Kenapa Sih Gak Boleh Becanda Pake Kata Autis Lu.. 27

Kamis, 9 Jul '09 11:19

Teman-teman mungkin tahu mengenai gerakan Stop Autism On our daily Jokes bukan?. Nah, tidak adil rasanya jika kami hanya menghimbau dan menghimbau tanpa menceritakan mengapa kami terkadang suka resist dan mudah tersinggung menanggapi becandaan ini. Sooo, here you go. :)

* * *

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah... anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku... yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat... berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,... reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed.

Kebayang gak?... mungkin enggak, jadi ijinkan saya bercerita...

Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,... Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi ulat bulu, dan membuat saya bergidik ngilu.

Pernah juga aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan.

Kuberi dia susu instant,... tapi anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,... dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ah, sudahlah, life must go on bukan?. Besides, I'm happy to have her in my life :)

 

Kulirik sekali lagi food diarynya... hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.

Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya... Kucari anakku, tapi tidak kutemukan. Aku keruang setrika... dan disana kutemukan anakku sedang nangkring di atas lemari, dengan setrika panas yang menempel di punggung tangannya, yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak.

Kini, strika panas itu masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!

Oh... My... God!!! *panik*

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku.

Kuangkat setrikanya... dan, aduh Tuhan,... aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu... :(( :(( :((

AAAAAARRRRGGGHHHH... Sumpah kalau saja ini bukan anakku,... Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan... Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu... itu sudah berubah menjadi putih kekuningan... :(

Dan luka di tangannya... juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang :((

Aku menjerit sekencang-kencangnya... Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur... lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit terdekat, untuk dirawat secara intensif.

Begitu anakku segera tertangani... tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.

AKU PINGSAN!!!

* * *

Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter... porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.

Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan... tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh.

GEDUBRAK!!!... Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku...

Damn!!. Lagi-lagi anakku. Oh Tuhan... dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga belakang kepalanya sobek dan berdarah. Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan.... Dan sambil berjalan, dia menggaruk luka di kepalanya yang bocor... sehingga darahnya semakin banyak yang mengalir.

Sementara darahnya terus aja mengucur deras, dia terus saja berjalan sambil mengoceh. Entah apa yang diracaukannya... Tangannya berlumuran darah... Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah.

Tapi dia tidak menangis... Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya.

Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.

Tapi itupun gak lama... karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,...

"mbak, minta handuk... handuk... darahnya tambah banyak. Cepat mbak... CEPATTTT!!!"

*panik semua panik kayak orang lagi kena kebakaran*

Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.

Dia tidak menangis sama sekali... hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan... Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar...Lagi-lagi aku hilang keseimbangan...

AKU PINGSAN.

* * *

Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,... karena saya selalu sadar.... Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal.

Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini. So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita... mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.

Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.

Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,... memainkan lagu Klasik karya Van Beethoven, seperti Symphony no.9 atau Turkish March, atau ketika mendengar dia berbicara yang hanya fasih berbahasa Inggris,... seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli,... yang nyasar dalam tubuh putriku. :)

Namun, dibalik itu... Walaupun bangga... selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung... manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata "Autis".

Minggu yang lalu, sahabatku menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini...

"Tuh,... liat tuh sill... autis banget khan dia...? Kayak ANAK LOE khan yah?
"Loe marahin deh sil... marahin sil..."
"Coba loe terapi dulu nih dia,... biar sembuh kayak anak loe"
Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak...

Saya??? hmmm... Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya... *doh* : ( : ( : ( : )

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,... Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik. Jadi saya mengerti ketika ada teman yang resist begitu mendengar kata ini. Tahu banget rasanya :)

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan "Stop Using Autism on our daily jokes" ini. Semoga berkenan.

Just my two cents :)

-silly-


Tag: keluarga, anak, autisme, autis

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

donyariya 0 0
sil ... komunitas indosat blackberry sudah memulainya, salah satunya adalah mengadakan sayembara menggantikan kata ini dengan kata lainnya untuk user blekberi

tau gak penggantinya ... ngebeib dan blebber hehehe biarpun belum umum saya merasa ini lebih baik daripada pake kata itu

: D
venus 0 0
errrr....kemaren ada yg nulis soal ini juga, jeung..
ateta 0 0
two thumbs up....sedih dan kagum luar biasa...

saya suka kepikiran bagaimana rasanya memiliki anak dengan kebutuhan khusus yang saya yakin rasa lelah dan waktu yang dibutuhkan lebih banyak dan lebih besar..

tapi percaya deh jeunk...u are making your new home in heaven while those tears and sweats accross your cheeks : )

fenty lovegood 0 0
pengen nanggiiisss .... : ((
devieriana 0 0
venus: aku tho mbak? hehehe.. : D

Silly : kadang mikir, aduh kemana ya pikiran & perasaan orang-orang ini. Autisme kok dibuat guyon. Sama halnya dengan kekurangan yang lain, gak pantas & gak patut buat olokan, ejekan. Aku sellau ajak reframing, coba tempatkaan posisi kita di posisi orang lain yang mengalami kekurangan itu atau keluarganya. Jangan mentang-mentang kita normal terus bisa ngatain orang seenak perut.. *gemes*
Toh kalau kita diledek seperti itu ya belum tentu bisa terima.. Buat mbak Silly, two thumbs up for you & family, sist.. Semoga si kecil tumbuh menjadi anak yang tetap percaya diri dengan segenap kelebihan & kekurangan yang dimiliki ya mbak..

