pekerjaan: ibu rumah tangga 38

Selasa, 14 Jul '09 22:41

Semenjak menikah dan memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan di sebuah hotel bintang lima di Surabaya, setiap kali harus mengisi kolom 'pekerjaan' entah itu pada saat harus mengurus KTP dan surat-surat penting lainnya --dan kemudian saat mendaftarkan anak-anak masuk sekolah-- jujur saja, ada sedikit perasaan gimanaaaa gitu. Di kolom isian, karena tidak lagi bekerja di luar rumah dan berstatus karyawan, saya selalu mengisinya dengan 'ibu rumah tangga'.

Ada yang aneh sebenarnya. Menurut hemat saya (halah halah), ibu rumah tangga bukan termasuk  jenis pekerjaan. Bukan profesi yang membutuhkan level pendidikan dan ketrampilan tertentu. Lha saya kan pengangguran total, kenapa saya harus nulis ibu rumah tangga sebagai profesi saya, ya?

Butuh bertaun-taun sebelum saya akhirnya mengerti bahwa saya berhak menuliskan profesi saya itu dengan bangga. Sebuah jenis pekerjaan paling berat, dengan job description paling ribet, tanpa standar gaji yang jelas pula. Dan jangan lupakan kontrak kerja yang tidak dengan jelas menyebutkan berapa jam kita harus bekerja setiap hari. Saya berani bilang, jam kerja para ibu adalah 24 x 7 = 168 jam seminggu. Bayang pun itu. Bayang pun!

Oh, kurang lebih setaun yang lalu, seorang kawan menulis sesuatu tentang pekerjaan swasta. Saya yang pada saat itu telah bertransformasi menjadi seorang ibu yang tidak lagi setengah hati menyebut profesi yang gak ada sekolahnya itu, terpancing untuk berkomentar: fulltime mom? boy, I’m telling ya, it is indeed the toughest job on the planet. Dan si kawan menjawab sekaligus memberi link ke satu artikel di sebuah situs, yang menceritakan seorang ibu yang dengan bangga mendeskripsikan pekerjaannnya sebagai Research Associate in the field of Child Development and Human Relations

Hmm...interesting. 

Lantas saya jawab lagi, ‘Research Associate in the field of Child Development and Human Relations’ sounds cool, considering I always use ‘Domestic Manager’ everytime somebody pops up the very question. ah, now I’m thinking of getting myself a new business card, ahoy!!

Semenjak itu, jeung, saya semakin yakin bahwa profesi saya memang ibu rumah tangga. Dan saya bangga karenanya.

Ps: tadi pagi, untuk pertama kali,  saya mengisi kolom pekerjaan di bawah nama saya di formulir daftar ulang precil-precil. Pekerjaan: penulis. Dan anak saya, yang menyarankan saya untuk mencantumkan 'penulis' di kolom isian itu, dia terlihat senang sekali bahwa ibunya tidak lagi hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Tanya kenapa? 

 


Tag: anak, pekerjaan, curhat, ibu, profesi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

dita-gigi 0 0
lha ibu rumah tangga itu paling mulia mbok...

nasib bangsa negara kedepan ada di tangan para ibu rumah tangga (maksudnya melahirkan dan membesar kan calon2 penerus bangsa) : D

ndak ada yg salah dengan menjadi ibu rumah tangga... lha malah cita2 saya pengen jadi ibu rumah tangga... : )) : )) buat ada sekolah capek2 ya... kalo ujung2 nya begini... ; ))

tapi jadi penulis juga keren kok... yang penting hati senang dan riang... mau jadi penulis, ataupun ibu rumah tangga ya ndak masalah.. : D

salam buat precil nya simbok venus, rafi udah sembuh belom mbok?
ateta 0 0
bener bangeud...jadi IRT ..oh my god...nggak ketulungan..mangkanya salut banget sama yang memutuskan jadi IRT sejati..
ateta 0 0
bener bangeud...jadi IRT ..oh my god...nggak ketulungan..mangkanya salut banget sama yang memutuskan jadi IRT sejati..
venus 0 0
dita-gigi: indeed, jeng. indeed. tapi liat aja, bahkan anakku sendiri lebih suka kalo aku ngisi kolom itu dengan 'penulis', padahal penulis beneran juga bukan : ((
venus 0 0
ateta: masalahnya, profesi ini sering dipandang sebelah mata, justru (terutama) oleh para suami. tested, proven : )
christin 0 0
woooggghhh ibu rumah tangga itu profesi yang ndak ada sekolahnya tapi ujiannya buanyak : ))

