Monster Disekeliling Kita! 62
Kamis, 9 Jul '09 22:26
ketika sedang berbalas komen di postingan @ateta yang para pria... saya terhenyak dengan komen simbok @venus
yang paling bikin sebel dan sakit hati sebenernya bukan ini. tapi banyaknya pelecehan seksual di atas kereta. ya gak? cih! benci kalo denger cerita temen2ku soal sexual harrassment..
dan temannya mbak @ateta juga pernah mengalami ternyata (baca di komen bawahnya)
soalnya Teman saya sendiri pernah mengalaminya dan dia menangis tergugu ketika menceritakannya.
saya pernah berniat untuk posting tentang ini di blog sendiri, tapi entah kenapa, selalu merasa kurang tepat untuk memencet tombol publish, akhirnya jadi post disini aja deh...
---------------------------
Bagi yang suka membaca komik-komik jepang tentu pernah tau tentang sexual harassment yang suka terjadi di kereta... tokohnya adalah gadis imut berpayudara (maaf) besar, dan memakai rok mini (seragam sekolah sana epa emang begitu atau tidak?) dan seorang bapak-bapak bertampang mesum, botak berkacamata, gendut, dll. si bapak lalu meremas payudara si gadis dengan muka mesumnya, atau meremas bokong. ada juga yang sedikit keterlaluan dan mengeluarkan "senjatanya" lalu.... *lanjutkan sendiri*
ya ya ya... si gadis emang tidak diperkosa, lalu?? tahukah anda, sekecil apapun kekerasan seksual yang ANDA (para pria) lakukan akan membekas diingatan sang perempuan sampai waktu yang lama.
dan ternyata hal tersebut (Sexual Harassment) banyak terjadi disekitar kita.
Wanita mungkin hanya mahluk yang lemah, selalu menjadi korban, dan nyaris tidak bisa melakukan apa-apa saat dilakukan pelecehan seskual (Sexual Harassment). biasanya mereka sudah cukup merasa malu dan takut untuk sekedar berteriak apalagi beraksi (seperti menampar atau mencakar sang pelaku). dan lagi-lagi lingkungan, orang-orang yang mendengar cerita seperti ini selalu melecehkan dengan komentar-komentar seperti
Tapi kadang cewenya suka mancing, dengan pake baju yang ketat dan terbuka sih ...
Nah lihat ada kata-kata yang salah kan disitu? wanita bila mengalami suatu pelecehan seksual, pasti hal pertama yang terlontar adalah, si Wanita di Judge pakai baju yang tidak senonoh!! padahal belom tentu kejadiannya seperti itu....
saya punya seorang teman, sebut saja dia si A. di suatu pagi yang cerah, si A berangkat naik kereta api (yang pastinya ekonomis) untuk menuju kampusnya. didalam kereta yang sangat penuh sesak berjubel, teman saya yang pada dasarnya kurang sensitif ndak merasa, kalau bokongnya sedang dipegang seorang bapak. tau-tau dia merasa aneh, kok bokongnya anget-anget basah gitu... *you now what I mean lah...* awalnya di pikir ketumpahan apaan gitu, pas dia pegang kok ya lengket dan aaahh.... saya susah ceritanya...
singkat cerita, si A berubah pucat, dan mulai menangis... untung saat itu dia tidak seorang diri dan sedang bersama teman yang lain, jadi ada teman yang bisa menemani dia....
Nah teman-teman sekalian terutama yang pria, apa yang terlintas pertama kali bila mendengar kisah tersebut?
"ah pasti si cewe bajunya seksi."
"bajunya bikin merangsang tuh"
"paling2 cewenya ganjen"
"pasti pake tanktop atau rok mini"
anda semua salah!! teman saya memakai JILBAB. tidak ada satu bagian pun tubuhnya yang sengaja ditonjol dan dimaksud untuk merangsang lelaki.
