:: What Is A Name :: 36
Selasa, 28 Jul '09 22:30
Nama, apa sih nama itu? apa gunanya, apa pengaruhnya? Kenapa nama bisa mempengaruhi tingkat pe-PD-an seseorang? Tulisan ini saya buat karena saya beberapa waktu ini sering mencermati hubungan antara nama & kepercayaan diri seseorang, plus hubungannya dengan bidang pekerjaan seseorang. Hah? ! Bidang pekerjaan? Apa hubungannya? Kalau misal namanya Ngatini apakah tidak boleh menjadi seorang manager? Atau jika namanya Catherine tidak layak jika harus menjadi office girl, misalnya?
No, no, bukan begitu. Begini awalnya, beberapa waktu yang lalu saya sempat ngobrol dengan teman-teman saya pas makan siang. Obrolan ringan seputar pasangan, anak, artis dan sejenisnya. Sampai kita akhirnya membicarakan seputar nama kita & artinya. Mostly mereka cukup pede dengan nama pemberian orangtua masing-masing. Hanya ada 1 yang kebetulan tidak bernafsu membicarakan namanya sendiri karena namanya dinilai terlalu singkat & biasa-biasa saja. Namanya Holilah (lah kan, nyebut merk kan..). Menurut saya sih ga ada masalah, nama yang cukup cantik kok. Alasan kenapa dia tidak begitu suka adalah karena namanya terlalu singkat, cuma itu saja, tanpa embel-embel nama tengah atau nama belakang. Walaupun buat saya sih sama saja, toh gak mungkin juga kita memanggil dengan nama lengkap saat kita ngobrol kan, misalnya : "Eh, Raden Ayu Holilah Setyaningtyas Manohara Suryosumarno Hadikusumo Djayadiningrat Tralalatrilili, kita ke toilet yuk". Belum selesai sebut nama sudah nyampe toilet duluan kali ya.. hi5x
Kenapa saya bilang bahwa nama bisa berpengaruh pada tingkat kepedean seseorang karena banyak orang yang karena tidak percaya diri dengan namanya sendiri akhirnya mengganti namanya supaya terdengar lebih gaul, lebih modern, kalau dia artis supaya bisa lebih "menjual". Tidak perlu jauh-jauh deh, teman saya sendiri ada kok yang seperti itu. Namanya sebenarnya cukup bagus, nama muslim (saya sengaja tidak sebut aja yah..). Tapi dia lebih senang dipanggil dengan nama udara dibandingkan dengan namanya sendiri, kebetulan dia mantan penyiar di salah satu radio swasta di Surabaya. Atau ada yang karena lebih bagus nama baptisnya dia lebih suka dipanggil dengan nama baptisnya dibandingkan dengan nama asli pemberian orangtuanya sebelum dibaptis. Malah sekarang berhubung dia sudah menikah digabunglah nama baptis itu dengan nama fam keluarga suaminya. Jadilah makin jauh dengan nama realnya.Saya sendiri alhamdulillah cukup pede dengan nama pemberian orangtua saya, malah justru gak pede kalau diubah-ubah, seems not me anyway. Pernah menggunakan nama ayah dibelakang nama saya saat saya masih SD, dan itu hanya digunakan untuk kepentingan ijazah ujian tari saya saja, karena mengikuti "trend" mama saya yang kebetulan juga seorang penari Jawa yang dikenal di Sekolah Tari Wilwatikta karena menggunakan nama kakek saya dibelakang nama beliau. Mungkin karena itu ya.. mama pengen oneday jika saya sudah dikenal sebagai penari saya akan menggunakan nama itu sebagai nama "artis" saya.. Jiaah, artisss, xixixi.. * disepak ke Timbuktu* .
Sekarang sih saya kemana-mana menggunakan nama saya sendiri, pun halnya ketika saya sekarang sudah menyandang status istri. Kebetulan suami juga tidak menuntut saya harus menggunakan nama dia dibelakang nama saya sebagai satu paket ikatan pernikahan. Lagipula saya malah merasa aneh kalau nama saya ada embel-embel nama suami, karena kebetulan kurang pas kalau maksa digabungkan. Sedikit kurang nyambung aja. Mungkin beda kalau nama suami saya agak panjang sedikit kali ya.. misalnya Yudhoyono.. eh itu mah nama presiden ya? maaf bu Ani.. *sungkem*. Lagipula dalam agama juga tidak di state ada kewajiban untuk mencantumkan nama suami dibelakang nama istri, yang ada tetap nama ayah yang boleh dicantumkan dibelakang nama kita. Itu kalau agama ya. Sekarang sih banyak kok wanita yang sudah menikah & menggunakan nama suami dibelakang namanya. Saya sih terserah ya, itu kan hak masing-masing, I have no problem with that, at all ;) .