aku juga pengen jadi fulltime researcher Child Development and Human Relation nantinya : D
venus 0 0
christin: serius pengen jd fulltime mom? yakin?? good luck then : D
christin 0 0
serius, my dream job it is : ) tengkyuuuhh mbok :*
ateta 0 0
venus: serius???masak??waktu saya nganggur abis bikin tesis aja suami saya justru ati-ati sama saya, malah saya lebih dimanja dibandingkan waktu kerja,katanya pasti udah capek sharian urus rumah..blablabla...

dan memang bener jeunk..amazing deh jadi IRT ituhh
memethmeong 0 0
waaahhh betul sekali itu mbok...
sangat bisa merasakan 'ketidakpedean' mereka yg berprofesi sbg ibu rumah tangga. beberapa teman pun begitu. mungkin karena merasa tidak menghasilkan uang ya...padahal kan outputnya keren banget lohhh....

*keluarga yg harmonis dan mendukung pertumbuhkembangan anak shg si anak tumbuh maksimal mengaktualisasikan segala potensinya, dan mendukung siapapun yg jadi anggota keluarga utk mengaktualisasikan potensinya, ke arah yg lebih baik, demi menjadi bagian masyarakat dan juga warga negara yg lebih baik juga* : D

dan soal ketidakpedean ini, beneran, aku baca di koran, artikel serius ttg gender dan perempuan gt. jd artikel itu mencoba meyakinkan utk menghargai / mengapresiasi profesi Ibu Rumah Tangga.
semoga di masyarakat yg matre ini, masih bisa mengapresiasi profesi ini ga hanya berdasar outputnya aja....

Silly 0 0
Dulu aku juga gitu mbok, suka malu kalo ngisi kolom pekerjaan.... IRT.

Sebetulnya yang membuat kita tidak pede adalah opini masyarakat yang mengatakan prempuan yang tidak bekerja, aka IRT, itu bukan profesi.

Padahal untuk bisa menjadi ibu yang baik, harus pandai. Dalam hal keuangan misalnya, kudu pinter2 ngatur keuangan, Harus pandai mendidik anak. Seorang ibu yang sarjana pernah bilang begini sama saya... ketika saya tanya, "Ih, sayang banget dong ijasah insinyur lo"

Dia bilang, "Gue khan jadi insinyur untuk menciptakan Insinyur-insinyur baru yang lebih berkualitas dari gue"

See.. Masih banyak contoh. Gue juga sedang mendidik diri sendiri, bahwa menjadi full time mom itu pekerjaan yang sangat mulia : )

Btw, selamat atas profesi barunya sebagai penulis ya mbok... *ditendang dipantat* : D : D
ade 0 0
jadi inget nyokap,,,
Luv u mom
kucingsapi 0 0
jadi Ibu Rumah Tangga itu gak mudah loh, pernah suatu ketika rumah di tinggal seorang ibu selama seminggu tetep aja rumah kayak kapal pecah, padaghal ada saya, bapak saya dan adik saya. padahal dah bagi2 tugas buat ngurus rumah. tapi kok ya tetep kalah hasil kerjaanya sama yang dilakukan ibu....

salut buat ibuku!!! (worship)
aubrey.ade 0 0
aaarrggh...I LOVE THIS ARTICLE ! This is the best in Ngerumpi dot com **Duh,maap ama yang lain**

Love mbak venus ...muach..muach...hidup IRT !

christin: pinter banget, ini profesi yang ndak ada sekolahnya, tapi isinya ujiaaaannn melulu : )
tapi kabar baiknya, kalau kita menikmati ujiannya, lulus gak lulus, we will grow older beautifully : )