Astaghfirullah... nyebutlah kalian semua... bila seorang wanita yang memakai jilbab saja masih bisa di begitukan, bagaimana yang berpakaian merangsang dan seksi. dan kejadian ini tentu tidak hanya dialami oleh teman saya itu saja, seperti contoh, teman si mbok, dan teman kantor dari teman chat saya tadi petang. dengan jalan cerita yang nyaris mirip (entah pelakunya emang itu-itu saja atau gimana saya juga ndak tau)
dan tahukah kalian kalau ternyata Halte Busway juga menjadi TKP dari perbuatan yang serupa. Busway yang selamu ini kita kira bakal aman (setidaknya dari copet) ternyata malah menjadi tempat untuk perbuatan amoral dari bapak-bapak mesum. ketika orang sibuk memperhatikan tas nya agar aman dari jerat copet. orang2 yang sangat tidak senonoh ini, malah asik memepet wanita (ndak kenal umur, dari siswa sma sampai pekerja kantoran) dan melakukan masturbasi sambil memandangi dan meraba bokong si wanita. :|
lelaki tersebut tidak memiliki rasa malu dan takut, padahal kalau ketahuan ndak tau deh bakal dihukum masa kayak apaan, lha nangkep copet aja bisa digebukin sampai mati. padahal, menurut saksi mata, orang-orang seperti ini biasanya sudah agak berumur (bukan bocah-bocah ABG) seperti bapak-bapak paroh baya yang sedang mengalami puber ke2 nya.
parahnya lagi. teman saya pernah melihat, ada orang naik motor, yang berhenti di pinggir jalan lalu ber-onani (ditengah jalan raya yang banyak dilalui kendaraan) ketika melihat seorang perempuan berdiri di halte busway yang sepi. si CEWE di dalam HALTE dan si COWO duduk dimotornya DILUAR halte. si cewe ngeliat si cowo... dia melotot, langsung histeris dan menutup matanya... untunglah dia tidak memutuskan untuk keluar dan tetap mengantri, tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi, bila dia malah keluar dari halte tersebut.
Ada apa dengan Halte busway... apa tempat itu sedemikian menggairahkannya????
oh iya, halte-halte yang biasa kejadian adalah halte-halte transit macam, dukuh atas dan harmoni, entah sekarang berkurang atau justru semakin bertambah...
----------------------
Sebenernya saya nulis ini karena terus terang mempertanyakan, dimana otak para pelaku tersebut? jaman sudah semakin edan. Apa karena sang korban biasanya tidak bisa berbuat apa-apa (kalau pun bisa sudah terlambat, dan celana ataupun rok korban sudah basah belepotan cairan semen *sperma* sang pelaku) dan juga mungkin para saksi mata pun tidak berani untuk berteriak (tidak seperti korban copet yang lebih reaktip) atau emang semua orang sudah mulai kehilangan hati nurani? apakah kita berfikir bahwa hal seperti ini hanya terjadi di komik-komik saja?
apa mereka ndak inget ibu mereka, atau anak perempuan dan istri mereka dirumah? bagaimana kalau ibu/istri/anak mereka yang digituin orang?
Sejak diceritakan teman saya itu, saya yang kemana-mana biasa menggunakan busway, selalu menengok kebelakang ketika mengantri di halte, dan bergeser tempat bila yang kebetulan mengantri di belakang saya adalah laki-laki. *jadi paranoid khan*
Nah bagaimana tanggapan kalian (terutama kaum lelaki) ?
gambar dicomot dari: uiowa.edu
Tag: pelecehan, sexual harrasment
Terkait:
-
Padahal Dulunya Dia Itu Gak Bisa….
Jumat, 10 Feb '12 14:57 -
How To Meng-Handle Cowo-cowo Geje di Jalan
Kamis, 17 Nov '11 18:26 -
PS bukan Play Station
Rabu, 3 Nov '10 14:45
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
suprie: Inspiratif
-
Matt Zammy: Nggemesin
-
kucingsapi: Megang banget
-
venus: Megang banget
-
aubrey.ade: Megang banget
-
Chika Nadya: Megang banget
-
Chic: Megang banget
-
Juminten: Megang banget
-
choro: Megang banget
-
rinella: Megang banget
-
desty: Megang banget

Komentar:
darn. setelah itu trauma abis dan gak dibolehin kemana-mana sendirian.
Padahal saya pake T-shirt cowok (perhatian, T-SHIRT COWOK nggak mungkin ketat!) dan celana selutut, dan sendal, dan saya lagi jalan ke rumah temen saya yang kebetulan cukup dekat dari rumah saya. Dan tahu2 ada orang naik motor ngebut dan memegang *maaf* buah dada saya.