*hugs mbak sisil*
kucingsapi 0 0
wah di posting lagi... : ) kok yang bagian bawah kekopi 2 kali ya mbak?
Silly 0 0
donyariya: wah, good to hear that. Thanks for the info don : )

venus: Oh iya kok mbok, saya dah baca, hihihi. Tulisan Devi khan? : D

Justru emang tulisan ini cuma untuk menunjang devi itu, karena sepertinya orang merasa,... orang tua autistik itu suka over reacted dengan kata-kata ini, padahal menurut sebagian orang, biasa aja tuhh... : )

Tulisan ini hanya ingin mengajak teman-teman lain melihat jauhhh lebih dalam, kenapa mereka - orgtua anak2 autis itu- menghimbau teman-teman lain untuk stop using that word on our daily jokes : )
venus 0 0
ngebeib? walah : ))
Silly 0 0
ateta: Ahhh, thanks jeung. You're inspired me too with your story here. : )
Semoga belum bosan dengar cerita-cerita ini yah : )


fenty lovegood: Thanks fenty..*sodorin tissue* : )

devieriana: hehehe... saya juga sempat pikir org udah tahu semua mengenai campaign ini, ternyata belum... : D

Tahu gak, belum lama ini, pas ulangtahun sahabat saya yg diadakan di sebuah restoran terkenal,... ada yang sibuk banget mainin BB. Langsung teman saya yang lain bilang gini,...

"Tuh,... liat tuh sill... autis banget khan dia...? KAYAK ANAK LOE... Marahin sil... marahin sil... Coba loe terapi dulu nih, biar sembuh kayak anak loe"

Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak... Saya??? hmmm... Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya... *doh* : ( : ( : ( : )

Tapi abis acara itu, aku kasih artikel yg "time to speak out", baru dia ngerti : )
Silly 0 0
kucingsapi: hihihi, iya, dikomen si devi ntar kepanjangan soalnya : D

biasa jeung, curhat colongan lagi, hahaha : )) : ))

venus: HAHAHAHAHA, ketimbang nge-honey mbok? *ngakak* : )) : )) : ))
Chika Nadya 0 0
sama halnya ketika aku beritahu bahwa muridku autistik, teman-temanku meledek, "iiih, sama kayak gurunya."

aku cuma bisa tersenyum saja. : )

mengajarnya sulit bukan main, karena daya konsentrasinya yang begitu sedikit. tapi begitu melihat dia bisa memainkan satu lagu penuh tanpa bantuan, rasanya terbayar sudah jerih payah selama ini. *curcol*
Silly 0 0
Chika Nadya: wahhh, iya chika... dengerin mereka main piano, meski cuma twingkle2 little star... bikin hati ademmm banget : ) Padahal mereka kadang cuma bisa konsentrasi paling lama 5 menit,

selebihnya banyakan lari kesana kemari, manjat ini manjat itu... nyolokin tangannya ke stekker listrik, huaaaa... pokoknya harus melek 24 jam. Jadi selama dia masih melek... kita semua harus ikutan melek.

Pernah ada anak autistik yang ngebakar rumah gara2 gak bisa tidur, dan ibunya ketiduran disisinya karena kelelahan...

Untung aja seisi rumah masih bisa menyelamatkan diri... Tapi seluruh hartanya habis terbakar : (( : (( : ((

Btw, kesel gak chik, waktu diledek gitu? : )
Chic 0 0
*peluk-peluk Mbak Silly*
enriqueza 0 0
Iya sih. Ada "kekurangan" yg bisa jadi bahan becandaan, tp ada jg yg nggak.

Kalo kekurangan yg bisa diubah (dgn mudah) mis: sifat males, gpp kali. Syukur2 bisa jadi motivasi utk lbh baik. Tp kalo yg susah ngubahnya, apalagi yg ga bisa, misalnya bentuk hidung yg kurang simetris, jg soal autis tadi, kekna jangan deh.

It will hurt.
desty 0 0
Silly: sejak langganan blognya mbak silly saya selalu terharu dengan cerita tentang malaikat kecilnya.
Yang pasti, Tuhan tahu bahwa mbak adalah seorang ibu yang luar biasa, makanya Dia memberikan salah satu anakNya yang unik untuk dijaga oleh mbak... salut.

