Efek Gombalisasi 62
Rabu, 8 Jul '09 00:32
Sebutlah Edgar (bukan nama sebenarnya), seorang pria single, mapan, dan matang. Sosoknya yang ramah dan baik membuatnya banyak dikelilingi wanita. Tetapi ada satu sikapnya yang terkadang membuat wanita bertanya-tanya, merasa GR atau kadang risih. Sikap apakah itu?
Gombal!
Ya, Edgar doyan menebar gombal. Entah apakah ia mencoba bersikap seperti seorang womanizer, namun gombalan-gombalan yang ditebar olehnya menjadi bumerang bagi dirinya.
"Hai Cantik, sudah makan belum? Yuk makan sama abang Edgar. Abang traktir deh!"
"Eh serius, kamu itu cantik, tau! Masa masih single sih? Kalau aku sih mau lho."
"Selamat pagi, cinta. Semalam aku memimpikanmu. Pertanda apa ya?"
"Kalau demi kamu, aku rela deh batalin meeting demi nemenin kamu nonton."
"Setiap melihat bunga mawar, kok aku teringat padamu ya?"
"Bapakmu tukang sendok ya? Soalnya kamu mengaduk-ngaduk hatiku."
"Aku tuh selalu baik untuk wanita. Apalagi kalau cantik sepertimu."
*permisi...numpang muntah dulu*
Sudah lihat contoh di atas? Itu adalah beberapa macam gombalan yang sering keluar dari mulut Edgar. Kemampuan menggombal Edgar tidak diragukan. Banyak wanita di kantornya yang sempat tergoda dengan rayuan maut Edgar, namun mereka segera tersadar. Edgar menggoda semua wanita sekantor!
Bayangkan, gombalan itu tidak hanya untuk satu atau dua wanita, melainkan banyak! Tidak terhitung berapa banyak wanita yang ia gombali. Sebagai wanita yang smart, tentu mereka dengan cepat tanggap dan menyadari itu hanya gombalan belaka. Tapi apakah Edgar menyadari bahwa yang dilakukannya adalah bumerang untuk diri sendiri?
Semakin banyak ia menebar gombal, semakin sulit ia meraih wanita. Kenapa begitu?
Coba bayangkan, ketika Edgar mendekati seorang wanita. Sebutlah Bunga (bukan Citra Lestari), Edgar sering menggombali Bunga, sebagai tanda kasih sayang. Ia kerapkali memberikan rayuan-rayuan maut dan ucapan manis, semanis madu. Namun ia tidak berhenti menggombali Lala, Vena, Mery, dan masih banyak lagi. Ketika ditanya seorang teman, "Kenapa sih Gar, loe kok suka banget ngegombal?"
Edgar dengan santai menjawab, "Oh, itu sudah mendarah daging di tubuhku."
Lalu si teman menjawab lagi, "Iya, tapi loe sadar gak sih? Si Bunga itu sempat termehek-mehek dengan gombalanmu. Tapi begitu ia sadar loe ngegombal ke semua cewek, dia ilfil. Sekarang dia malah dekat sama Parjo, cowok pendiam yang sering makan siang di sudut kantin."
Edgar terdiam. Lama. Lamaaaaa sekali. Ucapan terakhir temannya serasa menampar dirinya. Ia pun tak bisa berkata-kata. Ternyata efek gombalisasi tidak selamanya positif, tetapi bisa berakibat buruk.
Apakah di sini ada pria seperti Edgar? Be careful, dear. ;))
Gambar diambil dari sini.
Tag: pria, gombalisme, gombal, ngeselin, cowok
Terkait:
-
Masih Tentang (Kaum) Lelaki
Kamis, 4 Mar '10 18:14 -
Cowok Gombal, Bakatkah?