Jadi 'seger' lagi baca artikel ini, setelah hari2 yang melelahkan ...Thanks mbak venus
aubrey.ade 0 0
lagi ach **dikemplang**

Silly: setuju 100%, jadi ibu jaman sekarang emang harus pinter, akademik juga,lho,karena cara berfikir itu hasil proses, selain pengaruh lingkungan & latar belakang keluarga. Anak2 sukses bukan DILAHIRKAN tapi DICIPTAKAN, bukan berarti kita men-drive anak kita sedemikian rupa, tapi kita harus jadi 'pendidik' yang cerdas khan, untuk meluluskan 'murid2' yg berkualitas. Makanya mnrt aku sdh saatnya IRT 'disadarkan' bahwa itu memang sebuah profesi, jd gak bisa asal2an
**Percaya,kalo ibunya mbak Silly,bisa deh,mencetak insinyur : D ,open minded soalnya : )**
donyariya 0 0
menjadi ibu rumah tangga, sesungguhnya adalah pilihan yang saya rasa ingin diberikan oleh semua suami kepada istrinya. sangat menyenangkan memberikan kepercayaan kepada seseorang yang kita sayangi untuk merawat dan mengelola semua aset dalam keluarga.

permasalahan yang sering timbul sekarang adalah condong ke arah materi, apakah dengan single fighter suami dapat memenuhi kebutuhan dapur keluarganya?

ketika masalah materi juga tidak begitu signifikan, kadang si perempuan juga memaksa untuk mengaktualisasikan dirinya dengan karir.

dengan semua keadaan di atas, saya sebagai suami kadang tidak mempunyai pilihan lain selain memberi kesempatan untuk istri berkarir, hanya memang ada waktu dan batasnya, hingga pada saatnya nanti pun dia akan cukup berbangga dengan titel IRT. : D


intinya saya salut, semoga ke depannya memang kita mempunyai IRT-IRT yang hebat seperti Silly dan venus : D

hidup IRT eh full time mother
sofiakartika 0 0
profesi saya: ibu rumah tangga part time (bisanya masih part time, belum full time).

ibu rumah tangga itu profesi menurutku, dan paling berat , perlu pertimbangan yang serius untuk menjalani profesi ini. dan yang perlu digarisbawahi menurut saya adalah: profesi itu pilihan bukan keterpaksaan : D
enriqueza 0 0
Saya malah sarankan istri untuk ngisi kolom pekerjaan dgn kata MALAIKAT/ANGEL. Sebab hanya pekerjaan malaikatlah, yg hampir bisa mengimbangi kemuliaan pekerjaan seorang ibu...

Tapi dia ga pernah mau. Katanya, "Kalau saya malaikat, Bapak dong setannya?"



perempuan api 0 0
gpp, mbok, demi anak.
tapi saya juga akan lebih bangga kalo disitu ditulis Ibu Rumah Tangga. keren, formulirnya ditandatangani sendiri sama ibunya, bukan pengasuh
Rainbeau Mars 0 0
enriqueza: Hahahahaha... anda ini lucu sekali yah.

Anyway, sama. Menurut saya IRT itu seharusnya dianggap sebagai profesi. Saya juga lebih memilih menjadi penulis, berkhayal, tapi dapet duit, dan yang paling penting, saya dirumah, dan menyaksikan buah hati saya bertumbuh menjadi besar dalam kasih sayang saya, what ever happen, saya harus selalu memastikan dia merasa bangga memiliki saya menjadi ibunya. Saya yakin, ketika besar nanti, anak saya akan bersyukur mamanya lebih memilih berhenti bekerja, ketimbang mengejar karir yang sepertinya tidak pernah berhenti berlari. : )

Mbok Venus, you should be proud to be a full-time-mom, sekaligus penulis! : )
aubrey.ade 0 0
enriqueza: wahahahaaa...kayaknya suami-istri sama2 lucu,nich !