Kembali lagi ke nama. Kenapa para artis ada kecenderungan mengubah nama ketika mereka sudah menginjak dunia keartisan? Misal ya, wajah bule tapi nama Jawa, kenapa harus diubah supaya lebih hip & barat? Misal namanya Yuli Rachmawati harus diubah supaya lebih latin dengan Julia Perez (Perez kebetulan nama suaminya, Damian Perez. Yuli jadi Julia yah masih mirip-mirip, tak apalah), Siti Tuti Susilawati Sutisna jadi Sania? (jauh bener melesetnya?), Utami Suryaningsih jadi Uut Permatasari (permatasarinya dari mana coba?), dan banyak nama artis lainnya. Memang "nama artis" itu penting karena mereka harus "jualan", entah jual akting, jual suara, jual tampang, dan sejenisnya. Tidak hanya di Indonesia kok, di luar negeripun juga melakukan hal yang sama & itu tidak aneh, bahkan mungkin sudah menjadi syarat yang tidak tertulis jika ingin jadi artis. Tapi kalau yang diluar dunia keartisan terus pengen ganti nama juga lantaran namanya kurang keren & modern? Wah gak tahu deh motivasinya apaan. Padahal nama itu kan doa, nama yang berasal dari orangtua sudah patut kita hargai. Mau sesingkat atau sepanjang apapun nama kita, whatever, itu adalah nama dari orangtua kita. Kita yakin bahwa dibalik nama itu ada doa & harapan orangtua untuk kita.
Nah, sekalian tips buat para orangtua atau calon orangtua, nanti kalau kasih nama putra/i-nya berilah nama yang bagus & akan membuat mereka percaya diri dengan namanya. Terserah mau kasih nama apaan asal tidak sulit diucapkan & ditulis diatas akte (contoh : zylgwyn).. :D
Terkait:
-
Apalah arti sebuah nama
Kamis, 26 Agu '10 09:45 -
Anakku...guruku...
Rabu, 11 Agu '10 11:48 -
Tanpa nama (1)
Senin, 31 Mei '10 22:40
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
yohanes hans: Lucu
-
venus: Lucu
-
aubrey.ade: Lucu
-
desty: Nggemesin
-
dita-gigi: Megang banget


Komentar:
"pletakkk......" *diketapel ama mbak Devier*
Nama ya jeng ya? Kalo untuk keperluan surat2an (maksudnya ktp dan lain-lain itu lho), ya mau gak mau pake nama asli. Tapi untuk hal2 tertentu, ya gpp juga kali kalo sebagian orang merasa lebih nyaman kalo pake nama alias. Halah alias. Ya maksudnya gitu deh. Kayak temen sampeyan yg penyiar, atau mbak jupe, atau neng sania. Kan kebutuhan orang juga beda2, ya toh?
Bertahun-tahun malang melintang di dunia maya *dikaplok*, saya jd terbiasa pake nama venus. Bahkan untuk urusan korespondensi, terutama yg dengan temen2 onliners (apa sih mbok??), saya pake nama itu juga. Venus, jalan anu blok anu nomer anu, bogor coret kodepos anu. Gitu jeng..
Untungnya saiah bukan artis (halah! apa sih, ni?)
Tp mnrt sy, di dunia maya ini *jedugg* lebih nyaman kalo pake nama alias, Jeung
bukan karena gak pede atau gak menghargai nama sendiri, tapi masalah kenyamanan privacy aja, secara kita gak tau persis, dg siapa kita berinteraksi **MAKSUD LOHHH?? Ditimpuk pacul**
Tapi kalau untuk nama anak2, buat saya, nama adalah doa, selayaknya nama mencerminkan doa kita untuk mereka nantinya
gak kedengeran simbok nyebut nama ituuuu
misalnya, mentang2 tuh anak "launching" pas lagi krisis global, trus dikasi nama Krisya Globalia... itu sih masih mending...
saia dibesarkan di pedalaman tapanuli sana, di mana (saat itu) orang2 tua masih suka ngasih nama anak secara semena2...
temenku satu kelas pas smp, sampe gag bisa ngelanjutin sekolahnya, terpaksa brenti pas sma kelas 1, krna g tahan diledekin terus. nama dia Jelita Hati Simamora, padahal dia cowok.
Temen2ku satu sekolah dulu, khususnya sd ama smp, namanya banyak yg ajaib: Pemadam, Raja Onan (untung gak ditambah "i", catatan: onan = pasar, dlm bahasa Batak).
Waktu kanak dulu sih, belon berasa, krna lingkup pergaulannya masih terbatas. dia baru ngerasakan beban pas mulai merambah ke daerah lain... Kasian banget!
Syukurlah, belakangan udah mulai berkurang... Dulu ada pejabat, udah pensiun sih, terpaksa ngeganti namanya jadi Nokov, padahal aslinya sih NOKOH.
enriqueza : bang, katanya temennya temenku di tano batak sana ada yang gak mau sekolah juga karena namanya MOTOR dan BANTAL, menurut ortu mereka, di desanya uda lazim memberi nama dengan barang yang pertama kali dilihat sang ayah setelah anaknya lahir
btw, kasian ya bang, anak2 itu..hihi...apa gak protes ama ortu nya ya ?
protes juga, bukan di-iyain, malahan diceramahin kali ya ?