Jumat, 13 Nov '09 23:50 -
Alasan Saya Suka "Mengamen" di Ngerumpi
Selasa, 9 Mar '10 19:44
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Juminten: Megang banget
-
dita-gigi: Megang banget
-
ateta: Nggemesin
-
Inapurple: Nggemesin
-
venus: Megang banget
-
Silly: Megang banget
-
kucingsapi: Nggemesin
-
Niken Makki: Lucu
-
Lele: Megang banget
-
honeyweedy: Megang banget
-
lukmandisini: Lucu
-
Chic: Megang banget
-
Nemo: Inspiratif
-
gunawanrudy: Inspiratif


Komentar:
tapi wanita sepertinya seneng di gombali ...
Ga jelas gitu maunya apa, tujuannya apa.
Mending yg jelas2 aja, deh...
Ntar kita nya udh keburu GR, taunya dia cuma main2 doang.
Cih!
cowo kalo kereringan gombal, ama satu cewe maupun pada banyak cewek tetep aja, malah gag bakalan dianggep lagi gombalannyaa....
paling2 si cewe bakal ngerasa, "oh yaa?" "udah basi tuh maaassss"
pisss....
si cewe lama2 ilfil juga kaleee....
misalnya si suprie lagi lewat depan mejamu, chik
trus bilang gini "chik, kamu sekarang jualan sendok ya?"
trus kamu bingung dan tanya, "nggak kok, knapa?"
suprie : "habis kamu mengaduk ngaduk hatiku chik"
tsaahh,, ini bukan masalah susah atau mudah mendapatkan wanita, ini masalah supply and demand
di masa wanita sibuk dan pria lebih sibuk lagi, gombalizer ini sangad langka, udah ga ada lagi cowok yang bakal tanya, "bapakmu tukang kebun ya? aku kok berbunga bunga ya tiap liat kamu"
aku dulu pernah digombalin gini "Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu, aku mau jadi airmatamu, yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, dan mati di bibirmu" tak teriakin "woooo,, pantes kamu seneng bikin aku nangis! seneng nyiksa akuuu!!" tapi diem diem ya seneng, whahahahah *loh curcol*
betul dit. ada cowok yang ngegombalnya naudzubillah, tapi gak ngefek. giliran dari seseorang yang tepat, cuma bilang "kamu lebih cakep gak pakai make-up", deuuuh langsung melayang gyahahahaha...
*hayah, parcol*
*siapin pembasmi hama wereng*
choro: tapi kadang gombalan norak macam gitu mudah bikin ilfil.
eh tapi ini balik lagi ke si cewek. seberapa kuatkah mereka menghadapi gombalan.
cewek memang senang digombali, tapi balik lagi, apa yang ngegombali adalah orang yang tepat? *teteup*
pernah juga digituin...trus...dipantengin ajah...trus ternyata dianya serius trus aku berlalu meninggalkannya demi suami yang sekarang..(taelah..yg ini beneran curcol)
*numpang nostalgia*
abis digombalin sapa chik?
*siap2 publish tulisan berikutnya*
*5 mnt*
aduh ini OOT banget deh ah (blush)
Inapurple: gak ada kok na. ini hasil diskusi politikana tadi.
ateta: wew, endingnya jadi sedih gini...
*salaman*
tapi kalo dipuji ma pasangan, namanya bukan digombalin doong... *gak mau ngaku kalo seneng digombalin*
dita-gigi: coba tadi dita ikut nimbrung.
eh tapi jangan salah, ini kan gak beda jauh sama prinsip ekonomi. ada yg jual soalnya banyak yg butuh. and in fact, my dear, we women LOVE gombality
nice post. funny yet true
wah..simbok branding...!
*keplak suprie*
*keplak dita-gigi & Inapurple*
yang gitu2?
kalau yang itu mah masuk kategori annoying.
