nanti kalo anak saya sudah tidur saya baru nyusul.

Bagi saya sudah banyak waktu yang terbuang untuk mburuh di pabrik, makanya kalo weekend saya usahakan waktu adalah untuk keluarga. *mungkin lebih tepatnya waktu buat anak*

 

Kalo dipikir-pikir sampe berapa lama sih anak bisa deket dan bermanja-manja sama kita, apalagi anak saya cowok, nanti besar dikit juga sudah ndak mau dipeluk-peluk, melek dikit kabur. Saya ndak mau saat waktu itu datang saya menyesali waktu yang terbuang di masa lampau.

Tentu saya ndak sepenuhnya mengurung diri di rumah, ada kalanya saya nongkrong juga sama orang-orang kalo saya pikir waktu saya memang layak dipake sama mereka. Tapi tetep keluarga adalah prioritas utama.

Sampeyan tau lagu Cats In The Craddle? Jangan sampe itu terjadi sama sampeyan.

My child arrived just the other day Came to the world in the usual way But there were planes to catch and bills to pay He learned to walk while I was away He was talkin’ ‘fore I knew it And as he grew he said, “I’m gonna be like you, Dad, You know I’m gonna be like you.”

And the cat’s in the cradle and the silver spoon,
Little boy blue and the man ‘n the moon.
“When you comin’ home?”
“Son, I don’t know when. We’ll get together then.
You know we’ll have a good time then.”

Well, my son turned ten just the other day.
He said, “Thanks for the ball, Dad. Come on, let’s play.
Could you teach me to throw?”
I said, “Not today. I got a lot to do.”
He said, “That’s okay.” And he walked away and he smiled and he said,
“You know, I’m gonna be like him, yeah.
You know I’m gonna be like him.”

Well, he came from college just the other day,
So much like a man I just had to say,
“I’m proud of you. Could you sit for a while?”
He shook his head and he said with a smile,
“What I’d really like, Dad, is to borrow the car keys.
See you later. Can I have them please ?”

I’ve long since retired, my son’s moved away.
I called him up just the other day.
“I’d like to see you, if you don’t mind.”
He said, “I’d love to, Dad, if I could find the time.
You see my new job’s a hassle and the kids have the flu,
But it’s sure nice talkin’ to you, Dad.
It’s been sure nice talkin’ to you.”
And as I hung up the phone it occurred to me,
He’d grown up just like me.
My boy was just like me.



Tag: anak, ibu, ayah

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

desty 0 0
*hiks...ngelap air mata*

setuju, mas. sabtu-minggu itu hari untuk keluarga. cuman 2 hari dalam seminggu, masak mereka ga ngerti juga ya, kalo kita maunya kumpul ama keluarga aja...

*curcol ah...*
ikam 0 0
*mburuh* e nyante tenan to mas......

salam kenal
zizi 0 0
benar tuh Pak! teringat kembali aku kekurangan kasih sayang dari Bokap..hihihi..
perempuan api 0 0
terharu bacanya : (
ann 0 0
hmm untungnya suami saya kalau weekday paling ngacirnya pas hari selasa aja.. dan mirip2 jg, kalau anak udah bobo baru dia gabung dgn temen2 motornya ..

lucunya lagi.. kalau weekend malah suami saya rebutan anak saya dengan orang tua saya (yg emang kudu jadwal kunjung di hari sabtu/minggu) .. hihihihi
memethmeong 0 0
hmmmm...prioritasnya udah beda ya? mungkin itu yg kejadian ma suami2 temenku yg susah bergaul ma temen2 istrinya ya...

etapi, kita yg main ke rumah mereka lho, dan ga ngajak keluar.

kl dulu pas masih lajang gimana?
mas stein 0 0
desty: cup cup mbak *nyodorin kain pel* : p

ikam: lha mburuh saja kok, ndak usah ngoyo

zizi: mungkin ekspresi sayangnya lain mbak

perempuan api: saya juga *halah!*

ann: lho memang anaknya dimana mbak?

memethmeong: dulu lajang ya kelayapan terus mbak, antar kota antar propinsi malah : ))
desty 0 0
*nambahin pake lirik lagunya Corrine May - Slow Down*

16 hour workday just to provide
Everything for his little tyke
No time to sing a lullaby
or give him a piggyback ride
TV babysitter, toys are a bribe
as he speeds out the doorway
and the car leaves the driveway

The boy runs after his father
but his steps are too small
He stretches out his hands to reach him
as he tumbles and falls.

Slow down,
I can’t keep up with you
You’re getting a little too quick
for me to follow
Slow down,
you’re getting away from me
and I don’t know how to slow you down

60 years together weathering the times
The good, the bad, the sweetest sighs
Watching children of their children smile
as they did when they walked down the aisle

Walking canes and wheelchairs slowly wind
Twirling the years, curling their faces
But now he’s stumbling faster
towards that finish line
She stretches out her hands to reach him
as he closes his eyes

Slow down,
I can’t keep up with you
You’re getting a little too quick
for me to follow
Slow down,
you’re getting away from me
and I don’t know how to slow you down
mas stein 0 0
desty: doh! bisa jadi ini postingan yang paling banyak melibatkan lirik lagu : ))
sara_queen 0 0
duch senengnya kl punya suami mas stein **siap2 ditimpuk ma nyanya**

Silahkan login untuk memberikan pendapat