Pada saat hal itu terjadi, saya 16 tahun. Dan saya masih ingat rasanya sampai sekarang. Kalau saja saat itu pacar saya tidak ada di rumah teman saya, saya rasa saya masih akan merasakan paranoia berlebihan ketika jalan-jalan sendiri....
*d**n, jadi keinget lagi...*
Saya malah baru tau ada spt itu di halte busway.. Apalagi yg melihat dari jauh? Ampun deh.
Sbtlnya gak usah seekstrim itu. saya pribadi sebenarnya sebal kalau melihat ada perempuan lewat di depan bbrp orang -maaf- kampung yg lalu mereka bersiul menggoda, atau ngomong, "hai cantik, mau ke mana?" Mereka seperti tidak beradab. Itu pun sebenarnya sudah masuk sexual harassment.
Bagaimana mengatasinya? hihi, lebih tepat kalau Sofi yang menjawab kali ya?
posisi aku dudukk...bis mmg lagi penuh...
lagi mangku tas segede gaban *secara jaman saya sekolah dulu rajin abis bawa buku*
trus ngerasa kok ini ada bapak2 mepet2 ke arah saya megang tas..*lengan*
*jah pas sadar itu pas di itunya*
asem semprul..langsung pindahin tangann :@
pernah ada di jalanan di bogor, ada bapak - bapak yang onani setiap ada cewe lewat! damn it!! aku aja jijik hampir muntah, padahal sama sama cowo.
tapi emang klo pake baju seksi, rok mini, apalagi pake tanktop lebih menarik perhatian, seengganya mengundang imanjinasi cowo yang liar, gak semua cowo sih.
lebih milih diem didalam rumah
temen saya cuman bisa bengong lalu nangis...
Pernah temen cerita, INI TEMEN LOH, BUKAN AKU ... dia waktu SMA pulang naek bis, pas turun lewat bapak - bapak, si bapak itu ngegerepe pantat nya temen ku, lebih parah malah megang depannya. Damn! Itu lah kenapa aku lebih takut sama gay atau bencong di bandingin preman.
Sayanya sih nggak nangis, cuma horornya itu loh mbak, sama malunya...
Dan setelah kejadian itu, mantan pacar saya bilang kalau saya itu kelihatan shock banget, pucat, diem, gemeteran, keringet dingin... masih untung bisa nangis, daripada ketakutan setengah mati...
*up up and away*
itu masih dalam tahap bercanda chikaaaa...
*apa chika mau di tepok juga pantatnya*
lagipula perilaku gay itu menyeramkan sangat! apalagi yang maniac...
aku udah pernah punya temen kaya gitu, waktu SMA dia minta ciuman kesemua orang, dan klo duduk sengaja dibuka rok nya.
Malah pernah guru nerangin dia malah bilang:
"Pak saya males belajar, gimana klo bapak saya s*p*ng aja"
sexual harrasment itu memang ada dimana-mana, kalo melihat cerita dita-gigi diatas ada yang masuknya sexual harrasment, tapi yang busway, ada laki-laki onani itu ditambah bahwa si laki-laki 'sakit' semacam eksibisionis gitu kayak penyimpangan seksual, mungkin ada yang bisa bantu untuk lebih detil, karena ini 'penyakit'dan efeknya ke arah pelecehan.
jika bertemu dengan orang eksibionis itu, jangan kaget dan jangan dilihat, kalo bisa kontrol ekspresi, biasa saja, karena ketika ada yang lihat, justru dia bisa orgasme
kalau soal sexual harrasment, mulai dari kata-kata, tatapan apalagi sifatnya terus bersentuhan yang membuat perempuan *korban lebih banyak perempuan* tidak nyaman, kategorinya adalah pelecehan. yang dilakukan Chika dengan berantem itu salah satu yang bisa dilakukan, maka itu dianjurkan perempuan memiliki ketrampilan untuk bertahan, sedikit-sedikit jurus dasar untuk membela diri, termasuk lari kenceng (jika mepet). kalau kata-kata, banyak teman-teman yang mengalami ini, kemudian langsung menegur. 'Kenapa, mulutnya gatel ya, kok siul-siul', dengan tegas, tunjukkan kalau anda berwibawa daripada si pelaku.