Rainbeau Mars: penulis memang salah satu 'profesi sampingan' yang aman dikerjakan full time mother,ya sepertinya ? makanya saya lagi 'hot2nya' belajar : D

Lho,kok,jadi banyakan sayah komennya dari yg bikin artikelnya
**buru2 kaburr sebelum mbak venus dataaang**
devieriana 0 0
wah jadi kangen sama mamaku.. tanpa ibu tuh rumah udah kapal pecah jeung.. Pendidikan di rumah itu tugas berdua dengan suami, tapi kalau suami kerja , anak ya sama ibunya.. Pendidik nomor 1 dalam keluarga ya ibu. Banggalah buat yang mencurahkan sepenuh hidupnya buat keluarga.. : )
*hugs jeng venus*
venus 0 0
aubrey.ade: makasiiiiih...kenapa situ jadi heboh sendiri??? : ))

Rainbeau Mars: anu e... tapi saya bukan penulis : )) kemaren tiba2 iseng, mikir 'boleh gak ya aku ngisi kolom pekerjaan dengan 'penulis'?' trus kata anakku gpp, kan ibu emang penulis (padahal bukan, nulisnya cuma di blog dan di ngerumpi) : p
venus 0 0
Silly: selamat juga buat dirimu ya jeung : ))

enriqueza: waaaaaaaw....situ manis sekali sama istriiiiiiii ; ))
venus 0 0
to all: BTW, HARUS DIREPLY SATU2 YA KOMENTARNYA?? HARUS YA? SAYA KAN BARU BANGUUUN, MASIH NGANTUUUUUUKKK : ((

makasih komentar2 yang manis dan menyemangati. love you all *hugs satu-satu* : )
nyisss 0 0
saya jg pingin jg ibu rumah tangga,,full time..
tapi kata orang di seberang itu, ngapain kamu sekolah tinggi-tinggi dan mahal-mahal kalo akhirnya cuma jadi ibu rumah tangga....

jd pingin nggaploki orang itu lagi,,ibu rumah tangga tu bukan 'cuma' taukkkk! (nottalking)
Chic 0 0
hiyaaaaaah... *peluk-peluk simbok*
liez 0 0
whoohoo..tulisan yg sangat inspiratif. hingga menyadarkan saya utk ikutan registrasi jadi warga ngerumpi =D *digeplak coz OOT*

mba venus.. tetep semangat ya jadi seorang IRT.. mungkin anakna masi terlalu dini untuk mengerti kehebatan seorg IRT.. tapi yakin deh, anakna pasti bangga bgt punya ma2 kya mba venus ; )
Lele doang 0 0
Pengen jadi Full Time Mom merangkap penulis... it's my dream job... biarin deh dibilang gila juga gara2 keseringan maen sama anak kecil, it's fun to be children! : p
Juminten 0 0
*komentarku udh dicolong orang2 di atas*

ehemm...

aku kasih komentar yg lain yak... : p

btw, aku punya tetangga yg ibu nya jg ndak kerja. tp jg kayaknya ga cocok kalo profesinya disebut sbg "Ibu Rumah Tangga". mau tau kenapa? karena kerjaannya keluyuran mulu sama temen2nya dan rumahnya diurus sama pembantu. : ))
pha 0 0
venus: laen kali ditulis aja "superbusy supercool supermom"

*hugs*
takodok 0 0
jadi inget obrolan dengan christin dulu; main job=ibunya anak-anak dan istrinya suami
side job= R&D KF

wew wew, cita2 yang tinggi : ))
venus 0 0
nyisss: CUMA ibu rumah tangga? beuh...belom tau dia : ))


liez: hihihi...thx, jeung : )


pha: eh? itu status ym-ku kalo aku lg sibuk *keplak oelpha* : ))
venus 0 0
to all: makasih komentarnya yaaaaa *pegel ngetik* : ))
suprie 0 0
om ku malah ada yang jadi BRT, bapak rumah tangga selama istrinya meniti karir... itu fine - fine aja. : ))

klo gak lo tulis aja

Half time writer, full time mom
sorehari 0 0
rrr.. how bout, personal advisor? hehehehee...
venus 0 0
sorehari: lhah, kok personal advisor gmn ceritanya? : ))
Lichul Trvs 0 0
Comment on this article...

Silahkan login untuk memberikan pendapat