Cinta Vs Agama 49

Rabu, 8 Jul '09 19:54

semua pada setuju ndak... kalau Agama merupakan salah satu batu sandungan paling mengganjal dalam setiap percintaan...

Lihat lah kesekitar kita, pasti ada aja khan, orang yang pacaran bahkan sampai menikah beda Agama, kalau mau diambil contoh yang paling nyata sebut saja Titi Kamal sama Christian Sugiono, Dewi Sandra sama Glenn Fredly (ini masih nikah apa udah cerai ya?) Lidya Kandau sama Jamal Mirdad, Amara dan Frans Lingua, dll dan tidak menutup kemungkinan, kalau pasangan beda agama tersebut adalah teman, sahabat atau bahkan saudara kalian semua...

biasanya kalau masih pacaran, banyak yang cuek, mereka bilang "lihat ntar lah..." lha apanya ini yang lihat ntar??? liat ntar soal agamanya, liat ntar mau nikah apa ndak? lihat ntar bagaimana kata orang tua? lo lo loh.... jadi pacaran buat main-main ajaa?

atau justru "ntar kan salah satu pindah agama sebelom nikah..." Lalu agama buat main-main aja gituuuhhhh, bisa pindah-pindah cuman karena nikah...

*lha ini kok malah kayak gag memberikan solusi* :|

dan rasanya kalau mau setia terhadap dua-duanya, sayang sekali belom diperbolehkan di Negara Indonesia tercintah kita ini,,, jadi kalau mau nikah beda agama kudu harus ke luar negri dulu, yang notabene banyak makan biaya juga domz ah..

Nah balik lagi ke masalah pacaran beda agama, biasanya saat kita punya pacar yang beda agama sama kita, kita dihadapkan pada 4 pilihan:
1. Menikah beda Agama
2. Si Cewe pindah ke Agama Cowoknya
3. Si Cowo pindah ke Agama Cowoknya
4. putus

nomer 1 sampai 3 menurut saya adalah pilihan sulit, karena gimana pun pasti salah satu keluarga akan ada yang keberatan.

kata-kata seperti ini akan banyak keluar:

"Kalau kamu kawin sama dia, papa gag anggep anak lagi!"

"lankahi dulu mayat bapak!!"

Selain itu, taro lah kalian berhasil merebut hati orang tua kalian dan berhasil menikah dengan Agama masing-masing, keluarga kalian aman tentram dan damai... sampai pada suatu saat kalian memiliki anak-anak yang luchu, masalah kedua akan dimulai... akan ikut agama siapa anak-anak tersebut? Agama Ayah, atau Agama Ibu?? (kecuali hal ini telah diperjanjikan sebelum-sebelumnya) soalnya anak-anak yang orang tuanya beda agama akan sulit sekali menentukan pilihan agama mana yang akan ia ikuti, belom lagi kalau kedua orang tuanya sama-sama pemeluk agama yang taat, biasanya akan mengajarkan kedua agama tersebut kepada anaknya, sehingga ketika ia cukup umur, si anak bisa menentukan pilihannya sendiri... lalu bagaimana dengan orangtua yang agamanya tidak terlalu kuat, cuman terlalu egois untuk melepas agamanya dan pindah ke Agama pasangan. si Anak lebih terombang ambing lagi, seperti misalnya ayah Kristen, ibu Islam, Ayah jarang ke Gereja, dan Ibu jarang Sholat 5 waktu. bisa-bisa anaknya beneran jadi tidak punya agama, karena tidak ada yang membimbingnya sejak kecil.

duh seperti nya ribet yaa... saya sendiri dan kedua sahabat saya pernah mengalami hal ini (pacaran beda agama) dan untunya ndak sampai serumit ini (bukan pacaran yang jelas serius mau nikah dan bingung akan dibawa kemana hubungan ini...)

kalau kata orang, yang rumit-rumit seperti ini lebih dihindari, kecuali udah punya persiapan matang, bagaimana kedepannya nanti. jadi sebelom keburu jatuh cinta, lebih baik dihindari...