pelecehan di tempat umum di Jakarta-Indonesia memang akibat dari persoalan pelayanan publik yang jelek!, kereta api misalnya, pernah direkomendasikan untuk memperkuat polisi KA-nya juga berfungsi sebagai tempat pengaduan pertama jika ada pelecehan, sampai saat ini Dirjen Perkeretaapian itu belum ada tindaklanjutnya. Sementara, yang bisa dilakukan adalah bagaimana masyarakat sadar akan kerentanan perempuan terhadap pelecehan seksual ini, paling enggak itu dulu yang bisa dilakukan di posisi sekarang.
tulisannya dita-gigi ini banyak sekali isunya kan? mulai dari pentingnya self-defense bagi perempuan, trik-trik menghadapi eksibisionis (penyimpangan seksual), sampai pelayanan publik yang ramah perempuan
saya ikutan tae-kwon-do dari kecil, ketika kejadian ada laki2 yg tiba2 narik tangan saya (entah mau dibawa kemana)..reaksi pertama saya itu nendang dia kenceng2. cuma dasar laki2 brengsek, meskipun udah sakit tetep cengar cengir. ekpresi laki2 brengsek begitu yg bikin esmosiiiii aarrgghh.
pengalaman kedua waktu di trem, ada bapak2 yg ga malu2 ngelus2 bahu, pundak dan grepe2 bagian belakang saya. reaksi spontan ya langsung bentak2 tu bapak brengsek. mungkin karena kaget jadi bentak2nya aga dramatis, dan ditambah kesel banget sama penumpang trem lainnya yang cuma diem aja, volume suara juga stereo banget. ketika turun dari trem rasanya masih kesel banget! tapi at least udah sedikit puas bentak2 semua orang di dalam trem. shock theraphy utk para pelaku emang perlu...smoga temen2 cewe2 disini bisa beraksi spontan utk bela diri yaa...
memang ga ngebantu menghilangkan memori nya, but at least it's the first thing we all can do
*jijik sendiri*
Pas lagi di kereta yang penuh, ada cewek pas banget di depan aku, umurnya ga jauh-jauh amat dari aku dan cantik. Dia nempel-nempelin badannya ke aku. Otomatis dadanya juga kena ke aku donk ya... karena dia lebih pendek dari aku.
Aku mencoba untuk memperhatikan ini cewe maunya apa....eh si cewe malah makin nempelin lagi, malah dianya nyender-nyender kepalanya ke bahu aku dan mencoba berpegang memeluk pinggang aku...Nah yang ada makin bingung donk aku, secara ini di kereta yang penuh kan.
Lalu aku perhatikan baik-baik...aku kucek-kucek mata dan ternyataaaaa....
Ternyata si cewe adalah cewe aku saat itu (sekarang dah putus)
hehehe....
pissss yaa...
apakah dia emang biasa seperti itu pada mu atau ndak? kalo udah biasa mah situ malah enak domz.. bukan korban
tapi kalau situ ngerasa risih, ya berarti... Selamat! dirimu korban pelecehan...
yah pelajaran lah...
pecel torpedo ...
*ngilu*
para pelaku ini mah emang mengalami kelainan seksual.
gampangnya, secara psikologi mereka ini biasanya merasakan ketidakberdayaan berhadapan dg perempuan (atau situasi lainnya) dlm kondisi umum. nah, sesuai equilibirum/keseimbangan, mereka lantas mencari sesuatu utk membuat mereka keluar dr 'ketegangan' tersebut.
salah satunya ya gitu, ekshibisionis.
dengan menciptakan kondisi di mana perempuan merasa ga berdaya, terpernjat, kaget, etc, scr psikologis hal tsb mendorong rasa berdaya pd diri si pelaku.
dan disebut kelainan/penyimpangan seksual, kalo laki2 macam ini hanya bisa terangang/terpuaskan scr seksual dg cara2 spt ini.
jd ga tepat kl pertanyaan utk fenomena yg dicontohkan di atas ditujukan kpd laki2 pd umumnya, knr namanya aja penyimpangan seksual.
tp bedaaaa....kl pelecehan seksual. ini definisinya jauuuuh lbh longgar. karena, disiul2 aja, bisa dianggap sexual harassment.
