Pilih mana Sahabat atau Pacar? 13

Selasa, 14 Jul '09 03:12

ya ya ya... saya tahu, begitu lihat judulnya saja pasti banyak dari kalian yang spontan menjawab "pacar". seperti yang ditulis @ninigss di Would you let yourself to be selfish... dan beberapa komentar yang ada disitu. dari postingan tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa ketika itu sudah berurusan dengan cinta kita cenderung selfish dan menghalalkan segala cara demi memiliki seutuhnya orang yang kita cintai, termasuk menyakiti para sahabat (sobat kita maupun sobat dia), para kerabat, saudara, dll... 

kebetulan saya punya cerita dengan sahabat-sahabat saya... sebut aja si A, si B dan si C. mereka bertiga udah sahabatan sejak semester awal, diawali dari perkenalan di masa orientasi, berlanjut ke kuliah bareng, kost bareng dan lain-lain. mereka bertiga nyaris seperti kembar dempet, kemana2 pasti bertiga, ya kekampus, pulang kampus, nyari makan, ke mall, beli baju, nonton bioskop, kecuali pas pacaran tentunyaa...

saat itu si A dan si B sudah punya pacar dan si C jomblo, tapi hal tersebut tidak menghalangi persahabatan mereka, they are together forever...... until si C akhirnya punya pacar. si A dan si B tentu saja sangat senang dan turut berbahagia buat sobat karibnya itu. 

tapiiii... disinilah bencana dimulai (maaf kalau saya menyebutnya sebagai bencana)

si C pelan-pelan mulai menjauhi 2 sobat karibnya, waktunya sepenuhnya tersita oleh dan untuk sang pacar. pada awalnya si A dan si B membiarkan saja, sebab mereka rasa, temannya sedang dimabuk asmara... dan lagian mereka masing2 juga punya pacar... tapi lama-lama ngeselin juga, sebab si C jadi sama sekali gag punya waktu buar sobat-sobatnya. jangankan buat sobatnya, buat dirinya sendiri aja nyaris gag ada. pacarnya memonopoli dirinya sampai nyaris 24 jam. (super posesif abeeesss) berangkat dan balik kuliah sama pacar dianter naik motor (secara jalan kaki aja gag nyampe 5 menit) nonton, shopping kudu sama pacar, kalau ditanya kenapa harus selalu dianter pacar, jawab si C "soalnya dia sayang sama gw, dia takut gw kenapa2 kalo gag dia anter..." bahkan cari makan aja juga sama pacar... ahlesannya pacarnya boros, jadi uang makannya dititipin sama si C, jadi kalo mau makan harus bareng... so, mereka berdua judulnya 1 paket, kemana pergi harus bareng... mau kamar mandi aja harus kasih tau dulu (sms) biar kalo si C lagi dikamar mandi si pacar nelpon dan ndak diangkat, si pacar gag khawatir...

ketika si A dan si B mendesak untuk kumpul-kumpul bareng lagi kayak dulu, ada aja alesan si C untuk mengatakan tidak. ya tapi karena pada dasarnya mereka berdua ingin melihat temannya bahagia mereka mengikhlaskan si C untuk selalu bersama pacarnya.

tapi ternyata tak selesai sampai disitu saja... sang pacar si C berhati tidak mulia... entah karena ke posesifannya atau karena apa, dia semakin mengekang si C dan mempengaruhi si C untuk menjauhi si A dan si B. dimulai dari nyuruh pindah kost, yang katanya mereka (si A dan si B sering ngomongin dibelakang lah) padahal bukan ngomongin, cuman bilang "duh si C mana ya... kita kangen nih..." itu aja bisa diputer balikkan sama sang pacar. lalu katanya si A dam si B membawa pengeruh buruk buat si C, bikin si C males belajar dan sebagainya (yg ada si pacar kali yg bikin males belajar, secara nempel mulu 24 jam) :|

sampai pada suatu waktu.... kekeselan yang mereka bertiga pendam meledak juga... si C merasa di khianati sobatnya, si A dan si B merasa di tinggal pergi sobatnya... dimuali dari adu mulu, sampai akhirnya disidang kecil2an... (berhubung kami 1 genk enggotanya 15 orang) jadilah kami semua mendengarkan sambil sesekali unjuk bicara...

masalah selesai... mereka bertiga baikan, si C berjanji untuk lebih memperhatikan sahabantnya dan mengurangi waktu bersama si pacar... 

tapiiii.... tetep aja persahabatan itu telah sedikit ternoda... disini tidak bicara si C salah, atau si A dan si B salah... pelan2, si C benar2 makin menjauh (secara fisik) dia mulai mencari teman baru (yg notabene gag terlalu tergantung sama dia, jadi kalau dia pacaran terus 24 jam, si teman gag akan protes), si C juga tetep pindah kost... tapi paling ndak secara komunikasi mereka bertiga mencoba saling tebuka... kalau emang kangen, bilang kangen langsung gag diomongin dibelakang, mereka lebih sering saling sms, dan nelpon... hal tersebut terus berlangsung sampai akhirnya 3 tahun masa pacaran si C dengan pacarnya, ternyata si pacar menghianati dia... dan putuslah mereka...

tau apa yang terjadi... si C datang nangis-nangis ke si A dan si B... teman yang sudah dia "buang/tinggalkan" setelah itu, siapa yang memberikan dukungan moril maupun spirituil kepada si C yang patah hati? ya kedua sobatnya itu.... sobat yang konon katanya membawa pengaruh buruk, dll...