Lha masalahnya, cinta datang tak diundang, menyelip masuk begitu saja ke hati kita...

lantas kita harus gimana??

*ini intinya paapan dittt...??* sebenernya bagi saya semua agama itu baik... :D

---------------------------------

menurut kalian kalau kalian dihadapkan pada pilihan antara Cinta dan Agama, akan memilih yang mana? dan kalau milih kedua nya, solusi apa yang akan atau telah dilakukan?

 


Tag: cinta, Agama

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

dita-gigi 0 0
eh, jangan ada yang merasa tertohok yaa... soalnya ini murni curhatan pribadi... apa lagi di keluarga saya banyak sekali kawin lintas agama bahkan kawin antar negara... : D
christin 0 0
uhuk. *pentung dita* : ))

keluargaku plural sekali, dan kebetulan aku sedang ngalamin hal ini juga. hahaha. iya awalnya "liat ntar ya" lalu sadar bahwa hal ini bakal jadi bom waktu yang bisa meledak kapanpun. akhirnya ya diadakan diskusi dengan pacar, dengan orang tua dia, dan pastinya dengan orangtuaku.

jadi ya... seyogyanya *halah* waktu pertama kali pedekate sebaiknya ditinjau dulu, apa berprospek atau tidak, daripada belakangnya nanti kenapa-napa : ))
dita-gigi 0 0
christin: terima kasih atas sharingnya... : D
Juminten 0 0
betoooowwwlll...
cinta datang tak diundang. maen nyelonong aja masuk ke hati. uhuhuhu...
seandainya semudah itu mengendalikan perasaan.

ah, ga tau ah mau komen apa lg.
takut ketahuan curcol... : ))
*lirik kiri-kanan. takut ada mas didut*
neofreko 0 0
Wah, kalo saya pribadi sih mgk pilih no 4. Tapi prosesnya gak bakalan semudah di lidah. Gw setuju ma kitin, don't start things you can't end.
Buat yg sdg mengalami hal ini, selamat berjuang. Semoga kalian mendapatkan selalu yang terbaik (cozy)
memethmeong 1 suka | 0
udah pernah nulis ini di blog sampe 3 episode. juga sampe nyari buku-buku ttg nikah beda agama ditinjau dr fiqh islam. dan kebetulan, dikasi ma temen, buku terbitan Kapal, LSM yg bergerak di bidang issue perempuan, gender, etc.

Buku tsb khusus menyoroti pernikahan beda agama dr perspektif islam, nasrani, dan hukum. selain fiqh yang dianut mayoritas umat muslim, juga ada tulisan dr musdah mulia yg kebetulan memuat pandangan/tafsir yang berbeda.

selain itu juga gabung di milis khusus kawin campur. di milis itu, selain bisa share, juga banyak solusi yg diberikan oleh mereka yg 'berhasil' menikah beda agama dan suka dukanya.

kl dr aku ya, komunikasi itu yg utama. palagi bagi pasangan yg menganggap, agama itu masih penting. bicarakan sampe ke detil2nya, dg jujur. dan kembali ke kemantapan hati juga sih.

karena ada juga pasangan beda agama yg ga langgeng hubungannya, justru bukan krn faktor beda agama tp faktor lain.

wogh, dita berasal dr keluarga yg plural ya? asyik tuh....
Nemo 0 0
memeth,...errrr pengalaman lintas agama ya..
* ngumpet
dita-gigi 0 0
memethmeong: wogh.... sampai ada milisnya... (bigeyes)

wah ntar intip ke tekapeh deeh... : D
Lele doang 0 0
Cerita pengalaman sendiri aja ya? : D

Sayangnya, keluarga saya itu, sampe ke keluarga besarnya, semua masih kolot, bahkan sampe ke angkatan babeh saya juga. Dan, akhirnya saya ngerasa bahwa hubungan saya dan mantan gak bisa dibawa ke mana-mana, udah ditentang kanan kiri juga...