duh udah kepanjangan komen, pdhl msh pengen nambah. brenti duluu aaah....
sofiakartika: memethmeong: jadi gimana ini mba... kata2 mana yang harus saya ganti, dan harus diganti jadi apa?
khusus utk sexual harasment, saya tekankan, definisnya sendiri masih cair banget. dan ini juga yang menyebabkan agak sulit diproses secara hukum, mana perangkat hukum di negara kita itu, kesadaran gendernya masih rendah.
kalo ada yg lapor merasa dilecehkan krn disiul-siul, keknya kebanyakan polisi masih berpikiran, "aneh banget, cuma disingsoti aja kok marah, mbaknya sensi banget deeeeh".
udah gitu, struktur masyarakat (patriarkhi) juga ngaruh. perempuan cenderung take it for granted utk kondisi yg mereka alami, terutama karena diajarkan bhw perempuan itu (seharusnya) santun bla3.
hal semacam ini pula yg menyebabkan sensitivitas lelaki thd perempuan juga tipissss....
misal nih, melontarkan joke jorok cenderung porno ke perempuan, itu benernya bisa dikategorikan sexual harassment loh.
mempertunjukkan materi pornografi, itu juga termasuk sexual harassment.
nah, skrg ngaku. situasi kek diatas, benernya lazim kita temui bahkan terjadi pada diri kita kan?
dan kita cenderung menerimanya. padahal, kl kita merasa ga nyaman, bisa aja kita memprotes.
eh ditambahi? apa yaaa....udah lah, gini aja...
soalnya saya jadi bingung niihh...
maka itu saya bilang di komen sebelumnya, eksibionis (penyimpangan) bisa berefek pada ketidaknyamanan (bahkan keamanan) perempuan.
kira-kira begitu
ah sudahlah saya gak mau mengingatnya. dulu saya gak punya keberanian buat teriak atau minimal lapor ke pengemudi, atau awak bus. saya cuma bisa diam. saya takut, dan takut.
menyesal karena saya gak berani pada saat itu
ini bukan masalah pakaian yah... seberapa seksi pun pakaian seorang perempuan ga bisa dijadikan ijin untuk laki2 menyentuh si perempuan tadi. Kalo berani dipukul aja mbak... kalo ga teriakin copet ajah... biar dihajar massa
intinya mesti berani dan jangan cuma diam kalo dapet perlakuan ngga senonoh kayak itu di muka umum. harus di lawan!!!
poin terkahir, lu gak pernah jadi pelaku, salut prie. tp masalahnya, lu jg musti buka mata, kasus pelecehan seksual bisa terjadi di mana aja dan pada siapa aja. ah elu, kemana aja sih lu? belajar dong ah. look around. satu saat lu bakalan punya istri, mungkin bakalan punya anak perempuan. kalo lu buta sama sekali dan begitu naifnya kayak sekarang, gimana lu bisa ngajarin perempuan2 tercinta itu supaya bisa melindungi diri mereka sendiri?
*gebukin suprie*
mbok, beberapa kasus emang dilakukan oleh penderita penyimpangan seksual. seperti yg aku bilang di atas, para cowo ini, mereka mendapat kepuasan seksual dr situasi2 yg sengaja mereka ciptakan dan menikmati banget ketika si cewe menunjukkan ekspresi/perilaku ga berdaya.
tp jenis2 pelecehan seksual lainnya, lazim dilakukan oleh orang biasa. mungkin dengan intensi memang melecehkan, atooo bisa jadi emang dianya ga tau apa yg dia lakukan itu melecehkan perempuan.
misal di kampung2. ada lho cowo2 yg beranggapan, nyuit2i cewe itu lazim dilakukan, karena banyak yg melakukannya.
pathethic emang, alasannya spt itu. tp itulah kenyataannya.
maybe i'm too blind
Klo jadi pelaku, mungkin gw pernah tapi gak pernah sampe segitu nya, waktu dulu itu jaman - jaman SMP, dan gw juga baru inget setelah lo bertanya lom pernah ? dan gw baru tau klo itu juga termasuk Sexual Harrasment, karena gw pikir dulu itu becanda. *klo di inget nyesel juga dulu*
Aduh mbok, gw itu absent minded, kadang klo sendirian naek bis gw pasti jarang merhatiin hal yang laen, terlalu asik dengan pikiran gw sendiri. Jadi ada juga kemungkinan sexual harrasment terjadi tapi gw juga terlalu insensitive, jadi gak ngeh.
