Berprasangka Baik atau Buruk? 17
Minggu, 12 Jul '09 17:06
Setelah membaca tulisan teman saya di blognya, dimana dia bercerita kalau dia mengandalkan kebaikan seseorang untuk memberikannya tebengan di jalan tol, setelah bus yang dia gunakan mengalami pecah ban. Kenyataannya, setelah menunggu cukup lama, ternyata masih ada pengemudi mobil yang tanpa curiga memberinya tumpangan. Bahkan si pengemudi menolak diberi imbalan saat sampai di tujuan.
Saya mencoba mengambil posisi dari sudut pandang si pengemudi itu. Kalau saya sendiri, sungguh, saya tidak akan mau berhenti untuk memberikan tumpangan kepada seseorang yang tidak saya kenal. Ini Jakarta gitu loh. Kalau sudah di jalan, saya selalu berasumsi yang terburuk. Di dalam otak saya, sudah terpatok pemikiran kemungkinan bahaya yang akan muncul kalau saya memberikan tebengan secara sembarangan kepada orang lain. Dirampok, diculik, dianiaya, atau bahkan mungkin dibunuh. Di sini saya berasumsi kalau semua yang di jalan itu punya niat buruk, meski kenyataannya bisa jadi nggak sama sekali.
Namun saya bisa bersikap kebalikan kalau dalam hal pekerjaan. Seorang teman yang dulu sempat bekerja sebagai orang keuangan di kantor saya, meminta saya untuk ikut mengawasinya saat menghitung uang. Ia khawatir kalau nanti ia malah disangka mengambil sejumlah uang dari kas. Lalu saya jelaskan kepadanya. Saat saya mengontrak seseorang untuk bekerja, di situ saya sudah mengambil sikap untuk percaya sepenuhnya akan kerja dan kompetensinya. Jadi, saya tidak perlu mengawasinya terus-menerus. Namun, jangan sampai kepercayaan itu disalahgunakan, karena begitu kepercayaan itu hilang, saya tidak akan mengontraknya lagi untuk satu pekerjaan apapun.
Nah, untuk Anda, bagaimana Anda mengambil sikap untuk berprasangka baik atau buruk terhadap seseorang yang Anda kenal dan tidak kenal?
Tag: trust, kepercayaan, prasangka, jalan
Terkait:
-
Batasan Privacy
Rabu, 28 Jul '10 15:49 -
hakikat perjalanan
Minggu, 11 Jul '10 19:19 -
Saya belajar 2 hal....
Jumat, 25 Jun '10 10:03
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Juminten: Inspiratif
-
aubrey.ade: Inspiratif
-
choro: Inspiratif
-
venus: Inspiratif
-
dita-gigi: Inspiratif
-
sintingmaut: Inspiratif
-
rhys3: Inspiratif


Komentar:
ada kalanya kita perlu "aware" sama lingkungan di sekitar kita.
karena di dunia ini (sayangnya) nggak hanya ada orang baik, tp jg orang jahat.
kalo aku sih biasanya lebih ngikutin naluri aja.
meskipun kadang naluriku jg bisa salah.
kalo utk kasus (ceilee,kasus!)diatas, sepertinya, temenmu ngambil resiko terlalu besar ya, dg mencari tebengan di jln tol spt itu,kalo saya,gak akan menempuh cara itu, mending telp taxi,temen yg rmhnya deket,or suami/pacar, tetangga yg deket kek,kali2 bs minta jemput
kalo jadi yg di tebengin jg, sy gak bakal berenti cm utk ngangkut cewek gak dikenal, ya takut jg dia bkn wanita baik2
Ini Jakarta, tingkat kriminalitasnya parah,jeung...
Tidak ada salahnya sedikit "paranoid", tetapi karena hal itu sudah biasa, saya coba membahas hal lain yang positive. Dari mulai kenyataan bahwa masih ada orang yang baik, terus berusaha ketika menghadapi masalah sampai "Law of Attraction-nya" The Secret.
Saya tidak terlalu khawatir ketika saya menggunakan cara tersebut, karena saya pikir saya akan berhati-hati juga memilih tebengan.
Tentu saja saya tidak bisa memanggil taksi/teman/tetangga karena disana saya sedang diburu waktu.
Kalau saya ada diposisi pengemudi, saya akan melihat siapa yang akan menebeng, karena saya sendiri pernah memberikan tebengan orang asing dijalan karena saya bersama teman-teman saya dan dia seorang diri.
ngga salah dong one step ahead buat antisipasi kemungkinan terburuk
efeknya buat gw? ya kadang baik kadang buruk
memberi saya pemikiran, masih banyak orang baik di dunia ini
*up up and away*
*keplak chika*
*log out*
sedang soal pekerjaan, saya malah milih2... misalnya saya lagi ngerjain pasien di kampus... kan kalau pas kerja, kita dibantu 1 asisten dari teman kita sendiri... nah itu asisten saya miliiihhh banget...
soalnya saya tahu si A kerjanya gimana, telaten gag, rapih gag, ceroboh gag, dll... begitu juga dengan si B si C dll...
tapi kalau soal kepercayaan yang lain saya cenderung percaya sama orang yang sudah saya kenal... kalau belom kenal, pasti waspada nya meningkat...
mau tau orangnya? tuh tanya aja, tiba2 nongol di atas, si OrangeMood
dita-gigi:
kalo mau nebeng/ditebengin, mesti lihat dulu auranya baik/jahat, keburu telat..
Chika Nadya:
berpikir untuk tidak memberikan tumpangan Pitra Airways lagi ke chika
jd intinya..kita hrs tetep 'aware'...
..secara jakarta gitu Lohhhhhh...!! maklum orang daerah..tapi Puji Tuhan..selama tinggal di Jakarta ga pernah ngalamin hal yang aneh2 ..heheheh,
waspadalah..waspadalah !!!..
tapi kalo dengan lingkungan biasanya feeling aja...
Silahkan login untuk memberikan pendapat