Emotional Affair 14
Sabtu, 4 Jul '09 19:33
Awalnya cuma teman biasa, bahkan ngotot kalo memang selamanya teman biasa, tapi intensitas bertemu dan komunikasi melebihi dari komunikasi dengan pasangannya sendiri. Dari makan siang bareng, saling curhat, sampai rela membatalkan janji makan malam dengan pasangan demi menemani 'teman' lembur di kantor atau sekedar menemani nonton premier film terbaru.
Di kantor, di lobby, di mall, café, bahkan di chatroom, semuanya berpotensi menimbulkan benih benih perselingkuhan. Apalagi zaman sudah beda. Segala akses komunikasi pun kini begitu mudah, bisa segala penjuru. Dari chatting, facebook, friendster etcetera hingga biaya telpon murah baik sesama ataupun lintas operator. Dari tetangga di ujung gang hingga belahan bumi manapun, segalanya terasa dekat di depan mata.
Bermula dari sapaan sederhana berlanjut pada intensitas mengobrol yang luar biasa, timbulah ketertarikan dan rasa percaya untuk saling berbagi cerita. Entah itu teman kantor, tetangga, teman masa kecil, teman SMA ataupun dunia maya. Kebanyakan dari mereka yang terjebak mengelak untuk mengakui bahwa mereka sesungguhnya sedang menjalani sebuah perselingkuhan emosional. Rasa nyaman bahkan melebihi rasa nyaman terhadap pasangan yang dimiliki saat ini, menutupi segala bentuk kedekatan dan komunikasi bersama sang 'teman' dari pasangan, berbagi cerita yang tak pernah kita bagi dengan pasangan, dan menyengajakan diri untuk menyediakan waktu bersama sang 'teman' ketimbang dengan pasangan. Sukur sukur tidak sampai pada hubungan badan. Tapi tetap saja menyakitkan bagi pasangan bukan?
Often we don't appreciate our relationship until we are about to lose it.
Ayolah... sekali sebuah komitment itu dibuat... konsistenlah untuk menjalaninya. Hargai pasangan dan terbukalah untuk hal sekecil apapun. Berhentilah berkhayal mendambakan pasangan sempurna ala cerita Cinderella. Membandingkan pasangan dengan segala pengharapan kita atau bahkan yang dipunya orang. Segala sesuatu itu sudah sempurna kalau kita anggap sempurna.
Remember, It takes time to rebuild trust after betrayal... even if it's just an emotional affair.
Tag: selingkuh
Terkait:
-
FB Kills My Trust On You, Darling...
Senin, 19 Jul '10 18:01 -
Runaway, Paradise, dan Orang Keempat
Senin, 19 Jul '10 17:42 -
Maaf sayang,aku selingkuh
Sabtu, 10 Jul '10 22:58


Komentar:
Ckckckck....*lhoh*
setuju.. manusia kan gudangnya khilaf mbok.. kekekekeke
Sepandai-pandainya tupai melompat dia tidak akan jatuh ke lubang yang sama.
Nah..ayo diasah `kemampuannya`. *Na, komen apaan sih*
tapi selingkuh tetep aja selingkuh... aturan bakunya, kalau mau cari yang lain, selesaikan dulu hubungan yang sekarang. Kalau dirasa kriteria tidak terpenuhi, bilang, kalau udah ga suka juga mesti bilang.
semua kan bisa dikomunikasikan
mmm... yakin tupai? bukan keledai? kekekeke
*pertanyaan bodoh*
coba aja kalau pasanganmu punya sahabat yang lebih tahu segala2nya daripada kamu... wah nek aku wis ngamuk2..
coba aja kalau pasanganmu punya sahabat yang lebih tahu segala2nya daripada kamu... wah nek aku wis ngamuk2..
sependapat...
this is so true..
sekali di sakiti susah untuk percaya lagi, tapi gag berlaku untuk semua kasus juga kali yah...
ah, tapi intinya ya jangan main api aja deh.. cari aman, apa lagi kalo udah nikah, kalo masih pacaran sih, lirik kira kanan masih diperbolehkan lah,,,
dan menurut paham yang saya anut *halah*, cinta itu bisa dibentuk kok *behaviorisme banget sih gue?* *dipentung*
mestinya kemarin aku tag sama dg artikel ini, bener banget, sekarang gak ktmu langsung aja yg berpotensi menumbuhkan benih-benih perselingkuhan, sama spt yg dialami 2 sahabatku itu.
Sebisa mungkin memang cari sahabat dari yang sejenis, biar aman. Kalaupun dari lawan jenis, kita harus yakin dulu, dia memang gak tertarik dg kita scr fisik dari awalnya, begitu juga sebaliknya.
tapi beneran kok, ada banyak sekali bentuk-bentuk hubungan kayak gini di ranah publik jaman sekarang. jadi mesti dewasa menyikapi segala bentuk relationship di dunia maya.
soal salah enggaknya, balik ke pribadi masing2, karena dia yang paling tahu sejauh mana dia sanggup melawan godaan
Silahkan login untuk memberikan pendapat