Mungkin gw sekarang kudu memperingatin ade gw yang cewe, biar dia hati-hati.
duh, kalo inget2 kejadian itu gimanaaaaa gitu rasanya.
nyesel waktu itu ga sempet nabok, tonjok, nendang.
huh, kok ada ya orang yg suka nyari2 kesempatan kyk gitu? bener2 ada yg ga beres tuh sama otaknya.
*duh, aku bawaannya kok jd pengen maki2?*
masalahnya, tangan bapak2 ini di lipet dan jari telunjuknya yang iseng, jadi kalo dari depan gak keliatan ni bapak lagi "nakal"
padahal aku sama ibuku
akhirnya aku pindah duduk di sebelah ibuku, sambil kuinjek kaki bapak bapak itu
trus pas dia turun, tak tendang kakinya, hwahahahah
ibuku tadinya marah katanya aku jahat banget nendang orang
pas tak bilang orang itu "nakal" ibuku baru emosi, lhaaa dah lewat
Kasus seperti ini kan udah termasuk kategori maniak atau eksibisionis ya? Kelainan jiwa tuh.. Mesti menjalani terapi khusus.
Tapi kalo jadi korban, ya teriak aja terus gampar. Berharaplah ada orang yang peduli untuk melindungi si korban kalo ternyata pelakunya kalap
gue paling benciiiii dengan orang2 kayak gini, hiiihh... paling banyak tuh dulu di bus yang tiap hari gue naikin DEBORAH jurusan Lebak Bulus Depok.. amit2 dah kayak pepes..
*numpang curcol*
awalnya pertama kali ngalamin gue sih gak berani, cuma diem aja, paling ngehindarin pelaku doang...
tapi gue sadar, kita sebagai wanita gak boleh nyerah gitu aja, kalo kita lemah, monster2 itu makin menjadi! akhirnya pada kasus2 selanjutnya gue selalu ngelabrak pelaku2, sebodo amat deh diliatin orang satu bus... dan gue tiap naik angkutan pasti selalu merhatiin orang2, dan gue sebisa mungkin pasti ngingetin orang2 yang jadi korban dan tidak nyadar *duh kok bisa tho ga nyadar*
yang paling keterlaluan adalah ketika gue lagi di bis kampus, ada tangan2 aneh mendekat.. langsung gue labrak, dan ternyata dia turun di fakultas gue, kampreett ternyata karyawan di kampus gue, cihhh!!
pesan gue buat cewe2.. pokoknya kalo pas rame2, di angkutan ato di manapun, waspada selalu.. akan selalu ada tangan2 nakal...
dan buat cowo2 tolong dong sadar gitu lho.. yg bikin gue miris adalah.. tiap kali ada pencopet kita bisa nyorakin/mukulin.. tapi kalo ada penjahat kelamin gini, kok orang2 pada biasa aja kayaknya..
kalo kata adikku, kemana2 bawa jarum kecil aja, jadi tiap kali kejadian, langsung aja cubles tu orang pake jarumm
utk bbrp kasus, emang penyimpangan seksual. tp utk kasus2 lain, murni pelecehan seksual.
tp teuteup, perempuan yg menderita akibatnya.
yg paling krasa, perempuan merasa jadi ga pede, merasa ga berharga, malu, minder, takut, dll.
paling parah kl mereka mengalami secondary victim. yaitu, udah jd victim, masih juga di judge oleh sekitarnya...
makanya, yg bisa kita lakukan adl, mendorong perasaan percaya diri shg ketika ketemu kasus kek gini, kita bisa melawan.
yg kedua sih, ttp, pencerdasan kpd masyarakat....
dia justru puas ketika kita memberikan reaksi seperti yg diinginkan. umumnya yg diinginkan adl, kita merasa kaget, takut, ngeri, dll.
khusus kalo ketemu exhibisionis, yg paling baik, kita bersikap biasa2 aja. stay cool. wajah tnp ekspresi.
kl mo nuruti emosi, samperin aja dan bilang: "halah, cuma jerawat, bahkan sama cacing tanah aja, kalah. kok masih pamer thooo yaaa....kasian deh luuu...pst lu jomblo impoten yg ga bisa greng sama cewe ya??"