*usep2 bekas dikeplak*
suprie: wuahahahaha... selamat, anda sukses membuat saya sebal!
kalo ketemu aku paling aku ketawain aja. tau banget, template gombalan yg seperti itu ga muncul dari hati. dan sesuatu yg ga muncul dari hati ituuuu...duh, gimana yah. ga usah ditanggapi serius lah.
beda jenis kalo ketemu lady killer. bahaya banget. karena kita seriiiiinngggg banget, ga nyadar bhw apa yang dia ucapkan adl gombal. tau-tau kita tersipu2 aja, merona merah dan bilang, 'ah gombal, ah, boong.'
dan si lady killer dengan tatapan mata bingung, asli bingung, hanya berujar, "loh, mas ini cuma ngomong apa adanya, dek..."
nah looo.....
kalo ketemu yg beginian, siap2 aja....
jadi teringat terakhir ngegombal itu adalah 15 tahun yang lalu ...
wakkakakakaaa ...
Edgar apanya bang Togar, chik?? *dipentung*
Anyway, Edgar ini salah satu womenizer dong yah, hihihi... yang begini sampe udah nikah pun gak akan kapok kok, jadi yang akan jadi bininya mesti panjang sabar
ada saat tertentu butuh sebuah kegombalan dari pria....
sepakat sama pendapat choro
nggombali aku tak gombali genten....
kali aja tuh cowo malah ngacir duluan. ilmu gombalnya kalah sama kita
borsalino: boleh lho berbagi ilmu..
Silly: contoh di sini sih mencoba bersikap seperti womanizer...
jelas ini bukan megan fox: terima kasih bung pitra...
kucingsapi: sebenarnya semua wanita pasti suka digombali. asal tepat aja. waktu, jenis gombalan, dan yang ngegombalin...
masova: inget diri sendiri ya?
The Niningss of The Sutrisnaningsih: wogh, aku kalau digombali kadang bales ngegombalin juga.
Niken Makki: kalau dia yang ngegombalin, gimana nik?
cemilan ngerumpi: boleh dicoba tuh nil...
gombal itu g melulu bohong kok..cuma dilebih2in aza..y g ya ..iya ding
buat para pria kalo mo nggombal jangan sering2 aza..sesuatu yg sering walo awalnya wuahh..lama2 juga bakal biasa aza...
btw gombal ki jadi bumbu penyedap percintaan jeh..selayaknya berantem
*kebiasaan ngegombal di plurk*
seperti Chika Nadya, memang pada dasarnya cantik. Jadi kalau saya puji cantik, ya bukan mengada-ada. Memang demikianlah apa adanya.
Cuma akhirnya semua dibawa bercanda, nggak ada yang diladenin dengan serius, abis begitu melulu?
Tapi entah kenapa kalau saya digombalin, kalau bukan sama the one kog kayaknya malah saya ledekin abis-abisan atau malah saya ketawain ya? Jadi kasian....
*jah, ngaco, ngayalnya kejauhan*
*dipentung rame2 sama warga ngerumpi*
Malah udah jadi satu buku gombalan bersama, dicetak pulak!!
enggak ah.. saya ndak suka menggombal kok, chik.. *serius*
gombal ya ??
*loh apaa iniii*
*padahal gak komen, nyuri ilmu tuh...
KiMi: bwahahaha... ngegombal di plurk sih masih gapapa kali ya...
podelz: *timpuk podelz
Lele: kadang gombal melulu malah bikin ilfil...
jelas ini bukan megan fox: terima kasih atas pujiannya...
kucingsapi: apalagi kalau yang ngegombal pacar?
borsalino: ilmu ngegombalnya
honeyweedy:
perempuan api: yup, gombalannya mesti tepat sasaran.
waterbomm: *pentung mamski*
lukmandisini: jadi jangan ditiru ya...
PennyLane: eeeh, masa sih? bukunya judulnya apa?
masova: baiklah...
Chic: berarti emang banyak ya yang seperti itu.
fenty lovegood: namanya juga gombalers...
Nemo: yang mana mas? aku tengah malem biasanya matiin hape...
dita-gigi: betul dit! B-)
kangtutur: jadi kangtutur suka ngegombal juga?
Silahkan login untuk memberikan pendapat