Lha kalo pas liat pentungan gimana ?
sbnrnya, yg paling melegenda soal yg gini2 ini, katanya orang Indian. Jadi inget cerita ini...
Seorang anak Indian protes keras sama bokapnya, krna dikasi nama yg menurutnya ngga keren.
"Temenku satu kelas namanya ELANG MENYAMBUT SENJA. Trus ada juga BANTENG DUDUK MENUNGGU. Masa namaku ngga keren sih, Pa?"
Si Bokap kasih alesan. "Ya, kan itu emg sesuai dgn peristiwa yang mengiringi, atau menyebabkan kelahiran mereka, Nak"
"Tapi namaku ini bener-bener ngga keren..." si Anak masih protes.
Bokapnya ilang kesabaran... "Emg itulah yg menyebabkan kau lahir, KONDOM BOCOR BUATAN LOKAL!"
tapi namanya mbak kris bagus tuh
**menebus kesalahan**
errr nama saia tetep bagus kan?
"namanya siapa?
"Joe.."
"waah.. namamu kaya orang barat, keren sekali.. Nama lengkapnya siapa?
"Pay Joe"
*diucapkan dengan logat ala Cincah Laurah*
*diiket & dicambuk di pohon mengkudu*
kenapa aku selalu pakai nama asli soalnya aku orangnya lupaan mbok.. Nanti pas keburu pake nama panggung, trus dipanggil MC-nya buat naik keatas panggung aku malah lupa, ga naik-naik..
*dikeplak mikropon*
selain itu yo wis aku males mikir nama lain yang aneh-aneh eh unik buat identitas diri, wis satu ini aja diutak-atik. Ga tau malah gak pede kalo namaku aku ganti-ganti..
Nah dulu alm eyang mau kasih nama jawa yang "unik" buat saya, tapi ditolak sama ortu soalnya takut saya nanti kurang PD..
*ucap syukur sama ngelus dada*
emang sih setahu aku juga beliau-beliau yang di daerah asalnya abang tuh suka "ekstrim" kalau kasih nama ya.. xixixi
tapi udah ga ada kan sekarang ortu yang ngasih nama unik-unik kaya gitu? lah nanti kalo pas anaknya lahir trus bapaknya kebelet.. Masa nama anaknya nanti WC?
*diguyur air kembang*
@christin : baguslaah.. *cium-cium mbak kris sampe klomoh*
@mas stein : iya, jangankan mereka.. kita aja yang kalo pas isitri hamil pasti udah ribut nyari buku petunjuk arti nama. Trus digabung-gabungin nama-nama yang bagus.. Baru deh diterbitkan..
moral of the story : jangan pake kondom dari Indian..
devieriana: dulu saya juga ga suka nama depanku (Pauline). Soalnya mirip ama nama nenekku yang meninggal 2 bulan sebelum saya lahir. Karena papaku masih terkenang2 nenekku itu kali, makanya aku dikasih nama yang sama. Ga sukanya ya kok dikasih nama orang mati gitu lho...untungnya di rumah aku dipanggil nama tengah (desty)
Begitu masuk sekolah, guru-guru kan manggil nama depan. Bilangnya pa-u-li-ne ('e' nya jelas banget)Hwaaa... ga suka!! Malah waktu SMA diledekin Paul, gari Paul, macam-macamlah..tapi ya gimana lagi kebiasaan di Indonesia manggil pake nama depan.
Suatu waktu, udah kerja saya ketemu orang Perancis. waktu dia baca namaku, dia bilang "do you know, Pauline is beautiful name. It's a french name.." Hwaaa.... jadi cinta deh ama namaku
sama, aku juga gitu kok..
*insap*
jadi inget temen saya yg pernah suka ma orang dan kebetulan cowok itu suka jg trus ditembaklah, tapiiii...temen saya ga mau nerima tu cowok gr2 namanya "JOKO" yg menurut dia ga bgt
seee.......*maap teman*
tapi ya gtu deh, masih bersyukur krn saya bangga dgn nama saya
@pandaya : hweee? itu nama mantan sayaaa.. eh bukan mantan deng, gebetan jaman SMP, masih cinta munyuk dulu..
*ngibrit*
Chic : iyak, anda benaaarr.. ini repost bu. Soalnya, ada issue lagi tentang ga pede sama nama ini di kalangan anak buahku, xixixi.. tak tulis ulang aja biar baca, buat seru-seruan..
Errr... nama saya artinya perempuan tangguh loh mbak
wakakaa....
soal nama ya mbak.. mboh nyambung ga...
aku tahu nama adalah doa orang tua kepada anak2nya....
aku selalu penasaran dengan ayahku yang memberi nama padaku... apa artinya namaku ini amsih jadi rahasia..wakakka...
tapi tetep lah aku menganggap namaku keren... hahaha....
meski klo OL aku lebih suka pke nama alias[riuusa]
hati2 ngasih mana anak... karena nama itu doa...
Silahkan login untuk memberikan pendapat