*sambil ngomong ini, sambil siap2 parang kalo2 ybs ngamuk*
dan hati2 lho kadang pelakunya malah orang2 terdekat yang kita kira gak bisa nglakuinnya.
Jadi inget dulu guru les renang gw pernah jg nggrepe2 gt pas lagi ngajarin renang..padahal gw masih kelas 3 SD!! D**M.. akhirnya sejak itu trauma n gak mau les renang lagi.
sepertinya lebih baik d bekali cara pelindungan diri sendiri sedari dini. Agak nyesel karena dulu klo d macem2in sama orang gw cuman bisa diem n menjauh. Gak sekalipun gw ngelabrak, mukul ato gimana. huhuhu
jelas saya bukan bidadari
*rasanya pengen nonjok cowo-cowo yang mupeng*
tukangobatbersahaja: ihhh kalo udah kayak gitu sih, udah masuk kategori sexual harrassment juga. kalo saya sih waktu itu ngelabraknya: "ngapain sih liat2?" pelototin aja mbak.
bisa kok. kuncinya, tenang. tarik napas. kl udah panik duluan, ya agak susah sih, mengendalikan diri. pede aja, lagi.
Saya juga pernah hampir jadi korban pelecehan, begitu tangannya ada di belakang pantat saya (saya kerasa banget tuh), langsung aja saya geser & bilang, "maaf pak, tangannya jangan sentuh2 bagian belakang saya!.". Dia belum sempat mengubah posisi tangannya, jadi agak ketangkep basah gitu deh kelakuannya sama penumpang lain. Langsung deh jadi omongan. Ga lama langsung dia turun di halte terdekat. Ga taau apa emang di halte itu tujuannya atau sekedar menyelamatkan muka..
Jadi menurut saya, kita nih, para perempuan harus punya keberanian untuk speak up dong..
*sambil nggulung lengan*
*ketawa setan
"Dasar bapak-bapak mesum!!!"
oh iya, mbak memeth, kalau exhibisionis itu bukannya yang suka memamerkan anu nya ya... misalnya kita lagi jalan di jalan sepi, tau2 org tsb lewat dan membuka celananya, atau semacamnya... kerena mereka mendapatkan kepuasan dari rasa takut dan kaget dari korbannya...
sedang yang kasus di kereta dan halte busway menurut saya bukan bukan exhibisionis, karena mereka melakukannya ditempat yang banyak orang, tapi setiap orang terlalu sibuk sama urusannya masing2 dan ndak sempet memperhatikan apa yang dia lakukan... lalu dia mendapat kan kepuasan dari memikirkan yang iya-iya (berkhayal) dan menyentuh bagian tertentu dari tubuh wanita yang menjadi korban nya...
berarti kasus itu masih termasuk pelecehan donk... bukan eksibi anu ituuh...
maap kalau salah, saya belajarnya gimana cara nyabut gigi sih... bukan psikologi... ehehehe
Yang lebih gila lagi...temenku itu juga laki-laki!! :-&
yak tul, bener kok.
kl yg model mepet2 trus masturbasi ato megang2 itu, setelah aku inget2 lagi, namanya adl FROTTEURISM.
http://en.wikiped…i/Frotterism
jadi mrk ini menderita kelainan seksual, dengan :
* Recurrent, intense, or arousing sexual urges or fantasies, that involve touching and rubbing against a nonconsenting person.
* The person has acted on these sexual urges or fantasies, or they cause the person significant distress, to a degree they are disruptive to everyday functioning.
tp tetep, kita harus ngelawan...maksutnya, its okay kl kita teriak ato nabok jika ketemu orang2 kek gini
http://en.wikiped…i/Frotterism
intinya, kita2 harus waspada terhadap apapun yang terjadi disekeliling kita... dan jangan takut untuk membela hak-hak kita... bener khan,,,
bukankah seharusnya pemimpin...
semoga aku bukan (atau akan menjadi) salah satunya...
*menyedihkan.. sekaligus menjijikkan*
Silahkan login untuk memberikan pendapat