--------------------------------------------

ya ya ya... saya juga tahu,,, ndak semua pasangan posesif seperti pacarnya sobat saya si C ini, tapi seperti itulah kira2 gambaran, bahwa kita cenderung semena-mena ketika itu sudah menyangkut soal cinta... gag peduli berapa perasaan yang sudah kita sakiti (termasuk sebenernya perasaan diri kita sendiri dan pasangan)... dan... teman/sahabat/orang tua/saudara/dll yang tadinya kita "singkirkan" karena kita pikir mengganggu keharmonisan hubungan kita sama di doi... justru adalah orang yang selalu setia membantu kita apabila kita kesulitan....

--------------------------------------------

apdet:

belom tentu loh... orang yang kita pikir paling deket sama kita yg bakal menolong kita pas kita kesusahan... kadang malah pertolongan datang dari orang yang tidak kita sangka-sangka... karena hati orang sebenarnya siapa yang tau... bisa aja orang yang selama ini deket banget, kita percaya banget, justru adalah orang yang pertama kali pergi meninggalkan kita ketika kita ditimpa musibah / kesusahan... tapi orang yang selama ini gag kita anggep, malah ada disitu menolong kita, menyemangati kita, dll...


Tag: friendship, bestfriends, boyfriend

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

warm 0 0
tergantung situasi, nona
tapi kalo disuruh milih,
ya saya pilih dua-duanya
Marinella 0 0
hahaha, setuju ama si warm'.. aku mah tergantung situasi ' aja ... hehehhe,
dita-gigi 0 0
Lho ya emang iya atuh... Ndak semua pacar seperti pacar si C... Buktinya di cerita ini pacar si A dan si B biasa aja... (Gag seposesif pacar si C) dan ndak semua org juga seperti si C yg mau dan tahan bener2 24 sama2 seperti ini, gag punya waktu buat dirinya sendiri, dll...

Maksudnya... Kadang kita suka gag sadar, mengatasnamakan cinta tapi ternyata kita menyakiti orang lain (kadang malah orang banyak)

Kan yang penting gimana menjaga keseimbangan dalam setiap hubungan... Ndak hanya sama pacar, sama segala hal... Misalnya sebagai orang tua pun, ndak boleh pilih kasih kan dalam menyayangi anak-anaknya... : D

Tergantung situasi??
Gimana kalau diseimbangkan... : ))
suprie 0 0
temen ku juga gitu,
well banyak juga sih temen ku yang jomblo sering kumpul waktu punya pacar tiba - tiba hilang, jarang nongkrong... Walaupun klo ada kesempatan masih nongkrong : ))

Tapi Alhamdulillah, gak sampe kaya gitu nya sampe nyuruh gak boleh temenan sama si A , B, dan C.
tukangobatbersahaja 0 0
pacar emang bisa mengubah segalanya.
susah juga untuk berpikir jernih... biasanya setelah putus baru sadar : ))
takodok 0 0
tapi ya, temen2 yang saya tanyain perntanyaan di atas kok spontan jawab pilih temen.. prakteknya sih, gak selalu ; ))
Juminten 0 0
eh, temen2ku (khususnya yg cowo2) pernah terang2an loh ngomong gini, "kamu jangan punya pacar dulu, la. nanti jd nggak seru lg." owalaaaahh.. : ))

hmmm... eh jujur, aku jg pernah loh dit kayak pacarnya si C. : D beneran... emang cinta telah membutakanku. menjauhkan dia dr temen2nya. : ( huhuhu... tp sekarang udah nggak lg, sih. sama2 saling memahami aja. ; ) meskipun awalnya harus berdarah2 dulu... : ))
dita-gigi 0 0
sebenernya perumpamaan diatas terjadi karena yang saya ceritakan adalah antara sahabat sama pacar... pada kenyataannya

sesama sahabat aja juga bisa terjadi, apalagi kalo yang temenannya banyak (anggep lah genk yg anggotanya banyak) kan kita tentu saja punya beberapa orang yang lebih dekat dengan kita dibanding beberapa yang lain... nah...

yg begini saja, belom tentu loh... orang yang deket sama kita yg bakal menolong kita pas kita kesusahan... kadang malah pertolongan datang dari orang yang tidak kita sangka-sangka...

so... keseimbangan itu memang diperlukan, karena hati orang sebenarnya siapa yang tau... bisa aja orang yang selamau ini deket banget, kita percaya banget, justru adalah orang yang pertama kali pergi meninggalkan kita ketika kita ditimpa musibah / kesusahan... tapi orang yang selamua ini gag kita anggep, malah ada disitu menolong kita, menyemangati kita, dll...

: D

just keep balance... ; ))
Silly 0 0
dita-gigi: setuju dita. Just keep the balance.

Sometimes kita juga butuh sahabat, on the other hand, kita butuh kekasih kita untuk mendengarkan seluruh keluh keah, dan menyandarkan bahu kita ketika kita lelah.

Kadang temen juga perlu. ketika sahabat dan pacar sudah tidak bisa membuat kita nyaman...

Lohhh?... temen itu, bisa nemu dimana aja... tapi sahabat, tumbuh dari pergaulan... terkadang ada saatnya kita gak bisa melibatkan sahabat, tapi pacar juga suka reseh...

temen... juga perlu... *komen ngambang* ; ))

and Yes indeed, keep the balance : )
kucingsapi 0 0
idealnya sih seimbang tapi pada kenyataanya belum tentu seimbang : )) yah namanya juga bicara tentang rasa : D
Chic 0 0
buat saya orang paling deket sama kita itu lah yang paling punya potensi untuk nyakitin kita dit : )

pacara yang sehat ya mestinya pacaran iya, temen jalan terus doooongs : D
SiLontong 0 0
klo bisa yaa dijaga dua-duanya : D
Lichul Trvs 0 0
Comment on this article...

Silahkan login untuk memberikan pendapat