Worst but best, putus... : ( : (( : ((
venus 0 0
menurutku gpp. kenapa emang? : p
memethmeong 0 0
@nemo
kan dalam rangka menghayati kerukunan antar umat beragama, dan juga menghayati pluralisme *halah*

dita-gigi
milisnya di yahoogroups tuh. milisnya cukup serius, dalam arti, bener2 share ttg suka duka berhubungan beda agama, bahkan yang pernikahankatolik kristen aja juga ternyata berkonflik loh *secara gereja ribet gitu deh*
Pitra 0 0
sepertinya di sini memethmeong paling berpengalaman *melipir*
kucingsapi 0 0
jadi teringat tentang kisah cinta om saya.... karena memiliki pacar beda agama, akhirnya pacaran2 bertahun2 yang dibinanya gak pernah ada kelanjutan dan berakhir dengan mengenaskan.

seluruh keluarga besar cowo menolak dan pihak dari keluarga cewe juga menolak.

kasihan jadinya padahal cinta itu tumbuh awal mulanya dari persahabatan. : (

jadi sampai sekarang om saya masih membujang, padahal kehidupan dia mapan, punya rumah, punya mobil dan segala yang dia punya.. tapi tidak pendamping hidup.

pernah ditanya, dan dia menjawab " saya baru akan mencari istri, jika dia sudah menikah"

damn! kenapa harus begitu sih? : (( kasihan om gw...
desty 0 0
saya milih no 4.

saya ga akan mungkin mengkhianati cinta-Nya yang sudah saya alami sejak saya baru lahir.
Inapurple 0 0
menurut gw disini masalah yang ada semuanya berasal dari Agama dan problematikanya yang diciptakan sendiri oleh manusianya.

Manusia sendiri yang menjadikan agama itu ribet dengan peraturan ini itu, padahal sebenarnya dasar dari agama adalah CINTA KASIH.

CINTA dan KASIH yang bisa menyatukan dan menghargai perbedaan.
christin 0 0
setuju sama Inapurple : ((
Juminten 0 0
[ ... " saya baru akan mencari istri, jika dia sudah menikah" ... ]

kucingsapi : aaaaaaaaarrrrrggghhh... rasanya ada laki2 yg jg ngomong kayak gini sama aku. : ))

*Ooopps... curcol*
Chika Nadya 0 0
hiyaaaaa, saya seriiing dapet yang beginian. gak tau deh mesti ngapain. : D

*tapi semuanya berakhir walaupun belum dimulai*
venus 0 0
Chika Nadya: pacar yang mana, chik? *log out* : ))
Inapurple 0 0
christin :
*toss*

Chika Nadya :
uhuk..uhuk...

venus :
uhuk...simbok kita ngegossip yuk! : D

dita-gigi 0 0
kucingsapi: nah yg kayak gini-gini itu loohh... ya mosok keluarga nya gag kesian... yang bakal ngejalanin kan mereka berdua.. dan lihta sampai sekarang belom menikah, dan saya yakin si wanita juga belom tentu mau menikah, kalo sang pria belom menikah, akhirnya sampai tua sama2 menunggu hal-hal mustahil... : ((

Inapurple: setuju seharusnya CINTA dan KASIH bisa menyatukan segala perbedaan ang ada...

Juminten: jumi boleh loooh... kalo mau curhaat... ; ))

Chika Nadya: "gak tau deh mesti ngapain.", ndak mesti diapai2n chik, dinikmati aja... *nyeduh teh* ; ))
venus 0 0
menurutku aneh aja. lha kita ini siapa sih? kadang ngerasa bener sendiri, merasa agama yang kita yakini yang paling bener, agama orang lain salah. manusia sendiri yang suka mengkotak2kan diri sendiri sih.

errrr...mulai SARA kayaknya saya ya? log out aja ah. lari dari tanggung jawab : ))
dita-gigi 0 0
venus: loh ndak salah toh mbok... nah itu dia manusia itu senengnya bikin susah diri sendiri...

lagian pada dasarnya, semua agama itu baik dan ndak ada yang salah... toh pada intinya kita semua ini diciptakan dan bumi ini diatur oleh TUHAN, cuman sebutannya aja beda-beda tergantung agama masing2, dan setiap agama pasti mengajari cinta kasih (seperti kata Inapurple) ah sudah lah... jadi mbulet... : D
ya itu deh intinya... : ))