*peluk mbak silly*
Oom Yahya 0 0
Salut mbak, membesarkan anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah anugerah. Untunglah saya tidak pernah menggunakan kata autis dalam konteks menghina atau bercanda.
Silly 0 0
Komentar ini telah dihapus oleh moderator
Silly 0 0
Komentar ini telah dihapus oleh moderator
Silly 0 0
Chic: ahhhh... chic... *peyuk-peyuk*: )

enriqueza: yes, indeed... It's hurt... a lot : )

Makanya saya gak henti2 bercerita, supaya teman2 tahu, bagaimana pergumulan sahabat2 saya yang lain, yang mungkin tidak seberuntung anak saya : )

Oom Yahya: hehehe, syukurlah kalo gitu. Thanks ya mas yahya...

(ada hubungan dengan Helmy Yahya???) *dipentung* : D
dita-gigi 0 0
Silly: iya mbak... kok kayaknya gag etis ya nyebut2 autis gitu, coba misalnya diganti sama kanker atau Aids, dll... pasti kan gag enak didenger juga, apa lagi kalau kedenger sama yang mengalamin atau ndak keluarga nya...

daku juga selalu ngingetin temen2 yang masih pake kata itu, tapi ujung2nya malah aku yang diketawain : ((

dan nyebelinnya mereka itu temen2 ku dikampus yg notabene harusnya ngerti (masa ya anak kedokteran gag ngerti) : ((
Astrid 0 0
duuh terharu deh Sil baca ceritanya (maen manggil Sill, sill aja SKSD banget ya : D). smoga selalu semangat dan kuat ya dlm membesarkan anaknya ; )
memethmeong 0 0
loh, aku td komen panjang lebar kok ilang yaaaaa *nangis darah*
Chika Nadya 0 0
Silly: untungnya aku rada bebal, mau dikatain gitu juga cuek. aku lebih sebel kalau muridku yang diledek. : D

seperti dita, aku juga sering ngingetin soal penggunaan kata autis, tapi kok ya aku malah sering diledek. katanya terlalu sensitip. padahal khan aku hanya mau mengurangi penggunaan kata yang tidak pada tempatnya itu. : |
memethmeong 0 0
duh....aku tulis ulang lagi deh, komenku td.

mbak, aku udah pernah ngomong belum ya...
mbak silly udah pernah nyobain alternatif lain yaitu balur?
aku kenal dengan metode ini sekitar thn 2006, pd waktu itu pasanganku cerita, dia pernah dibalur. lantas, aku gugling dan didapat hasil sbg berikut :

http://balur.com/web/

http :// balur.com / web/?p=37 --> metode balur untuk anak autis.

coba di klik aja jeng...dan jika tertarik, kebetulan punya temen, dia ibu rumah tangga, di jakarta, bisa membalur. selama ini sih, dia cuma membalur anggota keluarga dan temen2 saja. japri aja deh. tp kalo mo langsung kontak ke terapis balur di situs tersebut, ya monggo saja.

sekedar sharing info saja jeng : )

btw, kl utk daily jokes, jangan cuma utk kasus autis aja. tp semua kekurangan orang. misal, gendut. kok ga lucu ya, kalo denger ada orang mengolok-olok bentuk tubuh dan menjadikan itu sbg lelucon.

tetep semangat, jeng sil : )
you're not alone
memethmeong 0 0
lah kok link yg aku kasih malah jd ga karuan...


http://balur.com/web/?cat=5

http://balur.com/web/?p=37
kucing_usil 0 0
huhuhu karena pengin komen di artikel inilah aku jadi register jadi warga negara ngerumpi yang sah : )

dulu sekali aku juga pake kata autis buat ledek-ledekan, buat lucu-lucuan (maapkeun aku : (( )

sampe adek sepupu, namanya ivan, yang baru 2taun didiagnosa autis, baru deh (sedikit) melek sama autism

kurang lebih juga tau gimana perjuangan ibunya ivan waktu terapi itu ... sekian lamanya baru dipanggil mama (sampe sekarang masi terharu kalo ingat cerita yang ini), gimana rasanya ndak bisa mengerti apa yg ada dipikiran anaknya, gimana rasanya ibunya susah nyari sekolahan yang mau terima anaknya (mana tinggalnya di daerah terpencil di pulau sumatera sana yang banyak ndak mudeng sama autism yang dikira mental disorder, hadoooh)

sebel banget kalo ada yang semena-mena pake kata autism buat joke, walopun belom berani buat negor. ntar aku link ke artikel ini aja ya : )

*send hug and kisses to ur little angel : )
de 0 0
membaca artikel ini jadi ingat teman-temanku di LSC salam bogor kami sering share info n berita tentang anak Special Needs dari lucu sampai yang membuat air mata bercucuran so...saya lebih suka mengatakan "special Needs" dari pada autis. Untuk yang mereka yang "istimewa" percayalah Allah menyiapkan untuk kita yang lebih "Istimewa" di Yaumil Akhir nanti.

Silahkan login untuk memberikan pendapat