*ikutan log-out*
suprie 0 0
dita-gigi: hahahaha bagi ku itu cuman masalah menafsirkan saja sih...

dan aku setuju sama toni. Aku mungkin milih no 4 atau better, jangan pernah mulai. Well katakan sekarang hanya cinta monyet, tapi waktu cinta beneran tumbuh gimana ?
borsalino 0 0
cinta itu kompromi
Chika Nadya 0 0
khan berakhir sebelum dimulai. jadi gak ada yang bisa dinikmati... : D
enriqueza 0 0
kalo cinta udah dateng, emg masih ada gitu faktor2 yg perlu jadi pertimbangan? klu ada, jgn2 itu baru cinta wannabe. kalo gitu sih, ya opsi #4 aja, putus!

cinta sebenar cinta, adalah kesiapan untuk kehilangan semua yang kita punya untuk mendapatkan semua yg kita damba...

lagian, katanya, ruh dari agama adalah cinta? atw udah diganti ya?
sofiakartika 0 0
sebenarnya gak masalah juga, kalau memahami agamanya mungkin lebih humanis : D *opo siy humanis itu*. keluarga saya cukup beragamlah, tapi proses kompromi terhadap keberagaman itu cukup alot juga.

beberapa teman yang menikah beda agama, salut saya terhadap perjuangannya, sepertinya di Indonesia sudah ada semacam bimbingan atau apa ya untuk nikah beda agama ini di Paramadina.
The Niningss of The Sutrisnaningsih 0 0
aku juga setuju sama mbak ina....

menurutku cinta beda agama itu bukan aib...

*sudah pernah posting beginian juga*

cinta beda benua dan tanpa ada hubungan diplomatis itu yang susssaaahhhh...
ichaotic 0 0
aku pernah punya (calon) pacar beda agama. aku ngotot gamau jadian sama dia karena keluargaku termasuk strict di agama.
akhirnya dia bilang mau pindah ke agamaku. akunya gamau : D
aku bilang,

"kalo kamu mau pindah ke agamaku, jangan buat aku, tapi buat diri kamu sendiri, jangan karena kamu mau jadian sama aku, tapi karena kamu bener2 tertarik dan merasa terpanggil sama agamaku.."

akhirnya bubaaar jalaaaan : ))
si bijak 0 0
1. Menikah beda Agama
2. Si Cewe pindah ke Agama Cowoknya
3. Si Cowo pindah ke Agama Cowoknya
kucingsapi 0 0
Juminten: wehhh bukan... cowomu itu bukan omku kok.. tapi sapa jum? *gosip* hehehe : ))
Silly 0 0
Waduhh ini topik yang gak akan abis2 diomongin.

Saya tulis di postingan aja deh... komen santai aja udah panjang apalagi kalo komennya serius. Saya dah bertahun2 menjalani pernikahan beda agama, dan sangat tidak mudah, tapi asal tahu konsekwensinya silahkan saja.

btw, cinta aja gak jamin bisa melewati badai honey, trust me!!! : D
choro 0 0
mantanku dulu beda agama : D etapi alasanku putus sama mantanku bukan karena agama : D

aku si,, kalo nikah beda agama pun akan liad, apakah dia taat sama agamanya apa nggak, soalnya kan gini, semua agama itu baik, dan mengajarkan poin poin yang baik, tapi kalo seorang umat ga mau taat sama sesuatu yang baik ya berarti bisa aja dia (secara personal) bukan orang yang baik

sedang kita pastinya ingin dong, di hiasi dengan kebaikan setiap hari dalam rumah tangga dan punya anak yang dididik dengan baik

nah.. kalo dia sendiri beda agama sama aku, dan males ibadah, aku ga mau sama dia, : D soalnya, aku sendiri malas, trus kalo sama sama malas nginget Tuhan, siapa dong yang akan ngingetin anak2 ku nanti tentang Tuhan?

kalo dapet suami yang taat agamanya (baik seagama maupun beda agama) kan lumayan, aku dapet kursus beragama gratis : D

*lha chor, kalo suamimu garis keras dan maksain agamanya pie?*
ya itu namanya ga taat beragama, wong tiap agama mengajarkan toleransi dan tidak memaksakan kehendak kok,

Chic 0 0
kalo saya sih moderat ya soalnya agama-agama ini... sempet beberapa kali pacaran beda agama. dulu sempet mikir, kalo Tuhan itu memang cuma satu, kenapa harus ada banyak cara untuk menyembah-Nya? toh pada akhirnya, garis hidup manusia itu kan adalah mati. kehidupan setelah itu ga ada yang tau, kecuali kita mati.. : ))

ah ya, susah emang kalo fanatik. saya sendiri tidak pernah berjalan mulus dengan pacar-pacar saya yang beda agama itu... : )
tukangobatbersahaja 0 0
kenapa sih katanya kalo cewek harus ikut cowok : (
sebaiknya sih, dari awal sudah dimulai komitmennya.

Susah juga nikahnya kalo beda agama.
kudu ke luar negeri...
dita-gigi 0 0
choro: lha ini dia... kalau beda agama, tapi dia gag taat, lalu siapa yang akan mengajari anak-anak saya (kecuali si saya adalah pemeluk yang taat, jadi paling tidak si anak tetap dapet pelajaran agama dari satu pihak)

yang penting dapet suami/istri yang taat beragama, apapun agamnya seharusnya tidak menjadi masalah, karena inti dari suatu agama itu sama hanya perbedaan sudut pandang saja, toh intinya yang disembah Tuhan khan, mengajarkan kasih sayang, kebaikan, saling tolong, dan sebagainya... hanya bentuk dan namanya saja yang berbeda-beda...

satu lagi... siapun yang misalnya akhirnya pindah... jangan sekali-kali karena akan menikah, atau hanya supaya ingin mendapatkan sang idaman, tetapi kerena emang keinginan dia sendiri, haru dipelajari benar, kerena bila sekali pindah (karena mo merid gitu) tapi pindahnya gag iklhas, dijamin bisa ditarik masuk balik ke agama sebelomnya (apapun agamanya) nah kalau sudah seperti ini, apa coba namanya kalau bukan mempermainkan AGAMA... : D
ra-nu 0 0
hai..pendatang baru nih..
salam kenal semuaa! =)

kebetulan topik ini sgt menohok di hatii..huhuu..
klo aku pribadi memilih no 4!! yap,,i've been in that situation dan aku memilih putus setelah hampir 4 tahun bersama.. ='(

awalnya jalanin krn yakin oneday akan ada jalan,,yakin oneday dia bs ikut agamaku krn agama asli keluarganya sm dgn agamaku (aku sendiri dgn yakinnya tdk terpikirkan sedikit pun utk pindah)..tp ternyata hingga 4 taun, kami tetap dgn pendirian masing2.. ya sudah,,tdk ada jalan..putus.

yg jelas, knapa aku tdk mau pindah ke agamanya atau dia tdk mau pindah ke agamaku atau tdk mau menikah beda agama, bukan merasa agama satu lbh baik dr yg lain. siapa kita berhak menilai??
tp lebih krn kebetulan sajaku agamaku 'ini' dan agama dia 'itu',,setiap agama punya peraturan masing2 dan peraturan itulah yg kita hargai..

agamaku tdk mengizinkan pernikahan beda agama,,ya itulah yg aku pegang. klo aku pindah, aku akan menyengsarakan orangtuaku nanti,,ya itulah yg aku ingat.

akhirnya putus,,menyakitkan. bagi bnyk org mungkin bodoh ya menjalani sesuatu yg tdk mungkin. tp tetap selalu ada kenangan indah dan pelajaran berharga yg bs diambil dr hubungan itu. tdk ada yg perlu disesali.

yg penting berani memulai hrs berani mengakhiri. yg namanya hubungan, bkn cm hubungan beda agama, pasti punya resiko putus kan.
pha 0 0
in my case, akhirnya malah milih gak pacaran ato bikin komitmen sama sekali meski saling tau kalo sama-sama cinta. kasih tak sampai hiks... andai....
takodok 0 0
mungkin karena sudah didoktrin dari kecil, berhubung ada salah satu kerabat yang tersangkut masalah seperti ini, saya pribadi memilih untuk tidak memulai..

ah.. ribet ya? : |
eithea 0 0
hmmmm... jadi inget cerita diri sendiri ...
tapi kalo di share di sini, bisa jadi satu tulisan panjang sendiri kekekek ...

menikah, tanpa melihat apakah pasangan kita beda agama atau baru saja menjadi seagama dengan kita adalah sudah merupakan sebuah wadah yang penuh dengan pembelajaran

nah, menikah dengan pasangan yang baru saja menjadi seagama atau bahkan masih berbeda agama menjadikan wadah yang namanya pernikahan itu penuh dengan pembelajaran dengan bobot yang lebih berat.

tinggal, gimana cara kita mengantisipasi, dari hal yang seringan kapas, sampe yang seberat gunung...
bikin plan a, plan b, plan c dst dengan menggunakan nurani dan logika supaya saat yang terburuk yang terjadi pun, kita jadi lebih siap ngadepinnya ...

donyariya 0 0
Silly : setuju sama lu jeung, sama sekali gak mudah ... dan rasanya cinta mungkin juga gak akan cukup. trust me juga deh : D
kepikcantik 0 0
Saya salut dengan pasangan beda agama yang berhasil memperjuangkan hubungan mereka. Karena sudah pasti tidak mudah sama sekali. Untuk masalah agama anak, dari awal harus dibicarakan. harus ada kesepakatan (misal: yg cewe ikut ibu, yg cowo ikut bapak, atau terserah bagaimana keputusannya), jangan sampai malah si anak tidak terdidik dalam lingkungan agama yang memadai.
Pada dasarnya agama itu baik, saya setuju itu.

Saya sendiri berprinsip lebih baik tidak memulai. Jika saya jatuh cinta, saya akan berusaha kembali ke prinsip saya itu.
cemilan ngerumpi 0 0
gambarnya keren : D
nona23 0 0
pertama masuk situs ini..
ini crita pertama yg saya baca..
saya lgs suka ma judul ny...
karna ini yg lg saya alami skr...
mau nikah tp masih sibuk cari solusi mana baiknya...
saya stuju ma kata yg blng klo pd dasar ny agama itu sama dan sama baik ny...
tp orang tua mah mau nya satu agama...
mau putus uda susah bgt,
uda terlalu sayaaaaaaaang cink.....
kita uda pacaran lama juga.....
mau nikah di luar negri dengan beda agama..
wah...bisa ga dianggap anak ma nykp trs nama dicoret pula di surat warisan..
hehehehe..
salah satu pindah jg ga bisa....
pd kekeh ma agama masing2...
apa pacaran trs aja gt mpe tua.....??????
ga nikah2 deeeeeeh.....
ra-nu 0 0
ambil keputusan ajaa..

Tuhan tdk akan mengambil hal yg indah darimu tanpa menggantinya dgn yg lebih baik..

Yang terbaik menurut manusia belom tentu yg terbaik menurutNya.
Jadi pasrahkan saja, ikuti ketentuanNya.

Aku kagum sm pasangan beda agama yg berani melanjutkan hubungan pdhl sgt bnyk resikonya, dunia akhirat..
Tp lebih kagum lg sm pasangan beda agama yg berani berhenti saat sudah tdk ada jalan,,pdhl saling sayang.. Itu butuh kekuatan besar. Salute!
sapi potong 0 0
sesuatu yang jelas2 berbeda itu gak usah dicampurkan...sama halnya minyak dan air ga bisa nyampur...just simple as that...
Lichul Trvs 0 0
Comment on this article...
eir 0 0

cinta beda agama itu gak segampang bilang, "I love you, do you love me?"

Silahkan login untuk memberikan pendapat